
Aku melihat saat ini Elisa bersandar di pohon memejamkan matanya yang terlihat menangis darah, di sisi lain aku memberikan informasi tentang Crest nya yang baru bangkit tidak dengan informasi Klan atau keluarga gray.
Akan berbahaya di ranah dia yang sekarang tahu kebenarannya, tentang orang tuanya yang terlebih alasan kenapa Elisa di letakan di panti asuhan sejak bayi dan mengapa itu terjadi.
Tapi setelah beberapa saat mempelajari informasi yang aku berikan, Elisa membersihkan bekas darah dengan poin sistem kemudian membuka matanya terlihat pupil biru seperti langit bercampur berlian safir, pupil nya memiliki pola bunga mawar yang mekar berwarna putih.
Membuka matanya dia melihat sekitar dunia yang di penuhi warna berbeda, dia sering bertanya tentang sebutan warna apa saja pada setiap benda, pohon daun, langit, tanah hampir semua yang di sekitar hutan atau bahkan layar sistem berwarna apa.
Setelah itu Elisa melihat ke arah batang pohon di depan nya kemudian mencoba membengkokkan ruang yang dia lihat, dia menggunakan pohon di depan sebagai target.
Crak!
Elisa memutar bagian batang pohon hingga hancur terlihat seperti black hole versi mini namun transparan, setelah melakukan itu dia mencoba memisahkan ruang di antara ranting dan batang pada pohon.
Cras!
Hasil nya ruang terpotong yang juga memotong ranting tersebut secara bersamaan, benar benar cepat belajar.
Tapi tidak lama setelah melihat sebentar ke sekitar dunia yang penuh dengan warna berbeda-beda, dia terlihat takjub namun di sisi yang sama seperti tidak nyaman. Sepertinya gadis ini tidak nyaman karena selama ini selalu hidup di dalam gelap dunia, begitu melihat dia merasa tidak nyaman.
[Elisa kamu menonaktifkan Crest? tidak membiarkan aktif dan bukankah dengan melakukan itu kamu dapat melihat sekarang juga untuk tingkat mu sekarang bahkan dapat mempertahankan Crest 2 hari penuh kenapa?]
"Entahlah Harun, aku merasa bila terlalu lama itu tidak terasa nyaman. Jadi aku kembali saja keadaan buta, itu terasa nyaman." Kata Elisa setelah mengatakan hal tersebut dia melihat layar sistem.
"Menurut aku dan melihat dunia penuh warna memang indah dan menyenangkan, tapi entah mengapa aku tidak suka!" Kata Elisa dengan serius.
Elisa ini, dia benar-benar tidak suka melihat dunia dengan matanya. Sepertinya pilihan terakhir adalah dia menggunakan fungsi Mind travel, menggunakan tubuh orang lain saat melihat dunia untuk mengumpulkan banyak pengalaman.
Tapi mari kembali ke Elisa, setelah melakukan hal tersebut dia kembali berjalan ke arah Liliac, yang karena dekat tidak butuh lama akhirnya sampai di tempat.
"Kakak! selamat datang kembali!" Kata Liliac menyambut Elisa. "Oh ya kakak tadi tidak makan banyak, tidak sopan yang memberikan makanan tidak mencoba nya dahulu." Liliac menyuapi Elisa dengan paha ayam.
"Lili, tidak perlu! aku tidak lapar dan juga aku tidak mau makan ini!" Balas Elisa.
"Tidak usah malu, ayo kakak makanlah satu gigitan aja!" Liliac memaksa mendorong paha ayam tersebut ke mulut nya.
Sial! ini bahaya, bila Elisa memakan secuil saja kolam ki sejati akan langsung mencapai 100% dan hal tersebut menyebabkan dia secara otomatis mengharuskan langsung membuka 8 gerbang.
__ADS_1
Untuk Elisa yang mencoba menolak sepertinya dia tahu apa yang terjadi bila memakan paha ayam, tapi begitu aku langsung hendak menghentikan nya dengan meminta izin wujud Human puppet.
"Bagus! sudah masuk mulut kakak, ayo kunyah!" Pinta Liliac.
Elisa langsung memuntahkan nya, dia juga segera menjauh dari Liliac karena walaupun dia berhasil membuang paha tersebut, aku merasa status pengumpulan ki sejati Elisa mencapai 100% sepertinya tampa sengaja Elisa menelan sedikit kaldu ayam.
Bruk!
Liliac di dorong Elisa, dia jatuh ke tanah. "Ugh! kakak kenapa?" Liliac melihat Elisa. "Eh kakak apa yang terjadi?" Tiba-tiba wajah Liliac terkejut karena melihat energi di sekitar Elisa tiba-tiba melonjak.
"Lili kamu pergi sejauh-jauhnya, dan bawa para Demon! aku tidak sanggup menanggung lonjakan energi ini!" Kata Elisa dia mencoba menahan energi tersebut.
Mendengar Kata Elisa, Liliac langsung menjauh membawa Demon dengan Telekinesis nya, benar saja begitu menjauh sebanyak 100 meter energi spiritual di dalam kolam ki langsung mengalir ke tulang punggung nya.
Karena hal tersebut Elisa kelihatan kewalahan karena rasa sakit di tulang punggung, itu disebabkan ki sejati dalam jumlah besar yang belum pernah dia punya mengalir begitu cepat.
