Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Berburu goblin (Revisi)


__ADS_3

Setelah berjalan tidak lama, akhirnya mereka di dekat gerbang kota. Aku lihat tempat itu sangat ramai dengan pejalan kaki, seperti petualang atau pedagang.


Tiba-tiba Liliac segera menghentikan langkah dan terlihat panik seraya berkata, "Berhenti kakak, gerbang kota sangat ramai dan juga ada penjaga."


"Kakak, sebaiknya kita mencari jalan lain."


Liliac juga Aku lihat langsung menarik tangan Elisa membawanya sembunyi di balik tembok bangunan.


Sepertinya aku paham, kondisinya sekarang dia sedang di buru oleh prajurit kota. Namun, dia juga masih ingin ikut dengan Elisa keluar kota.


Apa dia mungkin dia memiliki niat kabur dari kota ini, bukan untuk melakukan hal buruk pada Elisa.


'Harun, apa kau punya saran?' Ucap Elisa dalam pikiran.


[Elisa kamu lupa?]


[Kamu punya talisman suara bayangan.]


[Tempelkan saja talisman tersebut pada tubuh kalian, aku ingat masih ada dua lagi yang tersisa.]


'Kamu benar, aku lupa!'


Setelah mendengar saran notifikasi, Elisa mengeluarkan jimat tersebut dari inventori. Elisa mengeluarkan keduanya. Sebuah kertas muncul dari udara, Liliac bingung melihat itu. Sepertinya dia berpikir Elisa tahu sihir ruang untuk menyimpan barang.


Setelah mengeluarkan nya dia menempelkan pada tubuhnya dan Liliac, seketika mereka langsung hilang. Dengan begitu, pasti mereka bisa berjalan keluar gerbang tanpa masalah.


Benar saja, mereka keluar gerbang kota tanpa ada yang melihat atau sadar. Sampai begitu menginjakkan kaki mereka di luar gerbang jalan setapak di penuhi pengunjung berbaris, itu seperti pembagian sembako gratis.


Melihat kejauhan dari tempat mereka berdua, aku melihat hutan lebat di penuhi salju putih seperti pada dongeng frozen.


Karena tujuan mereka membasmi Goblin. Hutan adalah menjadi tempat tujuannya, mereka langsung bergegas kehutan, begitu sampai Elisa melepaskan talisman tersebut.


Liliac tiba-tiba mengendus sesuatu setelah itu dia melihat kearah Elisa disampingnya seraya berkata, "Kakak, biar aku saja yang bertarung."


"Kakak, bersembunyi saja! Kakak buta dan kelihatan lemah." Ucap Liliac.


"Liliac, kamu jangan takut walaupun aku buta aku kuat kok!" jawab Elisa dia mengangkat otot lengannya.


"Kieee!"


"Sepertinya sudah dimulai." kata Elisa.


Dari semak penuh salju keluar mahluk mirip manusia, berkulit hijau dengan tinggi setara dengan anak anak, mereka keluar dari semak dan jumlahnya berlima.


"Kakak, dibe-"


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Elisa langsung maju, gadis itu dengan cepat mengayunkan tongkat secara vertikal dan memukul kepala salah satu Goblin dengan begitu keras hingga hancur.


[Tuan, telah membunuh Goblin tanpa Crest, mendapatkan 500 poin!]


Darah hijau dari kepala Goblin muncrat seperti genangan air di pukul dengan keras, aku diam melihatnya hanya bisa berpikir Elisa keliatan agak sedikit kejam.


Namun, ini belum berakhir karena dua goblin langsung menyerang Elisa, tetapi dengan cepat Elisa menggunakan tongkatnya secara horizontal menghancurkan kedua kepala Goblin tersebut sekaligus.


Crat! Crat!


[Tuan, Anda membunuh 2 Goblin tanpa Crest, mendapatkan 1.000 poin]


Setelah itu dia melemparkan tongkatnya seperti tombak, itu dengan cepat melesat dan mengarah pada pohon dekat dengan Liliac.

__ADS_1


Crat!


"Kieek!"


[Tuan, Anda membunuh goblin tanpa Crest, mendapatkan 500 poin sistem.]


Aku lihat kedua mata Liliac melebar sangat terlihat terkejut, karena Elisa cukup cepat dan kuat sudah mengalahkan 4 Goblin sekaligus.


[Tuan, Anda telah membunuh Goblin tanpa Crest, mendapatkan 500 Poin]


"Kakak, kamu benar-benar kuat. Apa sungguh Anda buta? tidak! Apa Crest kakak memiliki rank unik?" tanya Liliac.


"Aku tidak punya Crest." jawab Elisa


Wajah Liliac seketika kembali sangat terkejut mendengar jawaban Elisa, dia sangat tidak percaya seraya berkata, "Apa! itu mustahil!"


"Kieee!"


Begitu asik mengobrol, mereka melupakan salah satu dari mereka. Goblin tersebut kabur karena timnya mati dengan cepat.


Dia tahu tidak bisa melawan mereka maka dia menyelinap kabur, mahluk yang cukup pintar. Namun, apa kamu bisa lari.


...


Terlihat goblin yang sudah lari cukup jauh dan merasa aman dari Elisa dan Liliac. Dia sangat ketakutan dengan gadis buta itu, karena gadis itu berhasil membantai 4 temannya dengan sangat cepat.


Crat!


Sebuah tangan berwarna putih berukuran kecil seorang gadis, menembus dada hingga merusak jantungnya dalam seketika dia mengalami pendarahan parah. Goblin begitu terkejut, namun hingga tidak lama berselang. Dia mendadak mati di tempat.


