Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Blood revenge Li


__ADS_3

"Oh, kamu sudah sadar? cepat juga."


"Huh? suaranya, apakah anda Nona Li?" tanya Mo fan.


"Bisa mengenali suaraku walaupun tidak akrab, kamu cukup hebat! kamu benar Aku Li Xiao sha!" balas Elisa.


Setelah itu Elisa melakukan salam bela diri di hadapan Mo fan yang sedang bersandar pada tembok.


"Aku mengucapkan terimakasih padamu pendekar Mo. Kamu sudah mau menyelamatkan Meng Meng sebelum aku datang!" kata Elisa dengan tulus.


Dalam posisinya yang sedang dalam keadaan bersandar. Mo fan juga melakukan hal serupa, dia hendak membalas salam Elisa.


"Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai pendekar pedang! aku tidak keberatan bila nyawaku dalam bahaya jika menyangkut jalan benar!"


"Kamu telah menyelamatkan hidupku, boleh tahu bagaimana cara ku membalasnya?" tanya Mo fan sambil menurunkan tangan.


Mendengar perkataan Mo fan, di balik cadar pada wajahnya Elisa tersenyum manis. Walaupun begitu tidak ada yang sadar selain aku.


"Baiklah, aku minta tubuh mu sebagai bayarannya!" kata Elisa


Mendengar itu Meng meng memerah, untuk Mo fan dia sedikit tersipu malu karena apa yang Elisa minta sebagai bayaran.


"Nona, anda sangat centil- Eh?"


"Bila itu keinginan Nona Li, aku akan menyanggupi nya walaupun aku belum siap- Eh?"


Saat Mo fan dan Meng meng belum sempat selesai membalas perkataan Elisa yang sengaja menggoda mereka.


Aku lihat Elisa dia sudah pergi kabur duluan, dia langsung cabut begitu saja hanya meninggal sebuah jimat pesan suara.


"Maksud dari tubuh adalah kamu Mo fan tolong lindungi pelayananku, sepertinya kalian berpikir macam-macam." kata sebuah pesan tersebut.


...


"Haha, lucu sekali wajah mereka! Harun aku baru tahu menggoda seseorang teryata sangat menyenangkan!"


Elisa aku lihat dia berlari dan melompat dari atap ke atap, dia juga sambil tertawa geli karena perbuatan nakalnya.


[Elisa, itu tidak baik kamu tahu? perkataan yang kamu gunakan bisa membuat salah paham yang mendengarnya tahu?]


"Hehe, kamu cemburu Harun?" balas Elisa.


[Dasar, mana ada! aku hanya khawatir padamu, menjadi centil dan seenaknya menggoda pria menggunakan tubuh orang lain bisa membuat pemilik asli kerepotan.]


[Dan nanti kamu pasti kepikiran dengan hal tersebut saat sudah kembali ke tubuh utama, jadi hentikan perbuatan nakal.]


"Jadi Harun lebih suka aku menggunakan tubuh asliku di dunia utama, dan menggoda semua orang yang aku temui?" tanya Elisa dalam sambil berlari dan melompat.


[Bukan begitu- ah lupakan saja! sekarang lebih penting kemana tujuanmu sekarang? apa berniat menghancurkan keluarga Li? atau organisasi Assassin?]


Mendapatkan pertanyaanku Elisa terdiam sejenak dia berhenti berlari di atas atap, Elisa kemudian berpikir sebentar.


Tidak lama kemudian dia mengeluarkan frost flower dari inventorinya, setelah itu dia menatap ke depan dan memasang wajah serius.

__ADS_1


"Aku ingin ke Keluarga Li. Mereka benar-benar kurang ajar, aku berniat menyelesaikan setelah turnamen dengan damai tapi mereka tidak sabar!"


[Kamu yakin itu kiriman mereka? kamu belum mengoreksinya, aku juga tidak sempat mengidentifikasi mayat mereka.]


"Aku juga belum mengkonfirmasi apa Assassin yang tadi kiriman keluarga Li, tapi tidak ada salahnya mengajar mereka bukan?" kata Elisa.


[Ya, itu terserah kamu mau apakan mereka. Tapi ingat jangan terlalu berlebihan, aku khawatir itu mempengaruhi jiwamu bisa saja tercampur dengan Xiao sha.]


[Bukannya Xiao sha hidup kembali, itu malah berakhir membuatnya hidup tampa kesadaran. Itu dapat terjadi karena jiwanya melebur dengan milikmu.]


[Dan dampak lainnya, sifat aslimu bisa saja berubah sangat banyak. Kamu mengerti?]


Mendengar perkataan notifikasi sistemku Elisa menaruh jari tangan kanan tepat di bawah bibirnya, dia berpikir.


"Jadi begitu? pantas saja kadang aku merasa aneh seperti ini bukan diriku."


"Baiklah akan aku ingat perkataan mu! sekarang waktunya Keluarga Li membayarnya!" kata Elisa.


Begitu mengatakan hal tersebut, Elisa menggunakan posisi ancang ancang sebelum berlari. Dia menekan pijakan pada genteng seseorang dengan sedikit keras.


"Celestial beauty step!"


Krak!


Whus!


Dengan kecepatan berlari yang sangat tinggi, dari perhitunganku secara matematika dia bergerak dengan kecepatan 2 marc persecond.


