
Di dalam hutan, tepatnya di depan goa dungeon yang di sekitarnya terdapat banyak mayat Goblin terpotong. Dari semua itu tampak Elisa sekarang begitu kelelahan secara mental, untung saja energi mental Elisa sudah berkembang sebelumnya, bila tidak aku takut dia sudah pingsan sejak tadi.
Sekarang Elisa masih berdiri menggunakan pedangnya untuk menyangga tubuhnya agar tidak jatuh. Kondisi fisiknya memang sudah pulih, karena memakan pill recover. Namun, kelelahan mentalnya sulit untuk pulih dan juga goblin yang terus berdatangan menjadi semakin kuat.
"Harun! berapa poin sistem yang aku punya, apa kamu memiliki barang yang dapat di gunakan untuk kondisi aku yang sekarang? Kalau iya tolong beli itu sekarang! aku merasa akan roboh. Namun, mereka sepertinya akan terus berdatangan!"
[Anda sebelum nya membunuh 50 Goblin dengan Crest level 2 mendapat 100.520 Poin sistem.]
[Untuk keadaan sekarang Elisa dapat membeli jimat yang dapat memanggil roh kultivator stage ke lima, untuk bertempur selama 5 menit seharga 50.000 Poin sistem, Apa anda akan membeli nya?]
Sebenarnya selain barang itu Elisa bisa memakai gerakan pertama Heart of sword. Namun, kondisi mental begitu lelah aku tidak menyarankan nya.
karena hanya memiliki 1 gambaran pedang mental sangat berisiko bila Elisa gunakan sekarang, menggunakan itu dapat membuat langsung pingsan. Membutuhkan dua gambaran mental pedang, agar salah satunya menjaga mental dan satunya di gunakan untuk menyerang.
"Baiklah! beli itu!"
Sebuah kertas berwarna kuning dengan rune unik tergambar di sana, muncul di tangan Elisa. Setelah itu Elisa mengangkat tangan sambil memegang talisman, memanggil roh kultivator alam ke lime untuk bertarung.
Boom!
Sebuah ledakan energi yang besar muncul, bersamaan dengan kilatan cahaya. Setelah menyaksikan kejadian itu hadapannya, Elisa terjatuh tidak sadarkan diri. Aku tidak terlalu mempermasalahkannya, karena roh kultivator alam ke lima sangatlah kuat.
Roh itu berwujud seorang pria muda tampan, dengan rambut hitam panjang tergerai tetapi tampak seperti air terjun. Walaupun roh itu seorang pria dia cukup cantik, sebenarnya penampilan androgini adalah sebutan yang sangat cocok.
Roh itu menggunakan jubah tradisional hanfu, berwarna putih. Dan sebuah pedang berbilah gelap di tangannya, tanpa ada sarungnya.
Walaupun Elisa sudah tidak sadarkan diri, roh itu tahu apa tugasnya. Karena roh kultivator yang telah di panggil Elisa akan merespon kehendaknya. Jadi tidak perlu memberikan perintah dengan kata kata.
Roh kultivator itu melihat dungeon dengan Goblin yang berlarian keluar, dia mengangkat pedangnya. Kemudian melakukan satu kali ayunan ringan, pedang di tangannya.
Slash!
Energi Ki pedang yang mengerikan keluar berbentuk bulan sabit, seketika melibas dan meratakan semua goblin yang keluar dari goa dungeon. Bahkan bukan hanya goblin, tetapi dungeon juga langsung rata menjadi tanah.
[Membunuh 500 Goblin dengan Crest level 2]
[Membunuh dungeon boss dengan Crest menengah level 5]
[Menghancurkan inti dungeon tingkat C. ]
__ADS_1
[Mendapatkan total 1.135.520 poin sistem.]
Aku melihat Roh kultivator itu tanpa berkata apapun, karena terkejut melihat roh kultivator tingkat ke lima itu dengan mudah menghabisi semua goblin. Lebih tepatnya membinasakan semua yang ada di hadapannya, dalam sekali serangan saja.
Aku tidak menyangka kultivator alam ke lima benar-benar sangat mengerikan. Kekuatan tempur kultivator alam ke lima memang luar biasa. Namun, aku ingat tidak seperti ini! kenapa kekuatan penghancurnya sangat tidak normal.
Seharusnya tebasan ringan tidak memiliki kekuatan penghancur seperti itu. Apa benar dia roh kultivator alam ke lima? dan juga menurut data kudapat dungeon rank C tidak serapuh itu. Yang lebih penting saat break terjadi dungeon menjadi berbahaya untuk di jelajahi, ini benar benar membingungkan.
Sepertinya aku harus cari tahu kenapa bisa begitu. Karena durasi jimat masih banyak, roh kultivator mendekati Elisa. Hei! apa yang mau dia lakukan? Tidak mungkinkan kultivator ini lolicon bukan? Tetapi serius apa yang mau di lakukan.
Roh kultivator menggendong Elisa, kemudian menyandarkan di sebuah pohon kebetulan tidak terlalu jauh.
Entah kenapa aku merasa Roh kultivator itu sepertinya perhatian kepada Elisa, apa dia punya hubungan tertentu? Tetapi apa?
