
Slash!
Tebasan panjang seperti bulan sabit baru pada awal bulan muncul, itu menerjang serta membelah tempat Elisa berada menjadi dua.
Dan hasilnya tempat Elisa berada menjadi runtuh, sepertinya serangan tadi juga merusak fondasi tempat ini. Dari yang aku lihat ini bukan rumah biasa, ini adalah mansion dengan dua lantai dengan banyak kamar.
Tetapi kembali pada Elisa setelah melakukan tebasan dia menuju tempat Lili berada, gadis vampir itu berada tidak jauh dari Elisa. Lebih tepatnya dia berada di lantai bawah, untuk kamar ini ada di lantai atas. Aku melihat Lili tersenyum sambil memegang pedangnya.
Kedua pupil mata gadis itu berwarna seperti matahari tenggelam, dia memakai pakaian dengan model serupa seperti Elisa.
Dengan pedang pada tangannya, tampak seperti rapier. Dengan bilah sedikit lebih tebal, pada pengaman pegangan pedang terdapat hiasan sayap kelelawar
Clank
Boom!
"Lili, kamu tahu aku baru bangun? kenapa kamu malah menyerang? dan itu kamu menggunakan vientiane? sungguh kejam." seraya Elisa sambil beradu pedang dengan Lili.
"Lili rindu pada kakak tahu? kenapa malah dibilang kejam? dan kakak tahu kamu tidur terlalu lama!" balas Lili.
Clank! Clank! Clank!
Setelah mengobrol sedikit Elisa dan Lili. Kembali beradu pedang, mereka saling menebas, atau menusuk satu sama lainnya menggunakan pedang. Gelombang yang mereka hasilkan dari energi spiritual sempat membuat tanah sekitar berguncang.
Mereka berdua tidak peduli, dan terus beradu pedang dengan sangat sengit. Aku menjadi heran karena kedua kakak beradik ini, begitu bertemu malah bertarung.
Clank!
Boom!
Tidak lama berselang pedang Lili terpental ke udara, berputar beberapa kali dan akhirnya di tangkap Elisa. Kemudian menodongkannya, tepat pada leher Lili hingga terdiam.
"Lili, kamu kalah!" Elisa dengan tersenyum.
"Aku pikir kakak akan melemah, dan aku juga sudah menjadi lebih kuat. Karena aku sering berlatih dengan Kakak versi hantu." balas Lili.
Elisa menurunkan pedang yang dia todong ke pada leher Lili, sejenak gadis itu berpikir apa maksud dari perkataan Lili. Padahal ini simpel karena hantu yang dimaksud adalah Lil ghost.
__ADS_1
Nampaknya, Lil ghost sedang tidak ada di sekitar sini, aku bingung kemana dia? apa dia sedang berlatih di suatu tempat.
"Lil ghost apa itu yang kamu maksud, Lili?"
"Benar, awalnya aku kira kakak mati. Ternyata dia adalah teman baru kita. Oh ya aku lupa Lil ghost penampilannya sekarang sangat mirip kakak!" Lili dengan antusias.
"Uhuk-uhuk! Aduh tertimpa bangunan, itu masih terasa sakit. Walaupun aku sudah menjadi vampir, tetap saja ini menyakitkan."
Suara gadis vampir dengan aura Lili terdengar. Aku melihat gadis itu berusaha keluar dari reruntuhan mansion. Karena pertarungan mereka kakak beradik ini, aku jadi melupakan dia sesaat.
Gadis ini... Apa mungkin sub keluarga Lili? Maksudnya semacam blood servamp dari gadis vampir kita? karena auranya sangat mirip dengan Lili.
"Ah, benar Lili dia siapa? kenapa auranya mirip dengan kamu?" tanya Elisa sambil menyentuh pundak Lili.
Lili mendengar pertanyaan Elisa dia langsung termenung sebentar, sepertinya aku benar dia tanpa di izin Elisa membuat blood servamp.
"Maaf kakak, aku menggunakan kekuatanku merubah manusia menjadi kerabat. Maafkan aku kakak!" seraya Lili menoleh ke bawah.
Elisa merasakan adiknya Lili sedih, dengan lembut meletakkan telapak tangan kanannya di kepala Lili, setelah itu mengelusnya dengan hangat dan perlahan.
"Kamu tidak usah sedih, pasti ada alasan kenapa kamu merubah manusia bukan? dan juga ini kekuatanmu bukan milikku kenapa butuh izin?" kata Elisa.
Elisa menyadari suara Lili terdengar lirih, juga dan merasakan air mata hangat membasahi pakaiannya. Elisa dengan penuh perhatian memberikan dekapan hangat, untuk membuat Lili merasa tenang.
"Adik Elisa sangat kuat, jadi jangan menangis. Dan juga kakakmu ini tidak akan jijik, dengan adiknya."
"Hiks... kakak kamu sangat baik!"
