
Elisa sekarang berada di kolam air panas milik mansion yang Count Berlan buat. Saat Elisa berendam tidak sendiri, dia bersama Lili, dan Anita.
Untuk Asta tidak, karena dia menyebut dirinya laki-laki sejati. Tentu saja dia tidak akan ikut berendam bersama wanita, yang aku maksud adalah Lili dan Elisa tentu saja Anita saudari kandung juga termasuk.
Kolam menjadi hangat karena dipasangkan alat sihir dan beberapa rune lingkaran sihir lainnya, itu terletak di lantai kolam.
Sebelumnya tidak terlalu menyadari dan tidak terlalu peduli. Sepertinya semenjak aku menjadi sistem. Aku sudah tidak memiliki nafsu apapun jenis apapun kecuali marah pada hal tertentu, mungkin karena aku bukan mahluk hidup. Atau bisa saja karena tidak memiliki hormon yang merangsang nafsu.
'Harun tolong tampilkan status!'
********
________________________________
Nama : Elisa
Julukan : Gadis buta
Umur : 14
Alam kultivasi : Beyond mortal (Akupunktur 3)
Pekerjaan : Soul sword cultivator
Crest : belum memiliki
...
Metode budidaya :
> Fisik :
- One with sword
> Mental :
- Heart of sword
- Mind of sword
> Ki :
________________________________
Saat ini melihat Liliac dan Anita sedang menikmati suasana berendam, dan Elisa dia nampak sedang melihat status secara antar muka.
'Berapa poin sistemku Harun?' tanya Elisa secara telepati.
Ding!
[50.000 poin sistem!]
'Pointku cepat sekali menipis, tetapi Harun apa itu job pembudidaya pedang jiwa?'
[Itu adalah job yang di dapat karena Elisa sangat khusus berlatih pedang.]
[Itu juga karena Elisa melatih Mind of sword.]
'Jadi begitu.'
'Harun boleh aku bertanya soal kultivasi. Aku ingin tahu apa ada cara selain memakan pill ki dan darah?' kembali Elisa bertanya secara telepati.
[Tentu saja ada!]
[Bahkan walaupun tanpa harus memakan pill ki dan darah.
[Namun latihan akan menjadi sangat lambat, jadi aku tidak meyarankan melakukan hal tersebut.]
__ADS_1
'Jadi begitu, lalu apa caranya lainnya?'
Elisa benar-benar tertarik ingin meningkatkan stage kultivasinya, padahal aku ingat sudah memberitahukan. Lakukan kultivasi dengan perlahan namun pasti.
[Elisa Anda bisa memakan sesuatu hal yang mengandung darah dan ki pada suatu makanan atau sejenisnya.
[Itu tersedia di toko, walaupun memiliki harga sangat mahal. Namun itu mengandung lebih banyak ki dan darah.]
"Kak Eli, ayo kemari jangan melamun biarkan aku menggosok punggungmu!" kata Anita dia melihat Elisa menatap kosong ke udara.
"Baik! Tunggu sebentar!" jawab Elisa.
Elisa menghampiri Anita, dia membiarkan menggosok punggungnya. Anita yang melihat itu terkejut, karena kulit Elisa begitu indah halus seperti sutra yang terawat dengan baik, itu tidak terlihat seperti dia seorang kesatria yang sering bertempur.
Ataupun gelandang yang sering mengorek sampah untuk makan sehari-hari.
"Kakak, apa seorang bangsawan dari jauh? atau bangsawan lengser dan menjadi kesatria wanita untuk nafkah?" tanya Anita.
Gadis ini dengan polos bertanya soal Elisa bukan karena ejekan tetapi rasa penasaran, jadi aku tidak masalah untuk hal ini.
"Bukan! Aku ini kalau kalian boleh tahu hanya gelandang saja, ini sudah berlalu selama 7 tahun mungkin?" kata Elisa menggunakan nada bicara biasa saja.
"Apa! bukan? kok gitu? Wanita manapun bakal iri dengan kulit indah kak Eli, terlebih untuk seorang bangsawan seperti aku!" kata Anita nampak begitu terkejut.
Setelah itu mata Anita menatap Elisa dengan panas, seperti dia sedikit iri dengan kulit Elisa yang begitu cantik.
'Harun apa kamu bisa pilihkan ramuan? Yang cocok untuk mandi. Karena entah kenapa aku merasa tatapan tajam dia seperti iri gitu.' kata Elisa dalam pikiran.
Ding!
Memberikan item terkait!]
________________________________
> 1000 flower
Harga : 10.000 poin sistem.
________________________________
Setelah melihat deskripsi sebentar, segera Elisa membeli item tersebut. Kemudian dia mengeluarkan dari inventori, setelahnya dia menuangkan cairan itu.
Botol cairan terbuat dari batu giok, dan warna cairannya merah muda yang terang. Sekejap wangi semerbak menyeluruh tempat kolam pemandian, Anita dan Lili terpesona dengan wangi ini.
"Kak, ini wanginya!" kata mereka berdua begitu terkejut.
"Ini untuk kamu Anita, aku merasa bahwa kamu pasti akan suka." Elisa dia mengelus kepala Anita dengan lembut.
Setelah semua itu, kembali Elisa agak jauh dari Anita dan Lili karena mereka asik sendiri dengan mandi mereka. Untuk Elisa sekarang dia ada di pojokan kolam, menyendiri sambil melihat layar sistem.
'Harun, menurut mu berapa lama waktu yang ku butuh agar One with sword meningkat dan kapan sakit kepala ku pulih!" kata Elisa.
Eh? Aku kira Elisa tidak sabar menaikan Stage kultivasi karena penasaran, ternyata tidak dia begitu karena sakit kepala. Namun kenapa dia selalu memasang wajah biasa saja, ini membuatku penasaran sebaiknya kutanya.
