
Arman mulai mendekat, aku yang masih dalam dilema memilih di antara dua cara tidak dapat melakukan apapun, memutuskan untuk kembali mencari menggunakan seluruh kemampuan perhitungan ku, itu membuat 0,01 detik terasa 1 jam.
Ayolah! aku mohon temukan cara bagus kenapa aku tidak berguna! aku ini sistem, apa tidak ada cara lain? dalam keadaan dilema dan terus mencari aku terus menerus mencari walaupun hasilnya hanya 2 itu.
Arman berjalan sudah sangat dekat, dia mengangkat pedangnya hendak memenggal kepala Elisa, Aku merasakan putus asa dengan 2 pilihan tersebut, Aku mau tidak mau mempersiapkan diriku, tepat saat pedang dekat dengan leher Elisa.
Sungguh! aku sangat minta maaf Elisa, aku benar-benar tidak berguna! walaupun aku sistem, aku tidak dapat melakukan apapun. tolong maafkan aku, tidak kamu boleh membenci ku.
"Harun!" Kata Elisa,
Di saat Elisa memanggil namaku, dan tepat saat pedang dengan cepat berjarak 2 inch dari leher Elisa, Aku segera mengaktifkan fungsi tidur atau nonaktif karena tidak kuat melihat Elisa terbunuh.
Aku memang merasa segan dan biasa saja saat calon host sebelum nya tewas tepat di depan ku, tetapi entah kenapa aku merasa menjadi tidak kuat melihat kematian nya.
Tiba-tiba simbol pedang muncul di dahi Elisa dan disertai itu sebuah cahaya muncul di depannya, Arman terkejut mendadak mundur dengan hal tersebut karena merasakan bahaya, namun belum sempat mundur dia terpental oleh cahaya itu.
Saint dan 3 orang sisanya terkejut dan langsung menghampiri Arman, mereka juga bertanya apa yang terjadi. Harus aku akui mereka cukup kompak untuk ukuran penjahat dengan akal licik.
Sedangkan aku yang langsung menonaktifkan diriku entah kenapa itu tidak berhasil, apa itu fungsi ini juga menjadi di hilang kan, dan apa aku harus melihat Elisa tewas? kesampingkan hal itu ini tentang cahaya apa ini.
Ini apa? cahaya apa ini? kenapa rasanya akrab dan kekhawatiran serta rasa takut ku hilang? tiba tiba juga saat aku memperhatikan nya, tubuh layar sistem ku mejadi di tarik dan di hisap. Dengan panik apa yang terjadi tiba-tiba, aku melakukan segala cara untuk lepas dari tarikan.
Aku terus menerus berusaha melayang mempertahankan posisi ku, Elisa yang melihat aku melakukan hal tersebut bingung, dia bingung karena tidak melihat cahaya apa yang dia lihat adalah aku, namun sekeras apapun tarikan itu malah menjadi kuat dan aku terhisap olehnya.
...
Cahaya perlahan memudar, di sana memperlihatkan sesosok pria tampan dengan rambut hitam panjang, memakai jubah kultivator putih.
Setelah cahaya memudar aku masih bingung dengan apa yang terjadi. "Ini, apa yang terjadi? tunggu ini tangan? ini milik siapa? tidak ini punya ku, tunggu! kenapa aku punya tangan? tidak aku memang memiliki tangan tapi saat aku menjadi manusia."
Karena penasaran aku menyentuh pergelangan tangan. "Denyut nadi? detak jantung? sejak kapan aku memiliki ini! serius apa yang terjadi!" Kata aku meninggikan suara.
"Baju ini tunggu jangan bilang!" Seketika aku langsung sadar. "Ini adalah baju Roh kultivator waktu itu dan aku menggunakan nya, berarti aku kultivator waktu itu bagaimana bisa."
__ADS_1
Seketika juga perhitungan aku memunculkan berbagai kemungkinan dan sampai di kesimpulan masuk, kultivator itu dari masa yang berbeda ada kemungkinan dari masa depan.
Tapi jika itu benar berarti aku mengutuk diriku dan juga kenapa aku tersenyum waktu itu, tidak mungkin kan di masa depan aku Lolicon?
"Harun? kau kah itu, dari suara mu kamu Harun tapi penampilan mu bukan, apa kamu Harun?" Tanya Elisa.
Aku mendengar Elisa langsung menoleh. "Iya ini aku Elisa, aku Harun! dan penampilan ku saat ini sangat sulit di jelaskan." kataku menjelaskan apa yang terjadi.
Aku yang masih dalam kebingungan tidak mengerti apa yang terjadi, berdiri dan membuat kemungkinan bagaimana bisa diriku di masa depan kemari dan bagaimana bisa memiliki tubuh fisik.
Dan hasil nya aku dapat kemungkinan bahwa aku sempat menggunakan mutiara langit untuk kembali ke masa lalu, mengingat aku memiliki kemampuan meningkatkan apapun hingga melebihi batas wajar, di tambah kemungkinan tentang aku menggunakan teori paradox untuk dapat memiliki fisik.
