Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Mental pedang (Revisi)


__ADS_3

"Kakak tolong buka mulutmu!"


Sungguh pemandangan yang menyentuh hati melihat Lili begitu perhatian kepada Elisa, Aku melihatnya saja merasa terharu.


Melihat Lili menyuapi Elisa membuat kembar cemburu, mereka membawa sepiring makan yang berbeda.


"Kak Eli coba ini, rasanya enak!" serempak kata kembar.


Asta dan Anita juga menyodorkan suapan makanan yang berbeda jenis, seperti sapi panggang dan paha ayam panggang. Kembar merasa cemburu dengan apa yang di lakukan Lili secara perhatian dengan Elisa.


Count dan Karin melihat kelakuan anak-anak mereka sedikit tertawa kecil, karena sangat jarang anak-anak mereka begitu akrab dengan orang yang baru di kenal.


Elisa yang keliatan kesulitan menatap layar sistem dengan ekspresi penuh harap seraya berkata dalam pikiran. 'Harun, tolong aku!'


[Maaf Elisa.]


[Aku tidak bisa membantu!]


Mendengar jawaban dari notifikasi, membuat Elisa terkejut seperti terdengar suara petir keras menyambar.


"Anak-anak tolong jangan memaksa Elisa begitu, kasian dia terlihat bingung harus makan yang mana." kata Count.


Melihat Count memecah permasalahan Elisa. Aku Harun sebagai perwakilan Elisa sangat berterima kasih.


Tidak lama berselang makan malam bersama telah selesai, sekarang karena waktu belum cukup malam mereka menuju perpustakaan untuk membaca buku.


Sambil melayang di sekitar Aku melihat Elisa mendengarkan mereka membaca buku cerita, saat ini mereka duduk di depan perapian.


***


Hingga tidak lama, malam semakin manjadi larut, namun mereka masih begadang sambil membaca bermacam-macam buku sampai menumpuk sebuah gunung.


"Nona muda dan Tuan muda ini sudah larut malam, sebaiknya kalian tidur!" sebuah suara di belakang mereka.


Suara itu dari maid seorang perempuan yang mengingatkan Asta dan Anita agar tidur tidak terlalu larut malam.


"Baik." kata Anita mengangguk. "Kak Eli besok jumpa lagi!" Anita sambil melambai telapak tangan.


Setelah Anita dan Asta pergi, tentu saja Elisa dan Lili keluar dari perpustakaan. Mereka pergi ke kamar masing-masing, ditemani oleh seorang maid, karena mansion cukup besar jadi cukup sulit untuk yang seseorang pertama kali berkunjung.


Sampai di kamar, Elisa duduk bersila membeli 4 botol Blood and Ki pill di toko sistem karena ingin melakukan kultivasi.


"Harun, sebelum aku mulai kultivasi apa bisa kamu mengajarkan beberapa hal lagi?" tanya Elisa kepada layar sistem.


[Baik!]


Aku kembali mengajari Elisa beberapa kata bahasa dunia Elyzia, dan beberapa bilangan matematika kelas smp. Dia tampak senang mempelajari beberapa hal baru.


***


Tidak terasa Aku mengajari Elisa sudah satu jam berlalu. Saat ini Elisa sudah duduk bersila melakukan kultivasi penyerapan ki dan darah dengan tenang.


Tubuhnya mengeluarkan cahaya merah agak samar dan energi berwarna jernih, semua itu saling bersahutan dengan tenang.


Sebelumnya tidak terlihat karena Elisa belum terbiasa dengan penyerapan ki dan darah, dan untuk sekarang dia sudah terbiasa.


Elisa kultivasi sepanjang malam, sesekali dia kembali membeli beberapa botol Blood and ki pill. Proses penyerapan ki dan darah cukup cepat.


Namun, dari semua itu Elisa belum dapat membuka akupunktur ke empat. Tentu saja untuk membuka akupuntur selanjutnya, sangat di butuhkan banyak ki dan darah.