Lili merasa terharu dengan perkataan Elisa. Meneteskan air matanya, karena bahagia. Aku menduga bukan hanya karena senang Elisa tidak membenci dirinya, itu juga sebagian dari rasa rindu Lili dengan kakaknya.
Menurut perhitunganku dari multi tasking sebelumnya. Elisa sudah dua bulan dalam keadaan tidur, sepertinya perbedaan waktu dunia cukup besar, dan juga ini pasti karena waktu pemindahan lewat lorong ruang waktu yang kami lewati.
Sepertinya untuk perjalanan selanjutnya harus aku upgrade agar jauh lebih baik dan mempersingkat waktu. Oke, sebaiknya gunakan multi tasking untuk ini. Walaupun sepertinya akan memakan waktu lebih lama dari yang lain, tetapi tidak masalah. Karena Elisa pembudidaya. Umur aslinya bisa saja mencapai ribuan tahun.
Kembali pada Elisa, karena Lili sudah lebih tenang dari sebelumnya. Sekarang dia mulai bercerita alasan mengapa membuat keluarga darahnya sendiri.
Lili mengatakan saat dua hari aku tertidur itu saat dimana dia sering pergi sendiri dengan alasannya main, sebenarnya waktu itu Lili memiliki urusan dengan gadis itu.
__ADS_1
Nama gadis vampir ini adalah Victoria asher Everlight, dia keturunan bangsawan kerajaan. Lebih tepatnya adik bungsu dari Leonis.
Saat ini terjadi beberapa pemberontakan pada keluarganya, tentang siapa ahli waris, atau mungkin bisa di katakan pangeran mahkota. Suasana di sana begitu runyam dan sangat sulit jelaskan. Gadis ini memang berhasil kabur dari istana, tetapi tidak lama kemudian dia tertangkap dan dihabisi.
Kebetulan Lili sedang terbang melintas di daerah itu. Aku bingung dengan adik Elisa karena bermain terlalu jauh, sampai menyebrang lautan begitu saja.
Dan di sana Lili memberikan darahnya pada Victoria dan, itu merubah manusia menjadi keluarga vampir Lili. Hal ini bisa terjadi karena Crest lord of vampir, jadi memungkinkan pengguna merubah manusia menjadi vampir.
Untuk alasan kenapa Lili merubahnya karena dia merasa tidak rela, teman yang baru dia temui tewas. Walaupun Lili cuma berbincang sebentar, dia sudah menganggap Victoria sebagai teman baliknya.
"Bagaimana mana kak? Apa kakak marah dengan alasan seperti ini? Lili siap menerima hukuman kakak!" seraya Lili menatap Elisa dengan sungguh-sungguh.
Elisa setelah mendengarkan cerita Lili, dia mengangkat tangannya ke arah kepala Lili. Tepat itu terjadi Lili memejamkan matanya dan mengigit lidahnya sedikit, itu dilakukan guna meringankan rasa takut.
Pluk!
"Eh? kakak? tidak memukul aku?" seraya Lili merasa bingung karena Elisa mengusap kepalanya dengan lembut.
Mendengar pertanyaan Lili membuat Elisa sedikit tertawa. Namun, dengan perasaan hangat dan tidak memberikan kesan ejekan pada nada bicaranya.
"Kamu membuat alasan yang dapat kakak mengerti, kakak tidak bisa marah Lili." kata Elisa.
"Eh? kenapa bisa begitu?" Lili merasa bingung dengan perkataan Elisa.
"Kakak juga punya seorang teman di masa lalu itu sebabnya kakak paham." seraya Elisa tersenyum lembut namun penuh kesedihan bercampur.
"Dimana teman kakak? boleh Lili bertemu dengan dia?" Lili saat mendengar jawaban Elisa menjadi antusias
Lili saat itu tidak sadar karena rasa antusias bertemu dengan teman Elisa, dia sangat ingin bertemu. Tidak sengaja dia menyampingkan senyuman Elisa, yang tercampur rasa sedih dan penyesalan di dalamnya.
"Aku... Juga berharap begitu Lili, sayangnya dia sudah tidak dapat kita temui. Bahkan bila aku sudah sangat kuat begini, maaf hanya ini yang bisa aku katakan." Elisa mulai sedikit meneteskan air matanya.
"Kenapa? Eh! tidak kakak menangis?" seraya Lili masih penasaran, namun begitu melihat Elisa menangis dia bingung.
Kebingungan itu membuat Lili menjadi terdiam sejenak berpikir, dia tiba-tiba ingat senyum Elisa bukan hanya senang tetapi sedih tercampur di dalamnya.
Mengetahui itu adalah sebuah kesalahannya, membuat Lili menjadi menyesal antusias bertanya sesuatu yang tabu.
__ADS_1
"Maaf kakak, Lili melakukan kesalahan lagi."
Aku melihat wajah Lili penuh penyesalan dan menoleh ke bawah. Karena merasa bersalah, hanya hukuman yang pantas untuknya.