
Aku melihat Elisa dan Leticia berjalan bersama, namun Elisa menghentikan langkah nya. Dia menepuk pundak Leticia, mendapat hal tersebut Leticia agak terkejut.
"Leticia apa ada yang mengganjal di pikiran mu? bila ada silakan katakan!" Tanya Elisa.
Terkejut Leticia melihat ke arah Elisa. "Eh apa aku terlihat begitu?"
"Aku tidak tahu kamu terlihat seperti apa, tapi yang jelas sepertinya kamu punya pertanyaan!" Jawab Elisa.
Mendengar hal tersebut Leticia tersenyum. "Apa maksud mengatakan hal tersebut memang kamu buta?" Ejek Leticia.
"Aku memang buta, apa masalah?" Jawab Elisa.
Mendengar nya Leticia merasa terkejut kemudian dan bersalah, dari awal dia tidak memiliki niat mengejek kekurangan Elisa hanya ingin merubah suasana. "Maaf aku tidak tahu!"
"Kamu berjalan tampa tongkat bisa dengan mudah menunjukkan jalan! dan lebih penting kamu dapat tahu aku berdiri." Leticia menundukkan kepala. "aku tidak bermaksud mengejek kekurangan mu!"
Mendapatkan jawaban tersebut Elisa tersenyum dengan cantik. "Aku maafkan bila kamu mau membicarakan apa yang dipikiran mu!"
Melihat hal tersebut Leticia dia terpesona dengan senyum Elisa, dia sedikit memerah di wajah. Leticia juga melihat Elisa tersenyum seperti melihat cahaya di dalam kegelapan.
Aku yang di sana Melihat itu berpikir mungkin sepertinya rute hidup Elisa akan banyak gadis yang berbelok, bagaimana cara mencegah nya? tidak yang benar sepertinya aku harus memperbaiki rute hidup nya.
Lalu untuk Elisa karena yang buta dia tidak tahu bagaimana ekspresi Leticia saat ini, Elisa menunggu jawaban Leticia namum karena tidak mendapat kan jawaban Elisa memanggilnya beberapa kali.
"Leticia?"
"Leticia?"
Tiba tiba Leticia tersadar. "Ah maaf melamun, aku hanya berpikir bagaimana cara mu membantai semua penjaga di tempat ini, dan bagaimana kamu tahu Adikmu datang apa mungkin kamu memiliki Crest unik?" Tanya Leticia.
'Harun bagaimana cara menjawab nya?' Tanya Elisa dalam pikiran.
[Elisa aku punya ide, izinkan aku menggunakan mode manusia dan biarkan aku mengambil alih pembicaraan, di tambah ke depan nya aku memiliki rencana.]
'Baik Izinkan!'
Seketika simbol pedang di kening Elisa bercahaya, di depan terlihat cahaya putih membetuk seseorang pria.
__ADS_1
Cahaya putih muncul tepat di dekat mereka, perlahan cahaya tersebut memudar memperlihatkan wujud seorang pria muda memakai jubah putih khas kultivator, dia memiliki berambut hitam panjang, dia juga memiliki wajah tampan.
Hal tersebut membuat Leticia terpesona dengan penampilan ku saat ini, aku menghela nafas dalam hati untung saja aku berhasil menghilang kan kemungkinan yang berbelok.
Menyodorkan tangan. "Namaku Harun senang bertemu dengan mu, aku adalah roh penjaga Elisa. Dan aku juga yang menyebabkan semua ini terjadi!" Harun mengenalkan dirinya.
Leticia memegang tangan Harun dengan malu. "Let- Leticia aku juga senang bertemu dengan mu!" Leticia dengan wajahnya memerah.
Setelah berkenalan Leticia dia sedikit mencuri pandang, dia bukan hanya melihat wajah tampan aku dia juga melihat kualitas energi dari tubuh ku.
Karena Leticia adalah keturunan Succubus yang menurut data aku cari, mereka sangat sensitif dengan energi sihir yang memang seperti aku katakan sihir dan ki sejati hampir mirip.
Atau mungkin sama karena Sihir juga dapat di bilang ki sejati yang telah di murnikan dan di serap oleh tubuh pembudidaya.
Tetapi dari semua itu aku beruntung wajah baruku di sini bisa membuat wanita baru tumbuh terpesona, bila tidak aku akan mencari beberapa cara lain yang sepertinya agak aneh.
Tapi dari semua ini sepertinya aku benar-benar paham apa maksud dari senyum diriku di masa depan kepada Liliac, sebenarnya dia merujuk ke arah aku di masa lalu agar terus mencari cara menghindari rute.
Mau bagaimana lagi aku tidak mau Elisa harem yuri atau pun reverse harem ataupun masuk harem, aku egois? ya memang apa masalah nya aku tidak peduli! tapi setelah berkenalan aku dan kedua gadis ini berjalan menuju pintu keluar fasilitas.
Setelah beberapa perjalanan tidak lama akhirnya kami sampai, di depan terlihat Liliac menunggu di pintu. "Kakak anda lama!!" Kata Liliac. "Eh? ada Harun! kok masih hidup!" Liliac terkejut melihat aku berjalan di belakang mereka.