Aku masih sistem, tapi memiliki fisik manusia beberapa fungsi juga aktif kembali, ini hal bagus sih tapi di sisi lain seperti nya aku mendengar suara 10 Poin sistem di potong setiap detik, apa wujud ini menggunakan Poin sistem sebagai biaya.
Arman segera bangun kemudian dia melesat ke arah Harun yang sedang bingung. "Kurang ajar! berani kau pada ku, akan aku bunuh kau orang dengan pakaian aneh!" Kata Arman meninggikan suaranya.
"Harun! awas!" Kata Elisa.
Trust!
"Seperti nya fungsi ini juga aktif tampa masalah, dan karena kamu sebelumnya menendang Elisa ku hingga muntah darah, kamu akan aku tendang hingga memuntahkan organ tubuh mu!"
Setelah mengatakan hal tersebut, aku langsung menendang nya dengan sangat keras, membuat nya terpental lebih dari 100 meter menjauh dari kastil dan kota, dia terhempas hingga menghancurkan banyak tembok di belakang nya dan tertimbun bangunan.
Arman tertimpa reruntuhan bangunan, dia mencoba bangun kembali. "Sialan, akan aku gunakan kemam- Guhuk!"
Tapi belum sempat menyelesaikan kata-kata aku sudah kembali menghajar nya, dengan kata lain aku menendang nya kembali, kenapa? itu karena aku sangat kesal dan marah.
Dia memang kembali terpental tetapi tidak jauh karena begitu terhempas dia menahan menggunakan pedang yang dia tancapkan di tanah.
"Apa kamu tahu? musuh yang banyak dialog akan lebih cepat mengibarkan flag kematian?" Kata aku mengejek Arman.
"Akan aku bunuh kamu!" Kata Arman dengan marah.
__ADS_1
Aku melihat sekujur tubuh Arman mengeluarkan cahaya ke merah emas, itu karena dia mengaktifkan Crest nya. Kekuatan fisik dan sihir milik nya meningkat pesat, seketika dia berdiri memasang kuda kuda kemudian menusuk kan Rapier nya ke arah aku di udara terbuka.
Trust!
Serangan secepat kilat langsung menyerang aku, namun dengan mudah aku menghindari nya. Itu karena aku sudah meningkat kan Mind of sword sehingga intuisi ku meningkat di luar nalar, yang bahkan Elisa belum tentu mampu mencapai nya.
Arman terkejut karena serangan nya dihindari. "Apa!? Tidak mungkin!"
"Tidak ada yang tidak mungkin, tapi karena kamu telah menunjukkan jurus mu, aku juga akan memperlihatkan jurus ku!" Kata ku dengan sombong.
"Heart of sword, phase embry sword. Segala nya adalah pedang!"
Sungguh agak malu mengatakan nama teknik ini, namun aku mau terlihat keren di depan Elisa dan musuh jadi harus menahan malu.
Injak!
Aku menginjakkan kaki ke tanah, seketika sebuah tebasan besar langsung melesat memotong segalanya yang di hadapan ku. Tidak terkecuali Arman, namun Arman dengan usaha terakhir nya menggunakan sebuah sihir pelindung untuk melindungi dirinya.
Aku yang melihat hal tersebut tersenyum. "~Hee, Bertaruh 500.000 Poin sistem, dia tidak dapat menahan nya!"
[Membunuh Orang dengan Crest unik Sword of flash level 7 yang di tingkatkan, mendapatkan 1.000.000 poin sistem.]
Melihat dia tewas aku teringat. "Sial! aku lupa ingin dia memuntahkan organnya, lupakan yang penting dia telah tewas, aku terlalu malas berurusan dengan mayat."
"Tapi notifikasi dengan suara ku? ini agak aneh mendengar nya, serasa agak memalukan!"
Setelah berurusan dengan biang keladi yang membuat Elisa terluka aku langsung kembali ke kastil, namun begitu kembali aku terlalu teledor karena apa yang aku lihat Elisa dan Liliac dalam keadaan di sandra dengan di tarik rambut nya oleh salah satu wanita kembar namanya kalau tidak salah ingat Jill.
Sedangkan si saint, pria pedang besar Jil dan kembaran nya terkekeh melihat aku, kau tahu melakukan hal tersebut sangat memprovokasi, dan sekarang aku benar-benar ingin membuat mereka menjadi 2 dimensi secepatnya.
"Hahaha! bagaimana kedua wanita mu ada di tangan kami, karena kamu berani membunuh Arman maka mereka akan mati dan kamu juga akan mati menyusul mereka!" Kata Saint.
Saint melihat kedua orangnya. "Henry, Jane bunuh dia untuk aku, dan kamu pria berbaju aneh! bila berani bergerak akan kami bunuh langsung ke 2 wanita ini!"
__ADS_1
Hei! dipikir melakukan hal itu dapat menghentikan aku membuat seni 2 dimensi? tentu saja tidak, karena hal yang mereka lakukan sekarang membuat aku mendapatkan ide imajinasi yang bagus.
Dengan senyum lebar nan hangat aku melihat mereka. "Ayo! kemari dan bunuh aku kalau bisa?"