Sangat mustahil Elisa adalah kekasih roh kultivator yang bereinkarnasi, roh kultivator itu telah mencarinya ke seluruh dunia. Namun tidak menemukannya, hingga dia kehabisan energi spiritual dan akhirnya menghilang.
Setelah menyadarkannya tubuh Elisa, roh kultivator memandangi Elisa sebentar, aku sungguh penasaran apa yang terjadi?
Kemudian roh kultivator itu menaruh jarinya di kening Elisa, tiba-tiba sebuah cahaya emas berbentuk pedang muncul di kening Elisa.
Namun, tepat saat itu sebuah suara langkah kaki dan suara yang aku kenal dari kejauhan terdengar, itu adalah Lili yang baru datang dengan membawa bantuan.
Terlihat beberapa orang memakai baju armor, tetapi beberapa dari mereka hanya memakai baju kain tebal. Mereka telah datang sambil mengigil kedinginan.
Begitu sampai di lokasi, mereka terkejut saat melihat dungeon menjadi rata dan berserakan mayat goblin. Di sana Lili dengan rasa cemas, melirik ke sekitar tempat mencari Elisa.
"Dimana kakak!"
Mereka menyadari melihat Elisa berbeda di bawah pohon, segera mendekatnya. Tetapi begitu melihat ada orang lain di sebelah Elisa, mereka sangat terkejut. Orang itu adalah roh kultivator yang Elisa panggil, hal ini membuat mereka tertarik. Namun, begitu salah seorang penyihir mendekatinya tiba-tiba saja penyihir itu terjatuh lemas.
Tentu saja, seorang penyihir sangat sensitif dengan aliran sihir si sekitar. Energi sihir ini hampir mirip dengan Ki sejati kultivator, tetapi lebih murni dan unik.
"Kakak!" Ucap Liliac melihat kakaknya sedang berada di depan Roh kultivator tersebut.
Liliac keliatannya tidak merasa ketakutan, walaupun sepertinya memiliki sensitivitas terhadap sihir sangat tinggi. Gadis vampir itu
berlari mendekat Elisa tidak peduli dengan roh kultivator. Melihat Lili berlari mendekati mereka, roh kultivator tersenyum kemudian menghilang karena durasi telah habis.
Aku penasaran kenapa dia tersenyum, tidak mungkin roh kultivator seorang lolicon. Iya itu sangat mustahil, karena roh kultivator yang di panggil menggunakan talisman tidur memiliki emosi apapun. Mereka seperti robot.
__ADS_1
Yah, dari semua itu. Aku tidak memiliki firasat buruk padanya, dan sekarang Elisa memiliki beberapa hal merepotkan dan sebuah berita baik.
Pertama adalah hal merepotkan, karena Elisa harus menjelaskan situasi ini. Tidak masalah aku sudah memikirkan cara, kedua berita baik yaitu Elisa mendapat poin sistem 1.135.520 poin sistem.
Sekarang Elisa tidak sadarkan diri, dan dia di periksa oleh seseorang Priest. Dan Priest itu memiliki level tinggi, karena aku melirik di punggung tangannya dia memiliki Crest level lima.
Setelah beberapa saat Priest memeriksa, tidak ada kesalahan apapun di tubuh Elisa. Karena Elisa hanya pingsan, kelelahan terlalu banyak bertarung.
Tidak lama kemudian mata Elisa berkedut sepertinya dia mulai sadar. Lili menyadari Elisa sadar segera memeluknya dengan erat.
Kakak!"
krek
"Lili, sakit. Tulang rusuk kakak remuk!"
"Hiks! Kakak, aku takut kamu mati. Kalau ada pertempuran di masa depan, serahkan saja padaku!" kata Lili dia masih memeluk Elisa.
Hei! Lili bila kamu melakukan itu, Elisa bisa mati di peluk oleh kamu. Dari pada mati oleh kawanan goblin, walaupun aku mengatakan itu, dia tidak akan dengar.
Tetapi tetap saja, aku berterima kasih. Karena kamu sayang pada Elisa. Walaupun kamu masih kecil.
Sesaat kemudian, Elisa di datangi oleh seorang pria berambut merah, memakai baju armor besi dan membawa pedang besar di punggungnya. Sebelumnya, aku melihat dia bersama semua orang melakukan diskusi.
Aku sempat mencuri dengar tentang memang terjadi Dungeon muncul tiba-tiba, tidak segera ditangani akhirnya terjadi break.
Orang yang menghampiri Elisa, bertanya soal kondisi dan beberapa hal lainnya. Kemudian dia bertanya to the poin, yaitu soal apakah Elisa kenal dengan pria berbaju putih.
Elisa melirik layar biru sistem diam diam, dia bertanya kepadaku. Tentu saja aku sudah mempersiapkan seribu jawaban, bila semua itu memang perlu.
'Harun... ' tanya Elisa dalam pikiran.
[Katakan saja kamu tidak mengenalinya.]
[Pria itu datang saat kamu mulai kehilangan kesadaran, dan pingsan.]
Setelah Elisa memberikan jawaban yang aku berikan. Orang itu tidak bertanya lebih banyak, memilih memberikan perintah ke beberapa orang untuk mengantarkan Elisa kembali ke kota untuk pemilihan.
Sisanya dari mereka, mengambil semua batu sihir dan membersihkan semua mayat goblin yang berserakan.
__ADS_1