Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Kembali ke dunia asal


__ADS_3

"Terima kasih nona, datang lagi!"


"Iya!"


Setelah membeli aksesoris Elisa sekarang ke luar toko, dia menuju paviliun rumahnya. Elisa berniat menunggu turnamen di selesaikan oleh klon, dia juga ingin ke rumah karena hendak merawat luka Meng meng.


Luka yang aku maksud adalah tangan kanan Meng meng dipotong oleh assassin semalam, dan sekarang dia berada di rumah tepatnya kamar untuk fase pemulihan.


Saat perjalanan pulang Elisa menyempatkan dirinya untuk mampir di toko alchemist untuk membeli beberapa obat, selain itu juga tidak lupa mampir membeli beberapa buah.


Semua itu bisa Elisa bawa karena spatial ring karena tidak mungkin semua Elisa masukan dalam inventori, bisa saja gadis ini sedikit lupa dan berakhir membawanya kembali ke dunia utama.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit karena berkunjung di beberapa toko akhirnya Elisa sampai di rumahnya, dia sebelum masuk ke rumah sempat merenung sejenak kemudian baru masuk.


"Meng meng! apa kamu bisa kemari?"


Elisa berjalan ke sekitar rumah mencari dan memanggil namanya berulang kali, namun tidak menemukannya. Hal itu tidak memberikannya pilihan, dia menggunakan intuisi un...


"Ini aneh, dimana Meng meng?" seraya Elisa tampak kebingungan.


"Apa Harun tahu sesuatu?"


Tidak mendapat jawaban atas pertanyaan di pikirannya, Elisa menatap layar biru sistem dengan bingung. Dia mengharap saran atau jawaban dariku, padahal aku juga tidak tahu dimana Meng meng.


Tetapi menurut perhitunganku, sepertinya dia pergi dengan seseorang, namun siapa? apa gadis itu memiliki teman lainnya? ini membuatku sedikit frustasi karena kurang informasi.


[Aku tidak tahu Elisa, kau tahu bukan ini bukan dunia utama mu? jadi kemampuan mencari informasiku berkurang drastis.]


"Jadi begitu, padahal aku ingin mengucapkan selamat tinggal terlebih dahulu. Aku merasa klon yang aku buat sudah mencapai puncak semi final, dia akan memenangkan pertandingan sebentar lagi" seraya Elisa dengan wajah sedih.


Ding!


[Selamat kepada host karena anda telah menyelesaikan tugas kebangkitan jenius, anda mendapatkan satu random box.]


[Hadiah sudah di kirim masuk ke dalam inventori, anda bisa mencari hadiah tersebut di sana.]


Ding!


[Sistem mendeteksi tuan rumah terhormat telah menjalani semua tugas yang di berikan, mohon tuan rumah bersiap untuk kembali.]


[Perjalanan kembali akan di mulai 10 detik dari sekarang!]


Aku sudah memberikan suara notifikasi sistem tanda penyelesaian tugas, saat itu Elisa segera mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah berisi aksesoris hairpin.


Selain itu Elisa juga mengeluarkan selembar kertas jumat yang sudah dia persiapkan kemarin malam, itu sebuah pesan khusus untuk Meng meng, dan tentu juga untuk Li Xiao sha.


Talisman pesan untuk Xiao sha dia letakan di samping kotak kotak hadiah Meng meng, dan talisman pesan untuk Xiao sha diletakan di bawah kotak hadiah. Tetapi seketika itu waktu hitung mundur telah berakhir. Elisa seketika kehilangan kesadaran, tubuhnya langsung jatuh ke atas lantai.

__ADS_1


Boom!


Sebelum aku pergi bersama Elisa melawati lorong ruang dan waktu, aku tidak sengaja melihat jatuhnya tubuh Xiao sha. Dia jatuh menghancurkan lantai, itu karena memang tingkat kultivasi Xiao sha saat ini mencapai Foundation building alam ke lima.


Melihat itu aku tidak terlalu terkejut, karena memang ini wajar bila ranah lebih tinggi jatuh menyebabkan beberapa kerusakan area yang mereka timpa. Hal itu berlaku di semua dunia kultivasi termasuk dunia level bawah, seperti dunia ini.


...


"Ugh, sepertinya gadis itu sudah pergi."


Xiao sha terbangun di atas lantai yang rusak, dia bangkit dan berdiri. Gadis itu berjalan menuju sebuah bangku di dekatnya.


Tetapi sebelum itu Xiao sha mengambil sebuah talisman pesan yang di tinggalkan oleh Elisa di atas meja, letaknya bersebelahan dengan sebuah kotak berisi aksesoris untuk pelayannya.


"Ini pasti untukku? kita-kira apa pesannya?"


Xiao sha merasa bingung dengan isi pesan yang di tinggalkan Elisa, dia mengaktifkan talisman pesan yang di tinggalkan Elisa.


Seketika talisman terbakar dengan api berwarna biru, itu juga mengeluarkan suara yang sama dengan miliknya.


