Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Semi final


__ADS_3

Lentera hangat matahari pagi hari menimpa tubuh Elisa, aku lihat dia saat ini berada di tempat turnamen semi final berlangsung.


Letaknya sama seperti kemarin, di sana sangat ramai orang yang ingin menonton pertandingan maupun peserta turnamen.


Elisa tidak datang sendiri, dia bersama Qing chi, Meng meng dan aku tentunya. Walaupun mereka berdua tidak dapat melihat keberadaan ku.


Sebelum berangkat ke tempat ini, Qing chi mengunjungi paviliun tempat Elisa tinggal, dia hendak berkunjung.


Dan dia juga sempat bertemu setia berkenalan dengan Meng meng.


Awalnya Meng meng mengucilkan diri untuk dia orang biasa bersama dua orang kultivator jenius, tapi setelah beberapa saat mengobrol mereka berdua menjadi akrab.


Aku sangat takjub dengan cara gadis bersosialisasi.


Benar juga, untuk Elisa yang menjadi juri dia sudah membuat Klon nya sebelum matahari terbit untuk ke tempat pertemuan.


Dari sini Elisa mengendalikan semua perbuatan nya, otomatis dia juga dapat informasi tentang beberapa peserta yang memiliki kemungkinan menang turnamen.


"Semua penonton dan peserta silakan menuju tempat yang sudah di atur panita!" kata seorang panitia juri.


Sebuah suara pengumuman di utarakan semua peserta dan penonton menuju tempat yang di tentukan, untuk peserta di bagian kanan arena untuk penonton di arah sebaliknya.


"Baiklah aku akan ke tempat yang ditentukan dan maaf membuatmu repot. Aku menitipkan Meng meng padamu!" Elisa menggunakan salam bela diri.


"Tidak masalah, kamu bisa percaya padaku!" Qing chi membalas salam beladiri Elisa.


"Nona, tolong menang lah!" Meng meng mengangkat tinju nya untuk memberikan semangat.


"Ya, pasti!" balas Elisa.


Setelah berbincang sebentar Elisa berpisah dengan Qing chi dan Meng meng sementara, karena mereka akan penonton mereka menuju di tempat yang di tentukan.


Begitu pun sebaliknya Elisa juga menuju ke tempat yang di tentukan.


'Harun, menurut mu apa mereka semua kuat?' tanya Elisa dalam pikiran.


[Menurut informasi yang aku dapat, mereka semua tidak dapat mengalahkan mu, ranah dan skill mereka memang bagus tapi masih seperti remahan untuk mu.]


[Ada apa Elisa, kenapa bertanya seperti itu? apa kamu takut kalah, atau kamu berpikir untuk tidur siang seperti kemarin?]


'Mm, benar! Harun pintar!' balas Elisa dalam pikiran.


'Aku mau tidur dulu, selamat tidur!' Elisa melanjutkan perkataan setelah itu menutup matanya.


Tidak butuh waktu lama Elisa sudah tidur lelap, Aku yang melihat kelakuan host ku yang sangat cantik seperti bidadari turun dari khayangan menghela nafas panjang.


Memang semua lawan nya sangat lemah tapi gadis ini terlalu meremehkan lawan, walaupun begitu menurut perhitungan Elisa akan menang telak.


Dan lalu untuk klon yang dia tempatkan sebagai juri juga tertidur, dasar gadis ini! tidak mau repot mengendalikan nya saat tidur.


Tapi lupakan saja, selamat tidur siang Elisa.


...


Aku menonton seluruh pertandingan tidak terasa hari mulai menjelang siang, matahari mulai berada di atas kepala, untuk Elisa dia masih tidur.

__ADS_1


Untuk peserta maupun penonton masih dengan serius mengamati pertandingan yang sedang berlangsung, mereka tidak peduli dengan panas karena mereka cukup tahan panas.


Sebelum nya pertarungan turnamen cukup sengit, setiap peserta yang aku lihat memang cukup kuat dan memiliki skill yang unik.


"Peserta nomor 170 dan nomor 70 silakan masuk ke arena dalam waktu 1 batang dupa, bila lebih dari itu dianggap eliminasi!" kata Seorang pantai juri.


Elisa yang mendengar nomor peserta nya di panggil dia langsung terbangun, dia juga sempat menguap dan merenggangkan badan.


'Harun, ini giliran ku ya?' tanya Elisa dalam pikiran.


[Benar, sebaiknya kamu maju sana dan bersihkan kan kotoran matamu, serta lap liur mu yang masih tertinggal.]


Mendengar perkataan, Elisa segera membersihkan nya namun tidak menemukan apapun, seketika dia sadar sedang aku goda dan wajah nya merah.


'Harun, kamu jahat!' Elisa sambil menghentakkan kakinya.


Melihat ekspresi Elisa aku sedikit tertawa dan untuk semua orang yang melihat nya bertanya tanya, dia heran dengan apa yang di lakukan Xiao sha.


Tapi lupakan hal itu, saat ini aku melihat Elisa sudah berada di atas arena pertarungan, di sana terlihat seorang pria dengan mata memancarkan semangat pantang menyerah.


