
Melihat provokasi yang aku lontarkan wajah mereka terlihat marah. "Kurang ajar!"
Jane langsung menyiapkan sihir nya, sedang kan Henry berlari ke tempat aku berdiri, melihat itu aku langsung memasang senyum mengerikan. Beberapa meter sebelum Henry mendekati aku aku langsung menggunakan segalanya adalah pedang, aku membuat tebasan tampa bergerak, dan tebasan tersebut mengenai kaki Henry hingga terpotong.
Jane melihat itu terkejut, dia langsung menghempas kan sihir nya. "Forbidden magic Hym Dragon of breath!" Kata Jane melafalkan sihir tersebut.
Sebuah jilatan lidah api, yang bila di lihat mirip flame shower, namun lebih besar dan ganas terlempar ke arah aku. Sedangkan aku yang melihat nya, tidak menghindari untuk apa aku hindari? aku sudah pernah melihat api yang lebih ganas dari ini.
Kalau tidak salah ingat, dulu saat calon tuan rumah ke 224 aku sangat bosan, jadi aku memutuskan bermain dengan probabilitas di sana. Walaupun aku akhirnya pindah dunia tiba-tiba sih, tetapi tidak apa aku sedikit terhibur melawan Primordial fire of sun.
Tidak lama aku bernostalgia sebentar, aku langsung di mandikan dengan api tersebut. Jane terlihat senang dia sepertinya tertawa karena aku sengaja tidak menghindar, tapi emang itu mau aku, membuat mereka melambung tinggi lalu aku injak injak.
Seketika aku langsung melompat keluar memukul Jane, namun seseorang tiba tiba datang dia langsung menebas pedang ke arah aku, seketika juga aku menghindar, itu bukan karena aku takut oke? tapi bila aku tidak segera menghindar pukulan yang aku buat nantinya tidak estetik.
Aku menghindar menggunakan seribu langkah, melihat siapa yang mengganggu barusan. Ternyata dia adalah Henry. "kawan engkau ternyata sudah memperbaiki kaki mu rupanya."
"Kau pikir dengan memotong kaki ku kau bisa menghentikan aku? sungguh bodoh!" Ejek Henry kepada Harun.
"Lalu kalau aku bodoh, lantas kalian apa? mem bully 2 gadis kecil!" Kata aku membalas ejekan mereka.
Wajah mereka tampak lebih marah, di belakang ada Saint dan Jill yang sedang menyandera Liliac dan Elisa mengacungkan pisau hendak menusuk nya.
Melihat itu Aku langsung menendang wajah Jill yang menyandera Elisa dan Liliac, aku langsung menyelamatkan mereka. Dengan kata lain aku membawa mereka menjauh dari orang yang mempunyai gangguan saraf.
Aku membawa Elisa dan Liliac keluar dari kastil dengan memanfaatkan kehendak pedang mengangkat mereka, Aku membawa mereka menuju tempat yang menurut perhitungan ku itu aman.
"Harun, kamu tidak apa? aku lihat kamu terbakar tadi." Kata Elisa mencemaskan aku.
'Gadis ini, walaupun dia cedera sangat parah malah mengkhawatirkan aku.' Kata Harun dalam pikiran.
"Aku tidak apa, sebaiknya kamu cemaskan dulu tubuhmu. Aku mengidentifikasi 3 tulang rusuk mu patah, dan beberapa organ tubuh mu luka cukup parah. Bila manusia biasa akan langsung mati!" Kata Harun menjelaskan nya.
"Tapi, aku ini kultivator bukan? seharusnya tidak mati. Ini buktinya!" Jawab Elisa dengan senyum.
Aku menyentuh kepala Elisa dan mengusap nya, akhirnya keinginan ku jadi nyata. "Yasudah kamu di sini saja dengan Liliac, dan juga kamu tidak perlu cemas, di sini saja lihat pertarungan aku dengan para berandalan idiot!" Kata Harun dia berdiri hendak memulai pertarungan nya.
Elisa kemudian merasakan keberadaan Liliac tiba-tiba teringat. "Oh ya tentang Lili!"
__ADS_1
"Tidak usah cemas, dia hanya pingsan karena terlalu memaksa kan diri menggunakan Crest dan lalu dia kembali di lukai, padahal sebelum nya belum pulih total!"
Aku bangun, setelah itu mengangkat tangan, seketika kumpulan debu dan angin sekitar Elisa berubah menjadi kehendak pedang. Aku sengaja melakukan hal tersebut untuk membuat tabir pelindung dari itu, untuk saat ini Elisa belum bisa namun suatu saat akan bisa.
"Ini apa kehendak pedang?" Tanya Elisa.
"Gadis pintar! benar ini kehendak pedang. Aku akan mendemonstrasikan pertarungan kehendak pedang, untuk agar kamu dapat memahami kehendak pedang di masa depan. Sebaiknya kamu disini saja." Jawab Harun.
"Baik! Harun!" Kata Elisa.
Tidak lama akhirnya mereka keluar dari kastil, mereka berada di depan ku tepatnya sejauh 20 meter. "Orang berpakaian aneh, kau pikir bisa kabur dari kami?" Kata Saint.
Jill masih terlihat memegangi wajahnya, sekarang dia sedang di obati oleh Jane dengan cahaya? bukan itu sihir penyembuhan luka. Apa aku memukul nya terlalu keras?
"Benar! setelah memukul wajah cantik ku kau pikir bisa lari?" Kata Jill.