"Untuk Xiao sha, saya berterimakasih karena meminjamkan tubuhmu. Semua kekuatan ini aku tinggalkan untuk mu, mungkin itu akan berguna."


Setelah mendengar isi talisman pesan wajah gadis itu tersenyum, dia juga sedikit tertawa kecil karena pesan yang di katakan Elisa.


"Gadis ini, dia ada ada saja! seharusnya aku yang berterima-kasih. Dia membalaskan dendamku, dan memperbaiki jiwaku yang rusak."


"Aku pulang!"


Suara Meng meng terdengar oleh Xiao sha, dia segera menghampiri asal suara tersebut untuk memarahinya.


Xiao sha karena kesal dengan kelakuannya dia sedang dalam masa pemulihan, namun pergi keluar tanpa pemberitahuan.


...


"Mm? Harun ini apa War ship?"


Elisa terbangun di dunia utama melihat langit kamar dengan penglihatan buram, selain itu Elisa merasakan energi spiritual di sekitar tampak sangat berbeda.


Kapal overlord war ship memiliki energi spiritual yang terkonsentrasi di setiap lantai tetapi ini lebih ke arah mengambang di udara dengan bebas, itu sebabnya Elisa merasa bingung dengan apa yang terjadi sebelumnya.


Dia saat ini berada di dalam sebuah kamar dengan gaya bangsawan eropa pertengahan, itu nampak dari perabotan yang menghiasi seluruh kamar.


Selain kamar yang berbeda, aku juga melihat pakaian Elisa nampak berbeda. Saat ini gadis kecilku memakai kemeja putih dengan rok hitam sepanjang paha.


Setelah itu Elisa bangkit dari tempat tidur dia duduk kemudian mengusap mata, gadis itu melakukannya karena memastikan apa yang dia lihat.


"Ah, benar ini tubuh asliku. Hampir saja lupa!".

__ADS_1


"Sepertinya ini bukan kamar di War ship, aku ingat terakhir aku tertidur. Kenapa bisa ada disini?"


'Apa ini perbuatan Lili?' pikir Elisa.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka, aku dan Elisa melihat seorang gadis berumur 9 tahun membawa sebuah nampan dengan wadah berisi air dan juga membawa sebuah handuk putih di sebelahnya.


Gadis itu aku lihat memiliki mata semerah matahari tenggelam, dan kulit putih terlihat seperti salju baru turun, dia memiliki rambut kuning emas sepanjang pinggang.


Selain itu aku lihat dia juga memakai baju gothic lolita berwarna hitam, itu memiliki pita besar di punggungnya.


Aku mendeteksi gadis itu seorang vampir, tetapi dia bukan Lili, jadi siapa dia? apa gadis vampir kita yang mempekerjakan nya? tetapi tunggu apa Elisa tahu dia bukan Lili.


"Kamu memiliki aura seperti Lili tetapi bukan, sebenarnya kamu siapa?" tanya Elisa.


"Ah! anda sudah bangun!"


Clank!


Byur!


Begitu melihat Elisa sudah bangun tidur dan bertanya gadis itu sempat terkejut, dia tidak sengaja menjatuhkan nampan yang dia bawa untuk membasuh tubuh Elisa ke lantai.


"Hei ada apa!"


Suara teriakan Lili terdengar, dari langkah kakinya Elisa mendeteksi dia sedang berlari secepatnya. Seharusnya Elisa menjadi senang karena bertemu dengan adiknya, tetapi gadis ini malah mengeluarkan pedangnya dari inventori.


Kemudian Elisa turun dari kasur dengan cepat melakukan kuda-kuda, dia seperti bersiap untuk bertarung atau bertemu dengan musuhnya.


Melihat apa yang di lakukan Elisa aku menjadi agak bingung, itu juga sama halnya dengan gadis yang memiliki aura seperti Lili. Dia juga dalam keadaan bingung, tidak mengerti apa yang akan terjadi.


"Uh, sebenarnya ada apa? kenapa anda mengeluarkan pedang!"


"Kamu bisa sedikit menyingkir? bila tidak mungkin akan terkena imbas, memang kamu mau?" tanya Elisa.


"Eh! apa maksud anda?" balas gadis itu tambah bingung apa yang terjadi.


Sebuah serangan tornado darah muncul dari belakang gadis dengan aura Lili, itu melewati gadis itu dan langsung mengarah pada Elisa berdiri.


"Nine frozen palm : 4 layer!"


Crak!


Elisa kemudian menempelkan tangannya pada tornado darah, dan serangan tiba-tiba dalam waktu sekejap membeku, tetapi tidak berhenti sampai di situ karena Elisa segera menghancurkan tornado darah yang sudah membeku.


Bam!

__ADS_1


Elisa menamparnya dengan sisi samping pedangnya, dia juga menambahkan ki sejati pedang sambil membuat sebuah tebasan pada saat yang sama.


__ADS_2