
Terlihat Mo fan dan Meng berlari di antara jalan sempit, Mo fan memang bisa saja mengalah mereka tapi kondisi tubuh nya tidak memungkinkan.
Dampak luka dalam saat berhadapan dengan Xiao sha di panggung turnamen cukup parah, akibatnya dia sulit mengerahkan energi spiritual dalam tubuh nya untuk sementara.
"Nona Meng, kamu memiliki Talisman tadi?" tanya Mo fan menggandeng tangan Meng meng.
"Masih ada Talisman petir, pertahanan, dan untuk kabur!" jawab Meng meng.
"Kalian mau kemana?"
Tiba-tiba salah seorang Assassin menghadang mereka dari depan, mengetahui itu mereka berbalik namun hal itu juga serupa.
Di belakang mereka Assassin lain yang mengejar sudah berada di belakang. Mereka saat itu di hadapi 2 pilihan, melawan atau menyerah.
Walaupun begitu tidak berlaku untuk Mo fan yang mana dia bisa saja meninggalkan Meng meng untuk kabur.
Tetapi bila dia melakukan hal tersebut akan mencoreng nama pendekar pedang nya.
"Hei laki-laki di sana, tinggalkan wanita ini kami akan membiarkan mu hidup." kata salah seorang Assassin di belakang.
'Nona Meng, kamu dengar aku? bila iya gunakan Talisman pelindung untuk tubuh mu. Setelah aku menerjang aktifkan Talisman dan mendengar aba aba kabur secepatnya.' Mo fan menggunakan telepati dengan Meng meng.
Mengetahui tidak memiliki pilihan. Mo fan langsung menghunus pedangnya, kemudian meluncurkan ke arah Assassin di depan nya.
Swiss
Clank!
Assassin di depan nya menahan serangan Mo fan dengan pisaunya, dia kemudian mengeluarkan pisau lain dari spatial ring, menggunakan tangan nya yang lain dan menusuk Mo fan.
Clank!
Namun Mo fan mengetahui rencana nya, dia mengambil 2 langkah kebelakang dan mengangkat pisau tersebut.
Apa!"
Crat!
Assassin tersebut terkejut dengan apa yang terjadi dan belum sempat memahami nya. Pedang tipis dingin menebas kepalanya hingga putus, terlempar ke udara dan jatuh.
Para Assassin yang melihat itu menjadi kesal, mereka sudah berbaik hati melepaskan Mo fan bila meninggalkan target mereka. Namun Mo fan menepis kebaikan mereka, yang mana langsung membuat mereka kesal.
"Kau bajingan!" salah satu Assassin di belakang langsung menyerang nya.
Assassin itu bergerak dengan cepat langsung menuju Mo fan, dia juga menggunakan kekuatan spiritual untuk menyerang nya.
Clank!
Mo fan kembali menang serangan tersebut, tepat itu terjadi Assassin lain menyerang dari belakang. Hal itu membuat Mo fan telat respon.
Crat!
"Pendekar Mo!" teriak Meng meng.
__ADS_1
Punggung Mo fan terluka sayat panjang, tapi tidak berhenti sampai disitu Assassin yang sempat beradu pedang dengan nya menggunakan pisau menikam Mo fan.
****!
Perut Mo fan tertusuk, dari sana darahnya mengalir mendadak tubuh nya melemah. Hal itu terjadi karena Mo fan masih cedera internal di tambah pisau Assassin cukup beracun.
"Mati kau!" kata Assassin yang menusuk nya.
Seketika tubuh Mi fan jatuh hampir tidak sadarkan dirinya, dia dalam sayu hampir pingsan melihat para Assassin mendekati Meng meng.
"Nona Meng, sekarang gunakan semua Talisman yang kamu punya!" Mo fan menggunakan telepati nya.
Mendapatkan aba aba dari Mo fan tepat sebelum dirinya pingsan. Meng meng langsung menggunakan Talisman pelindung nya, namun gerakan nya kalah cepat dengan Assassin.
"Tidak aku biarkan gadis kecil!" kata Assassin tersebut.
****!
Assassin tersebut langsung memotong salah satu tangan Meng meng tepat sebelum menggunakan Talisman nya, tangan Meng meng di potong menggunakan pisau terhempas ke udara.
"Ah!"
Meng meng sempat terpaku sebentar tampa merasakan sakit karena efek dari adrenalin yang mencegah rangsangan sakit di kirim ke otaknya.
"Sakit!"
Namun efek itu tidak lama, Meng meng langsung menjerit kesakitan karena rasa tangan yang di potong begitu nyata.
Swiss!
jedar!
Tepat sebelum pergi tebasan kehendak pedang menghalangi mereka, mengetahui itu para Assassin terkejut langsung melihat dari arah datang serangan tersebut.
Dari arahnya itu berasal dari tempat tinggi sebuah bangunan di dekat mereka, karena posisi mereka berada di tengah jalan sempit terhimpit dua bangunan dan tembok.
