Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Metode fisik (Revisi)


__ADS_3

Elisa saat ini berada di ruangan kantor gaya abad eropa pertengahan, di sana gadisku sedang bingung karena pernyataan yang di katakan Count sebelumnya.


[Elisa, Count tahu kemampuan bertarung kamu, sepertinya dia menahan kamu pergi dan berniat menjadikan kamu orangnya.]


'Harun, menurut kamu apa aku menghajarnya agar setuju?' kata Elisa dalam pikiran.


[Elisa itu terlalu sembrono!]


[Tolong jangan lakukan itu.]


[Aku mengidentifikasi Count memiliki Crest menengah level 3 dan untuk kekuatan kamu sekarang akan sulit memenangkannya.]


[Kecuali kamu membeli Artifak peningkat kekuatan, pill peningkat kekuatan, atau talisman peningkat kekuatan ]


'Hanya bercanda, kamu punya saran?' tanya Elisa.


Gadis ini hampir membuatku takut saja! aku akui Elisa sekarang cukup kuat namun bila dia main hajar saj mungkin akan kalah.


Karena Count yang memiliki Crest menengah level 3 dia memiliki kekuatan 1.800 kilo setiap pukulannya itu belum di aktifkan.


Sedangkan Elisa saat ini hanya memiliki kekuatan pukulan sebanyak 1.700 kilo jelas dia tidak mungkin menang.


[Elisa dengarkan aku, katakan saja walaupun aku belum mendiskusikan dengan Lili, dia pasti akan mengikuti.]


[Untuk anak-anak kamu walaupun mereka sekarang masih muda, mereka ini bangsawan yang seharusnya memiliki pendidikan sejak kecil.]


[Tidak mungkin mereka akan terus bermain, karena memiliki tanggung pewaris keluarga bukan?]


Setelah Elisa mendengar notifikasi, dia segera mempraktekkannya, dan dalam sekejap wajah Count menjadi tercengang.


"Baiklah, aku sepertinya tidak akan pernah bisa menghentikan kamu pergi." kata Count setelah itu menghela nafas. "Sepertinya kamu masih memiliki banyak rahasia tersembunyi." dia mulai menatap tajam Elisa.


"Beri waktu sehari untuk mempersiapkannya, dan juga kalian berdua bisa berpamitan dengan Asta dan Anita."


"Aku tidak mau mereka menjadi sedih karena temannya menghilang begitu saja!"


Count memang kalah debat dengan Elisa, tetapi Elisa harus menginap 1 malam lagi dan berpamitan dengan anak-anaknya.


"Terima kasih atas waktunya Count, maaf mengganggu, dan sekalian aku ingin latihan pedang apa boleh meminjamkan lapangan latihan untuk saya?" tanya Elisa.


Mendengar perkataan Elisa sontak membuat Count terkejut seraya berkata, "Kamu yakin? di musim dingin ini?"


"Iya!" balas Elisa dengan singkat.


Kembali Count menghela nafasnya karena apa yang dikatakan Elisa dari awal memang di luar dugaan seraya berkata, "Baiklah, kamu boleh meminta antar prajurit atau pelayan di luar sana."


"Maaf karena tidak bisa mengantarkan." kata Count dia kembali pada pekerjaannya yang seperti gunung.


Elisa keluar dari kantor Count, setelah itu dia sedikit berjalan ke sekitar mencari seseorang yang mungkin dapat mengantarkan dirinya ke lapangan latihan.


Tidak lama berjalan, dia menemukan seorang pelayan. Elisa segera memintanya untuk agar di antar ke lapangan latihan.


Begitu Elisa sudah sampai, nampak lapangan pelatihan para prajurit yang tertutupi oleh salju putih yang lebat. Kebetulan, salju juga sedang turun sedikit demi sedikit.


Lapangan itu sangat sepi tidak ada prajurit satupun, karena memang sekarang suasana dingin lebih ekstrim dari kemarin.


