Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)

Aku Menjadi Sistem (Adventure Blind Girl)
Count Berlan (Revisi)


__ADS_3

"Ini, ada dimana?"


Aku melihat Elisa, dia nampak kebingungan melihat sebuah tempat yang gelap tidak tahu mana atas, bawah, kanan, kiri dan sangat asing. Karena indra Ilahi Elisa tidak dapat di gunakan, dia seperti menghilang di sebuah tempat tanpa ada sinyal.


"Aku ingat sebelumya di hutan kenapa bisa ada tempat seperti ini?" kata Elisa semakin bingung.


Selagi Elisa berpikir tiba-tiba terlihat sebuah energi ki putih, itu mengumpul seperti awan kemudian membentuk sebuah pedang putih besar dengan dua sisi tajam.


"Kenapa aku bisa melihat? Apa yang terjadi? Ini ada dimana? Apa semua ini perbuatan Harun?" kata sekarang Elisa lebih menjadi semakin bingung.


Ding!


[Semua ini bukan Aku!]


"Bukan Harun? Lantas siapa?"


[Saat ini kamu berada di alam kesadaran.]


[Tentu saja kamu dapat melihat.]


Setelah mendapat notifikasi, tiba-tiba tubuh bentuk kesadaran Elisa menghilang. Seperti kabut putih, itu menghilang begitu saja.


Saat itu juga Elisa telah kembali dari alam kesadaran, dia masih berada di hutan dan di sebelahnya terlihat Erik tidak sadarkan diri karena perbuatan Elisa sebelumya.


'Ini aku kembali?' gumam Elisa.


Elisa mengatakan itu, Aku yakin pasti karena indra ilahi miliknya telah kembali. Sehingga dia dapat merasakan daerah sekitar, dan itu terasa familiar baginya.


"Harun, apa kamu di sana?"


Ding!


[Ada apa?]


"Harun, apa itu alam kesadaran? Dan energi sebelumya itu apa?" tanya Elisa kepada Harun.


[Alam kesadaran atau Alam bawah sadar adalah tempat kita menyimpan kenangan, dorongan keinginan dan bentuk kenangan yang tidak pernah kita sadari.]


[Selain itu juga tempat menyimpan bentuk emosi yang tersimpan bisa beragam, mulai dari perasaan sakit, cemas, hingga trauma masa lalu.]


[Karena kamu tidak dapat melihat dan hanya memiliki masa lalu yang buruk. Alam bawah sadar kamu gelap, tidak ada cahaya.]


[Kemudian untuk gumpalan energi tersebut adalah energi mental pedang yang mulai terbentuk, nantinya akan menjadi cerminan pedang hati.]


Setelah mendapat notifikasi penjelasan wajah Elisa menjadi nampak sedih, Aku yakin pasti karena masa lalunya, dan juga karena buta sejak lahir tidak bisa melihat apa yang ada di depannya.


Bila aku ingat, Elisa memiliki kenangan masa lalu bersama temannya, tetapi dia tidak bisa melihat wujudnya dan hal apa saja yang mereka lihat.


'Jadi, karena Aku orang buta.' pikir Elisa dia menjadi merenung.


Plak!


Setelah merenung, tiba-tiba Elisa menampar kedua pipinya hingga merah. Perbuatan Elisa membuat Aku sedikit terkejut, setelah itu Aku lihat dia juga mengeluh sakit dan kemudian mengangguk.


"Berhenti memasuki masa lalu!" tegas Elisa.


"Benar juga, Aku ingat metode Heart of sword adalah metode kultivasi mental. Apa hal yang terjadi sebelumnya kerena itu?" kata Elisa dia nampak serius.


[Benar!]


[Dan apa kamu ingat metode kultivasi mental Heart of sword memiliki 3 gerakan?]


'Aku ingat! apa itu ada hubungannya?'


[Elisa bila kamu membentuk mental pedang, kamu bisa menggunakan satu dari 3 gerakan tersebut.]]


"Setelah Harun bilang begitu aku jadi ingat, memang gerakan itu sekuat apa, kenapa persyaratannya cukup sulit?'

__ADS_1


[Gerakan tersebut memiliki serangan berbasis mental, itu adalah energi yang hampir tidak terikat dengan aturan. Serangan mental juga bisa menyerang jiwa, dan bahkan membunuh mahluk setingkat abadi dan dewa sekalipun]


''Artinya gerakan itu sangat luar biasa! baiklah aku jadi penasaran bagaimana daya kekuatan serangannya." kata Elisa dengan penasaran.


