Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Kecantikan Elisa


__ADS_3

"Harun aku ingin bertanya apa sudah sampai, dan juga ingin bertanya apa kamu tahu kenapa armor ini tidak mendengar aku?" Tanya Elisa.


Karena Elisa tidak dapat melihat, dia tidak tahu dengan suasana sekitar yang mana mereka memperhatikan Elisa dengan pandangan kagum, suka, cinta dan emosi baik lainnya. Yah walaupun begitu nanti juga Elisa sadar sendiri dia menarik perhatian, karena tubuh nya terluka dan juga dalam masa periode, energi Ki sejati di tubuh nya tidak stabil.


'Harun kenapa aku di perhatikan?' Tanya Elisa dalam pikiran dia merasa seperti di perhatikan.


'Akhirnya sadar juga, Elisa armor mu begitu karena kondisi mu. Jadi untuk sementara kamu begitu saja dulu, atau kamu mau melepas armor mu?' Jawab Harun.


Mendapat jawaban ku Elisa berpikir sejenak. 'Kalau menurut mu bagaimana? apa harus aku lepas dan ganti?'


Karena Elisa meminta saran, aku pun menjawab sebaiknya jangan. Kenapa? itu bukan karena aku mau menonjolkan kecantikan Elisa, tetapi armor sebenernya memiliki beberapa fungsi tambahan yang sangat berguna.


Kenapa aku menyebut demikian? karena pesona kecantikan Elisa sejak menjadi kultivator akan terus meningkat seiring kultivasi nya seakan menghipnotis seseorang yang melihat.


Baik mari beralih ke Elisa dia saat ini meminta penjelasan fungsi tambahan nya, yah waktu itu aku akui memberikan penjelasan cukup singkat dan hanya sedikit saja.


'Dengar Elisa selain untuk pelindung, armor mu memiliki fungsi dapat membersihkan diri bila kotor karena pertempuran atau apapun, lalu memiliki fungsi menyehatkan tubuh si pemakai jadi secara tidak sadar Myriad Form armor memulihkan kondisi mu sedikit.' Jelas Harun.


"Baik aku paham Harun!" Jawab Elisa.


Plak!


Setelah mengatakan hal tersebut, Elisa kemudian menepuk tangan nya cukup keras yang menciptakan gelombang ringan energi pedang, dia melakukan itu agar mereka sadar. Dan karena dia mengeluarkan sedikit Kehendak pedang, itu tidak terlalu berpengaruh kondisi nya.


Tapi melihat itu sebenarnya aku ingin mengelus kepala Elisa karena hal pintar yang dia lakukan, menggunakan sedikit energi kehendak pedang untuk menyadarkan efek hipnotis.


Karena itu juga tidak lama Liliac tersadar. "Eh? apa yang terjadi- Uwah! Kakak sangat cantik!" Kata Liliac terkejut melihat Elisa.


"Benar! Elisa kamu sangat cantik! apa yang kamu makan? tidak bukan itu, apa kamu keturunan putri raja bangsawan lain? atau mungkin kamu seorang dewi?" Tanya Leticia.


Mendengar hal itu Elisa tertawa kecil kemudian menyangkal nya, wajah mereka tampak tidak percaya tapi memang itu kenyataan nya, Elisa bukan putri raja manapun. Dan setelah itu juga Elisa meminta aku mengantarnya turun dari Feng tian dan menuju kota berlan.


Aku langsung menggendong Elisa turun dari Feng tian dan sebelum turun Elisa juga meminta jangan turun kepada demon, setelah itu dia membeli banyak makanan dan pakaian beragam ukuran dari shop untuk mereka makan bila lapar dan camilan untuk bosan, lalu pakaian untuk ganti baju mereka dan Elisa meminta aku memilih kan saat membeli semua barang tersebut.


"ikut kakak!" Kata Liliac.


"Baik! ayo kita bertemu kembar dan berpamitan sebelum pergi, karena mungkin akan lama!" Jawab Elisa dalam gendongan Harun.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu aku dan Liliac berlari menelusuri hutan, terkadang aku melawan beberapa monster di hutan bersama Liliac saat berlari menelusuri hutan.


...


Karena jarak Feng tian dan kota berlan sedikit jauh yang memang aku melakukan nya agar tidak menarik banyak perhatian walaupun Feng tian punya mode tidak terlihat, itu aku lakukan sebagai pencegahan agar tidak menarik perhatian yang tidak perlu, di tambah menarik perhatian tidak berguna karena aku tidak memiliki fungsi poin emosi yang menguntungkan.


Sekitar 20 menit aku berlari menggendong Elisa akhirnya kami sampai di dekat kota berlan yang masih hancur. Seketika itu juga aku dan Liliac berhenti lari dan memutuskan berjalan mendekat tempat tersebut, tapi begitu aku berjalan mendekat aku melihat Elisa kembali menarik perhatian.


Banyak warga maupun petualangan atau prajurit yang terpesona dengan Elisa saat ini, dan bahkan aku melihat ada beberapa prajurit dengan armor berbeda dengan prajurit kota Berlan.


Selain itu aku juga melihat beberapa gerbong kereta yang berisi bahan makanan, sepertinya mereka bantuan untuk kota Berlan. Tidak lama kemudian aku dan Elisa merasakan 2 orang yang familiar mendekat dengan lari, Liliac juga mencium aroma yang familiar.


"Kakak! mereka kembar sudah dekat!" Kata Liliac.


"Iya aku tahu!" Jawab Elisa.


Benar saja, kembar berlari mendekat mereka cukup cepat sepertinya menggunakan sihir angin, dan tidak jauh dari sana aku juga mulai merasakan aura asing yang mengikuti dari belakang mereka, jarak nya cukup jauh sehingga Elisa tidak dapat merasakan nya.