Untuk pelayan yang mengantarkan Elisa, dia segera pergi karena punya tugas dan terlebih penting di luar sangat dingin.


"Harun aku ingin tahu apa ada metode lain untuk memperkuat kekuatanku saat ini?" kata Elisa menatap layar sistem.


[Tentu saja!]

__ADS_1


[Kalau Elisa kekurangan kekuatan fisik selain membeli pill anda bisa membeli metode lain yang melatih kehendak pedang.


[Kamu dapat lebih mempertajam Intuisi dan pedang anda.]


"Apa metode nya dan berapa harganya?"


Ding!


________________________________


Mind of sword.


Metode tingkat : Menengah bawah


Penjelasan


Pembudidaya yang melatih apabila sudah mencapai tahap tertinggi, mereka akan dapat merubah segalanya menjadi pedang.


Harga : 180.000 poin sistem.


________________________________


"Aku ingin membelinya!" kata Elisa setelah membacanya.


[Membeli Metode Mind of sword.]


[Memotong 180.000 poin sistem.]


Ding!


[Mendeteksi teknik mind of sword.]


[Apa anda ingin mempelajari nya?]


Setelah mempelajari teknik tersebut, seperti biasanya. Elisa akan terdiam sejenak untuk dia agar memahami tekniknya.


Beberapa saat kemudian, Elisa sudah paham teknik mind of sword. Segera mengeluarkan frost flower dari Inventori


Setelah itu Elisa melepaskan jubahnya di atas salju. Sebagai bentuk pemanasan dia segera mengayunkan pedang frost flower sebanyak 1.000 kali.


"Cara berlatih menggunakan teknik one with sword dan mind of sword memiliki kesamaan yaitu mengayunkan pedang sepenuh hati."


"Kemudian rasakan setiap perubahan pada otot dan energi dalam tubuh mu!" kata Elisa saat ini sedang memasang kuda-kuda depan.


Elisa mulai serius, dia segera mengayunkan pedang dengan cara sendiri. Elisa mengikuti alirannya, dia nampak seperti menari dengan pedangnya.


Terkadang Elisa mengayunkan pedang ke arah kiri 180 derajat, kemudian dia kembali mengayunkan ke kanan sebanyak 360 derajat dia seperti menari dengan berputar.


Tebasan yang dia ayunkan sebenarnya juga tidak sembarang, karena dia mengikuti aliran tebasan dia memotong setiap butiran salju yang turun. Seperti tidak membiarkan salju jatuh di tanah dia berpijak.


Dengan sabar dia terus mengulangi ayunan pedangnya, tanpa sadar karena terlalu fokus aku sudah melihat beberapa prajurit Count sedang memperhatikannya.


Sebelumnya memang tidak ada, tetapi karena hal yang Elisa lakukan cukup lama mereka mulai berdatangan. Awalnya satu kemudian terus bertambah.


Mereka kagum dan terkejut, karena gadis usia 14 tahun tidak menghiraukan musim dingin yang saat ini begitu ekstrim berlatih pedang. Namun terlihat seperti menari, kesan pertama yang mereka lihat saat itu adalah Elisa seperti peri salju yang menari di tengah salju.


Kembali pada Elisa, tubuhnya secara perlahan di kelilingi cahaya putih. Itu seperti bintang berkelip di langit malam, karena itu sekarang penampilan dia menjadi lebih sangat cantik.


[Elisa, kamu sadar menarik perhatian?]


Mendengar notifikasi sistem, Elisa terkejut segara dia menghentikan latihannya seraya berkata, "Eh! Apa kata Harun?"

__ADS_1


[Kamu menarik perhatian Elisa, kalau kamu tidak percaya coba gunakan intuisi ilahi untuk melihat sekitar.]


Elisa segera menggunakan intuisi ilahi, dia merasakan ada banyak orang melihatnya latihan di barak.


"Nona kecil, kenapa kamu berhenti? tarian kamu begitu indah! Dan juga kamu sangat hebat bisa menahan hawa dingin ini." kata salah satu prajurit.