Mengetahui itu aku pun menjelaskan aku itu sebenarnya apa, Liliac tidak mengerti apa yang ku katakan. Mendengar apa yang aku katakan otak nya terlihat seperti berasap, itu juga berlaku dengan Leticia yang juga tidak sengaja mendengar penjelasan, tapi aku tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Sedangkan Elisa dia hanya tersenyum, tapi aku tahu di pikiran dia hampir tidak paham apa yang aku jelaskan dengan keadaan ku tadi, yang dia tahu aku masih hidup dan tidak mungkin dapat mati.
"Yah intinya aku tidak akan dapat mati tidak peduli bagaimana pun cara ku di bunuh!" Kata Harun menjelaskan intinya.
"Oh! baik kalo begitu?" Kata Liliac dan Leticia.
Apa- apaan tuh, mereka malah terlihat lega saat penjelasan aku berakhir. Memang aku sedang menjelaskan rumus panjang kali lebar kali luas kali lebar? tapi ya sudahlah percuma di perpanjang.
Elisa terlihat berpikir sesuatu, tidak lama dia mendekati Liliac berada. "Lili bagaimana kamu sampai lebih cepat?" Kata Elisa.
Mendengar itu Liliac menunjuk keluar. "Aku menjebol di luar, tahanan yang bersama ku memiliki kemampuan ras untuk mendeteksi!" Kata Liliac.
"Setelah itu aku membawa mereka keluar kota menuju hutan tepat kita bertemu Harun, aku membawa mereka dengan kemampuan Telekinesis agar mudah saat aku terbang." Jelas Elisa dengan bangga.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Elisa tersenyum gelap seperti dia agak marah. "Lili kamu terlalu sembrono bukan? bagaimana bila korban bertambah karena mu?"
Seketika Liliac meneguk ludah, dia paham kakak angkat nya Elisa sedang memarahinya dengan senyuman. "Maaf kakak!" Liliac menunduk.
Mendengar suara Liliac yang merasa menyesal dia mendekati dan mengusap kepala nya. "Tidak apa! jangan di ulang lagi! walaupun kamu sudah sembuh tapi sama seperti ku, belum pulih total bukan?" Tanya Elisa.
Setelah berbincang sebentar Elisa, Leticia, Liliac dan aku berjalan bersama menuju hutan tempat di mana aku kembali bertemu Elisa dan Liliac, itu karena Liliac membawa mereka ke sana.
"Tidak mungkin! siapa kalian? kamu begitu kejam menghancurkan kota suci!"
Tiba-tiba sebuah suara yang sepertinya pernah aku dengar teriak ke arah kita, sontak tentu saja kita melihat siapa yang berkata demikian. Tetapi dia berkata menghancurkan kota suci kejam? setelah apa yang pihak kota suci lakukan pada kehidupan orang lain mereka menyebut itu apa? yah dari semua itu akan terjawab saat melihat siapa dia.
Tampak seorang gadis berpakaian Priest, dari apa di kenakan sepertinya aku kenal. Tentu saja menurut data yang aku cek untuk memastikan dan pencocokan Identitas dia adalah petualang yang mencoba mengobati Elisa sebelum nya.
"Dasar kamu penghianat manusia dan kamu pencemar manusia! mahluk najis seperti kalian harus nya tidak ada di dunia ini!" Bentak wanita npc tersebut.
Penghianat manusia sepertinya dia merajuk pada Elisa dan pencemar manusia apa yang di maksud Liliac? bila di Ingat Liliac bukan murni manusia dia campuran vampir.
Tapi dia bilang mahluk najis? wah sungguh berani wanita fanatik ini, ingin aku cecar mulut nya yang sangat manis mengatakan hal demikian.
Harun berjalan maju beberapa langkah kemudian mengeluarkan kehendak pedang. "Hei! coba perbaiki perkataan mu, bila tidak kamu akan aku jadikan 2 dimensi mengerti?"
Mendengar ancaman ku wanita Priest tersebut terdiam dia tertekan oleh kehendak pedang ku yang mendominasi langit.
'Harun hentikan!' Kata Elisa dalam pikiran.
Mendapati itu aku berhenti namun kenapa Elisa menghentikan aku apa dia ingin memaafkan hidup nya padahal aku sangat kesal- tunggu wajah nya perasaan ini niat membunuh? seperti nya Elisa berpikiran sama dengan ku.
"Baik aku hentikan." Kata Harun.
"Terima kasih Harun!" Jawab Elisa tersenyum.
Melihat Elisa memaafkan hidup nya wanita itu tertawa. "Ada apa kamu ingin memaafkan aku? aku tidak rela silakan bunuh aku dari pada hidup karena di selamat mahluk najis!" Bentak Wanita itu.
Mendengar perkataan Wanita itu Elisa berjalan mendekati nya, dia juga menggunakan Nine frost palm membuat temperatur sekitar mendingan.
"Jadi kamu yang melaporkan Liliac ke pihak kota suci? dan akhirnya kita mendapatkan omong kosong ini?" Tanya Elisa.
__ADS_1
Aku melihat itu sangat ingin berkeliling dan mengatakan ke seluruh negeri Ini dia mari kita saksikan karakter sisi badas Elisa.