
Perjalanan menuju kediaman mansion Count Berlan akhirnya sampai. Aku melihat gerbang besi berwarna emas dan dua prajurit yang menjaganya.
Prajurit penjaga melihat kereta kereta kuda dengan lambang keluarga Count Berlan, dan untuk Count Berlan dia duduk menunggangi kuda, mereka segera membukakan gerbang membiarkan nya masuk.
Gerbang di buka, kereta kuda yang di tumpangi Elisa berada di persilahkan masuk, begitu memasuki gerbang nampak sebuah kolam air pancur membeku di depan teras.
Di sekitarnya juga terdapat beberapa taman yang tertutup salju. Aku ingin tahu tanaman apa yang mereka tanam.
Memarkirkan kereta kuda, di depan mansion mereka sudah di sambut banyak orang. Salah satunya Aku melihat wanita dengan rambut kuning jahe memakai gaun elegan terlihat hangat. Aku identifikasi dia ibu si kembar.
Begitu kembar turun dari kereta, mereka langsung berpelukan dengan ibu mereka, dengan nampak menangis bahagia.
'Harun, aku mendengar tangisan apa itu ibu mereka?' tanya Elisa.
Untuk Elisa yang sejak kecil tidak pernah tahu ibunya dia menanyakan itu kepadaku, apa dia sedikit iri dengan si kembar.
[Benar!]
[Suara tangisan wanita dewasa yang kamu dengar itu ibu si kembar!]
Setelah mendengar notifikasi, Elisa keliatan sedih di raut wajahnya, sepertinya benar dia merindukan sosok ibu.
[Elisa, apa kamu sedih karena rindu Ibumu?]
'Ya, sepertinya begitu, sejak bayi aku besar di panti asuhan tetapi begitu memasuki umur 8 tahun Aku sudah di keluarkan.'
'Karena Aku buta dari lahir, itu menyebabkan banyak masalah bagi mereka.' kata Elisa menjelaskan dengan sedih.
Kasus Elisa mungkin dia di buang oleh ibunya di panti asuhan, atau karena kecelakaan sehingga mau atau tidak di serahkan ke panti.
[Elisa, Aku bisa mencari informasi tentang ibumu, tetapi membutuhkan izin serta waktu cukup lama. Karena beberapa alasan aku tidak dapat membuka fungsi lain sebelum izin di berikan.]
'Apa bisa? kalau iya, tolong!'
[Baik memotong 1.000 menggunakan fungsi pencairan ruang waktu.]
[Mohon menunggu beberapa waktu!]
'Butuh berapa lama Harun?'
[Mungkin 1 bulan tapi paling lama 100 tahun, karena untuk mencocokkan sel dna serta beberapa timeline di waktu tertentu.]
"Apa! 100 tahun!" teriak Elisa.
__ADS_1
Tiba-tiba beberapa pandangan terkejut dan bingung mengarah ke Elisa, suasana haru jadi terlihat ambigu. Elisa dia teriak tanpa sadar telah menarik perhatian, itu sungguh agak memalukan.
"Namaku Karin Berlan, apa kalian yang menyelamatkan anak-anakku?" tanya Ibunya kembar.
"Namaku Lili, dan ini kakakku Elisa. Dia buta namun sangat kuat, juga menyelamatkan kedua anak Anda Nyonya."
"Itu terjadi secara kebetulan!" jawab Liliac.
"Terima kasih. Bantuan kalian dan maaf saya terbawa suasana melupakan ada dermawan yang menyelamatkan anak-anak saya.
"Kalian pasti lelah karena perjalanan, pelayan saya akan mengantarkan kalian ke kamar tamu untuk istirahat di sana.
"Dan, nanti sore kami akan makan bersama bila berkenan kalian juga boleh ikut makan bersama dengan di ruang tamu." kata Karin dengan tersenyum.
"Terima kasih kemurahan hati Anda Nyonya kami merasa terhormat." serempak kata Elisa dan Lili.
***
Lili dan Elisa di antar ke kamar tamu oleh salah satu pelayan, pada sepanjang jalan Aku melihat koridor mansion luas dengan furnitur dan beberapa lukisan terpajang di sana.
Hingga beberapa saat Elisa sudah sampai di depan kamar tamu. Aku juga melihat Kamar Elisa dan Lili bersebelahan.
Memasuki kamar Elisa berjalan ke sebuah ranjang kasur, walaupun Elisa buta karena kultivasi mental metode heart of sword itu membuat dia mengembangkan intuisi ilahi yang memudahkan dia beraktifitas.