"Harun, ugh aku harus apa?" Elisa menahan nya.
[Elisa, atur pernafasan mu kemudian alirkan perlahan seperti menuangkan air, atau saat kau menggambar di kertas jimat!]
"Baik!" Kata Elisa.
"Ugh! rasanya benar-benar sakit!" Kata Elisa dia mulai berkeringat dingin.
Tapi walaupun begitu Elisa tetap bertahan, dia sekarang sedang mecoba mendobrak gerbang ke dua tulang punggung. Hingga tidak lama dia berhasil mendobraknya tapi karena hal tersebut Elisa terlihat mulai pucat.
[Bagus Elisa! kamu sudah melewati gerbang ke dua, mohon tahan untuk gerbang selanjutnya mungkin akan lebih menyakitkan!]
"ya aku tahu masih ada 7 gerbang lagi bukan?" Jawab Elisa tengah merasakan sakit.
Karena hal tersebut para Demon dari jauh kelihatan khawatir terlebih Liliac dia tidak hanya khawatir di saat sama merasa bersalah, dia melihat Elisa begitu makan paha ayam yang dia berikan secara paksa langsung menjadi seperti itu.
Tapi mari kembali ke Elisa, dia mengambil nafas panjang kemudian menahan sakit untuk terus mencoba mendobrak gerbang ke tiga.
"Agh! ini sangat menyakitkan!" Kata Elisa dia berhasil mendobrak gerbang ke tiga.
Tapi karena hal tersebut Elisa terlihat seperti hampir pingsan, dia sudah mencapai batas nya. Ini buruk! bila dia pingsan dan berhenti sekarang, ada kemungkinan mengalami penyimpangan ki sejati.
__ADS_1
[Elisa kamu harus bertahan, jangan mau kalah ingat bukankah tujuan mu mendapatkan kekuatan untuk apa? ayo Elisa kamu pasti bisa!]
Elisa melihat Harun dia terlihat sempoyongan, dan akhirnya jatuh tidak sadarkan diri. "Harun, aku sangat lelah rasanya ingin istirahat sejenak."
Melihat itu Liliac dan para Demon segera hendak mendekat, namun begitu mendekati nya Elisa langsung membuka matanya dia langsung duduk bersila, dan setelah itu meminta mereka untuk menjauh.
Melihat Elisa kembali bangun dan masih meminta mereka menjauh, mereka tidak punya pilihan terlebih Liliac yang masih merasa bersalah. Sepertinya dia mengira penyebab nya adalah dirinya.
"Aku harus menahan ini!" Kata Elisa.
Setelah mengatakan hal tersebut Elisa langsung mendobrak gerbang yang tersisa di punggung nya secara beruntun. Akibat nya begitu gerbang terakhir terbuka itu menciptakan luapan ki sejati keluar bercampur ki sekitar hingga ke langit.
Dan hal tersebut menyebabkan proses terbentuknya awan hitam Tribulation thunder yang berada 100 km di atasnya, dalam proses itu awan terus meluas hingga sejauh 400 km menyebabkan penindasan disaat yang sama.
Para Demon, Liliac dan Leticia merasakan tekanan yang begitu berat, namun tidak sekuat saat Demon of Serenity ranah Venerable. Tetapi tetap saja untuk mereka sudah cukup menekannya.
Tapi mari kesampingkan hal tersebut, terlihat Elisa bangun dari duduk silanya. "Harun, aku berhasil! tapi sepertinya belum terlalu!" Kata Elisa dia menengok ke langit merasakan penindasan Tribulation thunder.
[Elisa, sebaiknya pulih kan ki sejati mu beli pill recover body, 30 jimat penangkal petir dan terakhir keluar kan Frost flower itu dapat membantu nanti.]
"Mm tolong beli itu Harun!" Jawab Elisa.
Setelah membeli Pill dia langsung memakan nya lalu mengeluarkan semua jimat dan Frost flower, Elisa dalam posisi siaga Tribulation thunder yang menyambar.
Di langit Tribulation sudah meluas hingga 500 km dia mulai memunculkan kilatan demi kilatan ke sekitar, itu mengancam dan menakuti pembudidaya yang sedang melakukan trobosan.
Elisa hati hati! aku merasa Tribulation ini akan berbeda dengan yang sebelumnya kamu hadapi, dan juga ini akan semakin berbahaya dan mengerikan!]
"Mm! aku mengerti Harun." Elisa bersiap menggunakan pedang nya.
Jedar!
Tidak lama Sebuah sambaran mengerikan langsung menuju Elisa tempat dia berdiri, Elisa melompat langsung menebasnya.
Slash!
Sebuah tebasan yang memiliki energi spiritual dingin dan kehendak pedang yang bercampur di lepaskan oleh Elisa menuju langit, tepatnya Tribulation thunder. Tapi walaupun begitu energi dari Sambaran sangat kuat membuat tebasan tidak berpengaruh apapun.
__ADS_1
Akibatnya tebasan Elisa gagal membuat nya menggunakan semua jimat penangkal petir, dan sambaran petir tersebut membuat tanah di pijak Elisa hancur berlubang dengan jarak 5 kaki.