Tapi mari beralih kepada kembar, Asta memakai pakaian flamboyan bangsawan berwarna hijau untuk Anita memakai pakaian gaun flamboyan bangsawan berwarna merah muda dengan hiasan pita di pinggang.


"Tapi orang yang tampan memakai pakaian aneh seperti kak Eli siapa?" Tanya Anita melihat aku.


"Anita! tidak penting menanyakan soal itu, sebaiknya ayo bawa kak Eli ke tempat lain dia menarik banyak perhatian tuh!" Bentak Asta.


"Benar! aku lupa ayo!" Jawab Anita manarik tangan Liliac.


Untuk Asta dia meminta aku mengikuti nya di belakang, dan kami pergi menjauh dari pandangan semua orang. Yang dari arahnya sepertinya kita menuju hutan karena memang di sana tidak ada banyak orang yang melihat.


...


Tidak lama kemudian akhirnya kami sudah jauh dari tembok kota dan sudah di dalam hutan, jaraknya dari luar hutan tidak terlalu jauh. Atau dengan kata lain kami tidak berada di pedalaman hutan karena mungkin monster akan menyerang mengganggu reuni.


Tepat saat itu Anita dan Asta memeluk Liliac dengan haru. "Lili! syukurlah kamu selamat, kami sangat khawatir padamu!" Kata mereka memeluk Liliac dengan erat.


"Maaf membuat kalian khawatir, dan juga terima kasih kerana tidak membenci ku walaupun tahu aku vampir!" Jawab Liliac dengan air mata haru.


Mereka berpelukan selama beberapa menit kemudian melepaskan nya, setelah itu Asta dan Anita menatap aku yang menggendong Elisa dengan bingung. "Kak Eli, siapa orang ini?" tanya Asta.

__ADS_1


"Benar sebelumnya kami jadi lupa bertanya karena haru melihat Lili yang kembali dengan selamat! dan juga boleh ceritakan bagaimana cara kalian kembali dari sana." Lanjut Anita menyambung nya.


Mendapat jawaban tersebut Elisa tersenyum ke arah aku setelah itu meminta di turunkan. "Harun bisa tolong turun kan, aku mau mengenalkan mu dan menjelaskan kepada mereka!"


Aku menurunkan Elisa dari gendongan Putri nya dan Elisa tampak menjelaskan siapa aku tentu saja dengan beberapa penyesuaian agar mereka paham, dengan kata lain Elisa menyebut aku sebagai roh pelindung.


Setelah menjelaskan siapa aku, Lanjut Elisa menjelaskan kejadian yang dia lakukan untuk menyelamatkan Liliac. Mendengar itu wajah mereka hampir tidak mempercayai nya, mereka tahu Elisa kuat dan luar biasa, namun menjungkirbalikkan kota suci yang memiliki kekuatan militer yang dapat menghancurkan negara itu sangat sulit di percaya tapi memang itu yang terjadi.


"Terserah kalian mau percaya atau tidak! tapi memang begitu aslinya." Kata Elisa dia mengeluarkan koin perak dari inventori. "Tapi sebelum itu aku mau tahu siapa yang menguping, apa sangat seru menguping dari sana?" Setelah mengatakan hal tersebut dia melemparkan koin tersebut ke arah jam 3 dari tempat nya berdiri.


Swiss!


Sebenarnya aku tahu ada orang yang menguping tapi aku mendiamkan nya ingin melihat apa Elisa sadar atau tidak! Tapi mari balik ke koin yang di lempar Elisa.


Dia melempar koin tersebut menggunakan kekuatan fisik nya hingga mengenai ranting di atas pohon, karena hal tersebut ranti jatuh tepat menimpa seseorang yang bersembunyi menggunakan sihir.


"Aduh! sakit!" Kata orang tersebut.


"Eh? siapa itu sangat tidak sopan!" Kata Asta.


Tidak lama yang menguping berjalan keluar dari persembunyian nya, tampak seorang laki-laki berumur 18 tahun dia memiliki wajah tampan dengan rambut pendek berwarna kuning emas memakai baju flamboyan bangsawan yang terlihat mahal.


"Eh? pangeran! apa yang anda lakukan di sini!" Kata Asta dan Anita terkejut.


"Maaf aku menguping pembicaraan kalian, dan aku salut padamu mempunyai insting tajam padahal aku menyembunyikan kehadiran dengan sihir yang aku tumpuk!" kata Pangeran berjalan mendekat.


"Oh! iya kamu kan memiliki kekuatan yang menjungkirbalikkan kota suci seharusnya sadar aku menguping!" Lanjut kata Pangeran hingga dia berdiri di depan kita.


Setelah itu dia membungkuk di depan Elisa meminta telapak tangannya, seperti nya dia ingin berkenalan dengan nya dengan cara mencium tangan Elisa sesuai etika kehormatan.


Karena Elisa belum belajar etika dia agak kebingungan dengan apa yang di mau Pangeran, hal tersebut membuat situasi agak memalukan bagi Pangeran.


Karena tidak ada respon mengerti Elisa Pangeran memberanikan diri. "Maaf Nona, boleh aku meminta tangan mu untuk berkenalan secara etika?" Tanya Pangeran Dengan wajah merah dan malu.


"Untuk apa?" Kata Elisa dengan bingung.


Melihat itu aku sangat ingin tertawa dalam hati untuk Liliac dia juga menahan tawa, dan untuk Kembar dia terlihat tercengang wajah mereka terlihat putih.

__ADS_1


__ADS_2