Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Menjadi juri dan peserta l


__ADS_3

Matahari pagi telah menunjukkan sinar, Aku melihat Elisa menggunakan pakaian putih dengan motif bunga dandelion dan menggunakan cadar transparan di wajahnya.


Elisa di kamar sedang membuat talisman, dia sempat membeli beberapa bahan yang di perlukan untuk membuat nya.


Sebelum matahari terbit Elisa kembali ke hutan membantai beberapa beast, kemudian mengambil mayatnya untuk di jual sebagai uang.


Uang digunakan untuk membeli beberapa kertas kuning, karena Elisa punya tinta dan kuasnya namun tidak dengan kertas.


Selain kertas kuning dia juga membeli pakaian baru yang dia gunakan saat ini, pakaian lama sudah sangat rusak dan lusuh tidak baik gadis secantik Elisa memakainya.


Lalu lebih penting karena keributan semalam Elisa sekarang di tempat berbeda, lebih tepatnya dia berada di paviliun bagian barat kota Feng lu.


Arsitektur paviliun menggunakan desain kuno karena memang ini mengambil konsep Tionghoa kuno, kemudian desain interior yang hampir sama dengan penginapan Lan ke roten.


Mengingat keributan semalam, aku sempat melihat para keluarga Li juga ada di sana walaupun Elisa sepertinya tidak tahu.


Melihat ekspresi mereka yang ketakutan sungguh menyenangkan, aku jadi membayangkan bagaimana nantinya saat Elisa di misi ke dua.


Tidak lama kemudian sebuah langkah kaki terdengar mendekat, Elisa dan aku tahu siapa dia, hingga tidak lama sudah berada di depan pintu.


Tok.. Tok.


"Nona, ini Meng meng!" Kata dia mengetuk pintu. "Tuan kota Feng Lu hendak bertemu, apa nona sibuk?" Tanya Meng meng.


"Ya, sebentar aku akan keluar!" Balas Elisa.


Begitu membuka pintu aku melihat Meng meng memakai baju kuno berwarna pink, itu juga memiliki corak bunga prem.


Gadis ini semalam mengenali Nona yang dia layani saat kekacauan, walaupun rambutnya dengan warna berbeda pakaian masih sama dan juga wajahnya pun masih sama.


Walaupun tidak berlaku untuk keluarga Li, mereka sama sekali tidak mengenali Xiao sha.


Saat itu tengah kekacauan mulai reda Meng meng memberanikan diri bertanya sendirian, dia menghampiri Elisa sendiri kemudian menanyakan nya.


Untuk Elisa yang mendapat pertanyaan itu terkejut tampa sengaja membocorkan nya, dan sekarang dengan alasan butuh pelayan, Elisa mengambil Meng meng sebagai pelayan nya.


Dia membawa Meng meng dari keluarga Li, tinggal bersamanya dan tidak lupa membelikan pakaian saat ini dia kenakan. Untuk keluarga Li mereka tidak punya alasan menolak, karena nyawa mereka bisa saja di pertaruhkan.


Memang dari awal ini rencana ku, membawa Xiao sha dan Meng meng keluar dari keluarga Li, tapi tidak ku sangka akan secepat ini.


Yah, mari lupakan itu sekarang karena saat ini aku melihat Elisa, dia sudah sampai dan sekarang dia mengobrol bersama Wang tua sambil minum teh yang di seduh oleh Meng meng.


Wang tua mengobrol tentang paviliun yang dia sediakan apa memuaskan, tentu saja jawaban iya aku dan Elisa juga cukup puas.


Setelah nya Wang tua memberikan sebuah kotak kayu, benda tersebut memiliki warna merah dengan ornamen bunga dari emas dan perak.


"Nona, kotak ini untuk anda." Wang tua menyerahkan pada Elisa. "Ini semua berisi material dari semua beast yang anda kalahkan."

__ADS_1


Mendapati hal tersebut Elisa membukanya terlihat cincin spatial, dari perkiraan deteksi ku itu seluas 100 meter kubik.


Di dalam terdapat ratusan material berharga, semua itu beast core, kulit, tulang ataupun esensi darah beast.


"Maaf, nona frost flower aku agak telat menyerahkan nya!" Wang tua menggunakan salam bela diri. "Dan juga dua hari dari sekarang akan ada acara turnamen beladiri." Kata Wang tua.


"Aku akan merasa terhormat bila anda datang untuk menjadi juri, dan mungkin anda bisa mencari murid yang di inginkan." Kata Wang tua


Mendengar perkataan Wang tua Elisa terdiam sejenak, kemudian dia secara diam-diam melihat layar sistem ku.


Melihat tatapan Elisa aku paham dia dalam keadaan dilema, karena aku meminta dia berhubungan baik dengan Wang tua, dan di siai lain harus menyelesaikan tugasnya.


[Elisa kamu bisa kok mengikuti keduanya, gunakan formulir endless warrior membentuk dua fisik yang dapat kamu kendalikan di saat sama.]


[Seharusnya untuk ranah mu sekarang memiliki cukup ki sejati untuk membuat satu fisik yang bertahan 1 hari penuh.]


'Mm, makasih Harun.' Kata Elisa dalam pikiran.


Setelah mendapat saranku, Elisa melihat ke arah Wang tua dia menerima tawaran menjadi juri di di acara tersebut.


"Aku terima tawaran mu." Kata Elisa.


"Baiklah terimakasih!" Wang tua menggunakan salam beladiri. "Kalau begitu Wang tua akan undur diri." Kata wang tua menurunkan tangan.


