Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Penyerangan kereta kuda (Revisi)


__ADS_3

"Kakak! awas!"


Nampak Elisa tengah bertarung dengan monster humanoid tinggi besar, mahluk itu memiliki kulit hijau. Wajahnya seperti babi dan menggunakan sebuah pentungan dari kayu sebagai senjata.


Mahluk itu adalah orc, saat ini Aku melihat Elisa tengah bertarung dengan dua ekor orc sekaligus.


Untuk Lili berada di dalam formasi pelindung, sebelumnya Aku memberikan notifikasi untuk meletakkan Formasi untuk Liliac agar Elisa fokus bertarung. Elisa langsung meletakkan formasi tersebut saat pertarungan hampir di mulai.


Lebih penting, Aku melihat Lili saat ini dia sekarang mendapatkan baju dan jubah baru yang dibelikan Elisa dari toko sistem.


Pakaian sebelumnya terlihat sudah kotor dengan darah monster, karena itu Elisa Aku berikan notifikasi karena dia buta jadi tidak tahu penampilan Lili terlihat mengerikan.


Penampilannya sekarang dia memakai jubah musim dingin, itu terlihat hangat dengan baju dress rendra terusan hitam berhiaskan bunga mawar berwarna hitam.


Sebenarnya Lili adalah vampir, itu artinya dia kebal cuaca musim dingin, sebelumnya Lili memang tidak masalah menggunakan baju dengan bahan tipis.


Tetapi agar orang lain tidak curiga dia adalah vampir yang sedang di cari, Aku memberikan notifikasi Elisa agar Liliac mengganti pakaian.


[Tuan, membunuh 2 Orc dengan Crest biasa level 1 mendapatkan 4.000 Poin sistem]


Tidak lama akhirnya Elisa memenangkan pertarungan, dia menebas kepala kedua Orc tersebut.


Tentu saja Elisa tuanku sangat kuat sekarang, ditambah dengan pedang Dao yang memiliki dua mata. Saat ini dia tidak terhentikan.


"Kakak! kamu tidak apa-apa?" tanya Liliac.


Elisa menghampiri Liliac yang berada dalam formasi, dia memintanya tidak keluar karena berbahaya.


Begitu sudah setelah sampai dia mengelus kepala Lili seraya berkata. "Aku tidak apa-apa Lili!"


"Ayo, lanjutkan perjalanan!" lanjut Kata Elisa.


"Ya!" jawab Liliac.


Mereka melanjutkan menelusuri hutan, tetapi karena mereka sudah sampai di pertengahan. Aku sering melihat Elisa bertarung melawan monster dari serigala mutasi, Orc, Hob goblin, ular raksasa, Beruang mutasi.


Aku melihat Elisa tidak merasa kesulitan saat menyelesaikan pertarungan, dan kerena Elisa sangat rajin mengumpulkan poin sistem.


Sekarang jumlahnya telah mencapai 45.540 mungkin dapat membeli salah satu metode latihan fisik, teknik melangkah, teknik metode Ki untuk nanti.


Beberapa jam kemudian, Elisa dan Lili sudah melewati tengah hutan. Aku berkata hal ini karena Elisa sudah jarang bertemu monster manapun.


.....


"Lili, apa kamu bisa mendengar suara pertarungan?" tanya Elisa.


"Tidak, tetapi Aku seperti mencium bau darah manusia, dan itu cukup dekat, Apa kita akan ke tempat itu?" kata Liliac bertanya kembali.


"Iya! Ayo kesana!" jawab Elisa sambil berlari.

__ADS_1


Elisa dan Liliac bergerak yakin di tempat yang di mereka tuju pastinya terdapat pertarungan, dan Elisa gadis yang baik hati tidak mungkin melepaskan kesempatan mendapatkan lebih banyak poin.


Setelah berlari menelusuri asal suara dan bau darah, akhirnya Elisa dan Lili sudah sampai di tempat kejadian. Mereka sembunyi di balik semak-semak.


Mereka tidak langsung menyerang, karena Aku melihat bukan monster, tetapi sebuah kereta kuda di dalam sedang dalam krisis.


*******


Nampak, sekelompok prajurit bangsawan tertentu dalam keadaan di rampok oleh para bandit.


"Nona dan tuan muda, tetaplah di kereta, dan tolong jangan keluar apapun yang terjadi!" teriak seorang pria berambut merah.


"Erik, hati-hati!" kata orang di kereta suaranya ada 2 orang terdengar masih muda.


Kelompok prajurit bangsawan terlihat sangat terampil dalam strategi bertarung, untuk para bandit tidur memiliki strategi teratur. Namun karena jumlah anggota bandit yang banyak, membuat prajurit bangsawan kewalahan.


'Harun, apa mereka jahat?' tanya Elisa dalam pikiran.


Aku melihat Elisa, walaupun dia orang buta intuisi pedang ilahi yang di latih sangat tajam. Tetapi dia tetap buta, tidak bisa melihat mana yang jahat, sebaiknya aku jelaskan begini saja bila salah itu artinya mereka tidak beruntung.


[Elisa mereka berdua dari pihak yang berbeda, sebaiknya kamu coba tanyakan apa mereka jahat.]


[Kalau saja mereka menyerang kamu dan mencoba berniat melakukan pelecehan, kamu boleh menghabisinya.]


[Karena mereka orang jahatnya!]


'Mm, Aku mengerti!'


"Kakak!" bisik Liliac.


