Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Menjadi juri dan peserta ll


__ADS_3

Semua orang yang mengejek tercengang melihat ranah Elisa yang mencapai foundation building tahap ke dua, mereka tidak menyangka hal tersebut bisa terjadi.


Terlebih aku melihat wajah Li Chyou dia sangat tercengang, tentu saja Elisa ku sangat berbakat di tambah dengan tubuh bawaan Xiao sha yang telah bangkit dia menjadi lebih mengerikan.


"Li Xiao sha Foundation building tahap ke dua lolos! silakan selanjutnya." Kata juri penilai.


Setelah itu Elisa turun dari panggung kembali ke tempat awalnya, tiba-tiba Li Chyou menghampiri dengan wajah keriput kesal.


"Xiao sha, bagaimana bisa kamu kultivasi?" Tanya Li Chyou. "Apa kamu menggunakan metode sesat?" tatap Li Chyou dengan penuh curiga.


"Metode sesat? tentu tidak kakak sepupu." Balas Elisa dengan senyum. "Aku hanya tiba-tiba bisa kultivasi itu saja kok!" Elisa dengan nada mengejek.


"Kamu!" Li Chyou dengan kesal.


Begitu mengatakan hal tersebut, Li Chyou dengan kesal mengangkat tangan kanannya dia hendak menampar Elisa.


Namun tiba-tiba di hentikan oleh seseorang pria dia berwajah sangat tampan, matanya memancarkan kesan keberanian dia mengenakan pakaian serba hitam, dengan rambut panjang berwarna hitam yang di ikat ekor.


Di punggung nya terdapat sebuah pedang besar berat berwarna hitam, pedang tersebut terlihat sangat besar dan berat namun tumpul.


"Nona, kalau ada pertengkaran lebih baik selesaikan saat di arena nanti!" Kata pria tersebut. "Kalau melakukan sekarang anda bisa di diskualifikasi." Dia melepaskan tangan Li Chyou.


"Siapa kamu?" Li Chyou dengan angkuh.


"Aku? namaku Yan Xiao, hanya pengelana biasa saja." Kata pria tersebut.


Aku mendengar Pria yang membantu Elisa mengenalkan dirinya sebagai Yan xiao, apa mungkin dia Xiao yan? harusnya tidak mungkin.


Dunia ini memiliki konsep level kultivasi dengan julukan yang standar, sedangkan Xiao yan yang aku kenal memiliki konsep julukan Dou di depannya.


Seperti Dou ki, atau semacamnya seharusnya tidak mungkin kan? tapi bisa saja sih, dia juga membawa kesan Xiao yan seperti membawa pedang besar, dan baju hitam kemudian mengembara.


Memikirkan semua ini membuat ku menghela nafas imajiner, tapi kembali ke Elisa di sana terlihat Li Chyou semakin marah karena perbuatan Yan Xiao


"Kamu tidak kenal siapa aku?" Kata Li Chyou.


"Kenal, kamu nona dari keluarga besar Li dari kota Peng lu bukan?" Balas Yan Xiao.


"Lantas kenapa berani menghentikan ku?" Li Chyou menggertak kan giginya.


"Kenapa memang tidak boleh?" kata Yan Xiao. "Dan juga apa kamu tahu telah menarik perhatian?" Yan Xiao melirik sekilas di sekitar.


Begitu mengatakan hal tersebut, Li Chyou menyadari sekitar dia telah menarik perhatian tidak perlu dan semua perkataan yang menghina menuju dirinya.

__ADS_1


Mendapati hal tersebut Li Chyou pergi dari hadapan Elisa dengan kesal, dia juga mengatai Yan Xiao dan Li xiao sha saat berjalan.


Setelah melihat Li Chyou pergi menjauh, Yan Xiao juga tampa mengucapkan sepatah kata meninggalkan Elisa. Dia datang dan pergi secara random, aku tidak paham apa yang di pikiran nya.


'Harun, pria itu siapa?' Tanya Elisa dalam pikiran.


[Entahlah, mungkin dia kaisar api Xiao yan versi another dimension, mungkin sekarang dia lagi dalam pengembaraan mengembalikan kekuatan nya.]


'Eh? apa dia yang menggunakan metode Mantra of devour flame?' Kata Elisa dia mengingat deskripsi metode tersebut.


[Bisa jadi, soal nya sudah ku bilang ini Xiao yan another dimension. Bisa jadi dia menggunakan metode tersebut, atau tidak menggunakan metode tersebut.]


[Sudahlah jangan terlalu di pikiran, sebaiknya kamu fokus tujuan mu saat ini! jangan meremehkan lawan mu walaupun semua nya lemah!]


'Mm, aku mengerti Harun! aku pastikan mematahkan kaki mereka agar tidak jadi ancaman.' Balas Elisa dalam pikiran.


Melihat reaksi Elisa seperti itu aku menghela nafas imajiner, sebenarnya bukan itu yang aku maksud! tapi lupakan saja hal ini ada baiknya.


Setelah berbincang tiba-tiba semua peserta termasuk Elisa juga di panggil untuk berkumpul, di sana terlihat salah satu juri berdiri di depan.


Dia memiliki penampilan yang terlihat sedikit tua memakai baju pendekar dengan jubah tetua berwarna putih, matanya memancarkan kesan bijaksana.


