
Halo semua namaku Harun dan saat ini aku bingung dan terkejut karena begitu bangun sesuatu terjadi tepat di depan aku.
Aku melihat Elisa dan Liliac tengah berada di padang savana rumput yang luas dan rimbun mereka saat ini saling berhadapan, mereka terlihat serius mengacungkan pedang satu sama lain dengan jarak 10 meter.
Elisa memakai baju terusan dress putih polos lengan panjang putih dengan rok sepanjang dengkul, Liliac memakai dress hitam gaya Elohim dengan tali sebagai penahanan pundak dan pita merah imut di sekitar pinggang.
Di titik itu aku juga merasakan aura membunuh menyeruak ke sekitar Elisa dan Liliac, hal itu bisa saja membuat orang lain kesulitan bernafas, serius kenapa aku baru saja bangun Liliac dan Elisa mau saling bunuh, apa yang terjadi.
Step!
Dengan hentakan kaki yang begitu lembut, aku melihat sosok mereka berdua menghilang seperti angin berhembus.
Crank!
Seperti suara logam bertabrakan sosok mereka kembali muncul. Kali ini mereka muncul saling berhadapan beradu pedang, Elisa memegang Frost flower. Liliac memegang Vientiane Evagine.
Aku lihat saat mereka berhadapan dengan senyum seperti menikmati pertarungan, mereka melakukan itu membuat aku mengira maniak pertarungan.
Tidak lama sosok mereka kembali menghilang seperti hantu, seketika itu suara tabrakan dan percikan kedua logam memenuhi seisi padang rumput.
Hal tersebut membuat rerumputan sekitar seperti menari mengikuti alur nada dari tabrakan kedua logam, namun di sisi lain juga terpotong bertebaran karena tampa sengaja hembusan angin yang mereka ciptakan memotong rerumputan sekitar.
Swis!
Pergerakan mereka benar-benar seperti menyatu dengan angin sekitar membuat nya melewati batas wajar, Sihir Liliac sangat bagus karena dia Crest lord of vampir level 4 dan gerakan Elisa sangat cepat karena dia ranah battle king yang menggunakan Beauty celestial step.
Pertarungan mereka yang semakin lama menjadi intens, bahkan membuat rumput rimbun menjadi korban tidak bersalah karena di babat habis oleh mereka.
Dan terlebih padang rumput yang cukup rimbun seharusnya membuat seseorang bertarung menjadi sulit bergerak, karena bisa saja orang tersandung jatuh tetapi tidak dengan Elisa dan Liliac.
Crank! Crank! Crank!
Dentuman logam yang nyaring seiring waktu terus menerus terjadi, rumput yang terpotong terus bertebaran tampa henti. Hal itu membuat suasana dimana aku seperti menonton film laga aksi pertarungan di tv.
Aku melihat mereka bertarung semakin lama menjadi takjub Elisa yang memiliki kekuatan ranah battle king, seharusnya bisa mengalahkan Liliac yang belum mencapai ranah beyond mortal.
Bisa di katakan Liliac saat ini menggunakan seluruh kemampuan Crest lord of vampire, yang mana dia gabung dengan sihir penguat di tambah percepatan dan juga menggunakan kemampuan fisik super vampir.
Aku menduga Elisa yang tampak serius sebenarnya tidak begitu serius bertarung, dia masih menahan diri saat menebas Liliac ataupun beradu pedang dengan nya.
Tidak lama kemudian, aku melihat mereka yang terkadang selain mereka beradu pedang, mereka beradu kemampuan lain.
__ADS_1
Liliac melemparkan Blood manipulasi membentuk tornado darah yang dia pernah gunakan sebelumnya melawan anak buah saint, dan Elisa membalasnya dengan nine frozen palm hingga membuat membuat pusaran tornado membeku.
Karena hal tersebut terkadang membuat tiba-tiba tanah berlubang seperti di keruk oleh pusaran tornado darah karena Elisa menghindari serangan Liliac.
Selain tanah yang di keruk aku juga terkadang melihat tanah sekitar membeku, karena Liliac terpaksa menghindar serangan Elisa.
Clank!
Swiss!
Tidak lama kemudian sosok mereka muncul Elisa terlihat menodong Liliac yang terlihat kelelahan di atas tanah. Di saat sama seperti angin berhembus memberi sorakan dan rumput yang bertebaran akhirnya jatuh seperti bunga ucapan selamat.
Melihat itu aku sudah tahu Elisa yang menjadi pemenang nya, tentu saja walaupun Elisa tidak serius sekarang dia sudah sangat kuat. Bila nanti bertemu anak buah saint di masa depan dia memiliki 30% kesempatan menang.
Kemudian bila Elisa benar-benar serius mungkin kesempatan nya menang sebanyak 70% tapi dari itu serius apa yang terjadi saat aku tidur? kenapa Elisa dan Liliac bertarung dengan niat membunuh.
Apa mereka sparing? kalau pun iya seharusnya tidak usah menggunakan niat membunuh juga, mereka melakukan itu bisa membuat salah paham.
Tapi mari kembali ke Elisa, tepat saat itu terjadi Vientiane evagine tiba tiba menancap di tanah dekat mereka berdiri. Sepertinya sebelum nya pedang tersebut terpental sempat berputar di udara beberapa kali dan akhirnya jatuh menancap di tanah.
"Lili kamu kalah!" Kata Elisa.
Liliac terlihat kehabisan nafas melihat Elisa dia juga tampak berkeringat banyak. "Kakak, kamu terlalu kuat!"
