
Aku sedang melayang di atas Elisa, tepatnya di atas kepalanya. Sambil memperhitungkan semua data para petualang, aku tidak akan melepaskan kesempatan untuk belajar lebih banyak soal dunia ini.
Elisa dia antar oleh dua petualang bertubuh besar dengan sebuah perisai cukup lebar, dan seorang pria bertubuh normal dengan sebuah pedang di pinggang.
Mereka kembali ke kota Berlan, dan menurut data yang aku dapat setelah perhitungan yang sebelumnya. Mereka berdua mengawal Elisa kota Berlan, untuk keamanan warga sipil, itu karena Elisa belum mendaftarkan diri sebagai petualang.
Setelah usaha yang Elisa lakukan, untuk dia seorang diri menghentikan break. Elisa tidak akan mendapatkan hadiah penyelesaian, ini agak sangat di sayangkan. Memang sungguh tidak adil, sangat rugi.
Mau bagaimana lagi? Itu di lakukan untuk menghindari yang mengganggunya saat nanti menerobos stage selanjutnya. Aku tidak mau Elisa terlalu terikat pada guild petualang, nanti dia malah di berikan tugas berbahaya.
Ditambah mungkin akan banyak rumor yang beredar, Elisa tidak akan menjadi tua. Karena kultivasi adalah sebuah jalan panjang menuju keabadian, untuk umur yang sekarang aku takut Elisa masih sangat rapuh emosinya.
Kecuali untuk kembar, mereka sudah terlanjur menjadi temannya. Nanti akan aku cari cara mengurusnya, mungkin aku sarankan ramuan air kehidupan atau pill seribu nyawa.
'Harun, nanti aku mau bergabung di guild bagaimana menurutmu?' tanya Elisa dalam pikiran.
Eh? cepat sekali bertanya akan bergabung aku belum sempat memikirkannya. Jawaban apa yang harus aku gunakan? Biar aku pikir sebentar, solusi apa yang terbaik
Kalau asal menjawab pasti Elisa akan marah, dan itu bisa saja mempengaruhi kultivasinya.
Mungkin akan membangkitkan demon heart, di usia yang sekarang. Ini bisa jadi berbahaya, Karena demon heart adalah musuh kultivator. Yang mana dapat membuat mereka, mengalami penyimpangan Ki biasanya terjadi di kultivator stage 3 ke atas.
Tidak boleh! aku tidak bisa membiarkan hal tersebut terjadi! Kemampuan Elisa saat ini, dia belum bisa melawan demon heart. Walaupun aku belum tahu bagaimana perwujudan demon heart nanti. Yang pasti berhubungan dengan trauma masa lalunya. atau karena obsesinya terhadap sesuatu.
'Harun, kenapa diam saja? Kamu tidak apa-apa?' tanya Elisa kembali.
[Untuk saat ini, kamu pikirkan dahulu, jangan asal masuk oke?]
'Oke, aku paham! oleh karena itu aku bertanya pada Harun, apa sebaiknya aku bergabung dengan guild atau tidak.'
Setelah mendengar ini, aku berpikir sebentar tentang jawabnya, mungkin aku harus jujur? Sepertinya benar, aku tidak memiliki pilihan lain. Ini demi kebaikan Elisa.
[Baiklah, aku akan bicara.]
[Tetapi setelah ini kamu boleh marah pada aku, kau juga boleh mencaci atau hanya bungkam.]
[Jujur saja, aku tidak ingin kamu bergabung dengan guild. Karena mereka manusia biasa, Itu dapat berakibat pada latihanmu dan kondisimu nantinya.]
__ADS_1
'Mm, terimakasih aku paham Harun. Aku tidak akan bergabung dengan mereka nantinya, walaupun aku sudah berumur 16 tahun dan menjadi sangat kuat.'
Lah? kok ini tidak seperti yang aku pikirkan? Kenapa jawaban Elisa seperti ini? apa Elisa habis makan sesuatu? Atau mungkin karena kultivator lolicon yang melakukan sesuatu pada kening Elisa.
Kalau iya datanglah dan akan aku pasang pasak di tubuhnya. Kalau terjadi sesuatu yang buruk pada Elisaku yang cantik. Sepertinya pasak masih kurang. Sekali saja aku kutuk dia sampai mandul sekalipun.
....
'Harun, ada yang ingin aku katakan. Tetapi aku hampir saja lupa, apa Harun ingin dengar aku bicara?' tanya Elisa.
[Silahkan.]
Elisa tersenyum lembut, dan kemudian Elisa menjelaskannya. Kultivasi adalah jalan yang panjang, dia tidak bisa seenaknya berteman terlalu dekat dengan manusia. Bila dia terlalu dekat dengan manusia, bisa saja rahasia yang dia tutup rapat terbongkar.
Yaitu tentang perjalanan manusia biasa saja menjadi abadi, yang dapat hidup panjang tanpa rasa lelah sekalipun.
Bila tanpa sengaja rahasia ini terbongkar, dia merasa konflik yang berdarah. Karena rasa iri manusia meledak, membuat kekacauan pada semua tempat.
