Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Feng tian


__ADS_3

Terlihat Liliac memegangi kaki Elisa hingga sulit berdiri dengan benar, dia menangis karena malu yang di rasakan. "Kakak tolong maafkan aku! ini salah dia!" Liliac merujuk kepribadian vampir.


Elisa terlihat hampir mau terjatuh karena apa yang di lakukan Liliac. "Iya aku paham tolong lepasin, aku sulit berdiri Lili."


Mendengar itu Liliac melepaskan kakinya Elisa dan dengan wajahnya penuh air mata dan sedikit merah karena malu. "Benarkah?"


Elisa menghela nafas kemudian membantu Liliac berdiri, setelah itu dia dengan jarinya menyapu air mata Liliac. "Benar Lili, kakak tidak menyalahkan mu, sudah lah jangan menangis!"


Setelah mendengar perkataan Elisa, Liliac kembali tersenyum ceria. "Baiklah kakak!" Kata Liliac.


"Permisi maaf, kalau di perbolehkan apa bisa beritahu kami apa yang terjadi?" Kata Leticia sebagai perwakilan.


Benar juga karena melihat drama Liliac dan Elisa aku hampir melupakan mereka, tapi yang jelas setelah mengatakan hal tersebut Liliac menjelaskan keadaan nya yang terjadi.


Seketika wajah mereka yang mendengar itu takjub segera membungkukkan tubuh nya seperti seseorang melihat rajanya, ya mau bagaimana lagi aku baru mendapatkan informasi dari Multi tasking Crest Lord of Vampir lebih dari kelas dengan Demon lord bahkan bisa di katakan leluhur vampir.


Itu sudah cukup bisa di katakan Liliac raja ke dua mereka selain Demon lord, dan tentu saja mereka harus tunduk di hadapan nya tidak terkecuali semua ras Demon.


"Aduh, kalian tolong hentikan aku malu! jangan menganggap aku sebagai ratu atau permaisuri semacamnya!" Kata Liliac.


"Itu tidak boleh yang mulia! kamu di atas kami maaf karena tidak sadar dengan anda!" Jawab Leticia.


"Ayolah! aku ini bukan murni vampir, tidak seharusnya kalian melakukan hal ini, tolong dengarkan!" Bentak Liliac.


"Yang mulia hanya dengan Crest lord of vampir itu sudah cukup untuk kamu memerintah kami!" Kata mereka serempak.


Melihat keras kepala mereka Liliac dengan pasrah seperti mau nangis melihat ke arah Elisa. "Kakak! tolong."


Mendengar Liliac memelas Elisa menggeleng kan kepala kemudian menghela nafas. 'Harun, punya ide aku tidak dapat memikirkan apapun saat ini.' Tanya Elisa dalam pikiran.


Melihat kelakuan mereka aku menghela nafas, dari Liliac bertanya ke Elisa dan di lanjutkan bertanya ke pada aku. Terlebih untuk Elisa sebelum nya aku kira dia punya rencana ternyata tidak, padahal gaya dia tadi sangat keren.


"Kalian maaf aku ingin tanya, apa kalian akan ikut aku atau ada yang akan kalian lakukan setelah ini?" Tanya Harun.

__ADS_1


Mendengar aku mereka saling memandang, selain itu mereka juga terlihat berdiskusi sebentar dan tidak lama Leticia menelan ludah dan membungkuk kan tubuh nya. "Maaf kami tidak dapat ikut kalian kami memiliki tujuan! yaitu setelah berhasil keluar kami berniat kembali ke benua asal kami!" Jawab Leticia.


'Bagaimana Elisa? kalo mau kamu bisa menolong mereka mengantarkan mereka pulang!' Kata Harun dalam pikiran.


'Aku ingin membatu tapi membawa mereka dengan kultivasi aku saat ini, dan kondisi aku saat ini sepertinya tidak memungkinkan.' Kata Elisa dengan wajah sedih.


Mendengar itu aku menghela nafas. 'Memang benar kultivasi mu saat ini belum bisa terbang tapi aku memiliki beberapa cara Elisa, pertama kamu dapat meluaskan ruang di Mutiara langit setelah itu terbang bersama Liliac melintasi benua.'


Kemudian yang kedua Kamu dapat membeli sebuah item penerbangan, itu tidak terkait pada level untuk dapat di gunakan, hanya saja agak boros spiritual stone saat digunakan karena kamu belum memiliki Ki sejati yang cukup untuk mengisi daya terbang nya!'


'Tapi bila kamu membeli item spirit veins itu dapat menggantikan pemborosan Spiritual stone, untuk item penerbangan harganya 2.500.000 Poin sistem dan untuk spirit Veins harga nya 3.000.000 Poin sistem.' Jelas Harun dalam pikiran.


Mendengar aku Elisa menjadi terlihat senang. 'Jadi apa item nya? walaupun mahal seperti nya Poin sistem aku banyak!'


'Benar Poin sistem milik mu sebanyak 78.000.000 Poin sistem! dan untuk item terbang nya bisa kamu bisa mencari di shop, klik simbol lingkaran dan garis terus pakai kata Feng tian di sana banyak pilihan! kalau item spirit veins hanya 1 saja.' Jawab Harun.


