
"Kakak, kamu hebat sekali. Apa kamu seorang petualangan atau putri bangsawan keluarga kesatria?" tanya kembar laki-laki.
"Eh? bukan, Aku kultivator!"
"Petani? apa maksud nya?" mereka dengan ekspresi Bingung.
[Elisa, mereka tidak tahu kultivator.]
[Pada dasarnya tidak ada yang namanya kultivator di dunia ini, hanya kamu seorang.]
'Lalu aku harus apa Harun?' tanya Elisa kepada aku.
[Pakai saja julukan kesatria!]
'Baik!' Elisa dengan mengangguk.
"Ya, aku seorang kesatria!" kata Elisa pada kembar.
Setelah mengatakan itu. Aku melihat Elisa pergi ke semak-semak menghampiri tempat. Lili bersembunyi dia hendak menjemputnya. Tentu saja hal ini hanya aku yang tahu, untuk kembar dan Erik mereka terlihat bingung.
"Nona dan Tuan muda, tolong jangan keluar terburu-buru. Dan maaf tunggu Nona yang membantuku ini siapa namanya?" tanya Erik dari kejauhan.
"Elisa, Seorang Ku! Bukan, seorang kesatria!" jawab Elisa.
"Lalu boleh tahu apa tujuan Anda?" kata Erik dengan nada curiga.
"Hanya memanggil adikku dia bersembunyi di sana!" seraya Elisa sambil berjalan ke arah semak-semak. "Lili, ayo keluar mereka tidak jahat!" teriak Elisa.
Setelah Elisa mengatakan itu, Aku melihat Lili keluar dari persembunyian namun memakai tudung pada jubahnya. Selain itu Aku lihat dia menutupi salah satu matanya dengan rambut poni depan, itu hanya memperlihatkan warna pupil mata biru.
Liliac mendatangi Elisa, kemudian menaruh kedua tangan menyilang di dadanya seraya berkata, "Kakak, tolong jangan gegabah!"
"Kamu tidak bilang juga Aku tahu mereka tidak jahat, ini bukan karena Aku khawatir karena kamu oke!" bentak Lili
Sepertinya Vampir kecil kita mencemaskan Elisa kakaknya, sangat lucu melihatnya mirip tipikal adik perempuan Tsundere.
Tetapi kamu jangan cemas Lili karena Elisa yang memiliki aku, dia tidak selemah itu dan akan terus menjadi lebih kuat.
Bahkan bila nanti segel budak kamu di lepas, jelas kamu tidak punya kesempatan melawan Elisa.Jadi jangan terlalu khawatir.
"Adikmu sudah keluar, jadi maaf bila lancang bertanya sekarang apa tujuan kamu?" tanya Erik dia masih curiga.
Melihat manusia bernama Erik masih curiga dengan tujuan Elisa, ini memang normal dia sepertinya takut Elisa memiliki niat buruk.
Padahal, niat Elisa cuma ingin menolong dan mendapatkan beberapa poin sistem.
"Kota terdekat!" balas Lili. "Apa kamu tahu dimana kota terdekat?" kata Lili sekarang dia yang bertanya.
Aku paham dia menanyakan arah karena tahu Elisa buta dan tidak bisa membaca peta atau arah, kerja bagus Lili kamu berhasil menjadi mata kedua kakakmu.
"Kota terdekat di sini memakan waktu 1 hari perjalanan dan itu tujuan kami, apa kalian ingin ikut bersama kami?" jawab kembar perempuan.
"Ah! benar maaf tidak sopan!" kata kembar perempuan terkejut dan menaruh telapak tangan di mulutnya.
__ADS_1
Setelah itu, Aku lihat dia sedikit menundukkan tubuhnya sambil mengangkat rok sedikit ke atas seraya berkata, "Namaku Anita Berlan."
Melihat saudari melakukan perkenalkan pada dirinya, dia menaruh tangan kanannya di dada kirinya dan sedikit menunduk seraya berkata, "Nama saya Asta Berlan!"
Setelah itu kedua anak kembar melihat Erik dengan tatapan mata tajam, tentu saja hal ini membuat Erik tertekan. Jadi dia juga terpaksa melakukan formalitas perkenalkan.
"Nama saya adalah Erik, seorang kesatria penjaga Count Berlan." kata dia dengan nada rendah penuh rasa tertekan.
'Harun, mereka bangsawan menurut kamu bagaimana tawaran mereka?' tanya Elisa dalam pikiran.
[Tawaran mereka tidak buruk, sepertinya mereka juga ingin kamu bersama sebagai pelindung.]
[Bila Melihat sekitar penjaga mereka sudah pada tewas, dan ini masih di daerah hutan Itu cukup berbahaya bagi mereka.]
'Mm, makasih Harun.'
"Ya, aku ikut kalian!" ucap Elisa.
Mendengar saran notifikasi, Elisa menerima tawaran mereka. Sekarang Erik memindahkan dan mengubur para prajurit bangsawan yang gugur sebelumnya.
Untuk kembar mereka tidak membantu Erik, mereka mengajak Elisa dan Lili ke dalam kereta kuda. Tentu saja Elisa yang memang gadis baik hati menolak ikut, dia berinisiatif membantu pekerjaan Erik.
Dan hal itu membuat Lili, Asta, dan Anita yang berada dalam kereta kuda. Ada alasan kenapa Lili tidak ikut membantu Elisa, karena di sana banyak darah dia bisa saja lapar.
"Biarkan aku bantu Erik." kata Elisa meminta izin pada Erik.
"Terimakasih Nona Elisa, aku merasa terbantu karena kamu dan maaf merepotkan." balasan Erik dengan wajah sedikit tertekan.