Lebih tepatnya dia berada di sebrang atap bangunan di depan kediaman keluarga Li. Elisa menatap di sana terdapat 2 penjaga yang berjaga.


Kedua penjaga memakai baju pendekar berwarna hijau dan memiliki tombak di tangan mereka, mereka juga terlihat mengantuk.


"Harun, kita. sudah sampai. Apa sebaiknya langsung maju saja?" tanya Elisa sambil mengintai gerbang keluarga Li.


[Tidak masalah, maju saja! mereka semua sangat lemah, bukankah aku pernah bilang. Di dunia ini selama kamu tidak melawan immortal realm, kamu tidak terkalahkan!]


"Baik! aku paham, kalau begitu maaf gerbangnya aku hancurkan!"


Setelah mengatakan itu Elisa mengeluarkan jimat penyamaran, dia merubah warna rambut menjadi hitam dan melepaskan cadar pada wajahnya.


Setelah melakukan itu Elisa segera melesat dengan kecepatan tinggi tampa 2 penjaga sadar akan dirinya


Whuss!


Dia langsung melesat muncul di depan pintu gerbang besar dari kayu, kemudian menendang pintu tersebut hingga terpental.


Pintu yang terpental sempat melayang beberapa kali dan akhirnya jatuh menghantam sebuah tembok rumah utama.


"Eh!? penyusup!"


Kedua penjaga yang terpaku beberapa saat akhirnya mendapatkan kesadaran mereka, mereka langsung menyerang Elisa dengan menusukan tombak.


Slash!

__ADS_1


Buak!


"Uaagrh!"


Belum sempat menyentuh tubuh Elisa, tombak di tangan mereka di potong beberapa bagian. Setelah itu Elisa melukai tubuh mereka, dia meninju mereka hingga pingsan.


"Maaf!" Elisa menundukkan kepalanya.


"Penyusup! cepat bunuh dia karena berani melawan keluarga Li terhormat!" teriak salah satu penjaga.


Melihat mereka saling berdatangan Elisa segera maju, dia memukul semua pendekar dari keluarga Li dengan sangat mudah.


Elisa tidak membunuh mereka dia membuat mereka semua pingsan, Elisa memang terlalu baik dan juga buat apa membunuh mereka kalau tidak mendapat poin sistem.


Hingga tidak lama kemudian semua pendekar di keluarga Li yang berdatangan mulai berangsur-angsur berkurang, mereka semua yang datang sudah tumbang.


Dan Elisa terlihat dia melempar semua hingga menumpuk menjadi gunung, aku tidak paham kenapa dia melakukan itu.


"Sialan siapa kamu!" kata salah pendekar yang tersisa.


"Aku? Li Xiao sha meminta penjelasan! cepat panggil tetua atau Kepala keluarga. Cepat!" balas Elisa.


"Cih, ternyata si sampah! kenapa kamu begitu kuat apa menggunakan metode sesaat?"


Tiba-tiba sebuah suara yang terdengar tua dan renta namun berat, Elisa segera melihat ke arah suara tersebut.


Di sana terlihat pria tua berambut putih membawa sebuah pedang tipe dao sword, dia mengenakan pakaian abu abu lengkap dengan jubah tao.


Selain itu di sebelah mereka ada orang lain, itu adalah paman Xiao sha dia memakai pakaian serupa dengan tetua.


Dan terakhir Li Chyou dia mengenakan pakaian pendekar berwarna kuning, tentu saja lengkap dengan riasan serta make up yang tebal.


"Oh, itu anda pemimpin keluarga, kakak sepupu Li dan tetua bagaimana istirahat kalian?" balas Elisa melihatnya.


"Kamu gadis ******, tidak tahu terimakasih berbuat ulah aku akan menghukum mu!" kata tetua yang marah.


Seketika gelombang spiritual menekan daerah sekitar Elisa, namun itu tidak cukup untuk dia tertekan oleh aura tersebut.


Elisa dengan senyum kecut langsung membalas tekanan spiritual yang dibuat tetua Li, dia membalas tekanan tersebut menggunakan energi spiritual nya.


Semua keluarga Li dibuat keringat dingin sambil menunduk di atas tanah, mereka seperti tidak dapat bergerak sama sekali.


Hal tersebut juga membuat satu kota Feng lu terkena imbasnya, semua orang di kota Feng lu menjadi sama keadaannya seperti keluarga Li.


[Elisa, kamu membuat tekanan sebesar ini apa Meng meng, Qing chi dan Mo fan terkena bagaimana? tidak bisa santai saja?]


'Harun, kenapa kamu tanya seperti itu bukankah seharusnya kamu dapat mendeteksi aku tidak menekan mereka?' balas Elisa dalam pikiran.


[Aku tahu, tapi kamu membuat korban tidak bersalah. Sebelum kamu menyesal turunkan gelombang spiritual yang kamu gunakan.]


'Eh? baiklah aku kira tekanan spiritual tidak menyebabkan luka parah, hanya di paksa menunduk di atas tanah.' kata Elisa dalam pikiran.


Setelah mendengar perkataanku, Elisa segera menurunkan gelombang spiritual nya yang melebar ke seluruh kota Feng lu namun tidak pada kediaman keluarga Li.

__ADS_1


__ADS_2