Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Kelahiran bakat pedang


__ADS_3

Gerakan mereka tiba-tiba menghilang dan menjauh hingga berjarak lima langkah dari arena, disana aku melihat segera Mo fan menyiapkan serangan terkahir nya.


"Sword dragon river: Three style dragon flow!" kata Mo fan melakukan tebasan.


Muncul sebuah tebasan kehendak pedang murni dan dingin dengan sebuah bayangan naga air yang mengaum, itu langsung di lontarkan oleh Mo fan menuju Elisa.


Di arah lain Elisa yang sedang berdiri sambil mempersiapkan tebasan.


Slash!


"Celestial will of war : 1% Second form Slay." Elisa sambil melakukan tebasan.


Tebasan pedang berwarna putih cerah penuh dengan kehendak pedang yang murni, itu langsung di hempaskan oleh Elisa.


Boom!


Duar!


Seketika kedua tebasan tersebut saling bertabrakan menyebabkan ledakan energi kehendak pedang yang sangat besar, para penonton terkejut bukan main melihat ledakan energi spiritual.


Untuk para juri termasuk Klon Elisa langsung bergerak, mereka dengan cepat melindungi para penonton dan peserta yang belum maupun sudah berpartisipasi.


Mereka menyatukan energi spiritual untuk membuat pelindung area luas di sekitar arena.


"Sial! energi spiritual yang besar!" kata salah satu penonton.


"Untung saja para juri datang bergerak, bila tidak kita bisa mati!" Salah satu penonton lain menjawab.


"Ini bukan pertarungan turnamen ranah foundation building, ini petarung antar monster kultivator jenius!" kata penonton lainnya.


Sementara itu di dalam penghalang, atau lebih tepatnya di dalam arena aku lihat tertutup asap debu dan energi spiritual.


Orang yang berada di luar arena tidak tahu siapa yang menang atau kalah, atau mungkin saja menjadi seri.


Untuk aku tantu saja tahu, karena tidak mendapat notifikasi Elisa pingsan atau bagaimana, sudah pasti dia menang.


Di tambah walaupun tidak menggunakan notifikasi aku masih dapat melihat dalam debu, disana Elisa masih berdiri untuk Mo fan dia juga berdiri tapi kondisinya cukup parah.


Tidak lama kemudian debu dan energi spiritual yang menghalangi sudah memudar, disana para aku lihat penonton pasti sudah tahu keadaan mereka.


"Siapa yang menang?" kata salah satu penonton.


"Tidak tahu." penonton lainnya menjawab.


Sementara itu di tempat para peserta turnamen, mereka terlihat sedang memperhatikan keadaan mereka.


Mereka mencoba menerka dan membaca situasi siapa yang kalah, mereka melihat kondisi dari Elisa dan Mo fan.


"Menurut apa Mo fan menang?" tanya Peserta yang sudah berpartisipasi.


"Tidak, kondisi Mo fan parah seperti sulit berdiri, aku tidak yakin dia menang." kata peserta yang sudah berpartisipasi.


"Sudah di pastikan Nona kecil dari keluarga Li yang menang!" kata peserta yang yang belum berpartisipasi menjawabnya.


"Hem, kamu benar! dia pasti menang!" kata peserta lainnya.


Mari ke arena agar lebih jelas, disana Mo fan benar-benar kesulitan berdiri dia sudah sangat kelelahan.

__ADS_1


"Nona Li, anda sangat kuat." kata Mo fan setelah itu dia terjatuh.


Swiss!


Dengan gerakan secepat kilat menyambar Elisa langsung memanggul tubuh Mo fan, dia ini sangat perhatian pada lawannya.


"Kamu bicara apa? aku menggunakan Formulir ke dua slay yang artinya bunuh! walaupun 1 persen itu tetap mematikan." balas Elisa sambil memanggul Mo fan.


"Jadi gerakan tadi hanya 1 persen?" Mo fan sambil terkejut. "Sepertinya aku sangat lemah." kata Mo fan menghela nafas setelah nya.


"Serius kamu bilang apa sih, untuk mu yang dapat bertahan walaupun kacau begitu. Seharusnya kamu sangat kuat." balas Elisa dengan sedikit kesal.


Mendapat perkataan Elisa, aku melihat Mo fan dia batuk darah di bopong olehnya. Untuk Elisa dia segera membawa Mo fan ke pinggir arena dan merebahkan secara perlahan.


"Jadi apa kamu menyerah?" tanya Elisa.


"Ya, aku menyerah!" Mo fan menjawab Elisa.


Seketika juri mengatakan Elisa di nyatakan masuk ke babak final, dan saat itu terjadi semua penonton maupun peserta bersorak.


Mereka bersorak memuji kelahiran bakat pedang Mo fan dengan julukan dewa pedang junior dan Li Xiao sha dengan nama Fairy sword.


Di area penonton aku lihat Meng meng dan Qing chi mereka turut senang kemenangan Elisa yang mengagumkan. Terlebih saat pertarungan dia dengan Mo fan.


Sangat mengagumkan itu adalah penggambaran mereka kepada Xiao sha yang kerasukan Elisa.


Walaupun begitu tidak untuk Li Chyou yang terlihat sangat kesal, dia pergi meninggalkan sorakan yang memuji nama Xiao sha sebagai kelahiran Fairy sword.


Karena pertarungan Elisa dengan Mo fan sudah selesai, kemudian karena kondisi Mo fan tidak dapat bergerak tandu datang membawa nya turun.