Karena perkataan aku, Elisa pun mencari hal yang aku maksud di shop dia agak terlihat bingung namun tidak lama dia berhasil mempelajari nya, sebelum nya dia tidak tahu ada menu pencarian, maaf baru mengatakan nya Elisa aku pikir kamu tahu hanya saja enggan menggunakan nya.


Yah, kalau di ingat sih Elisa hanya scroll saja di shop untuk melihat lihat, dan membeli atau meminta aku langsung mencari item yang di maksud, entah itu salah siapa aku atau Elisa tapi sekarang tidak penting.


'Kenapa kamu ragu Elisa?' Tanya Harun.


Mendengar perkataan aku Elisa menatap ku dengan serius. 'Kalau aku membeli ini bagaimana cara menyimpan nya? dan terlebih bila dapat menampung 7 orang sebesar apa item ini?' Jawab Elisa.


Ah ternyata bertanya soal seperti itu, kayaknya Elisa takut menarik perhatian. Yah aku senang Elisa memiliki kesadaran sederhana dan merendah, tapi kalau masalah itu seharusnya item ini solusi nya.


Aku pun memilih kan item yang sesuai dengan kriteria Elisa, dan Elisa dengan senang membeli item tersebut.


Boom!


Seketika setelah Elisa membeli item tersebut, sebuah kapal perang sepanjang 100 meter dan lebar 60 meter berbahan kayu dengan hiasan Phoenix di haluan kemudian 2 layar lebar yang mirip sayap di sisi bawah kanan dan kiri, kapal memiliki 2 buah meriam tembak di bawah hiasan Phoenix, kemudian 4 meriam kanan dan kiri serta 2 meriam belakang.


Selain itu kapal tersebut muncul melayang di langit dan mereka yang menyaksikan nya benar-benar terkejut, serius bila aku memiliki fungsi poin emosi mungkin Elisa akan sangat panen.

__ADS_1


"Itu kapal? kenapa terbang di langit!" Kata Leticia.


Melihat kejadian tersebut Liliac langsung melihat ke arah Elisa, dia sepertinya paham itu kemampuan Elisa. "Kakak! apa ini perbuatan mu?" Tanya Liliac.


"Itu benar aku, tapi aku tidak menyangka benda ini akan sebesar ini!" Jawab Elisa dengan heran.


Karena kapal feng tian produk sistem tentu saja Elisa dapat melihat nya, tapi gadis ini melah melihat nya dengan heran sepertinya mental Elisa sebagai kultivator benar-benar sudah tumbuh.


Elisa kapal ini tidak lama melayang di langit sebaiknya ayo masukan Spirit Veins ke inti formasi di dalam kapal, aku bantu ke sana!" Kata Harun.


"Oke tolong bantuan nya Harun!" Jawab Elisa.


Aku menggendong Elisa seperti putri dan melompat ke arah kapal, Liliac yang melihat ikut melompat juga dan untuk mereka yang melihat nya hendak naik ikut dengan Liliac tapi mereka merasa ragu, jadi hanya melihat Elisa aku dan Liliac naik ke kapal.


"Yang mulia tolong hati hari!" Teriak para Demon.


Mendengar itu Liliac memerah karena malu. "Tolong jangan panggil aku begitu!"


Tidak lama kami bertiga menginjakkan kaki di kapal feng tian dan aku segera membawa Elisa dan Liliac ke pusat formasi pengendali yang terletak di dalam dek kapal.


...


Tidak lama akhirnya kami sampai di pusat formasi kapal feng tian, di sana terdapat lingkaran formasi rune memenuhi lantai segera aku menurunkan Elisa dari gendongan menaruh Spirit Veins di tengah formasi menghidupkan kapal Feng tian.


Karena hal tersebut rune dan formasi bercahaya emas dan Liliac yang melihat takjub. "Wuah! kakak kemampuan mu sangat menakjubkan! aku dari luar sampai sini tidak berhenti kagum!" Kata Liliac.


"Apa sekarang Feng tian dapat beroperasi dengan baik?" Kata Elisa.


"Tentu saja Elisa." Jawab Harun.


Setelah mengatakan hal tersebut, aku meminta Liliac membawa mereka ke kapal dan berkumpul di geladak utama karena ada yang ingin akun katakan termasuk Elisa dan Liliac.


Tidak lama Liliac membawa ke 5 demon ke geladak mereka tampak berkumpul dengan tertib, melihat itu aku langsung mengatakan apa yang aku katakan.

__ADS_1


Pertama aku bertanya di mana spesifik tempat tinggal mereka sebelum nya, mereka menjawab di sebrang benua manusia bila berlayar menuju matahari terbit akan ada daratan tempat dimana Demon tinggal.


Sebenarnya aku sudah tahu itu sih, aku melakukan itu cuma basa basi ringan saja. Tapi setelah mengatakan hal tersebut, aku pun berangkat menuju benua dimana Demon tinggal.


__ADS_2