"Mulai sekarang aku akan lebih rajin melatih metode Heart of sword!" seru Elisa dengan semangat.


"Oh, iya Harun apa di shop ada sesuatu yang bisa membantu meningkatkan energi mental? kalau ada berapa harganya?"


[Tentu, tetapi harga paling murah saja sudah sangat mahal. Nama benda itu adalah tear of goddess.]


[Harganya 50.000 poin sistem.]


Mendapat notifikasi harga barang, yang menjadi terkejut.


"Ini sangat mahal! kamu tidak bohong Harun? kenapa bisa menjadi semahal ini?" kata Elisa sambil terkejut.


[Memang harganya seperti, dan ini wajar di dunia kultivasi utama harga sesuatu untuk meningkatkan energi mental bisa saja satu gunung.]


Melihat notifikasi sistem yang aku berikan wajah Elisa menjadi murung, kemudian dia berjalan ke hutan seraya berkata, "Baiklah aku mau mencari poin sistem saja."


Namun sebelum pergi, dia sempat melempar flag formation sebagai pelindung mereka, dia sangat baik masih ingat mereka.


****


Pagi musim dingin sudah mulai cerah, namun menjadi lebih dingin dari kemarin.


Di tempat itu terlihat Erik masih tidur seperti sebuah batang pohon di depan api unggun, dengan selimut hangat. Untuk Lili dan kembar mereka masih ada di kereta kuda, mereka masih tertidur lelap, setelah apa yang terjadi kemarin malam mereka benar-benar pulas.


Aku melihat Eisa sedang bersenandung dan dia menyiapkan sarapan pagi, sebenarnya itu lebih ke arah membelinya dari toko sistem.


Elisa membeli meja, kursi dan segala macam makanan yang cocok untuk suasana musim yang dingin ekstrim kian hari.


Tidak lama kemudian, di dalam kereta kuda Lili sudah bangun. Tepat saat itu kembar juga sudah bangun, mereka sempat mengusap mata mereka .


'Ini bau apa? kenapa begitu lezat?' pikir Lili dia tiba-tiba mencium bau masakan.


Diluar kereta kuda juga sama, Erik terbangun dia tiba-tiba mencium bau masakan. Sontak menoleh dari arahnya, di sana Elisa duduk di bangku yang entah dari mana.


Aku melihat dia duduk sambil menyesap teh hangat, kemudian menaruh cangkir teh dan seraya berkata, "Kalau kalian sudah bangun ayo makan sarapan bersama sebelum jadi dingin."


Seketika itu, mereka menghampiri Elisa dan menyantap makanan dalam perasaan campur aduk karena mereka agak merasa bersalah.


Tentu saja hal ini tidak Elisa ketahui karena dia buta, jadi tidak dapat melihat reaksi wajah mereka yang merasa bersalah.


"Kalian makan saja duluan, aku ada yang mau dilakukan. Tidak lama kok." kata Elisa dia asal. pergi saja setahun mengatakan itu.


Setelah menjauh dari mereka, Elisa melihat layar biru sistem dia membuka mulut seraya berkata, "Harun, ada berapa banyak poin sistem yang aku dapat? dan tunjukkan status profil."


Ding!


[200.000 poin sistem!]


Menunjukkan status.


________________________________


Nama : Elisa


Julukan : Gadis buta


Umur : 14


Alam kultivasi : Beyond mortal (akupuntur 3)


Pekerjaan :


Crest : belum memiliki

__ADS_1


________________________________


[10% sebelum mencapai ke 4 akupuntur dan kekuatan satu pukulan kamu sekarang seberat 1.700 kilo.]


''Ini kenapa sangat lambat? Aku sebelumnya ingat telah memakan 20 pill blood and ki.'' kata Elisa.


[Elisa, yang namanya kultivasi tidak boleh terburu-buru dan perkembanganmu ini sudah sangat cepat!]


''Maaf, aku lupa!''


[Tidak masalah!]


[Asal jangan kamu lupakan lain kali!]


Setelah Elisa melakukan percakapan dengan aku, dia kembali ke tempat Lili, Erik, Asta dan Anita. Terlihat mereka sudah selesai sarapan dan sekarang lagi berkemas, merasa mereka sudah mau pergi Elisa hendak membatu.