Elisa mendengar suara Liliac memanggilnya dia melemparkan senyum hangat, setelah itu menodongkan pedang ke arah mereka yang bertarung seraya berkata, "Kalian orang jahat atau baik?"


Lili melihat kelakuan Elisa di semak-semak dan masih bersembunyi menaruh telapak tangan di keningnya, dan menghela nafas panjang.


"Ya ampun kakak, orang ini ada-ada saja!" kata Lili dari tempat bersembunyi.


Kembali pada sisi Elisa, di tempat itu para bandit menatap Elisa sambil menjulurkan lidahnya seraya berkata. "Oh, ternyata ada gadis sangat cantik!"


"Lumayan, kita beruntung dapat menambah daftar barang dagangan." kata bos bandit dari belakang.


Bos mereka bertubuh gemuk dengan rambut ikal kotor dan juga memakai armor dengan bahan kulit. Dia melihat Elisa yang sangat cantik menjadi bernafsu, menjijikkan. Bila aku ingat pria itu seperti korban manusia mesum pertama Elisa.


"kalian maju bawa gadis itu!" kata bos bandit memberikan perintah. "Karena kita akan main beberapa ronde gadis kecil." lanjut perkataan dia dengan ekspresi mesum.


Mereka berjumlah 25 orang, dan 5 orang dari mereka mendekati Elisa, Aku tertawa sendiri melihat kebodohan mereka, karena terlalu meremehkan Elisa.


Ketika berlima sudah sampai di depan Elisa, dengan sangat cepat Elisa menebas mereka berlima dengan potongan rapi. Tubuh mereka langsung terpotong, darah mengalir membuat salju sekitar berwarna merah.


******

__ADS_1


[Tuan, Anda membunuh 5 manusia memiliki Crest biasa level 3 mendapatkan 25.000 poin sistem.]


"Baiklah aku anggap jawabannya, kalian orang jahat!" ucap Elisa lantang.


Sebelumnya Elisa memang merasa bersalah saat membunuh orang jahat, tetapi karena metode latihan mentalnya serta bimbingan notifikasi, sekarang Elisa tidak akan merasa bersalah membunuh orang jahat. Di tambah Elisa buta, dia tidak akan merasa mual saat memotong manusia.


"Apa! sialan gadis ini ternyata adalah seorang petualang!"


"Sepertinya memiliki Crest level 5 ini gawat!"


"Semua serang dia bersama-sama karena dia berani membunuh saudara kita!"


Seketika mereka meninggalkan pertarungan dengan prajurit bangsawan, itu juga karena semua prajurit bangsawan sudah di kalahkan. Hanya seorang pria dewasa berambut merah yang sebelumnya di panggil Erik.


"Semua Ayo sera-"


Belum sempat berkata Elisa dengan sangat cepat melesat maju, dan langsung menebas tubuh 2 diantara mereka. Namun, Elisa tidak berhenti masih langsung menghabisi 2 lain diantara mereka.


[Tuan, Anda Membunuh 4 Orang memiliki Crest level 3 mendapatkan 20.000 poin sistem.]


"Sialan, kalian cepat Aktifkan lagi kekuatan Crest kalian!" teriak pemimpin bandit.


Seketika, Aku melihat semua tubuh para bandit di selimuti bercahaya biru, itu karena efek dari pengaktifan simbol Crest. Sekarang kekuatan mereka meningkatkan 3 kali lipat.


Menurut data perhitungan kekuatan serangan normal dari Crest biasa level 1 adalah 100 kilo, dan akan meningkat 100 lagi setiap naik level. Namun, karena mereka mengaktifkan Crest level 3 serangan mereka meningkat menjadi 600 kilo.


Dengan kekuatan itu mau mengalahkan Elisa, kalian cari mati. Walaupun Elisa mendengar mereka mengaktifkan Crest mereka, dia tidak gentar dan langsung saja menghabisi mereka tanpa sisa.


Jeritan mereka terdengar nyaring seperti lagu medan tempur, darah merah segar mengalir membuat salju sekitar seperti kanvas di cat dengan warna merah. Elisa dengan waktu singkat, menghabisi 25 bandit.


[Tuan, Anda Membunuh 16 Orang memiliki Crest level 3 mendapatkan 80.000 poin sistem]


Sir Erik dari jauh kagum disertai perasaan takut dengan Elisa, dia kagum karena Elisa menghabisi mereka dengan mudah, takut karena Elisa tanpa berkedip maupun lelah sama sekali. Tetapi dia memberanikan untuk mendatangi Elisa.


"Nona, terima kasih bantuannya." kata Erik menaruh tangan kanannya di dada dan sedikit membungkuk.


"Boleh saya tahu nama anda?" tanya sir Erik.


"Namaku Eli-"


"Erik!" teriak serempak dua orang.


Belum selesai mengenalkan diri, dua orang anak kembar laki-laki dan perempuan dengan rambut kuning emas keluar dari kereta kuda mereka.


Mereka memakai pakaian musim dingin yang sangat mewah berwarna hijau, menghampiri Elisa dan Erik dengan mata berbinar.


Dari wajah dan tinggi badan mereka masih muda berusia 11 tahun.


Aku melihat ke dua bocah ini sedikit takjub, dengan pemandangan berdarah di sekitar mereka memperlihatkan ekspresi berbinar kagum.

__ADS_1


Sepertinya mereka bukan anak anak biasa, dari kereta kuda mereka yang kulihat cukup mewah. Mereka pasti bangsawan daerah lain tetapi kenapa lewat hutan? sepertinya akan ada beberapa konspirasi.


__ADS_2