Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Vampir lapar


__ADS_3

"Lili, sudah jangan begitu sedih lagi. Ini bukan kesalahan kamu sama sekali, lagi pula mungkin ini sudah takdirnya."


Sembari mengatakan hal tersebut, agar Lili adiknya lebih tenang. Secara perlahan Elisa mendekapnya, dengan pelukan yang hangat.


Harum dan aroma unik tubuh Elisa tercium sangat dekat oleh Lili. Karena dirinya adalah vampir, indra penciumannya jauh lebih tajam dari manusia. Karena hal itu wajah Lili sedikit menjadi merah, dia seperti orang mabuk dan nafasnya tidak beraturan.


Secara perlahan-lahan dalam pelukan Elisa, dia berjinjit. Kemudian membuka mulutnya. Memperlihatkan gigi taring vampirnya yang penuh air liur menetes sedikit demi sedikit.


Bite!


"Ah!"


Elisa sempat terkejut karena Lili mengigit lehernya tiba-tiba, dan kemudian langsung menghisapnya dengan kuat. Sampai suara hisapan dan darah yang mengalir melalui kerongkongannya terdengar. Desah nafasnya menjadi lebih tidak beraturan, keringat dingin membasahi punggung Lili yang menikmati darah Elisa yang terus dia minum.


"Ugh, Lili kamu menggigitku terlalu kuat tolong perlahan. Ini mulai menyakitkan, Lili kumohon lebih lembut." Elisa mengatakan itu dengan lirih sambil merasakan sakit pada lehernya.


Gadis itu seperti tidak mendengar kakaknya berbicara, dia terus saja meneguk darah Elisa. Semakin kuat setiap hisapannya. Elisa bisa saja mendorong paksa Lili agar berhenti, tetapi itu bisa saja akan menyakitinya.


"Lili, tolong berhenti, aku merasa aneh." saat mengatakan ini Elisa perlahan mendorong tubuh Lili.


Tentu saja dia tidak mau itu terjadi, tetapi karena itu dia merasakan lehernya menjadi semakin sakit. Namun tidak lama kemudian rasa sakit di lehernya mulai menghilang, itu tergantikan oleh perasaan lain yang asing.


Karena perasaan itu juga tubuh Elisa secara perlahan menjadi melemah, wajahnya juga terlihat menjadi merah. Aku mendeteksi sel estrogen mulai di lepas, sedikit demi sedikit ke seluruh tubuh Elisa.


...


Dari kejauhan Victoria melihat Lili menghisap darah Elisa dari leher, dia secara tidak sengaja mencium bau darah Elisa walaupun setetes. Victoria berjalan secara perlahan, dia juga sedikit membuka mulutnya memperlihatkan taringnya.


Begitu sampai di dekat mereka, gadis itu juga merangkul tubuh Elisa dari belakang secara perlahan. Kemudian merobek sedikit kerah bajunya hingga rusak, dan menancapkan gigi taring vampirnya pada bahu bersebelahan dengan Lili di leher Elisa yang lain.


"Ahk!"


Elisa kali ini merasakan dua vampir mengigit tubuh dan menghisap darahnya, dia merasa sakit pada bahunya sesaat kemudian hilang berganti dengan perasaan aneh.


Gawat, ini beneran gawat Elisa di mangsa oleh dua vampir, dan mereka adalah vampir yang tidak akan mau dia lawan. Sial aku tidak dapat membantu.


"Harun aku merasa pusing? kepalaku mulai terasa berat, apa yang terjadi?" Elisa merasa dunia berputar begitu cepat.


Aku menduga zat adiktif liur Lili dan Victoria sekarang sudah mulai menyebar, ke seluruh tubuh dan otak Elisa.


Sebelumnya Lili hanya mengigit lengan Elisa tetapi sekarang di lehernya, itu adalah urat darah yang mengalir menuju kepalanya.

__ADS_1


Ini gawat, niatku membuat Elisa agar tidak berbelok sangat terancam. Apa yang harus aku lakukan? Sial, dari semua perhitunganku melibatkan perbuatan Elisa.


...


Tidak lama Elisa menjadi lebih lemas, dan lalu terjatuh. Kakinya yang lemas sulit menopang tubuhnya. Namun, Victoria dan Lili melepaskannya, mereka masih merangkul tubuh menahan tubuh Elisa yang terjatuh lemas, sambil terus menghisap darahnya.


Hisapan Lili semakin kuat, dan jantung Elisa berdegup lebih cepat menyebabkan zat liur Lili tersebar sangat cepat, hingga memenuhi tubuh dan otaknya.


Begitu pula dengan Victoria, dia juga semakin kuat menghisap darah Elisa. Mereka seperti ketagihan, tidak mau melepaskan Elisa sedikitpun dan sangat menikmati darah Elisa.


"Victoria, Lili. Tolong hentikan!" Elisa dengan nafasnya tidak beraturan.


Nafas Elisa mulai tidak beraturan, seiring dengan nafas yang tidak beraturan Lili dan Victoria. Wajahnya kini bukan hanya menjadi merah, dia berkeringat dan pandangan mata butanya menjadi linglung dan pusing.


Aku juga mendeteksi hormon testorogen dan estrogen di lepaskan, di pompa oleh jantung dengan sangat cepat. Menyebabkan tubuhnya menjadi semakin panas.


Kedua vampir itu benar-benar membuat Elisa kewalahan menanganinya, di sisi kanan ada Lili yang menghisap lehernya, dan bahu kirinya Victoria menghisap juga.


"Lili.. tolong... berhenti."


