
Aku saat ini berada di samping Elisa dengan wujud sistem, aku melayang ke sekitar melihat efek pembekuan yang dia buat.
Pembekuan yang Elisa ciptakan bukan hanya Beast saja itu mencakup hutan dari pohon, tanah hewan hingga udara serasa dingin membeku. Semua pemandangan ini aku merasa seperti di belahan kutub utara yang sangat dingin.
Untuk jarak pembekuan menurut perhitungan ku secara akurat sepanjang 100 km, dan menurut ku ini mencapai ujung hutan dekat kota.
"Harun, sepertinya aku berlebihan!" Elisa melihat apa yang dia buat. "Oh iya! berapa Poin sistem yang kudapat?" Tanya Elisa.
"Apa Harun mematikan notifikasi nya, atau aku lupa yang menyalakan kembali, ini aneh kenapa aku tidak mendengar notifikasi?" Elisa melihat layar sistem.
[Maaf Elisa, notifikasi bukan aku matikan tapi fungsi pendapatan poin sistem juga terkunci itu karena terhubung dengan shop.]
"Sepertinya agak sia sia aku menggunakan nine frost palm menghabisi mereka." Kata Elisa menghela nafas.
Setelah mengatakan hal tersebut Elisa dan aku merasakan keberadaan beberapa orang mendekat ke Elisa, dari perhitungan ku mereka dari kota dan ranah mereka 1 golden core tahap pertengahan, 2 foundation building tahap awal.
[Elisa, ada orang mendekat sepertinya dari kota. Mereka pasti tertarik karena pembekuan masal yang kamu buat, ada kemungkinan mereka punya niat baik atau buruk sebaiknya bersiaplah.]
"Mm, aku paham!" Elisa menyiapkan frost flower di tangan nya.
Tidak lama orang yang aku sebutan muncul, mereka sekelompok prajurit penjaga kota dengan seragam berbaju besi gelap serta tombak. Di depan mereka ada seseorang dengan penampilan seperti tetua, dia memiliki rambut putih sampai janggut nya.
Di samping nya terlihat anak muda laki laki berumur sama seperti Xiao sha, dia memiliki penampilan berambut merah seperti api menjulur panjang di ikat pony tail, matanya berwarna merah penuh keberanian dia memakai baju berwarna hitam seperti seorang pendekar.
Kembali ke prajurit ber armor aku menghitung jumlah nya ada sekitar 20 orang, dari tingkat kekuatan seperti nya para prajurit tahap 5 gathering ki.
Untuk si tetua memiliki ranah golden core tahap awal dan si laki laki rambut merah di sebelah nya ranah pertengahan foundation building.
"Nona muda, aku ingin bertanya apa anda yang melakukan semua ini?" Tanya si pria tua melihat sekeliling.
"Kalian ini siapa?" Elisa melihat mereka memiringkan sedikit kepalanya penasaran.
"Maaf, lupa mengenalkan diri nama ku Wang lin, anak laki-laki ini anak ku namanya Wang Xue kami dari kota Feng lu" Kata Wang lin merapat kan kedua telapak tangan sejajar dengan dadanya.
Pak tua Wang lin menggunakan salam ala Seniman bela diri kuno, karena memang konsep dunia kultivasi martial art era kuno.
"Kedatangan kami kesini tertarik dengan apa yang anda lihat, apa Wang tua ini boleh tahu nona muda kah yang melakukan nya?" Kata Wang tua.
__ADS_1
Mendengar perkataan nya Elisa terdiam, dia bingung harus menjawab apa. Karena hal tersebut dia melirik layar biru sistem, melihat sikap Elisa aku paham maksudnya.
[Elisa, kamu boleh mengakui itu, bila tidak percaya tunjukkan sekali lagi kekuatan mu! namun bila mereka meminta nama kamu jangan ungkap nama sebagai Elisa atau Li Xiao sha.]
'Mm, aku paham!' Elisa dalam pikiran.
"Aku yang menyebabkan nya, apa perbuatan ku membuat Wang tua tersinggung?" Kata Elisa. "Maaf aku tidak sengaja!" Elisa merapatkan kedua tangan sejajar dengan dadanya.
"Tidak perlu, kami hanya ingin memastikan ini semua bukan perbuatan beast!" Pak tua Wang membalas salam Elisa dengan cara sama. "Bila berkenan boleh tahu nama nona senior?" Tanya Wang tua.
Mendapatkan pertanyaan itu Elisa menurunkan tangan nya setelah itu kembali terdiam.
'Harun, punya Saran?' Kata Elisa dalam pikiran.
[Katakan saja kamu tidak dapat menunjukkan nama aslimu, tapi bila ingin menyebutkan nama.]
[Gunakan nama Embun beku! menurut ku itu namanya cocok untuk mu, terdengar cantik namun cukup misterius.]
"Namaku tidak bisa aku katakan, tapi bila ingin panggilan, Wang tua bisa memanggilku El- bukan Embun beku!" Jawab Elisa.
Gruuk!
