
Malam semakin larut, di langit bulan berwarna putih yang indah menghiasi malam bersama gemerlap bintang, di sana terlihat Elisa sedang melatih teknik pedang nya.
Selain itu Elisa tidak sendiri, dia di temani Meng meng di sebuah gazebo kecil sambil menggunakan selimut tebal, dan aku yang melayang di dekatnya.
Elisa saat ini berlatih teknik sword dance, dia melakukan itu hendak menyelaraskan gerakan tubuh aslinya dengan tubuh Xiao sha.
Karena besok mungkin saja dia akan menggunakan teknik tersebut, dia berlatih saat malam karena tidak sempat melakukan saat siang hari.
Seperti yang kita tahu, Elisa tadi siang dia mengikuti acara turnamen. Memang bisa melakukan di saat bersamaan bila menggunakan formulir Endless warrior, tapi saat ini dia hanya bisa membuat satu klon.
Dan untuk klon tersebut juga telah dia gunakan untuk menyamar sebagai juri, atau sebagai fairy frost.
"Nona, ini sudah malam." Kata Meng meng menguap setelah nya. "Anda tidak lelah? bukan kah sebelum nya ikut turnamen tadi siang?" Setelah mengatakan hal tersebut Meng meng kembali menguap.
"Tidak perlu, tadi siang aku sudah tidur yang cukup." Balas Elisa.
"Eh tidur siang? bukan kah nona sedang mengikuti turnamen bagaimana bisa?" Tanya Meng dengan bingung.
"Tentu saja bisa, tapi bila kamu lelah bisa tidur duluan kok!" Balas Elisa.
"Tidak! Meng meng tidak lelah kok!" Setelah mengatakan hal tersebut dia kembali menguap.
Aku dan Elisa tertawa kecil melihat kelakuan dari Meng meng pelayan Xiao sha, tepat saat itu terjadi aku mendeteksi beberapa orang mendekat dari jauh.
Mereka memiliki ranah kultivasi golden core level awal untuk semua, dan satu di antaranya golden core level ketiga.
Gerak geriknya sangat mencurigakan, sepertinya Elisa juga merasakan keberadaan mereka, dia berhenti melakukan latihan sword dance.
Setelah itu Elisa sekilas melihat dengan tatapan tajam ke arah mereka yang memiliki kemungkin muncul.
Setelah itu dia berjalan ke arah Meng meng yang terlihat sangat mengantuk, walaupun begitu dia berusaha tidak tidur.
"Meng meng, serius kamu boleh tidur kok!" Kata Elisa mendekati Meng meng.
"Tapi nona Meng meng belum mau tidur sebelum nona tidur!" Balas Meng meng.
Melihat keras kepala Meng meng, aku melihat Elisa menghela nafas. Selain itu tingkah nya sebelas dua belas dengan Liliac, sama sama agak keras kepala pada beberapa kondisi.
"Baiklah, aku mengerti." Kata Elisa dia duduk di sebelah Meng meng.
Setelah duduk di samping Meng Meng, Elisa menyadarkan tubuh Meng meng padanya kemudian mengelus kepala nya.
Di samping itu Elisa, mengeluarkan talisman mantra tidur untuk dia gunakan kepada Meng meng, ketika di gunakan Meng meng tiba-tiba tidur lelap.
Tepat saat itu terjadi Assassin yang sebelumnya Elisa tunggu sampai juga, mereka berjumlah 4 orang memakai pakaian serba hitam hingga menutupi waja mereka.
"Apa kalian tahu aku sudah menunggu." Elisa menatap mereka dengan dingin. "Aku bisa membiarkan kalian hidup bila menyebut siapa pengiriman kalian." Elisa bangun dari tempatnya.
Namun pertanyaan Elisa tidak di jawab, mereka malah mengeluarkan senjata, yaitu sebuah pisau yang di sana terdapat racun.
__ADS_1
Melihat itu Elisa menghela nafas, setelah itu dia mengeluarkan frost flower, akibatnya aku melihat rambut hitamnya nya kembali memutih.
Itu di sebabkan karena Elisa mulai mengeluarkan kekuatan nya lebih besar, akibatnya jimat penyamaran menjadi batal.
Para Assassin yang melihat nya menjadi gentar, mereka tiba-tiba merasakan kekuatan menekan dari Elisa.
Namun dengan berani salah satu Assassin ranah golden core level awal menyerang Elisa, dia melemparkan pisau beracun nya.
Dari gerakan dan niat membunuh sepertinya dia benar-benar datang dengan tujuan membunuh Elisa, sepertinya aku tahu siapa yang mengirim mereka.
Tapi mari kembali ke Elisa, dia dengan mudah menghindari semua pisau Assassin, setelah itu dalam sekejap dia menghilang dan muncul di depan Assassin.
Elisa muncul kembali dengan posisi menempelkan telapak tangan nya ke tubuh si Assassin yang menyerang.
"Nine frost palm : 1 layer!"
Crak!
Seketika itu dalam waktu 1 detik tubuh nya langsung berubah menjadi sebongkah es, tapi tidak berhenti di situ Elisa langsung menghancurkan bongkahan Es dengan menamparnya.
Tubuh yang membeku di dalma bongkahan Es yang Elisa buat, langsung hancur menjadi sebuah debu yang berterbangan.
