
Saat ini Aku melihat Elisa memakai tudung jubahnya, dia sedang berjalan melalui gang daerah kumuh. Elisa berjalan menggunakan tongkat, itu benda yang sering dia gunakan sebagai pembantu jalan.
Entah kenapa Aku merasa tongkatnya nanti tidak dia gunakan untuk pembantu jalan, dia seharusnya tidak membutuhkan lagi bukan?mungkin itu untuk senjata.
Tetapi apa dia tahu mempunyai pedang di inventori? sebaiknya Aku tanya.
[Elisa, tongkatnya untuk apa?]
"Untuk senjata melawan Goblin, memang kenapa?" jawab Elisa.
[Kamu memiliki pedang dari inventori, dan juga itu kamu dapat dari hadiah pemula selain tehnik, pill, dan jimat.]
"Eh? apa iya, kalau begitu sebaiknya gunakan pedang itu sebagai cadangan, apa tidak masalah?" tanya Elisa sambil berjalan.
[Terserah kamu saja.]
Ternyata aku benar, gadis ini dia tidak tahu memiliki pedang. Malah dia menggunakan tongkatnya untuk bertarung.
"Oh ya! Harun aku ingin tanya, bila ada stage pertama bagaimana cara aku bisa mencapai yang kedua?"
[Untuk itu kau perlu memakan Blood and ki pill lebih banyak!]
[Krena kau perlu membuka 6 titik akupuntur dan, kamu baru membuka yang pertama dan itu baru 10%]
[Untuk mencapai yang ke dua butuh 100%]
"Kalau begitu berapa harga 1 pill nya?"
[Satu botol giok berisi 5 pill, dan harganya 2.500 Poin sistem.]
"Cukup mahal, kira-kira berapa banyak poin sistem yang di dapat dari Goblin? Eh?"
Tiba-tiba Elisa berhenti berjalan, seperti dia merasakan sesuatu.
[Ada, apa?]
"Aku merasa seseorang di kejar, dari perkiraan sepertinya dia perempuan. Ada lima 5 orang pria yang mengejarnya."
Entah kenapa aku seperti paham apa yang mau dilakukan Elisa.
"Harun, aku mau menolong nya!"
Benar bukan, dia mau menolongnya. Bukan masalah, sekarang dia sudah cukup kuat bertarung.
Bahkan, bila lawan nya memiliki Crest biasa level 3 dia bisa bisa mengalahkannya dengan mudah.
Sekarang Elisa berjalan mendekati tembok di sebuah gang, dia pasti akan menggunakan itu untuk menyergap. Gadis ini sepertinya tahu orang tersebut akan lewat di sana.
...
Tidak butuh lama, seorang yang lebih pendek dari tingginya dari Elisa memakai jubah kotor menutupi dirinya berlari cukup cepat. Dia saat ini berlari di tempat Elisa berada.
Begitu sampai, tiba-tiba dia langsung di tarik oleh Elisa ke dalam gang tersebut, setelah itu Elisa langsung membekap mulutnya.
Kemudian menaruh tangan jarinya di dekat mulutnya seraya berkata, "Sst! diam jangan berisik!"
Elisa saat ini mirip penjahat yang menyergap orang lain. Namun aku bingung di mana dia mempelajari hal ini.
"Harun, orang yang mengejar akan datang bagaimana cara menyembunyikan gadis ini kamu tahu?" tanya Elisa.
__ADS_1
Begitu mengatakan hal tersebut orang yang si bekap Elisa tampak bingung, dia melihat Elisa seperti bicara dengan orang lain. Segera dia melirik sekitar namun tidak melihat ada orang lain.
[Elisa apa ingat talisman suara bayangan? kamu bisa menempel benda itu ke orang ini, dan efeknya akan membuat dia menghilang selama 30 menit.]
"Baiklah!" ucap Elisa.
Elisa segera mengeluarkan jimat dari kotak inventori, orang itu tampak bingung sebuah benda keluar entah dari mana.
Kemudian dia menempel nya pada orang itu. Tepat saat itu, Aku melihat ada 5 orang pria datang mendekati Elisa. Mereka membawa pedang di pinggang.
"Nak, apa kau lihat orang lewat jalan ini?" Tanya seseorang prajurit.
"Tidak tahu, aku ini orang buta bagaimana caranya melihat?" balas Elisa.
Mendengar perkataan Elisa para prajurit terlihat tidak percaya. Mereka bergumam seraya berkata, "Buta?"
Tiba-tiba satu pria mengeluarkan sebuah benda berbentuk bola, sepertinya itu adalah alat detektor.
Pria tersebut kemudian mengarahkan bola tersebut ke arah Elisa, seraya berkata. "Coba kamu katakan lagi?
"Aku orang buta, bagaimana caranya untuk melihat?" kata Elisa.
Bola tidak merespon apa pun, kemudian pria yang membawanya mengangguk, setelah itu mereka pergi.
Begitu sudah jauh, Elisa mengambil Kembali jimat tersebut. Tentu saja itu membuat Gadis yang dia tolong kembali terlihat.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Elisa.
"Aku baik-baik saja, terima kasih!" balas gadis itu sambil menundukkan kepala.