Elisa juga turun dia pergi ke arah Qing chi dan Meng meng, dan begitupun sebaliknya mereka juga menghampiri Elisa.


"Nona Xiao sha, seperti nya anda menahan diri saat melawan ku kenapa?" tanya Qing chi.


Mendengar pertanyaan Qing chi aku lihat Elisa menghela nafas, lalu untuk Meng meng dia tidak paham apa yang terjadi.


Itu karena Meng meng tidak menonton di babak penyisihan, dia hanya menonton di babak sekarang ini.


"Bukan maksud aku meremehkan mu Nona jenius Qing chi, tapi kalau aku menggunakan cara yang sama dengan Mo fan aku tidak yakin kita bisa mengobrol seperti ini." balas Elisa.


"Fufu!" Qing chi tertawa mendengar jawaban Elisa sambil menutup mulut nya. "Aku hanya bercanda Nona Xiao sha, jangan serius begitu." kata Qing chi.


"Aku paham kamu bercanda, tapi karena aku menang aku traktir kalian makanan enak bagaimana?" tanya Elisa.


"Kalo begitu ayo Nona! aku tahu tempat makan yang bagus di kota!" Meng meng semangat mendengar perkataan Elisa.


Akhirnya mereka pergi ke tempat makanan enak sebagai traktiran dari kemenangan Elisa, Meng meng yang menunjukkan jalannya.


...


Perjalanan Menuju tempat yang di maksud Meng meng agak jauh dari alun alun kota Feng lu, mereka menelusuri jalan pasar.


Tempat itu cukup ramai orang yang memiliki kesibukan masing-masing, penjual maupun pembeli. Walaupun ada turnamen di alun-alun kota, mereka sepertinya tidak menonton nya.


Tidak lama akhirnya mereka sampai di tempat makan tersebut, yang memang letaknya agak jauh dari pusat kota.


Walaupun begitu spesifik tempat nya cukup baik, disana aku lihat cukup ramai pengunjung.

__ADS_1


Tempat itu cukup luas menggunakan bahan kayu sebagai fondasi dengan dua lantai, di atas bagian pintu masuk terdapat papan tanda.


Sebuah kata dengan bahasa mandarin Fang chen resort.


"Nona, kita sudah sampai!" Meng meng menunjuk tempat resort tersebut dengan semangat.


"Baik, ayo kita makan disana." kata Elisa sambil berjalan ke tempat tersebut.


Mereka bertiga masuk ke tempat makan, terlihat bangku dan meja kosong cukup untuk 5 orang. Mereka memilih tempat tersebut.


Tidak lama pramusaji mendatangi mereka untuk bertanya apa yang di pesan, Elisa tidak segan memesan banyak makanan beragam.


Dia memesan aneka menu ayam dalam berbagai olahan, ikan dengan berbagai olahan, sup dan segala macam minuman.


Awalnya pramusaji sedikit bingung dengan pesanan yang di buat Elisa, dia memesan terlalu banyak untuk kuota harian mereka.


Tapi begitu Elisa dan Qing chi mengeluarkan banyak spirit stone dari spatial ring pramusaji mencapai itu terkejut.


"Baik maaf atas tidak hormat!" kata pramusaji sambil membungkuk. "Akan kami persiapkan pelanggan terhormat!" pramusaji bangkit balik badan menuju dapur.


"Tolong tunggu!" lanjut perkataan pramusaji sambil berjalan.


"Ya, tolong cepat." kata Qing chi.


Seketika itu terjadi aku melihat rumah makan menjadi agak ramai, mereka membicarakan kedatangan mereka bertiga.


"Siapa tiga gadis cantik disana?" kata salah satu pengunjung.


"Entahlah, mungkin saja orang bangsawan dari suatu tempat jauh!" pengunjung di sebelahnya lain menanggapi.


"Tapi kenapa menuju tempat ini? bukan Lan Ke Rotten?" Pengunjung tersebut dengan bingung.


"Sudahlah jangan urus mereka!" balas pengunjung lainnya.


"Benar, mari kita lanjutkan saja makanan kita."


Setelah aku sedikit menguping dari percakapan para pengunjung, akhirnya suasana rumah makan kembali ramai dengan obrolan masing-masing.


Setelah dua jam kemudian tiga orang pramusaji mendatangi mereka, pramusaji membawa berbagai hidangan yang Elisa pesan.


Mereka membawa nya satu persatu dan meletakkan nya di meja yang di gunakan Elisa, Qing chi dan Meng meng.


"Kenapa sangat lama?" Qing chi melihat pramusaji tersebut.


"Maaf! pihak kami pergi ke pasar karena kekurangan beberapa bahan masakan!" balas pramusaji saji tersebut.


Mendapat jawaban pramusaji, Qing chi terlihat mengangguk pelan kemudian mengambil sumpit di meja.


Setelah itu Qing chi memilih hidangan ikan bakar untuk mencicipi nya.


"Hm, cukup enak!" Qing chi mencicipi nya.


"Sudahlah Nona Qing chi, kamu terlalu kaku." kata Elisa melihat tingkah Qing chi.


Gru!


Suara perut Meng meng terdengar agak nyaring, mendengar itu kami sedikit tertawa dan tidak perlu basa basi mereka menyantap hidangan.

__ADS_1


Untuk pramusaji aku lihat dia kembali pergi ke tempat lain untuk melayani pelanggan.


__ADS_2