"Benar! kau pikir bisa lari?" Sambung Henry.
Aku melihat nya berpikir, mereka ini apa apaan? apa sedang bermain sambung kata? kalau iya kalian seperti sekelompok villain dalam cerita.
Mereka mulai kembali bergerak menyerang aku tapi Saint menghentikan nya. "Tunggu! orang ini sangat tidak biasa sebaiknya kalian aktifkan Crest kalian!"
Mereka mengaktifkan Crest unik mereka, seketika cahaya emas muncul dari tubuh mereka yang, selain itu aura dan kekuatan mereka terasa lebih kuat dari sebelumnya.
Jill memanggil 5 ekor naga dari pintu teleportasinya karena memang kekuatan dia adalah Sage of Tamer and summon yang mana dapat menjinakkan maupun memanggil hewan sekelas legendaris.
Jane mengaktifkan Crest, dia memunculkan jubah terbentuk dari energi sihir, dan juga tentu saja energi sihir dia menjadi lebih kuat.
Sedangkan Henry mengaktifkan Crest nya, pedang besar berwarna emas di tangan nya bercahaya merah cerah, karena aura sihir tersebut pedang nya bertambah besar.
Lalu Saint diam melihat mereka kemudian berbalik dan pergi, sebenarnya apa kemapuan nya? aku agak penasaran. Tapi karena mereka udah serius aku akan sedikit serius meladeni nya.
"Elisa perhatikan ini, bila Mind of sword sudah mencapai Embry pase selain dapat meningkatkan niat pedang dan menjadi kan segala adalah pedang, kamu juga dapat memanfaatkan nya bertarung bersama."
Setelah mengatakan hal tersebut, aku langsung mengeluarkan embrio pedang, itu berbentuk pedang dengan 2 mata berwarna hitam dia muncul dari telapak tangan ku. Melihat nya entah kenapa familiar, seperti pernah melihat nya.
"Ah! satu hal penting, embrio pedang akan berbentuk sesuai dengan karakter asli dari yang mempelajari nya. Dengan kata lain setiap embrio pedang akan bervariasi bentuknya tergantung pembudidaya."
__ADS_1
"Aku paham Harun!" kata Elisa.
Tampa berlama-lama mereka langsung menyerang aku dengan sihir, hewan panggilan naga, dan pedang sihir.
Henry maju memulai dengan tebasan horizontal, aku menyentuh sisi pedang besarnya dan mengubah arah serangan. Di samping Henry 2 ekor Naga dari belakang dan atas menyerang dengan gigitan, aku langsung berpindah.
Hal tersebut menyebabkan Henry terkena imbas dia tergigit oleh Naga tidak dapat bergerak, di sisi lain Jane sudah menyiapkan mantranya, dia menggunakan fire line, sebuah sihir memiliki daya serang seperti laser menembak ke arah aku.
Menyadari hal tersebut aku berputar menghindari dan menyentuh nya sedikit dengan pedang untuk menggeser lintasan serangan, aku menggeser ke arah Jill yang sedang di lindungi 3 naga.
Boom!
"Hei Jane! apa yang kamu lakukan!" Teriak Jill
Jane terlihat terkejut dengan serangan di geser oleh Harun. "Aku tidak sengaja! orang aneh itu yang melakukan nya!"
"Jill perintahkan Naga mu dengan benar!" Kata Henry dengan marah.
"Hahaha! ada apa? hanya itu yang kalian bisa?" Ejek Harun.
Mereka akhirnya mengetahui di permainan oleh aku langsung kesal. "Kamu Bajingan!"
Henry kesal dia mengayunkan pedang nya, sebuah gelombang tebasan energi sihir keluar dari sana itu langsung menuju ke arah aku, melihat itu aku maju selangkah kemudian berputar sambil membuat tebasan menyentuh sisi pedang, setelah itu aku balikan serangan nya menuju Jill dan Jane.
Boom!
"Henry kamu juga lakukan yang benar! bagaimana bisa serangan mu di kembali kan!" Serempak dua kembar marah.
Aku melihat mereka terluka karena serangan tiba-tiba, sepertinya serangan tadi cukup kuat. Dan sepertinya Jane langsung menggunakan sihir penyembuhan.
Tapi mendengar dia di salah kan Henry kesal. "Itu perbuatan nya! jangan salahkan aku! sebaiknya kita serang bersama!"
Mereka mulai melepaskan aneka Sihir dan kemampuan mereka menyerang aku, dan melihat itu aku bergerak maju sambil menghindari, menangkis dan mengembalikan nya. Dengan kata lain aku masih menggunakan sword dance, benar satu lagi hal, Elisa memang buta tapi karena aku dan dia terhubung dia dapat melihat apa yang aku lakukan saat ini.
Dari jauh Elisa yang melihat gerakan aku. "Gerakan ini entah kenapa aku merasa, aku ingin mengatakan itu indah! walaupun aku tidak tahu apa itu indah!"
Aku menggunakan sword dance untuk menangani semua serangan, setiap gerakan yang aku buat seperti menari, ballet, tari perut, couple dance yang semua nya tercampur dengan cukup baik.
__ADS_1
Wajah Henry terlihat geram dengan apa yang aku lakukan. "Berhenti bermain dasar sialan!"
Tentu saja dia marah, aku terlihat seperti bermain main dengan serangan mereka, seperti menghina nya dan tidak menganggap serius. Untuk apa aku serius? kalau terlalu serius aku akan kehilangan bahan untuk latihan Elisa.