Elisa setelah menolong Orang itu dia berbalik hendak pergi seraya berkata, "Selamat tinggal dan hati-hati!"
Sebelum pergi tangan Elisa di tahan oleh Gadis itu, tidak sengaja tudung yang dia gunakan terbuka. Memperlihatkan wajahnya yang sangat cantik.
"Namaku Elisa ada apa?"
Gadis itu terkejut, seraya bertanya. "Apa kakak seorang putri bangsawan?"
Benar dugaanku, orang akan mengira Elisa seorang putri bangsawan. Walau rambutnya menutupi wajahnya sedikit, tetapi itu masih terlihat.
"Aku putri bangsawan? lantas kenapa ada di tempat ini?" balik Elisa bertanya.
"Kakak, benar." kata gadis itu.
Kemudian dia membuka penutup jubah kotor yang dia gunakan seraya berkata, " Nama aku Liliac Eclipse, salam kenal"
Terlihat gadis berumur 9 tahun, dia berambut perak cukup panjang juga memiliki pupil mata yang berbeda. Yang kanan berwarna biru dan yang kiri berwarna merah.
[Elisa, gadis ini tidak biasa.]
"Kamu benar, aku juga merasa begitu. Apa ini efek dari Heart of sword?" tanya Elisa kepada Harun.
[Benar!]
"Kakak tadi bicara dengan siapa?" tanya Liliac.
"Dengan Harun, kenapa?" balas Elisa.
Liliac kembali menoleh ke arah sekitar, dia mencari orang lain namun tidak menemukan siapapun seraya berkata. "Memang Harun itu siapa?"
__ADS_1
[Maaf Elisa!]
[Aku lupa mengingat kan, tidak ada orang yang bisa melihatku selain kamu. Kalau ingin mengobrol denganku, kamu bisa melakukan lewat pikiran atau bicara dalam hati.]
'Itu bukan salah Harun!' tegas Elisa dalam pikiran.
'Ini salahku yang lupa, tetapi apa yang harus aku katakan padanya?' tanya Elisa dalam pikiran.
[Bilang saja, aku roh pelindung!]
"Itu, Harun adalah roh pelindung!" kata Elisa berusaha berbohong.
"Roh pelindung?"
Gadis itu keliatan bingung, tetapi seperti tidak mau kembali bertanya soal diriku. Mencoba memikirkan topik lain, seraya berkata. "Kalau begitu kemana tujuan kakak?"
"Aku ingin pergi memburu Goblin, ada apa? kenapa menanyakan hal tersebut?"
"Boleh aku ikut?" tanya Liliac.
"Jangan, itu berbahaya kamu tahu?" tegas Elisa.
"Aku tidak mau mendengar hal tersebut dari orang yang buta dan keliatan lemah!" balas Liliac memotong perkataan Elisa.
Gadis ini, dia kenapa mendadak menghina Elisa hanya karena Elisa terlihat seperti itu sebenarnya dia sangat kuat.
"Aku memang buta! tapi aku ini cukup kuat kamu tahu? dan memangnya kamu siapa, apa cukup kuat?" kata Elisa.
Elisa tidak marah di katakan buta dan lemah, dia hanya balik bertanya kepada Liliac. Bagus 100 poin Elisa, dengan begitu kita tahu dia.
Liliac terdiam karena Elisa, sepertinya tidak mudah memberi tahu identitas aslinya. Apa mungkin dia adalah putri dari negara asing yang di tangkap.
"Maaf! aku tidak bisa memberi tahu siapa aku, tetapi karena kakak penolongku, akan aku beri tahu. Namun, aku mohon jangan beritahu siapapun setelah ini."
"Baik, aku janji!" Elisa mengangkat tangannya.
Aku memerhatikan dengan jelas, Elisa juga tampak serius hingga berjanji. Pikiran Elisa juga sama penasaran denganku, bagus kita sepemikiran Elisa.
"Aku setengah vampir, dan aku juga memiliki 2 Crest unik pertama Lord vampir dan yang kedua Light of goddess."
Mereka mengejar karena aku berhasil kabur dari dalang mereka, mereka juga menyegel kekuatanku dengan rantai budak di leher!"
Liliac menunjukkan segel budak di lehernya, dan sedangkan kami berdua terkejut dengan semua yang di katakan oleh Liliac.
"Kamu setengah vampir, dan itu juga memiliki 2 Crest unik?"
"Ya." Jawab Liliac.
"Tunggu! apa kau yang vampir yang di rumor kan 1 bulan lalu?" tanya Elisa.
Menggenggam tinjunya, kemudian langsung memasang ekspresi marah. "Benar! Manusia itu sangat busuk! aku benci mereka."
"kalau kamu tersegel, bagaimana kamu bisa membantu melawan Goblin?" tanya Elisa dia mengalihkan topik.
"Aku ini masih vampir, dan memiliki fisik daya tahan kuat tentu saja hanya beberapa goblin itu tidak penting, mereka lemah." balas Liliac.
Aku bingung dengan kenapa dia memberi tahu Elisa jati dirinya, apa karena dia percaya atau karena dia punya rencana licik kepada Elisa.
Dari semua itu, jika Liliac punya pikiran jahat kepada Elisa. Elisa punya aku, dan dia juga sudah menjadi kultivator stage pertama.
__ADS_1