Setelah tiga jam Elisa berhenti membeli pill ki dan darah. Aku melihat Elisa sekarang hanya melakukan kultivasi heart of sword. Gadis ini melakukan semua itu hingga pagi menjelang tidak tidur sama sekali.


...

__ADS_1


"Ini, sepertinya di alam kesadaranku lagi!"


Begitu membuka mata yang berwarna putih abu-abu tanpa cahaya. Elisa mendapati dirinya kembali ke dalam alam bawah sadar, dia melihat gambaran mental pedang yang terbentuk menjadi sebuah pedang tanpa warna menjadi sangat jelas.


"Akhirnya 1 pedang terbentuk sempurna, apa nanti aku bisa menggunakan 3 gerakan Heart of sword?"


"Sebaiknya aku coba besok, tapi bagaimana cara keluar dari sini?" kata Elisa dia melihat sekitarnya. "Apa Harun bisa menolong?" pikir Elisa.


"Harun kamu di sana?"


[Aku disini, ada apa?]


Elisa tampak menghela nafas tanpa sadar dia sudah kembali, dengan kata lain sudah keluar dari alam bawah sadar.


"Eh? Aku kembali?" Elisa dengan wajah bingung.


[Selamat datang kembali Elisa!]


"Mm, terimakasih ucapannya Harun! tetapi seharusnya aku menjadi lebih kuat, kenapa tidak terjadi apapun?" Elisa nampak wajahnya menjadi bingung.


Setelah itu Elisa memegangi kepalanya, dan merasakan pusing seraya berkata, "Kenapa rasanya kepalaku sakit?"


[Selamat Elisa!]


[kamu sudah membentuk gambar mental pedang pertamamu!]


[Untuk kenapa kamu merasakan sakit kepala, itu karena saat ini kelebihan energi mental yang membuat kepalamu terasa sakit!]


"Harun, kamu punya cara?" tanya Elisa.


[Tentu!]


"Kalau begitu tolong secepatnya!" kata Elisa sambil memegang kepalanya sendiri. "Rasanya kepalaku seperti di tusuk!


[Anda bisa membeli pill penempaan tubuh, segera meningkatkan level kultivasi, ataupun melatih metode kultivasi penempaan fisik.]


[Pill pembentukan fisik dapat meningkatkan fisik secara instan, namun itu memiliki harga relatif lebih mahal untuk tingkat rendah berharga 400.000 poin sistem.]


[Meningkatkan Level kultivasi, Anda harus membuka ke 6 titik akupuntur dan segera mengalami tribulation thunder, namun itu masih lama sistem tidak menyarankannya sekarang]


[Untuk Metode kultivasi fisik, tentu saja dapat meningkatkan Fisik. Namun secara bertahap dan rajin latihan.


[Harga metode tingkat rendah termurah adalah 100.00 poin sistem.]


Setelah aku menyarankan solusi Elisa tampak berpikir sebentar. Tidak lama. kemudian dia membuka mulut seraya berkata, "Aku pilih metode kultivasi fisik!"


[Ada banyak metode kultivasi fisik. Namun ada banyak yang cara mempraktikkannya terlihat aneh, jadi sistem tidak menyarankan asal pilih.]


[Sistem sudah menemukan yang cocok untuk Anda, yaitu metode one with sword, kebetulan memiliki kecocokan dengan kultivasi heart of sword milik Anda.]


________________________________


One with sword


Metode tingkat : menengah


Praktisi yang melatihnya dapat membuat tubuh menjadi kuat secara perlahan dengan terus melakukan langkah yang sama seperti tarian.


Harga : 200.000 poin sistem


________________________________


"Ini, agak mahal tetapi baiklah, tolong beli itu Harun." kata Elisa setelah membaca deskripsi dari layar. "Dan juga beli Jimat pelepas segel!" kata dia menambahkan perkataannya.

__ADS_1


[Membeli One with sword dan Jimat pelepas segel!]


[Memotong 250.000 poin sistem.]


Ding!


[Mendeteksi metode kultivasi one with sword!]