Dia memiliki rambut putih tergerai sepanjang punggung nya, mengenakan pakaian berwarna putih dengan motif pohon bambu hijau dan sebuah pedang putih perak di tangannya.


Aku lihat pria tersebut menyatukan telapak tangan dan tinjunya sejajar dengan dada, dia menggunakan salam bela diri.


"Namaku Mo fan, seorang pendekar pedang!" kata pria tersebut.


"Namaku Li Xiao sha, juga seorang pendekar pedang." Elisa membalasnya dengan salam bela diri.


"Mulai!" juri melakukan start.


Begitu start di mulai Elisa dan Mo fan seperti hilang ditelan angin, para peserta yang menonton terkejut dan itu juga serupa dengan penonton.


Clank! Clank! Clank!


Tampa terlihat sosok mereka berdua hanya sebuah angin yang berhembus dan suara dentuman besi saling beradu memenuhi arena.


Mereka yang menonton pertandingan nya terkejut bukan main.


Itu karena gerakan Elisa dan Mo fan sangat cepat hingga sulit di lihat mata, namun tidak berlakunya untuk kultivator ranah foundation building.


Mereka masih dapat sepintas melihat gerakan mereka, untuk yang di bawah Foundation building tidak sama sekali.


Clank!


Tiba-tiba sosok Elisa dan Mo fan kembali muncul dengan pedang mereka yang saling beradu, mereka juga saling menatap dengan serius.


"Boleh juga kamu!" Elisa memuji gerakan Mo fan.


"Tidak, justru nona Li yang lebih hebat!" Mo fan membalas perkataan Elisa.


"Kalau kamu mau aku dapat meningkatkan lagi ritme pertarungan, bagaimana?" tanya Elisa.


"Aku merasa sangat terhormat!" Mo fan dengan senyuman nya.


Swiss!

__ADS_1


Sekali lagi mereka menghilang dan kali ini aku melihat pertarungan mereka semakin intens, karena gerakan mereka menjadi hampir tidak bisa di lihat oleh ranah Foundation building.


Di sana aku tampa sengaja melihat Li Chyou mengigit lidah nya, aku hampir melupakan gadis ini, dia juga lulus semi final.


Walaupun begitu dia harus menggunakan pill pemulihan kelas menengah, luka yang dia terima saat itu lumayan parah karena lawannya dua ranah di atas nya.


Ranah Li Chyou memiliki adalah foundation building level pertama, dan untuk lawannya foundation building level ke tiga.


Tapi mari lupakan Li Chyou itu tidak penting, yang penting sekarang pertarungan Elisa sudah melewati batas wajar dari peserta lainnya.


Aku melihat arena pertarungan menjadi berlubang dan tergores di mana-mana, juga kadang sesekali aura dari kehendak pedang meluncur tampa sengaja ke luar arena.


Para juri dengan cepat mereka bergerak menepis serangan berbahaya, seharusnya para juri menghentikan mereka bertarung karena menjadi berbahaya.


Aku lihat mereka tidak menghentikan nya malahan sebaliknya mereka menjadi tertarik, dalam pikiran imajiner ku sangat mengejek mereka.


Dasar kolot norak mereka tertarik dengan bakat Elisa dan Mo fan, dari sorot mata mereka seperti ingin mengadopsi mereka sebagai murid.


Lupakan aku masih ingin melihat pertarungan Elisa dengan Mo fan, mereka sangat menyenangkan untuk di tonton.


Clank!


Boom!


Swiss!


Itu adalah bunyi dari pertandingan Elisa yang kian intens, aku lihat Elisa menikmati pertarungan nya walaupun masih menahan diri.


Tidak lama berselang sosok Elisa dan Mo fan muncul dengan posisi saling membelakangi punggung, di sana aku melihat Mo fan kehabisan nafas serta tenaga.


Wajah Mo fan terlihat sangat lelah dia seperti bisa saja pingsan kapanpun, untuk Elisa dia masih biasa saja tidak ada perubahan sama sekali.


"Apa kamu mau menyerah?" tanya Elisa.


"Tolong biarkan aku menunjukkan gerakan terakhir, apa itu di perbolehkan?" kata Mo fan dengan kelelahan.


"Kamu yakin?" Elisa sedikit melirik Mo fan.


"Tentu, kumohon!" Mo fan berharap pada Elisa.


"Baiklah!" balas Elisa.


Swiss!


Gerakan mereka tiba-tiba menghilang dan menjauh hingga berjarak lima langkah dari arena, di sana aku melihat segera Mo fan menyiapkan serangan terkahir nya.


"Sword dragon river: Three style dragon flow!" Mo fan melakukan tebasan.


Muncul sebuah tebasan kehendak pedang murni dan dingin dengan sebuah bayangan naga air yang mengaum, itu langsung di lontarkan oleh Mo fan menuju Elisa.


Di sana terlihat Elisa yang sedang berdiri sambil mempersiapkan tebasan.


Slash!


"Celestial will of war : Second form Slay 1%" Elisa sambil melakukan tebasan.

__ADS_1


Tebasan pedang berwarna putih cerah penuh dengan kehendak pedang yang murni, itu langsung di hempaskan oleh Elisa.


__ADS_2