Karena itu para Assassin tidak sulit mencari asalnya dan terlebih penampilan nya terlihat sangat jelas dan dekat.
"Harun, kamu harus bertanggung jawab tidak percaya pada firasat ku. Lihat tangan Meng meng terpotong kamu harus menemukan solusinya!"
[Baik aku paham, aku salah maaf Elisa. Pasti akan aku cari solusi nya. Kamu tenang saja, aku tidak pernah ingkar janji kan?]
Sebuah suara imut seorang gadis terdengar dari apa yang dilihat para Assassin, mereka melihat sesosok gadis memakai pakaian dan cadar wajahnya serba putih.
Rambutnya berwarna putih tergerai tertiup angin malam, pakaian nya juga sedikit berkibar karena angin malam.
"Kalian dari keluarga Li atau organisasi entah saya lupa menanyakan namanya?" tanya Xiao sha.
...
Saat ini aku melihat Elisa dia tengah marah, jelas karena beberapa orang brengsek menyentuh orang-orang nya.
"Siapa kamu? mengganggu saja, ingin mati?" kata salah satu Assassin mengacungkan pisaunya.
__ADS_1
Swiss!
Mendengar perkataan Assassin, Elisa dari tempat nya berdiri mengibaskan tangannya dengan jari telunjuk, akibatnya kepala Assassin tersebut putus dan jatuh ke tanah.
Tubuh nya masih berdiri, tidak lama darah muncrat seperti air pancur dari sana. Selang beberapa saat kemudian terjatuh ke tanah.
Setelah melakukan itu Elisa melihat Assassin yang tersisa, di sana terdapat 2 Assassin lagi. Elisa segera menggunakan niat membunuh yang begitu dingin, saat ini aku melihat Elisa terlihat agak mengerikan.
"Apa! tidak mungkin, sial gadis ini tidak biasa!" kata Assassin lainnya melihat Elisa dengan ketakutan.
"Tinggal 2 lagi? aku tanya kalian dari mana? tergantung jawaban kalian aku bisa melonggarkan kematian kalian." tanya Elisa melihat wajah para Assassin ketakutan.
"Guh, jangan sombong!"
Crat!
Begitu salah satu dari dua Assassin mengatakan hal tersebut, Elisa segera menggunakan nine frozen palm. Dia membentuk sebuah pedang meluncur ke dadanya, menembus tubuh dan langsung membunuh nya seketika.
"Jadi jawab kalian dari mana?" tanya Elisa kembali pada Assassin terakhir.
"Ugh, nona ini sakit!"
Suara rintihan Meng meng menyadarkan Elisa, dia segera menuju tempat nya. Aku juga melihat Elisa menjadi tampak khawatir setelah sebelumnya dia seperti mau mengamuk.
"Maaf, aku telat kamu jadi terluka!" Elisa sambil dia mengeluarkan talisman dari inventori.
Aku lihat Elisa mengeluarkan talisman penghilang sakit, dia juga mengambil talisman lainnya. Itu adalah talisman segel, aku paham tujuan Elisa menyegel lukanya sementara.
Dia melakukan itu karena tidak memiliki pilihan, pil yang dia punya tidak mempan. Dia paham akan hal itu sebabnya menyegel luka sementara.
Untuk Assassin itu, dia langsung kabur ketakutan. Aku yakin dia pastinya akan melapor, sungguh sayang bila ini dunia Elysia pasti mereka bisa jadi poin sistem.
"Hiks! nona ini menakutkan, mereka mau membunuh membawa ku dan Pendekar Mo tidak sadar kan dirinya. Hiks!"
Tidak kuat menahan tekanan kehidupannya, aku lihat Meng meng memeluk Elisa dengan menangis gemetar ketakutan.
"Sudah, sudah. Aku sudah datang kamu jangan menangis lagi." Elisa sambil mengusap kepala Meng meng
"Nona, Hiks! tolong pendekar Mo juga dia Hiks sekarat." Meng meng sambil menangis di pelukan Elisa.
'Ah, aku lupa dia membantu Meng meng. Harun apa pill cukup untuk memulihkannya?' Elisa dalam pikiran.
Melihat Elisa lupa, aku menghela nafas imajiner dia ini setelah hampir mengamuk dan tenang sekarang menjadi kikuk.
[Tentunya, dia masih bernafas lukanya tidak dalam walaupun dia mengalami luka dalam. Seharusnya itu sudah cukup, tapi persediaan Pill mu habis.]
'Tidak apa apa, di dunia ini kan ada Alchemist! tinggal beli saja dari mereka, benar bukan?' kata Elisa.
Setelah mengatakan itu Elisa mengeluarkan pill terakhir nya, dia langsung memasukkan ke dalam mulut Mo fan.
Elisa sedikit sulit membuat Mo fan memakan pill nya, tapi dia segera menemukan cara. Elisa mencairkan pill menggunakan energi spiritual nya, sehingga itu langsung tertelan.
"Ugh, Uhuk. Uhuk! apa yang terjadi? tidak tunggu Nona Meng! bagaimana dia?"
__ADS_1