"Pak tua ini dikenal dengan nama Lan luo!" Kata pria tersebut mengenalkan dirinya. "Maksud adanya acara ini seperti yang kalian tahu, pemenang pertama turnamen akan mendapatkan rekomendasi sekte tiga besar." Kata Lan luo.


"Kami mengerti!" Kata semua peserta serempak.


Setelah pengumuman yang menurut ku tidak penting, Lan luo mengeluarkan ki nya dia membetuk kata setiap nama peserta yang lulus beserta lawan mereka di langit.


Di sana aku melihat jumlah nama yang lulus tidak sesuai dengan jumlah seluruh peserta, hanya sekitar 20% saja karena sisanya gathering ki level 7 ke bawah.


Tapi lupakan itu aku mencari nama Xiao sha di babak penyisihan, dia di pasangan kan dengan Qin chi sebagai lawan, menemukan nama tersebut aku langsung menggunakan multi window.


Itu aku gunakan untuk mengidentifikasi wajah semua peserta dan mengumpulkan data, hal itu aku lakukan untuk mencari yang mana orang dengan nama Qin chi juga.


Tidak butuh waktu lama untuk ku menemukan nya, dia wanita berparas cantik memiliki rambut merah muda, tubuh nya ideal sangat cocok dengan pakaian pendekar berwarna pink.


Menurut perhitungan ku dia memiliki ranah Foundation building level ke tiga, sepertinya Elisa akan sedikit sulit melawannya sambil menahan diri.


Tapi kembali ke Elisa, karena sudah mendapatkan informasi yang aku perlukan dan karena sudah dapat pengumuman lawan tanding semua peserta kembali ke posisi awal mereka.


Sambil menunggu mereka termasuk Elisa menonton pertandingan peserta yang di panggil duluan, di sisi lain juga mempelajari gerakan mereka.


'Harun, pertarungan mereka cukup hebat!' Kata Elisa dalam pikiran.

__ADS_1


[Apa kamu merasa ragu saat melawan mereka Elisa, tenang saja mereka walaupun sangat kuat bukan lawan mu sama sekali.]


[Kamu seharusnya ingat bukan Xiao sha memiliki tubuh bawaan pedang, dan kamu juga seorang pembudidaya pedang jiwa, lawan seperti mereka akan seperti anak anak.]


'Bukan begitu, aku hanya khawatir sulit menahan diri berakhir menghajar mereka hingga tewas!' Balas Elisa.


Mendapat respon Elisa seperti itu aku menghela nafas imajiner, aku pikir Elisa takut melawan mereka ternyata hanya takut kelewatan.


...


Pertarungan turnamen berlangsung cukup lama karena jumlah peserta, walaupun hanya 20% yang lolos tapi masih terbilang banyak.


Kalau aku hitung mungkin ada sekitar 100 peserta dari 900 pendaftaran, dan itu juga pertarungan mereka cukup sengit karena skill mereka sangat terasah walaupun ranah mereka kebanyakan gathering ki level ke sembilan.


Skill yang mereka gunakan saat bertarung di arena sangat beragam, ada yang menggunakan kipas sebagai senjata, tinju, pisau, pedang, tombak ataupun selendang sekalipun.


Memang pertarungan mereka sengit dan memukau tapi karena hal tersebut membuat ku bosan, terlebih Elisa juga mengantuk, untuk klon nya tidak! aku lihat dia masih memperhatikan.


'Harun, aku mengantuk apa boleh aku tidur berdiri?' Tanya Elisa dalam pikiran.


Mendengar perkataan Elisa, aku agak terkejut karena memang pertarungan agak membosankan, tapi untuk Elisa yang mengatakan itu berarti dia sedang merasa bosan.


[Tentu saja itu terserah kamu, tapi apa kamu yakin tidur berdiri? memangnya bagaimana cara kamu melakukannya?]


'Dulu saat masih kecil aku sering kena hukuman di panti, kadang di suruh berdiri semalaman dan di pasangi sihir agar kalau mulai jatuh akan di paksa kembali bangun.' Balas Elisa mengingat masa kecilnya.


'Jadi mau tidak mau kalaupun harus tidur, harus pada posisi yang sama, jika tidak sihir akan merespon menghukum ku.' Kata Elisa dalam pikiran.


[Tapi ini berbeda dengan waktu itu, kamu yakin bisa melakukan nya?]


'Tentu saja!' Balas Elisa dalam pikiran dia menutup matanya. 'Ya sudah selamat tidur Harun.' Kata Elisa mulai tidur berdiri.


Melihat Elisa tidur sambil berdiri membuat ku kembali menghela nafas imajiner, aku merasa gadis ini ada ada saja.


Tetapi ya sudah selamat tidur siang Elisa, semoga mimpi indah.


...


"Li Xiao sha dan Qing chi silahkan maju ke arena!" Kata seorang juri.


Tiba tiba Elisa tersadar, dia segera merenggangkan badannya sambil menguap, setelah itu mengusap matanya berjalan ke arena.


Di sana terlihat seorang gadis berambut merah muda, berbaju yang sama dengan warna rambutnya dia adalah Qing chi yang menjadi lawan Elisa.

__ADS_1


Dan Qing chi maju ke arena, dia akan menjadi lawan pertama Elisa di turnamen, sekaligus menjadi manusia pertama yang menjadi lawan di dunia Dong yan.


__ADS_2