[Dengan kecepatan latihanmu itu bisa terjadi secepatnya, tetapi Elisa kamu sakit kepala? kenapa terlihat biasa saja selama ini?]
'Oh! dulu saat aku masih di panti asuhan dan di jalan kepalaku sering berdarah karena terbentur, entah karena di siksa atau kecelakaan.' jelas Elisa.
[Maaf bertanya begitu.]
'Tidak masalah, itu kan hanya masa lalu!'
Elisa nampak tersenyum kepadaku. Dan aku tidak menyangka dia terlihat biasa saja saat mengalami kelebihan energi mental, karena dari kecil sudah mengembangkan resistensi terhadap sakit. Tetapi soal kepalannya, apa dia tidak mengalami geger otak?
"Kak Eli, kita sudah terlalu lama berendam sebaiknya ayo keluar. kalau tidak kita akan dehidrasi, walaupun agak sayang dengan wangi kolam." kata Anita.
Setelah mandi berendam di air hangat cukup lama akhirnya mereka keluar segera berganti pakaian, Elisa mengganti pakaiannya sendiri dia memilih baju terusan lain.
__ADS_1
Baju itu berwarna putih tanpa motif namun terlihat sangat cantik, ini sudah di siapkan maid sebelumnya.
Liliac juga memakainya sendiri dia memakai baju terusan hitam tanpa motif dengan pita di kerahnya.
Untuk Anita yang bangsawan, dia di mau tidak mau di bantu memakai pakaiannya oleh maid. Gadis kecil ini memakai baju terusan putih terbuat dari bahan sutra.
Tidak lama mereka keluar kamar mandi. Setelah itu melihat mereka berjalan menuju ruang makan, sepertinya mereka ingin kembali makan bersama. Melihat mereka aku merasa Elisa, Liliac, dan seluruh keluarga Count seperti keluarga harmoni.
Tiba di sana, ada sedikit kegemparan karena harum tubuh Anita dan Lili setelah mandi bersama sangat begitu mempesona.
"Kalian bagaimana bisa memiliki tubuh yang sangat harum?" tanya Karin.
"Ini karena kak Eli menuangkan sesuatu yang ajaib!" balas Anita.
Elisa segera sadar dari maksud percakapan ini, dia kembali membeli 1000 flower. Setelah itu memberikannya ke Karin.
Anita melihat botol giok yang sama tidak bisa menahan membuka mulutnya seraya berkata, "Ah, itu isinya cairan ajaib itu!"
Mendengar anak perempuannya mengatakan itu, nampak senyum hangat terlukis di wajah Karin. Dia menerima botol berisi cairan 1000 flower dari tangan Elisa seraya berkata, "Ini aku ucapkan terimakasih."
...
Hari berjalan begitu cepat tidak terasa sudah malam, saat ini aku melihat Elisa duduk di atas kasur sambil bersila, benar Elisa yang cantik sedang melakukan Kultivasi.
Melihat dari keseriusannya, sepertinya dia ingin menerobos Akupuntur selanjutnya. Semoga berhasil, namun di samping Elisa kultivasi aku dengan rajin kembali melihat lihat barang di toko.
Aku melakukan itu untuk persiapan Elisa di Tribulation thunder nanti saat kenaikan stage. Aku mencari beberapa perlengkapan memiliki harga murah, namun terbaik.
Memang poin sistem miliknya saat ini belum mencukupi, tetapi bukankah tidak ada salah mempersiapkan.
Saat aku serius mencari barang di toko. Aku mendapatkan respon dari status Elisa sudah tembus akupuntur ke empat.
[Elisa selamat anda telah mencapai Stage pertama akupuntur ke empat.]
[Sekarang kemampuan fisik mu meningkat sedikit menjadi 1.800 kilo setiap pukulan.]
"Iya! Terimakasih ucapan nya Harun!"
Tetapi artinya sekarang aku harus berhenti sementara, dan membeli peralatan untuk Tribulation thunder nanti."
Aku senang mendengar Elisa mengingat perkataanku, dan karena sekarang masih malam apa yang ingin di lakukan Elisa.
Elisa mengambil pedang frost flower dekat dengan kasur, dia kemudian mengeluarkan dari sarungnya. Karena ruangan Elisa tidur cukup luas, dia berpikir mau latihan.
Slash!
Whos!
Karena kejeniusan potensi berpedang Elisa, tanpa sengaja ya hampir mencapai tahap pertama. Ledakan energi kehendak terjadi bersamaan dengan satu tebasan nya, hal itu juga membuat beberapa perabotan terpotong menjadi dua.
Elisa menjadi terkejut karena yang dia lakukan, dia melihat layar biru dengan mata berkaca kaca seperti hampir mau nangis.
"Harun! tolong bantu aku. "
Aku menghela nafas sebentar.
Kemudian menyarankan talisman kontruksi seharga 10.000 poin sistem. Ini memiliki efek dapat memperbaiki perabotan yang rusak.
Elisa membelinya dan segera menggunakan jimat tersebut. Hal itu membuat beberapa barang di ruangan kembali seperti baru.
Tok...Tok... Tok.
Tak lama suara ketukan pintu terdengar.
Begitu membukanya, nampak seorang prajurit count sedang dalam tugas jaga malam. Dia mengecek kamar Elisa, karena mendengar suara aneh dari sana.
Tapi begitu masuk melihat untuk mengecek. Dia bingung karena kamar tidak berubah, dan tidak ada yang rusak. Walaupun terdengar suara barang rusak.
__ADS_1
Segera prajurit meminta maaf, dan kemudian pergi karena kesalahannya.