Namun sebelum mengubur mereka, terlihat Erik mengambil kalung seperti dog tag. Aku menduga itu sebagai tanda pengenal para prajurit bangsawan, karena di sana ada ukiran nama berbeda.
***
Karena saling membantu, sesi penguburan selesai lebih awal sebelum malam. Sekarang nampak Erik mendoakan mereka, setelah itu dia pergi ke sekitar mengumpulkan beberapa ranting pohon.
Setelah ranting yang di kumpulkan dirasa cukup, dia mengumpulkan di satu tempat dan lalu membakarnya dengan sihir api tingkat rendah. Kemudian setelah itu langit lambat laun sudah menjadi lebih gelap, di sana Erik dan Elisa berada di luar kereta kuda.
Mereka duduk di depan api unggun dengan memakai selimut hangat pada tubuh mereka, Erik juga menawarkan air hangat miliknya pada Elisa.
"Nona Elisa, kenapa anda tidak masuk saja ke kereta kuda? Di sini sangat dingin tidak baik untuk kesehatan kamu."
"Ditambah kamu adalah penyelamat kami, tentu saja Aku tidak bisa membiarkan kamu begini." kata Erik menatap Elisa.
Erik, Aku lihat dia merasa tertekan karena Elisa penyelamat dia dan orang yang dia layani harus berada di luar, seharusnya Elisa bisa masuk ke dalam kereta kuda karena di dalam masih muat satu orang lagi.
"Itu tidak apa-apa, biarkan Lili di dalam tidak baik untuk aku yang sebelumnya menyentuh mayat ikut masuk." balas Elisa.
"Baiklah bila kamu tidak keberatan." kata Erik dia berdiri dari tempatnya.
Setelah berdiri dia melepaskan kain hangat yang menutupi tubuhnya, setelah itu pergi ke arah Elisa dan memberikan kain hangat itu padanya seraya berkata, "Tolong di terima kain hangat ini, Aku benar-benar tidak bisa membiarkan penyelamat kami begini."
Mendapatkan kain hangat dari Erik sesaat Elisa agak terkejut kemudian dia melempar senyum cantik seraya berkata, "Baiklah, jika itu membuat kamu lebih baik akan Aku terima pemberian dari kamu."
Erik yang melihat senyuman sangat cantik di wajah Elisa dia sedikit merah, pria dewasa itu Aku yakin terpesona oleh kecantikan Elisa.
__ADS_1
"Kakak, bisa aku minta buah beri yang dari hutan waktu itu?" kata Lili dia memakai kain selimut hangat.
Dari belakang Lili, Aku melihat kembar juga mengikutinya menghampiri Elisa bersama Erik di depan api unggun.
"Nona dan Tuan Muda, tolong jangan keluar kereta kuda. Dingin malam ini sangat ekstrim nanti kalian sakit." kata Erik dia khawatir.
"Tidak perlu khawatir Erik, kami kesini hanya sebentar dan kata Lili mereka memetik beri hutan yang rasanya manis jadi kami ingin mencobanya." balas Asta.
'Harun tolong pilihkan aku makanan murah namun sangat enak di toko, yang jelas sangat cocok untuk keadaan.' pinta Elisa kepada sistem.
[Sebaiknya ayam bakar minyak ginseng 100 tahun dan nasi roh, itu agak murah dan enak terlebih mengandung energi mental dan ki bagus juga untuk kamu.]
[Dan lebih penting, ini cocok untuk di santap saat dingin ekstrim.]
'Mm, beli itu!' kata Elisa dalam pikiran sambil mengangguk.
[Membeli 4 porsi ayam bakar minyak ginseng dan nasi roh.]
[Memotong 20.000 Poin sistem.]
Secara tiba-tiba 4 porsi makanan muncul dari udara terbuka. Lili, Erik, dan kembar terkejut dengan hal tersebut. Seketika bau kaya rasa semerbak muncul, dan itu membuat mereka langsung lapar.
Semua makanan itu muncul di atas piring dan melayang sesaat hingga akhirnya ada di hadapan mereka.
"Ini, sungguh menakjubkan jenis sihir macam apa ini!" kata Erik dan kembar terkejut.
"Kakakku hebat bukan?" kata Lili dia terlihat sombong pada kehebatan Elisa.
"Ya, kalian boleh memakannya!" kata Elisa dia sengaja mengabaikan Lili.
Mereka mencicipinya dan sekali lagi terkejut dengan rasanya, selain sangat enak tubuh mereka merasa penuh energi dan menjadi hangat.
***
Malam semakin gelap Lili dan kembar sudah tidur di dalam kereta kuda mereka, sekarang tersisa Erik dia nampak berjaga.
'Harun, Aku mau membeli 4 botol blood and ki pill" kata Elisa dalam pikiran.
[Membeli 4 botol Pill blood and ki pil.]
[Memotong 20.000 Poin sistem.]
[Elisa, kamu mau latihan di depan Erik yang. masih sadar kamu tidak masalah?]
[Aku lupa memberi tahu, kalau kamu sudah membuka 4 akupunktur segera membeli pill petir ungu, pill peri, jimat penangkal petir.]
[Nantinya, semua itu pasti akan berguna saat melewati tribulation thunder.]
'Soal Erik jangan khawatir, aku punya pikiran membuat dia pingsan. Kemudian untuk soal tribulation thunder akan aku ingat.' balas Elisa dalam pikiran.
Setelah mengatakan itu, dia mengambil baru kerikil kecil dari tanah. Kemudian melempar batu ke arah belakang, batu itu memantul di beberapa batang pohon hingga mengenai tulang belakang Erik dengan keras hingga dia pingsan.
Setelah itu, dia baru mulai melakukan latihan kultivasi dengan nyaman. Aku melihat yang Elisa lakukan saat melemparkan batu untuk membuat Erik pingsan memberikan 100 poin penilaian.
__ADS_1