'Jadi bagaimana menurut Harun?'
Mendengar penjelasan Elisa aku terkejut. Karena Elisa sudah mengerti beberapa hal dasar kultivasi dengan sendirinya, yang memang aku sengaja tidak memberitahunya, walaupun agak berbeda dengan apa yang aku pikirkan. Sepertinya, nanti di masa depan aku tidak bisa memperlakukan Elisa seperti anak kecil lagi.
"Tuan petualang terimakasih karena telah mengantarkan namun." Elisa membungkuk sedikit dihadapan petualang itu.
Sebelum itu apa boleh, aku tahu di mana alamat penginapan bernama West flower?" kemudian Elisa bertanya alamat.
"West flower? bukankah itu penginapan yang cukup terkenal? Memang kalian menginap di sana?" kata petualang yang membawa pedang besar.
"Tidak, kami tidak menginap di sana. Namun kenalan kami ada di sana, boleh aku tahu lokasinya?" Elisa kembali bertanya.
Petualang itu memberitahu jalan menuju penginapan. Aku melihat Elisa memberikan jawaban tersebut, apa mungkin dia paham kalau apa yang nantinya di rekomendasi kan oleh Count akan tidak terlalu biasa? tapi yang jelas kamu memberitahu jawaban yang bagus Elisa.
...
Elisa dan Liliac berjalan menuju penginapan tersebut. Petualang memang menunjukkan jalan nya kepada Elisa. Namun Liliac yang menuntun nya, itu karena Elisa masih belum familiar, dengan jalan kota Berlan.
Tidak lama berselang akhirnya mereka sampai di penginapan yang di maksud.
__ADS_1
Aku melihat tampilan depan yang terkesan klasik, serta bangunan penginapan dengan 4 lantai. Seperti hotel desain abad 80 di bumi, aku mengakui teknologi pembangunan mereka cukup maju rupanya.
Tampilan depannya memang bagus, tetapi aku tidak tahu bagaimana bagian dalamnya.
Namun, setelah Elisa dan Liliac memasuki hotel tersebut. Desain menawan menyambut mereka dengan ramah.
Aku segera melayang di sekitar untuk melihat desain dalamnya cukup mewah. Pengunjung yang datang, membuat hotel ini cukup ramai. Kebanyakan dari mereka adalah orang kaya maupun bangsawan.
Sesaat aku melayang di sekitar, aku melihat pegawai laki-laki di konter lobby hotel terlihat tidak percaya melihat Elisa dan Lili. Terlebih untuk Elisa, y ang memakai pakaian rusak dan berlumpur serta berlumuran darah.
Mereka sangat tidak akan percaya bahwa Elisa dan Liliac, adalah tamu yang akan menginap di sana.
Tetapi begitu Elisa mengeluarkan surat rekomendasi dari Count. Begitu laki-laki itu melihat dan membacanya, dia sangat terkejut dan segera melaporkan apa yang di lihat ke pada atasannya.
Aku melihat itu tertawa karena ekspresi terkejutnya, itu benar-benar lucu kau tahu? tapi tidak lama pegawai itu pergi dia kembali membawa atasan dengannya
Sang atasan tampak terus menerus membungkukkan badannya berkali-kali, meminta maaf. Hal serupa juga di lakukan oleh si pekerja laki-laki sebelumnya.
Hal tersebut membuat beberapa keributan, tentang siapa gadis yang kotor dan memakai pakaian rusak ini berasal. Bagaimana bisa boss penginapan menjadi seperti itu.
Pengaruh bangsawan memang mengerikan, untungnya Elisa mendapatkan dukungan dari Count Berlan.
...
Setelah kejadian tersebut selesai, dan perhatian para pengunjung lain kembali menjadi biasa Elisa dan Liliac di antar ke kamarnya.
Begitu masuk tampak kamar cukup mewah dengan kasur big couple. Selain itu di sana terlihat pintu lainnya, sepertinya ada sebuah ruangan lain apa itu kamar mandi.
Tunggu apa mungkin kamar untuk bulan madu? Apa yang di lakukan Count sih? apa pria itu menganggap Elisa dan Liliac adalah sepasang kekasih.
Hahaha! itu tidak mungkinkan? pasti karena hal penginapan penuh. Count sebelumnya pernah mengatakan hal ini kepada Elisa, jadi mari berpikir positif.
Karena musim dingin penginapan manapun jadi penuh, dan akan sulit nantinya bila ingin menyewa kamar di setiap penginapan.
Tidak berlama-lama, Lili Nampak gembira dan langsung melompat ke kasur ukuran big couple sebelum membasuh tubuhnya dahulu.
Hari ini memang sangat melelahkan, terutama untuk Elisa sedangkan Lili dia juga agak lelah karena fisik anak anaknya. Walaupun memiliki kekuatan besar, karena dia adalah setengah vampir.
__ADS_1
Elisa menghela nafasnya, seperti mengerti apa yang dilakukan Lili. Setelah itu tersenyum dan segera melompat ke kasur, mengikuti apa yang Lili lakukan.