"Uhuk!" Wang tua pura pura batuk. "Nona Fairy frost bila berkenan kami ingin mengadakan sedikit pesta karena kontribusi membersihkan beberapa beast dekat kota." Wang tua kembali memberikan salam beladiri nya.
"Bila nona senior tidak keberatan kami ingin menjamu anda." Kata Wang tua. "Untuk para beast yang anda kalah kan, kami janji akan mengurus semua nya!" Wang tua menurunkan tangan setelah nya.
"Ahem! baik itu boleh di lakukan." Jawab Elisa.
Setelah mereka berbincang sebentar aku melayang di dekat Elisa melihat mereka berjalan bersama di hutan, tujuan mereka kota Feng lu.
Lalu untuk para prajurit yang di bawa Wang tua membereskan para beast yang Elisa bekukan, mereka di pimpin oleh anak muda berambut merah yang seumuran Elisa.
Di perjalanan hutan menuju kota Elisa dan Wang tua saling berbincang, terkadang Wang tua menanyakan asal Elisa. Tantu saja Elisa menjawab nya dengan sedikit karangan, tapi terkadang Elisa meminta saran dan aku menyarankan untuk memberikan informasi samar.
Tidak butuh waktu sejam Elisa dan Wang tua sampai di depan gerbang kota, mereka di sambut baik oleh penjaga di sana. Hal itu aku tahu kenapa, menurut informasi Wang tua adalah penguasa kota Feng lu sebelum nya adalah mantan Jendral besar.
Oleh sebab itu Wang tua maju bersama pasukan dari pada menyuruh pendekar terkuat nya untuk melawan para beast.
__ADS_1
Tidak berselang mencapai kota Elisa dan Wang tua kembali berjalan, kali ini mereka menuju pusat kota atau lebih tepatnya ke sebuah tempat mirip gedung dan pagoda tercampur.
Sebenarnya tempat tersebut adalah penginapan dan restoran terkenal di kota Feng lu, aku mendapatkan informasi ini dari membaca beberapa ingatan Xiao sha.
Xiao sha mendapatkan informasi menurut rumor beredar, itu karena dia adalah sampah keluarga yang hampir tidak di anggap. Memikirkan nya lagi membuat ku menjadi kesal, ingin rasanya Elisa segera menghajar mereka.
Tetapi mohon bersabar dulu sampai Elisa mengembalikan beberapa kekuatan nya, dan tentunya memahami perkataan tentang cermin jernih air yang tenang.
Bila sudah memahami nya aku yakin kemampuan Elisa akan lebih meningkat, memikirkan ini semua akan berjalan sesuai perhitungan ku rasanya menyenangkan.
Oke! sudah cukup mari kembali ke Elisa, dia dan Wang tua akhirnya sampai di tempat yang aku maksud sebelum nya.
Di depan terlihat gedung dengan bahan kayu rotan berwarna gelap sangat kokoh sepertinya memiliki 5 lantai, di atas pintu masuk terdapat tag nama tertulis Lan Ke Roten, melihat itu aku akui arsitektur desain dunia ini lebih maju.
'Ini sangat menakjubkan Harun, aku tidak sangka mereka menjamu ku kesini!' Pikir Elisa berdiri di depan gedung terlihat takjub. 'Tapi Harun aku sebelum nya tidak menanyakan, kenapa mereka begitu hormat?' Tanya Elisa melihat layar sistem.
[Mereka hormat karena mengira level kultivasi mu lebih superior dari mereka, bisa di bilang takut juga takjub.]
[Ada pepatah dari duniaku, membuat teman lebih baik dari pada membuat musuh. Menurutku apa yang di pikiran mereka adalah hal tersebut.]
[Jadi Elisa sebaiknya lanjutkan saja pura pura mu, itu sangat menguntungkan jalan nya tugas kok. Jangan khawatir! percaya deh.]
'Mm, kalau Harun berkata demikian pasti itu bagus!' Jawab Elisa dalam pikiran.
"Nona Fairy frost, tolong masuklah, aku sebagai penguasa kota menyambut anda di sini" Kata Wang tua menunggu Elisa di depan pintu masuk.
"Baiklah!" Balas Elisa.
Setelah membalas perkataan Wang tua, Elisa masuk ke gedung mewah tersebut. Di dalamnya nuansa terlihat sepi namun gaya kuno seniman beladiri memenuhi atmosfer, karpet merah yang luas, lukisan kaligrafi menjadi hiasan tembok, bangku panjang dan kursi yang tertata rapi.
Selain itu tidak lama berselang Elisa masuk ke restoran, terlihat pelayan pramusaji berbaris membawa hidangan, mereka membawa bermacam macam makan.
Bau penuh kaya rasa dari berbagai rempah kelas atas semerbak tercium, bau lezat dan wangi makanan dapat membuat semua orang lapar.
Elisa yang mencium sedikit terpengaruh perut nya agak bergetar, mendapatkan hal tersebut Elisa segera memilih bangku kemudian duduk.
________________________________
__ADS_1
Embun beku > Frost flower sama
Mungkin saya kadang akan menggunakan keduanya.