Yang menusuk Goblin itu adalah Liliac, dia sudah mengejarnya karena walaupun dalam keadaan di segel. Kekuatan fisik dari vampir masih ada, dan itu memungkinkan dia dapat bertarung.


"Liliac kamu kuat juga! walaupun katanya kau masih di segel." kata Elisa, dia saat ini sudah mengejar Liliac.


"Kakak, bisa panggil aku Lili saja! dan juga kakak yang lebih kuat walaupun buta tetapi sangat kuat!"


Grooa!


"Apa itu suara monster?" kata Elisa bersiap bertarung.


Setelah mendengar suara itu, Aku langsung melayang melihat sekitar, dan menggunakan deteksi sistem untuk memastikan tidak ada monster yang lebih kuat dari Elisa dan Liliac.


Namun, sekeras apapun aku mencari itu tidak di temukan, kecuali satu hal. Aku langsung melirik Liliac.


Gadis itu memalingkan pandangan sambil memegang perutnya. Oke! sekarang aku paham, ternyata sepertinya suara tersebut dari perutnya.


[Elisa, itu bukan suara monster.]


[Itu suara perut Liliac, sepertinya lapar!]


"Lili, kamu lapar?" tanya Elisa.


Aku memberi tahu Elisa hal tersebut agar dia mau menanyakan apa dia lapar, walaupun aku tahu jawabannya pasti Iya.


"Maafkan aku!" segera Lili menundukkan kepalanya. "Selama sebulan ini aku belum meminum darah, dan hanya makan sesuatu yang di berikan manusia busuk itu." kata Lili dia mulai merah karena malu.


"Mau coba minum darahku?" kata Elisa dia menawarkan darahnya.


Mendengar hal tersebut aku terkejut, untung saja aku tidak punya jantung. Bila tidak akan jadi serangan jantung. Elisa akan di gigit oleh vampir.

__ADS_1


Apa dia akan menjadi Vampir? tapi dia sekarang kultivator awal, seharusnya daya tahannya kebal terhadap kutukan.


[Elisa tunggu sebentar!]


[Sebelum membiarkan Lili menggigit, tolong tanya apa kamu akan jadi vampir?]


Elisa mendengar notifikasi terkejut, dia tidak tahu hal tersebut. Lalu aku melihat Liliac dia tampak ngiler melihat Elisa. Gadis vampir ini sepertinya sudah benar-benar lapar.


"Tunggu kalau aku di gigit kamu, apa akan menjadi vampir juga?" tanya Elisa.


Seketika Lili langsung mendapatkan kembali kesadarannya, dia terkejut seraya berkata, "Eh, tidak, itu tidak akan terjadi!"


"Itu bisa terjadi bila kakak melakukan kontrak darah dengan saya, otomatis kakak akan jadi vampir servamp." jelas Lili.


Bagaimana dia tahu tentang kemampuannya, ini sedikit aneh. Aku sedikit curiga dengan Liliac sebenarnya. Apa dia berumur 9 tahun, atau karena Crest memberi tahu. Biarkan saja, nanti juga terungkap.


Karena mendengar penjelasan Liliac. Aku dan juga Elisa menjadi tenang, untuk Elisa segera memberikan pergelangan tangan kanannya.


"Selamat makan!" ucap Liliac.


Bite!


'Rasanya aneh di gigit Liliac!' pikir Elisa.


Aku melihat Lili meminum darah Elisa dia benar-benar bernafsu saat minum darahnya, Untung saja Elisa Kultivator stage satu yang sedang dalam pengumpulan ki dan darah.


Dengan kata lain darah nya jauh ebih banyak dan kental dari manusia biasa, jadi dia tidak akan kehabisan darah dengan cepat.


'Harun, melihat Lili minum darah aku jadi teringat. kemarin aku belum makan apapun kenapa tidak merasakan lapar?' tanya Elisa, dia saat ini masih di hisap darah nya.


[Itu karena Tempering body pill memiliki banyak energi di dalamnya, oleh sebab itu kamu tidak akan merasakan lapar.]


[Kamu seorang kultivator, jatah makan akan berkurang, bila lelah dan lapar kamu tinggal meditasi untuk mengisi kembali energi mu.]


[Atau kamu juga bisa memakan pill puasa!]


'Apa itu pill puasa, dan berapa harganya?' tanya Elisa.


________________________________


Pill puasa


Penjelasan :


Sebuah pill yang mengandung energi untuk kultivator, biasanya mereka memakan pill ini sebagai ganti makan selagi latihan.


Harga : 500 poin sistem.


________________________________


'Oh, ini agak mahal.' pikir Elisa.


Selagi Elisa melihat layar penjelasan barang, tiba-tiba Lili melepaskan taring gigitannya di tangan Elisa seraya berkata, "Darah kakak benar-benar enak!"


Tentu saja darah Elisa enak, karena darah seorang kultivator memiliki kandungan energi kehidupan murni di dalam nya.


Setelah Liliac meminum darah Elisa, mereka berbincang santai sebentar. Dan kemudian mereka menyusuri hutan lebih jauh.


Elisa masih ingin berburu Goblin sebagai poin sistem, tetapi sebelum pergi Lili menghampiri mayat Goblin dan mengambil sebuah batu di dalam tubuh Goblin.

__ADS_1


Benda itu memiliki warna biru dengan energi konsentrasi sihir di dalamnya, itu adalah ciri mana stone. Karena ini dari goblin bila di jual harganya tidak akan mahal, karena goblin itu monster tingkat rendah.


__ADS_2