Nafas Elisa benar-benar sudah tidak beraturan, dia benar-benar sangat kewalahan. Seperti akan pingsan sewaktu waktu, bahkan walaupun pingsan. Aku menduga kedua loli vampir ini tidak akan melepaskan Elisa.


Setelah mengatakan hal itu, Lili melepaskan taringnya di leher Elisa secara perlahan. Kemudian menjilatnya, terlebih dahulu.


Sialan, apa yang harus aku lakukan? Keadaan Elisa saat ini pasti tidak dapat menanggapi notifikasi yang aku berikan.


"~Fuah!"


"Darah kakak menjadi semakin enak. Rasanya membuatku ketagihan." Lili mengatakan hal ini sambil menyeka darah di mulutnya.


"Nona Elisa, darah anda sangat enak!" Victoria berhenti juga berhenti menjilati bahu Elisa.


Lili dan Victoria perlahan mereka merebahkan tubuh Elisa dalam keadaan tidak berdaya di atas tanah. Di sana Lili dan Victoria melihat wajah Elisa yang menjadi merah, dan juga seperti kehabisan nafas.


Elisa gadis kecilku saat ini dalam keadaan yang sangat rentan, dia sangat tidak berdaya. Bahkan tidak dapat melawan orang, tanpa Crest sekalipun.


"Kakak kamu begitu sangat cantik! Bibirmu yang merah muda yang begitu alami. Wajah lemas tidak berdaya, dengan mata abu-abu yang sayu."


Saat ini Lili memandangi Elisa dengan tatapan seperti melihat makanan enak, rasa haus darahnya sangat tidak terkontrol.


"Nona Elisa, biarkan aku meminum darahmu sekali lagi." kata Victoria mengangkatnya dari belakang.

__ADS_1


Victoria mengangkat, menopang tubuh Elisa agar bersandar pada tubuhnya. Setelah itu kembali menancapkan taringnya, yang kali ini pada leher kirinya, membuat Elisa sempat sedikit kejang.


Setiap sel saraf di tubuhnya terkejut, sedikit menegang namun setelah taring penuh liur dari vampir lapar. Tubuhnya menjadi rileks dan membuat perasaan aneh, di rasakan menyebar di setiap bagian tubuhnya.


"Ugh, tolong hentikan." Elisa meneteskan air mata pasrahnya.


Sedangkan Lili tidak peduli Victoria mengigit leher Elisa, dia dengan pandangan seperti linglung, serta nafas yang tidak beraturan menatap wajahnya.


"Harum dari tubuhmu yang sangat unik juga benar-benar dapat menghipnotis, ini semua sangat menggoda. Boleh Lili memberikan ciuman?" tanya Lili melihat penampilan Elisa.


Lili membuka mulutnya sedikit menunjukkan lidahnya, kemudian menggunakan tangannya untuk menyentuh dagu Elisa. Di sana Elisa sambil meneteskan air mata, menahan bibirnya agar tidak terbuka.


Tetapi itu tidak menghentikan apa yang ingin Lili lakukan, dia sedikit menariknya ke bawah untuk membuka bibir Elisa.


Segera Lili perlahan mendekatkan wajahnya hendak melakukan ciuman pada Elisa, aku pikir ini sudah sangat berbelok. Sial semoga saja ada keajaiban terjadi, aku harap ini dapat di batalkan sebelum terlambat.


Selagi berpikir lidah Lili sudah menjulurkan lidahnya, menjilat sedikit bibir merah muda Elisa. Kemudian dia kembali menarik dagu ke bawah lebih jauh.


Sambil membuka mulutnya, Lili menjulurkan lidahnya. Namun, pada saat menempelkannya lidahnya di lidah Elisa...


Bletak!


Bletak!


Sebuah pukulan keras menghantam kepala Victoria dan Lili. Membuat mereka secara instan pingsan. Aku seketika melihat siapa yang memukul mereka, dan pelakunya adalah hantu kecil Elisa yang sudah muncul entah dari mana.


[Syukurlah, aku senang ini tidak berbelok.]


Dia terlihat mengambang di sekitar mereka dengan tubuhnya hijau, di kedua tangannya membawa sebuah balok kayu. Sepertinya itu yang digunakan untuk memukul kedua loli vampir kita supaya pingsan.


"Hampir saja terlambat! Aku hanya sebentar meninggalkan master. Sebelum itu menyerap semua energi yin di sekitar untuk agar Lili tidak bertingkah."


"Tetapi bukan hanya itu, aku memasang lima talisman pentagon. Itu dilakukan guna untuk menghilangkan, menangkal energi yin di sekitar rumah."


"Aku tidak menyangka rumah di hancurkan beserta dengan talisman. Sangat di luar prediksiku." Hantu kecil setelah mengatakan itu dia menghela nafas.


Setelah itu hantu kecil mengangkat tiba tiba dia berubah, wujudnya sangat mirip dengan Elisa, hanya saja pakaian mereka berbeda.


Hantu kecil dia menggunakan pakaian tradisional hanfu, berbeda dengan Elisa yang memakai kemeja abad pertengahan, bergaya rumbai di kancing depan.


Hantu kecil sempat mengalirkan Ki sejati, untuk mengecek kondisi Elisa. Dan setelah beberapa saat kemudian menghela nafas lega tidak terjadi apapun pada Tuanya.

__ADS_1


"Tubuh master baik baik saja. Namun, tidak terlalu fit. Master terlihat seperti sehabis mengkonsumsi alkohol, dan zat adiktif."


__ADS_2