
Tidak butuh lama akhirnya mereka sampai di kota suci yang menjadi reruntuhan, mereka dapat cepat sampai karena terbang menggunakan sayap Liliac.
Segera sampai mereka menuju fasilitas bawah tanah, sampai di sana karena banyak penjara mereka berpencar membuka pintu satu persatu.
Tetapi begitu Elisa membuka pintu penjara tahanan aku melihat seorang gadis muda berambut pink dengan pakaian compang camping, di kepalanya terdapat tanduk kecil.
Aku melihat salah satu matanya di perban sepertinya terluka, tubuh nya banyak terdapat luka parah, di punggung nya terdapat sayap berbulu hitam yang telah robek. Dari penampilan fisik nya lebih jauh, dia kelihatan masih muda dan seumuran dengan Elisa.
Melihat Elisa mendekat dia langsung jatuh gemetar ketakutan. "Tolong! kumohon biar kan aku hidup!" Kata Tahanan. "Tolong jangan bunuh aku!" Si Demon mulai meneteskan air mata.
'Harun, bagaimana ini dia sepertinya ketakutan melihat ku, padahal aku tidak melakukan apapun?' Tanya Elisa dalam pikiran.
[Elisa menurut ku dia ketakutan karena ras manusia melakukan hal buruk padanya, di lihat dari semu luka di tubuh nya seperti menyiksa dia hingga sekarat. Lebih baik coba bujuk dia untuk tenang dan berikan pill Recover body.]
'Beli itu satu!' Kata Elisa dalam pikiran.
[Membeli 1 pill Recover body, memotong 20.000 Poin sistem.]
Elisa berjalan mendekat. "Aku tidak datang menyakiti mu!" Kata Elisa. "Ini cobalah, makan ini itu dapat memulihkan tubuh mu." Kata dia menyodorkan pill di telapak tangan nya.
Melihat itu, gadis Demon tersebut menepis tangan Elisa hingga pill di tangan nya terpental. Dia melakukan itu dengan ekspresi sangat takut, apa dia mengira itu adalah racun? padahal niat Elisa baik.
Karena apa yang di lakukan nya, Elisa kembali mencari dan mengambil pill yang di tepisnya, dia kembali mendekati wanita tersebut. Elisa kemudian menatap wanita itu dengan dingin, karena matanya buta Elisa hanya asal tatap.
Tetapi karena hal tersebut si gadis Demon mejadi lebih takut dari sebelumnya. "Kumohon jangan sakit aku!" kata gadis Demon.
'Harun bagaimana ini?' Elisa dengan khawatir.
[Langsung masukan saja pill tersebut ke mulut nya, aku ragu dia akan menepis nya kembali!]
Mendengar saran ku Elisa terkejut. "Eh? itu kejam, tapi biarlah tidak ada cara lainnya!" Elisa bersiap langsung memasukkan pill tersebut ke mulut si gadis Demon.
Begitu masuk mulut dan tertelan oleh gadis Demon tersebut, Elisa menjauh kan tangan nya, si gadis Demon batuk karena hampir tersedak. "Uhuk! uhuk, apa yang kamu beri!" Kata Gadis tersebut.
__ADS_1
Tubuh gadis Demon tersebut bercahaya, luka nya secara perlahan pulih. "Ugh... tubuh ku sakit! tidak ini... Hangat!"
Tidak lama tubuh gadis Demon pulih total, mata nya yang buta telah pulih kembali. Beberapa luka lebam dan cambuk telah hilang, di tambah sayap berbulu hitamnya di pinggang nya telah kembali.
Karena dia telah pulih, sekarang penampilan asli wujud gadis tersebut terlihat dan itu benar-benar cantik. Aku rasa bila kulit dan pakaian nya tidak kotor mungkin akan lebih memperlihatkan pesonanya, aku yakin walaupun dia masih berumur 14 tahun itu sanggup membuat para pria manapun akan menggila melihat nya. Tetapi entah kenapa aku merasakan gadis Demon ini ada sesuatu yang salah.
Dan untuk mereka yang mengurung gadis demon ini, mereka benar-benar biadab! untung saja mereka telah mati, bila masih hidup mungkin akan aku gantung mereka.
"Aku sembuh! apa kamu manusia? kenapa kamu menyembuhkan aku? apa kamu mau aku di jadikan korban oleh orang biadab itu?" Tanya Gadis demon.
Mendengar hal tersebut Elisa menyodorkan tangan kanannya dia hendak berkenalan. "Aku manusia namaku Elisa, aku tidak memiliki hubungan dengan orang biadab itu. Aku kesini menyelamatkan adik ku seorang vampir!"
Melihat Elisa menyodorkan tangan, dia paham Elisa ingin bersalaman. "Ah! maaf lupa mengenalkan diri, namaku Leticia aku seorang Succubus. Aku tertangkap oleh mereka di masa lalu, sekali lagi maaf juga karena berprasangka buruk!" kata Leticia bersalaman.
Apa? dia Succubus? pantas saja kenapa dia terlihat cantik, dan itu kenapa aku merasa dia memiliki pesona yang dapat membuat pria menjadi gila, dan aku juga merasa ada yang salah.