"Eh? Memang kalian tidak latihan?" tanya Elisa dari tempat dia berdiri.


"Bukan tidak mau latihan, tetapi hari ini dingin begitu ekstrim. Kita saja yang prajurit terlatih memerlukan pakaian tebal, kamu sungguh hebat Nona kecil." kembali salah satu prajurit membalas Elisa.


"Disini kau kakak!"


Suara 3 orang serempak memanggilnya. Elisa mengenal suara tersebut, dan mereka adalah adalah Lili, Asta dan Anita.


"Kak Eli, sedang apa kamu di sini?" tanya Asta.


"Kami mencari mencari kamu di seluruh mansion, dan bertanya kepada beberapa pelayan yang melintas." kali ini kata Anita.


"Bahkan aku mencari kakak di kamar. Namun tidak menemukan kakak." lanjut kali ini adalah Lili menyambung pembicaraan.


"Maaf, aku sedang latihan." jawab Elisa dengan sangat simpel.


Mendengar perkataan Elisa, mereka bertiga terkejut secara bersamaan seraya berkata, "Eh! Di hari yang dingin ini?"


"Itu tidak boleh! Kakak nanti sakit! Anita dan Asta ayo kita bawa kakak!" tegas Lili menarik tangan Elisa.


Melihat Lili menarik tangan Elisa, mereka juga tidak mau ketinggalan. Anita dan Asta juga menariknya tangan Elisa, untuk dia ikut dengan mereka.


Untuk Elisa yang di tarik cuma bisa pasrah dia bisa saja asal melepas mereka. Namun bila Elisa melakukan mereka bisa saja terjatuh.


Para prajurit yang di barak melihat Elisa pergi mereka jadi sedikit sedih, mereka pikir Elisa hiburan mereka? Dasar tidak punya kerjaan.


"Nona muda, Tuan muda, dan Nona kecil tolong tunggu!" kata salah satu prajurit memanggil mereka.


Prajurit itu berlari ke arah, kemudian dia menyerahkan jubah milik Elisa jatuhkan di atas tanah sebelum memulai berlatih.


"Apa ini jubah Anda? Aku liat jubah ini di atas tanah, aku pikir ini punya Anda!" kata prajurit itu.


Dia memiliki rambut pendek dengan warna kuning kotor, memakai baju jubah hangat berwarna abu-abu gelap.


Elisa mengambil jubah miliknya kemudian memakainya, lalu dia melihat ke arah prajurit tersenyum hangat seraya berkata, "Terimakasih! Kamu sungguh baik."


Prajurit yang melihat senyum Elisa mereka terpesona, wajah mereka agak merah bukan kerena dingin. Tetapi karena senyum Elisa sangat cantik dan hangat.


Selagi prajurit terdiam karena melihat senyum Elisa, ketiganya kembali menarik tangannya agar lebih cepat pergi.


"Kita mau kemana?" tanya Elisa.


"Kemana? Tentu saja berendam! kak Eli!"


"Kata Lili, Kak Eli belum mandi sejak kemarin jadi kami mari berendam bersama!" jawab Anita.


"Apa itu di perbolehkan?" kata Elisa bertanya.


"Tentu boleh!" jawab Anita dan Liliac.


"Lalu apa Asta akan ikut?" Elisa kembali bertanya.


Begitu mendengar perkataan Elisa.


Aku menoleh ke arah Asta, wajahnya menjadi merah mendengar hal tersebut. Ternyata pria kecil ini, dia sudah memiliki pikiran dewasa.

__ADS_1


Asta memalingkan wajahnya malu dia tampak berbicara pelan. "Aku laki-laki sejati mana mungkin melihat Elisa dan Lili tidak memakai busana!"


Nak, aku salut pada pikiranmu. Walaupun aku tidak tahu Elisa atau Lili yang kamu suka. Namun aku tetap salut.


__ADS_2