[Apa anda ingin mempelajari nya?]


"Mm!" seraya Elisa mengangguk.


Seketika ingatan seperti sudah ada di kepala Elisa bermunculan, sesaat Elisa diam sejenak karena sedang memahaminya.


Tidak lama kemudian dia tersenyum ceria seraya berkata, "Ini cara mempraktikkannya cukup simple namun nyatanya sulit."


Setelah mengatakan demikian, dia menghela nafas panjang dan seraya berkata, "Harun beli pill untuk penempa fisik terlebih dahulu."


Ding!


[Membeli pill penempaan tubuh.]


[Memotong 400.000 poin sistem.]


Seketika pill tersebut muncul dari udara terbuka, itu memiliki bentuk bulat sebesar kelereng dengan warna merah. Tidak banyak basa-basi, segera juga Elisa menelan pill tersebut.


Energi asing terasa hangat menyelubungi Elisa, dia merasakan perasaan nyaman dan dalam sekejap sakit kepala yang dia alami berkurang hampir semua.


"Ini lebih baik, tetapi mari kita latihan fisik dahulu untuk pencegahan." kata Elisa pergi turun dari kasurnya.


Elisa segera beranjak keluar ruangan kamar, dia berniat untuk pergi latihan one with sword sesegera mungkin.


***


Nampak, Elisa berjalan menelusuri koridor mansion. Dia bingung dengan hal di sekitar. Tidak lama kemudian menemukan seorang penjaga sedang berpatroli di dalam mansion, si penjaga tahu Elisa tamu dan dia melihat Elisa agak kebingungan.


"Anda, tamu bernama nona Elisa?" tanya penjaga memastikan dugaannya. "Ada apa kenapa kau terlihat bingung, apa anda mencari Count?" kata penjaga ke Elisa.


Dengan tatapan mata kosong seperti tidak melihat apapun, Elisa membuka mulutnya berkata, "Ya, aku mencari Count."


"Oh, saat ini dia sedang di kantor dan sedang sibuk, tetapi karena anda adalah seorang dermawannya." kata prajurit dengan senyum.


"Count pasti akan meluangkan waktu, ayo saya antar Anda!" kata prajurit tersebut mengulurkan tangannya menuntun Elisa.


Bukan untuk latihan? Kalau begitu pasti untuk hal penting, seperti dia yang saat ini berusaha menyembunyikan vampir Lili.


Elisa akhirnya sampai di kantor.


Begitu sudah sampai, seorang prajurit yang sebelumnya mengantarkan pergi. Masuk ke dalam kantor, terlihat Count duduk di bangku yang di sana terdapat tumpukan berkas, dia sangat sibuk.


Namun Elisa tidak mengharukan, dia maju ke hadapannya. Tentu saja Count sudah tahu dia melihat Elisa dengan senyuman.


"Count terima kasih karena membiarkan aku dan adikku Lili menginap di rumah anda, namun aku ingin pergi ke luar untuk kembali berpetualang serta mencari beberapa uang dan kesini untuk berpamitan." jelas Elisa.


Count terlihat memperhatikan Elisa dia juga nampak memasang wajah serius. Membuka mulutnya, dia kemudian berkata, "Tetapi apa kau sudah mendiskusikan dengan adikmu?"


Dan juga kedua anakku sangat menyukai kalian, kalau soal ingin pekerjaan aku bisa mempekerjakan kalian." Count melanjutkan perkataannya.


Count sepertinya tidak ingin melepaskan Elisa, mungkin dia tahu hal ini dari Erik. Pasti itu sebabnya tidak ingin melepaskannya.


Kesampingkan Elisa buta, walaupun begitu kekuatannya dan kemampuan bertarungnya tidak bisa di remehkan.


Mungkinkah Count ingin menjaga Elisa tetap di sisinya untuk keuntungan keluarganya, karena sebagai bangsawan persaingan para mereka sangat rumit dan seperti alam liar yang lemah memakan yang kuat.

__ADS_1


__ADS_2