Menurut informasi yang aku dapat sebelum nya, Succubus di sini agak berbeda dengan apa yang di deskripsi dunia fantasi lain, ataupun deskripsi urban legend bumi. Mereka tidak menyerap inti sari pria untuk makan, mereka di sini mencari makan dengan cara menyerap emosi kasih sayang yang di lontarkan oleh manusia ataupun mahluk hidup lain.
Leticia ada di fasilitas bawah tanah, pastinya dia akan di gunakan untuk menyerap energi kehidupan nya? bila di ingat succubus memiliki daya hidup lebih dari 100 tahun dan mereka tidak dapat menua, tetapi saat mereka mati itu akan menjadi debu dan hilang.
"Maaf boleh tanya, kamu manusia tetapi adikmu vampir. Apa maksud itu?" Tanya Leticia.
"Itu tidak apa apa! sebenarnya dia bukan adik kandung ku, aku mengangkat dia dan menganggap dia sebagai adik ku." Jawab Elisa.
Saat mereka sedang berbincang suara langkah terdengar mendekat, Elisa kenal dengan langkah dan aura nya. "Ah! dia sudah datang, dan membawa 4 orang? Eh! sepertinya dia berlari meninggalkan mereka di belakang." Kata Elisa memberi tahu Leticia.
Mendengar itu Leticia bingung. "Bagaimana kamu tahu-"
Belum sempat selesai mengatakan sesuatu Liliac muncul bagai sebuah angin lewat dan pergi. "Kakak, yang selamat ada 4 orang!"
"Lantas kemana semuanya?" Tanya Elisa.
Mendengar itu Liliac menghela nafas. "Aku meninggalkan nya, aku khawatir kakak kembali batuk darah dan mengelapnya dengan kain kan sayang."
__ADS_1
Mendengar apa yang Liliac katakan Elisa menaruh tangan nya di kepala Liliac. "Itu tidak boleh Lili!" Kata dia dengan senyum.
"Eh! kenapa tidak boleh?" Liliac menyadari bertanya. "Ah Maaf!" Kata Liliac menurun kan kepalanya.
Sepertinya Elisa sedang memarahinya, cara memarahi yang unik, aku tidak tahu kamu belajar dari mana.
Tapi ngomong ngomong Aku bangga pada pemahaman Elisa dengan intuisi pedang telah meningkat dengan sendirinya, sepertinya tepat saat melihat aku bertarung. Mungkin kedepannya aku akan memperlihatkan pertarungan ku, dan lebih penting sepertinya Elisa secepatnya mendapatkan pencerahan jalan pedang.
Nanti dia dapat pencerahan seperti apa, bila di ingat pencerahan jalan pedang sangat beragam. Ada yang bagus dan ada yang buruk, aku harap Elisa nanti dapat yang bagus.
Baiklah mari beralih ke Leticia, dia melihat Elisa tahu Liliac mendekat terkejut, karena Liliac tadi berlari cukup cepat hingga sulit di lihat mata.
Orang memang bisa melihat nya, namun hanya orang dengan Crest level lebih tinggi atau unik lainnya.
"Eh! ternyata benar, tapi kalian berniat pergi dari tempat ini. Apa itu mungkin, para petinggi biadab mereka sangat kuat, aku tidak yakin bisa mengalahkan mereka." Kata Leticia.
"Oh kamu khawatir hal itu? Hihi! itu tidak tidak akan terjadi!" Kata Liliac tertawa kecil.
Leticia bingung dengan jawaban Liliac. "Apa maksud mu?"
"Maksud aku, Harun telah membunuh mereka, di tambah kakak telah membantai semua pasukan di kota ini, bila tidak percaya lihat sendiri!" Jawab Liliac.
Setelah mengatakan hal tersebut Liliac keluar sel kemudian berbalik hendak pergi. "Aku mau pergi ke mereka yang masih tertinggal, kalau mau ada yang di tanyakan kamu bisa tanya kakak." Kata Liliac dia langsung lari.
Mengetahui hal tersebut Elisa menghela nafas. "Dasar anak ini, kapan kepribadian utama nya bangun. Aku agak kesulitan dengan nya!"
Tidak apa Elisa aku paham kesulitan mu, Liliac yang sekarang sulit di prediksi, kadang dia memiliki sikap berbelok pada kasih sayang Elisa. Kadang bersikap normal seperti sebelumnya, aku juga hanya berharap kepribadian utama nya sadar.
Setelah berbincang sebentar dengan Liliac yang kabur menuju orang yang dia tinggalkan, Elisa dan Leticia keluar sel tahanan menuju jalan keluar fasilitas bawah tanah. Tapi saat perjalanan keluar aku melihat Leticia seperti memiliki banyak pertanyaan pada benak nya.
Karena apa yang kulihat di sepanjang jalan fasilitas bawah tanah ini dia hanya diam tidak bicara, sesekali dia terlihat bengong dan kadang hampir mendahului Elisa, padahal kan diantara mereka hanya Elisa yang tahu jalan keluarnya.
Karena hal tersebut aku meminta Elisa sebagai perwakilan untuk bertanya, aku agak penasaran apa yang akan dia tanya kan nantinya.
__ADS_1