[Elisa, kalau kamu mau kasur seperti itu di toko sistem juga menyediakannya, bahkan ada yang lebih bagus kamu tahu?]
"Apa iya? Nanti Aku lihat deh!"
Setelah berbincang sebentar Aku melihat Elisa melepaskan alas kaki, lalu duduk bersila di atas kasur.
Elisa melakukan kultivasi heart of sword pasti untuk menunggu waktu menjadi makan sore, dia bukan karena lapar hanya menghormati orang lain.
..****
Tok... Tok... Tok..
Sebuah ketukan pintu terdengar, Elisa segera menyudahi kultivasinya. Kemudian turun dari kasur berjalan ke pintu kamar, untuk membukanya.
"Kakak, kami datang berkunjung dan ngobrol!" kata Lili dengan penuh semangat.
Selain Lili, Aku melihat Elisa di kunjungi oleh Asta dan Anita sepertinya mereka menyukai Elisa. Hingga mau mengunjungi kamarnya, padahal untuk kembar bisa saja menyuruh pelayan memanggilnya.
Untuk Lili juga baru terlepas dari perjalanan jauh, dan dia juga ikut bertarung dengan Elisa sebelumnya apa tidak lelah? Aku jadi salut dengan staminanya.
__ADS_1
Mendengar itu Elisa yang baik hati dan cantik tersenyum hangat mempersilahkan mereka masuk seraya berkata, "Silakan, ayo masuk!"
***
Ini sudah 2 jam Elisa, Lili, Asta, dan Anita saling berbincang bersama, menyenangkan melihat mereka dan juga Elisa menikmati hal tersebut.
Mau bagaimana lagi, hampir 14 tahun dalam hidupnya dia cukup menderita karena tinggal di daerah kumuh. Begitu Aku hadir dan dia mengaktifkan sistem hidupnya kini telah berubah, sekarang dia sudah punya teman dan tidak akan merasakan lapar karena dia seorang kultivator.
Sambari memperhatikan mereka berbincang hangat. Aku melihat katalog toko sistem dan mengkloning diriku untuk mencari orang tua Elisa yang meninggalkannya.
Aku melakukan semuanya secara bersamaan tanpa masalah, karena aku bukan manusia yang memiliki otak organik untuk berpikir.
Sekarang otakku sudah seperti cpu dengan prosesor yang sangat tinggi, juga dilengkapi fungsi perhitungan 500 march perdetik.
***
Setelah berselang agak lama, mereka keluar bersama. Asta dan Anita tampak kelaparan, mereka pergi ke ruang makan untuk makan bersama.
Elisa bersama dengan Liliac di undang untuk makan bersama, dan Karin Ibu mereka juga dari awal sangat mengharap kedatangan mereka.
Untuk seorang bangsawan aku lihat dengan kelas Count mereka memperlakukan tamu seperti Elisa dengan sangat baik.
Berjalan di Koridor tidak lama lama kemudian mereka sampai di ruang makan, terlihat meja panjang yang cukup luas.
Elisa, Anita, Asta dan Liliac duduk berhadapan satu sama lain, beberapa saat kemudian pelayan datang membawakan banyak makan di kereta dorong dengan tertutup tudung saji.
Membuka hidangan, Aku melihat beraneka macam daging dan hewan. Harum masakan semerbak dengan aroma rempah yang cukup kuat.
Elisa dan Lili sengaja menunggu Keluarga Count menyantap makanan pertama kali, baru kemudian mulai karena Elisa dan Lili cukup menghargai keluarga kembar.
Dihadapkan mereka terlihat daging stek matang yang di sajikan, tentunya rasanya pasti sangat enak walaupun tidak sebanding dengan makanan di toko sistem.
Saat mulai makan Lili terlihat sangat terampil menggunakan pisau dan garpu, Untuk Elisa keliatan bingung dengan hal tersebut.
Hal itu membuat Keluarga Count agak bingung dengannya walaupun mereka dari awal tidak mempermasalahkan, mereka tetap bingung dengan hal tersebut.
Keluarga count awalnya berpikir Lili tidak tahu adab meja makan, ternyata sebaliknya dia sangat terampil dan begitu lihai menyantap daging stek tersebut.
Sedangkan Elisa dia kebingungan dengan hal tersebut, di tambah dia buta jadi sangat sulit makan dengan garpu dan pisau.
Liliac sadar kakaknya tidak tahu bagaimana caranya menggunakan semua benda yang menurutku merepotkan itu. Secara sukarela dia berinisiatif menyuapi Elisa.
"Kakak, katakan Aaa." kata Lili menyuapi Elisa.
__ADS_1