"Kamu bisa sekuat aku bila lebih rajin kultivasi dan latihan dari pada bermain." Balas Elisa.
Mendapati hal tersebut Liliac tersenyum memegang tangan Elisa dengan erat menahan nya, kemudian dia melakukan lompatan hendak memberikan tendangan keras tepat di kepala Elisa yang menurutnya lengah.
"Kalau begitu kakak saja, aku takut mati bosan!" Jawab dia selagi menendang.
Seakan dunia di sekitar melambat Elisa menutup matanya lalu menghela nafas panjang kemudian menangkap kaki Liliac tepat sebelum sampai di kepalanya.
"Kalau begitu tujuan mu mengalahkan kakak mu ini hanya bisa di lakukan pada mimpi!" Ejek Elisa.
Swis!
Setelah mengatakan hal tersebut Elisa langsung melempar Liliac cukup jauh. Dia terhempas hingga menabrak sebuah batu besar dan retak.
"Ugh! kakak jahat!" Kata Liliac mengeluhkan rasa sakitnya.
"Salah sendiri mencoba mengambil serangan diam diam, seharusnya kamu tahu trik itu tidak akan pernah berhasil!" Balas Elisa dia meninggikan suaranya.
__ADS_1
Sesudah melempar Liliac dengan santai Elisa berjalan pergi menjauh, dia kali ini tidak mau membantu Liliac. Melihat itu aku menduga sepertinya mereka sudah sepertinya selesai bertarung.
[Elisa kamu tadi kenapa bertarung menggunakan aura membunuh dengan Liliac? aku baru bangun dan kurang informasi apa yang terjadi?]
Mendapati hal tersebut Elisa terkejut dan senang melihat aku sudah bangun.
"Harun sudah bangun?" Kata Elisa.
[Ya, aku sudah bangun tepat saat kamu hendak bertarung dengan Liliac, aku tiba-tiba saja terkejut kamu tahu?]
"Maaf, habisnya Harun tidur terlalu lama ini sudah 1 minggu kamu tahu?" Balas Elisa.
Eh? seminggu! selama itu kah? aku benar-benar terkejut mendengar nya, setelah itu aku meminta penjelasan seminggu sebelumnya setelah aku tidur.
Aku sebenarnya bisa saja mencari informasi tersebut dengan mudah, tapi aku malas melakukan nya. Lebih baik Elisa saja yang menjelaskan.
Elisa menjelaskan setelah aku tertidur dia menekan fungsi teleportasi, hal tersebut membuat waktu perjalanan menjadi singkat. Sesampainya di sana mereka sempat kembali berpamitan, namun begitu selesai urusan di sana Elisa dan Liliac tidak punya tujuan lain.
Jadi mereka memutuskan kembali ke pulau kecil tempat retakan muncul, Elisa kembali ke tempat ini juga untuk melakukan hal lain, dia memutuskan akan membangun paviliun sekte nya di tempat ini.
Tempat ini sangat jauh dari keramaian dan cukup tersembunyi dari mata orang lain, oleh karena itu Elisa memutuskan tempat ini sebagai markas dan paviliun sekte nya.
Namun karena tidak tahu konstruksi bangunan dan aku masih tidur, Elisa dan Liliac memutuskan latihan seperti sparing atau kultivasi. Mereka sparing cukup intens karena bertarung dengan niat membunuh, entah kenapa mereka melakukan itu.
Sebelum bertarung di padang rumput Elisa dan Liliac juga bertarung di tempat lain, laut contohnya mereka juga bertarung cukup intens di sana.
Dan hal itu mereka lakukan selama seminggu belakang ini, karena seperti yang Elisa katakan mereka tidak punya kegiatan lainnya. Itulah apa yang terjadi seminggu belakang ini, Elisa menjelaskan nya dengan cukup singkat dan mudah di paham.
"Harun, bertarung dengan Lili bagus tapi aku merasa agak kurang. Apa bila boleh aku latihan sparing dengan kamu?" Tanya Elisa.
[Tentu saja ranah dari tubuh battle king di khusus kan dalam pertempuran langsung, begitu dari ranah true master ke battle king kekuatan mu melonjak lebih kuat dari sebelumnya.]
[Tapi kamu menurut aku, lebih baik kamu bertarung dengan jimat pemanggilan kultivator ranah Sovereign dahulu, aku tidak menyarankan kamu bertarung dengan aku.]
"Mm! baik aku paham, Harun beli jimat tersebut." Kata Elisa.
Elisa membeli jimat pemanggilan kultivator ranah Sovereign sebagai teman sparing, penampilan kultivator memiliki rambut hijau segar dan memakai baju hijau dengan jubah dia memiliki penampilan cukup tampan.
Dia selain tampan pandangan nya dingin wajah nya kaku tampa ekspresi, aku sedikit penasaran bagaimana kehidupan dia sebelumnya, bila aku ingat Jimat pemanggilan kultivator adalah memanggil imitasi pembudidaya saat masih hidup.
Sebelum mulai aku memberi tahu pertarungan akan sebentar karena batasan waktu pemanggilan hanya 5 menit, Elisa paham hal tersebut dia memberikan sky pearl agar durasi pemanggilan bisa lebih panjang.
__ADS_1
Dan karena Elisa belum jauh dari tanah padang rumput sebelum nya, dia kembali ke sana padang rumput yang lebat sekarang menjadi gundul dan cukup berantakan karena perbuatan mereka sebelumnya.