
"Yasudah aku pamit keluar dulu yah, aku akan coba menghubungi suamimu, dan mencari informasi kepada teman-teman nya" Alif pun mengelus pundak Iin dan segera pergi keluar dari kamar Iin yang tak lain sekarang adalah adik iparnya.
Iin hanya bisa tersenyum sambil menganggukan kepalanya kepada Alif dan terus berharap agar suaminya bisa segera pulang untuk kembali bersamanya dan menantikan kelahiran dari buah cinta mereka.
Alif pun segera masuk ke kamarnya, ia pun langsung rebahan di atas tempat tidurnya, tangan nya terus menekan layar handphonenya untuk menghubungi Arif, dan tetap hasilnya masih sama, nomber Arif sudah tidak aktif lagi. Alif mencoba menghubungi sodara kembarnya melalui sosial medianya dan ternyata sudah lama Arif tidak membuka akun sosial medianya. Alif pun mulai bingung harus mencari tahu dimana Arif berada, dan bahkan Alif pun tidak mempunyai kontak teman-teman Arif disana, dan bahkan nomber kantor Arif pun tidak Alif simpan.
"Indra...." Alif pun baru mengingat Indra, tapi sayangnya ketika Alif bertemu dengan Indra ia lupa untuk menyimpan nomber anak sambung dari ayahnya itu.
"Tapi gua kan ga punya nomber Indra" gumam Alif yang semakin panik dengan situasi seperti ini.
"Apa gua harus menghubungi ayah dan memberitahukan semuanya bahwa Arif sudah menikah dan pergi begitu saja meninggalkan istrinya" Alif pun terus bergumam, Alif pun sebenarnya ragu untuk melibatkan ayahnya dalam permasalahan yang sebenarnya ini semua salahnya, salah memaksakan hati manusia yang tidak saling mencintai untuk bersama.
Tanpa pikir panjang Alif segera menghubungi ayahnya, "Nomber yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan hubungi sesaat lagi" sangat mengjutkan ternyata nomber ayahnya pun sama tidak bisa di hubungi.
"Siaaaaaaalll, kenapa semua ga bisa di hubungi sih" Alif pun langsung melepar handphonenya, ia sangat kecewa dengan semuanya, terutama dengan Arif yang sudah menghianati janjinya.
Memang sudah beberapa hari ini handphone Joni mati dan Joni tidak menghiraukan handphonenya karna ia berpikir jika ada sesuatu, orang akan langsung menemui nya kerumah atau ke toko miliknya.
_
__ADS_1
"Yasudah ibu lebih baik istirahat saja, biar semua mas yang akan memberskannya" ucap Joni kepada Bu Neni sambil menuntun istrinya untuk beristirahat ke dalam toko.
Bu Neni pun hanya bisa tersenyum melihat perlakuan suaminya yang selama ini cukup baik kepadanya maupun kepada anak-anaknya.
_
Leni pun mencoba mengetuk pintu kamar kakaknya dan mencoba masuk untuk menemui Indra dan mengajaknya berbicara kembali soal niatnya untuk segera menikah dengan Arif.
"Tokk..tokk..tok.. kak Indra? ini aku Leni" Leni pun mencoba membuka pintu kamar Indra dan ternyata pintunya tidak di kunci, ternyata Indra sedang tertidur di kamar nya. Leni pun segera masuk dan berbaring di samping kakaknya.
"Kak, inget ga dari kecil kita sering tidur bareng yah, kakak selalu menjaga aku dari anak-anak nakal yang suka mengganggu ku di sekolah, anak-anak itu sering mengataiku bahwa aku tidak punya ayah, tapi kakak selalu membelaku dan memarahi mereka, dan bahkan kakak sering menyuapiku ketika ibu tidak sempat untuk menyuapiku, karna dari kecil aku tuh kalo makan harus di suapi ibu atau kakak baru aku mau makan hehe, aku jadi kangen semua itu kak" Leni pun langsung memiringkan badannya dan menatap wajah kakaknya yang sedang tertidur "
Indra pun membuka matanya dan segera menghapus air mata yang berada di pipi adiknya, karna sedari tadi Indra hanya memejamkan matanya dan ia mendengar semua apa yang di bicarakan Leni.
"Kamu sudah tau bahwa kakak pengen yang terbaik buat kamu dek, apa salahnya setidaknya kamu menunda keinginanmu untuk menikah dengan Arif sampai kamu selesai kuliah, 1tahun bukan waktu yang sangat lama dek, setidaknya dengan waktu itu kamu bisa lebih jauh untuk mengenal Arif, apalagi hubungan kalian masih di bilang sangat singkat. Kakak ga mau kamu menyesal di kemudian harinya, gatau kenapa perasaan kakak jadi tidak enak ketika kamu meminta ijin untuk menikah dengannya. Seharusnya kamu harus mengenal terlebih dahulu keluarga Arif di sana, terutama kamu harus mengenal ibunya terlebih dahulu" Indra pun terus menasehati adiknya dengan sangat lembut.
"Tapi kak... aku sudah yakin dengan keputusan aku sekarang, aku mohon sama kakak tolong restui hubungan kami, kakak jangan berpikiran buruk kepada Arif tapi kakak harusnya doain yang baik buat aku kak" Leni pun terus mencoba menghilangkan pikiran buruk yang ada di dalam otak Indra dan terus menyakinkan nya bahwa ia akan bahagia bersama Arif.
Indra pun hanya bisa menarik napasnya, karna dari dulu ia tidak bisa melihat adiknya memohon-mohon kepadanya apalagi sampai menangis di hadapannya.
__ADS_1
"huuuuffttt... bismilah, Iyah kakak restui niatan kalian untuk menikah, demi kebahagiaan mu." Akhirnya Indra pun terpaksa untuk merestui dan mengijinkan adiknya untuk segera menikah dengan Arif.
Senyum di pipi Leni sangat terlihat jelas, ia sangat bahagia mendengar bahwa kakaknya menginjinkan dirinya untuk segera menikah dengan pria yang sangat ia cintai.
"Terimakasih kak" Leni pun langsung mencium tangan Indra dengan penuh senyuman kebahagiaan.
.
.
.
Terimakasih sampai saat ini para sahabat masih setia menyaksikan novel yang di buat author. maaf jika masih ada kata-kata yang kurang enak di dengar, insyaallah kedepannya akan di perbaiki 🤗🤗
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak seperti like dan komennya yah 😊😊
__ADS_1