Semua Assassin yang melihat nya terkejut, tapi belum sempat merespon lebih Elisa terlihat menghilang dan kemudian muncul di belakang salah satu Assassin dengan kultivasi lebih tinggi.
"Nine frost palm : 3 Layer!"
Craak!
Melihat mereka kabur Elisa tersenyum kecut, dia langsung kembali menghilang.
...
Di sana terlihat Dua orang dengan pakaian serba hitam memakai sebuah cadar dengan warna serupa, mereka berlari dari atap ke atap.
Gerakan mereka sangat cepat namun terdengar sangat sunyi, akibatnya tidak ada seorang pun yang sadar dengan keberadaan mereka.
"Sepertinya kita berhasil lolos!" Kata salah satu Assassin.
"Nomor 130 jangan lengah! lawan memiliki kekuatan luar biasa, seperti nya informasi yang di berikan pelanggan salah!" Balas Assassin di sebelah nya.
"Kamu benar nomor 125, pemimpin kami salah satu dari 10 Assassin terkuat yang memegang nomor 9 saja kalah sekali serang." Balas nomor 130.
Tidak lama mereka berlari sambil berbincang secara pelan, akhirnya mereka sampai di luar kota, dan mereka juga terlihat berhenti di sebuah pohon yang besar.
"Sepertinya kita sudah jauh, ayo kembali ke markas untuk perhitungan pada ****** itu!" Kata Assassin nomor 125.
"Kamu benar nomor 125, ayo kembali secepatnya!" Balas Assassin nomor 130.
"Kalian mau kemana? si ****** itu apa kalian maksud Kakak sepupu Li Chyou?" Kata Elisa.
__ADS_1
Mendengar suara yang sama seperti target nya mereka terkejut, mereka langsung melihat ke arah suara untuk memastikan nya.
Suaranya itu berasal dari arah pohon besar, tepatnya di salah satu dahan cukup tebal. Di sana aku melihat Elisa duduk dengan manis melihat para Assassin yang terkejut.
"Benar kata Harun, mereka akan pergi ke tempat ini dan Assassin ini sewaan dari Kakak sepupu Li Chyou!" Elisa dia sambil melompat turun.
"Kakak sepupu Li Chyou benar-benar wanita ******, bukan hanya memberikan Li Xiao sha racun dia juga menyewa Assassin untuk membunuh nya." Kata Elisa.
Assassin yang melihat Elisa bertanya tanya dalam pikiran, mereka juga bingung serta takut yang mereka lawan adalah kultivator sangat kuat.
"Kamu, mau apa? apa ingin membunuh kami?" Kata Assassin nomor 130.
"Tepat sekali!" Balas Elisa sambil tersenyum.
"Kamu tidak tahu siapa kami?" tanya Assassin nomor 125.
Seketika itu aku melihat Elisa melakukan sebuah tebasan dengan kehendak pedang, dia dengan cepat memotong kedua Assassin tersebut.
Karena Elisa menggunakan Frost flower, akibatnya lebih dari sepuluh pohon di belakang Assassin ikut terpotong.
"Kalian banyak bicara, siapa pun kalian akan aku tinggal menghajar saja bukan?" Elisa berjalan pergi kembali ke kota.
Aku yang melayang di samping, melihat sifat baik dan feminim Elisa tercampur dengan karakter kejam menjadi bangga karena nya.
Aku bangga pada Elisa dan diriku yang menyarankan dia untuk mengunjungi Dunia lain, karena dengan begini nantinya sifat baiknya tidak di manfaatkan orang lain.
"Harun, kamu tahu mereka dari mana?" Tanya Elisa melihat layar biru sistem.
[Aku kurang informasi, sepertinya mereka dari sebuah organisasi khusus untuk membunuh, nanti kamu juga tahu.]
[Sekarang lebih baik urus dulu turnamen untuk esok, lebih baik kamu pulang dan istirahat menyimpan tenaga sebanyak mungkin.]
[Karena mungkin besok lawan mu di semi final akan sangat tangguh!]
"Mm, kamu benar! aku akan pulang dan langsung tidur!" Kata Elisa.
Aku melayang di dekat Elisa melihat dia akhirnya sampai di kota Feng lu, tidak lama akhirnya dia sampai di paviliun tempat dia tinggal.
Dia langsung berjalan ke gazebo kecil tempat sebelum nya Meng meng tidur, seperti nya dia berniat membangun nya untuk pindah.
Tapi sebelum itu Elisa mengeluarkan talisman ilusi dari inventori, dan kembali mewarnai rambut nya menjadi hitam dengan talisman.
"Meng meng, bangun sebaiknya kamu pindah ke kamar karena dingin." Elisa mengguncang tubuh Meng meng.
"Eh? nona aku tidur?" Meng meng bangun mengusap matanya. "Apa anda sudah selesai latihan?" Tanya Meng meng sambil menguap.
"Benar, aku sudah latihan." Balas Elisa.
Setelah mengatakan hal tersebut Meng meng berjalan ke kamar nya, dia berjalan sempoyongan karena masih mengantuk.
__ADS_1
Elisa juga terlihat berjalan kembali ke kamar untuk tidur, tidak lama kemudian dia menuju kasur dan tertidur.
Melihat hak itu aku tersenyum, juga mengucapkan selamat tidur dan tidak lupa mengatakan mimpi indah untuk Elisa.