"Nona bisa melanjutkan istirahat nya!" Wang tua berbalik pergi.


Melihat Wang tua sudah mau pergi, Meng meng inisiatif mengantar nya hingga depan pintu, setelah itu dia kembali ke Elisa.


"Terimakasih Meng meng, kamu bisa melanjutkan pekerjaan mu atau istirahat!" Balas Elisa.


Setelah mengatakan hal tersebut Elisa berjalan meninggalkan Meng Meng, dia menuju kamar mandinya.


Sampai di tempat aku melihat bak kayu berisi air hangat yang di siapkan Meng meng, setelah itu dia segera membuka pakaian nya.


Tepat saat baru sedikit membuka baju, wajah Elisa memerah seperti strawberry matang, segera dia memperbaiki pakaian nya.


Melihat Elisa seperti itu apa mungkin dia malu karena aku? memang Elisa telah menyerap ingatan Xiao sha, karena hal tersebut dia sekarang bisa membedakan sifat karakter pria dan wanita.


"Harun, kamu laki laki?" Tanya Elisa.


[Ya, aku memang laki-laki, tapi kamu bisa tenang kok aku tidak tertarik pada tubuh wanita, termasuk host yaitu kamu.]


[Kalau saat masih menjadi manusia mungkin aku langsung tertarik jatuh cinta pada kamu cuma sekali pandang, tapi karena aku sekarang sistem jadi tentu tidak.]


"Kalau begitu bisa keluar, tolong tinggalkan aku sendiri!" Elisa mengalihkan pandangan nya.


Karena Elisa masih malu mau bagaimana lagi, aku melayang keluar dan membiarkan Elisa mandi sendiri dengan tenang.

__ADS_1


Padahal aku sudah bilang tidak tertarik, tapi Elisa masih bersikap begitu. Sialan aku memang buruk mengerti wanita.


Tapi mari lupakan itu, seharusnya setelah Elisa mandi nanti aku suruh dia kembali latihan dan mengasah skill nya saat menahan diri.


Memikirkan semua ini membuat ku menghela nafas imajiner.


...


Dua hari berlalu begitu saja, sekarang Elisa dalam sudah meningkatkan ranah tubuh Xiao sha mencapai foundation building tahap ke dua.


Dia juga sebelum nya mengalami tribulation thunder saat naik ranah dari gathering ki ke foundation building, atau pun meningkatkan ranah kecil foundation building dan Elisa ku yang cantik tidak kesulitan melewati nya.


Hal tersebut karena beberapa perbedaan aturan kultivasi dengan aturan yang dia gunakan saat di tubuh utama, di tambah lebih penting Elisa di bantu oleh frost flower yang mana menyimpan kekuatan tubuh aslinya.


Tetapi mari kembali ke Elisa, saat ini aku melihat dia tengah berbaris berada di tempat pendaftaran peserta turnamen yang sangat panjang.


Elisa sebelum nya menggunakan talisman ilusi untuk merubah warna rambut menjadi hitam, selain itu menggunakan pakaian pendekar wanita berwarna putih dengan corak bunga biru di sekitar roknya.


Dia juga membawa sebuah Pedang biasa, itu karena memberi saran sebelum turnamen, untuk membeli pedang biasa di sebuah toko.


Jika Elisa menggunakan frost flower, bisa saja seluruh kota terlibas tampa sengaja, makanya aku menyarankan beli pedang lagi.


Tidak terasa beberapa saat kemudian antriannya sudah mencapai giliran Elisa, dia mendaftarkan nama Li Xiao sha


Setelah mendaftar Elisa pergi untuk melakukan tes basis ranah, karena bila aku ingat menurut informasi turnamen memiliki beberapa aturan.


Pertama tes ranah, batas peserta adalah diwajibkan mencapai ki gathering tahap ke tujuh, dan untuk maksimal foundation building ke lima.


Cara menguji nya menggunakan tugu batu hitam, dan peserta di haruskan mengalirkan ki mereka otomatis tugu batu akan merespon lewat huruf dan angka.


Kedua baru tes pertarungan itu di mulai di atas panggung arena, yang mana di saksikan banyak orang dan juri sebagai penilai nya.


Tentu saja Klon Elisa sudah di tempatkan juga sebelum ini dimulai, dia saat ini duduk diam hampir seperti patung.


Mari kembali ke Elisa dia berdiri melihat banyak setiap peserta di panggil nama mereka, Uji ranah kultivasi cukup sengit, banyak jenius dari beberapa wilayah berkumpul.


Tentunya beberapa pecundang berkumpul, kadang mereka sombong mengejek namun begitu di ladenin mereka ciut.


"Peserta ke 150 Li Xiao sha, mohon maju!" Kata seorang juri di dekat tugu penguji.


"Huh, Li Xiao sha? bukan kah dia nona kecil di keluarga Li? untuk apa ikut acara ini?"


"Memang kenapa dengan gadis itu?"


"Dia tidak bisa kultivasi, gadis sampah dari keluarga ternama!"


Begitu nama Xiao sha di sebut, aku dan Elisa mendengar banyak yang membicarakan, banyak diantara bahkan dari keluarga Li.

__ADS_1


Aku tampa sengaja melihat si ****** keluarga Li, dia juga ikut lomba namun namanya belum di panggil untuk tes.


Untuk Elisa dia tidak peduli dan dia naik, baiklah kita nantikan ekspresi mereka melihat kehebatan host ku Elisa yang cantik.


__ADS_2