Namun, dengan sigap di cegat oleh mereka dan menyuruh Elisa duduk saja di bangku dan memperhatikan mereka.


Beberapa saat kemudian mereka akhirnya sudah selesai berkemas, dan mereka mulai melanjutkan perjalanan menuju kota, Untuk Anita dan Asta mereka berjalan ikut berjalan kaki. Karena kuda mereka telah tidak ada, ini akibat penyerangan sebelumnya.


Di perjalanan Aku melihat mereka seringkali beristirahat karena stamina si kembar tidak begitu baik, dengan sabar Elisa dan Liliac menunggu hingga mereka stabil kemudian melanjutkan lagi perjalanan.


***


Setelah perjalanan memakan waktu hampir setengah hari, mereka akhirnya sampai di sebuah kota yang di maksud Anita dan Asta


"Kota yang besar! Dan ramai!" kata Liliac dia takjub melihat kota itu.


Nampak, sebuah kota dengan tembok batu tebal yang sangat tinggi menjulang, di depan gerbang kota terlihat sangat panjang.


Pada setiap antrian mereka membawa kargo muatan barang. Sepertinya ini adalah kota pedagang bila Aku identifikasi, kargo mereka membawa rempah serta kertas, kapas dan kain.


"Kam Eli dan Lili Selamat datang di kota kami Country Berlan!" kata Anita dan Asta secara serempak.


Perjalanan cukup panjang akhirnya berakhir mereka tiba di kota terdekat yang di maksud, para penjaga gerbang kota terkejut melihat Asta dan Anita berjalan kaki. Aku juga melihat mereka langsung tergesa-gesa, sepertinya mereka memanggil orang tua mereka.


Tidak butuh waktu lama seorang pria berusia 30 tahun dengan warna rambut kuning emas bermata biru datang, dia langsung memeluk Asta dan Anita dengan hangat. Aku menduga dia adalah ayah mereka sekaligus pemimpin wilayah Country ini.


Hal penting.


Selama perjalanan Elisa sering bertarung melawan monster, bahkan di antara Lili dan Erik si kesatria penjaga dengan Crest level 3 lebih jarang bertarung di bandingkan dengan Elisa.


Sekarang Elisa berhasil mengumpulkan Poin sistem sebanyak 600.520 poin sistem, itu lebih dari cukup membeli talisman pelepas segel dan satu teknik metode kultivasi juga satu artifak untuk tribulation thunder.


"Nona Elisa, ini semua magic stone, anda bisa menjualnya di guild petualangan dan bisa mendaftarkan diri." kata Erik.


Elisa tidak menyimpan bangkai hewan yang buruannya di dalam inventori. Aku sarankan jangan melakukan itu di depan orang selain Lili, karena mungkin bisa menarik perhatian walaupun sudah sebelumnya.


"Terima kasih telah menjadi penjaga dalam perjalanan anakku Nona muda!" kata Count Berlan.


Count nampak sangat berterimakasih kepada Elisa dan Lili, karena bila tidak ada mereka mungkin kedua anaknya dalam bahaya. Selain itu Count juga memikirkan kejadian ini, dari asumsiku melihat wajah Count kejadian ini di sengaja.


Count langsung memberi perintah prajuritnya segera menyelidiki kejadian ini. Aku juga sempat mendengar saat perjalanan menuju kota, tentang kejadian sebelum kembar dalam bahaya, mereka sebenarnya baru akan pulang dari pesta ulang tahun kenalan mereka.


Segera setelah berbincang tentang kejadian penyerangan Count ingin Elisa menjadi tamu kehormatan, dan di perbolehkan menginap di mansion.


Tentu saja Count akan memberikan hadiah karena bantuan Elisa dan Liliac.


'Harun menurut mu bagaimana?' kata Elisa dalam pikiran menanyakan saranku.


[Sepertinya, undangan mereka tidak buruk. kamu boleh menerima, di tambah sepertinya akan ada hadiah yang menunggu nanti.]


"Terima kasih karena Count mengundang, aku bersedia." jawab Elisa menerima tawaran Count Berlan.


Elisa dan Lili pergi menuju kediaman Count, mereka di antar dengan kereta kuda mewah berwarna merah, dan juga besama dengan kembar di kereta itu.


Nampaknya kembar menyukai Elisa dan Lili, sampai mereka meminta Count agar satu kereta dengan Elisa dan Lili.

__ADS_1


__ADS_2