AKU YANG SETIA DIA YANG KAU CINTA

AKU YANG SETIA DIA YANG KAU CINTA
ALDO KEMBALI


__ADS_3

Setelah pemakaman tuan Adi, Arthur membawa Mara ke kamarnya. Kamar di rumah tuan Adi.


" Istirahatlah Nona! Aku akan mengambil makanan untukmu." Ucap Arthur membantu Mara duduk bersandar di ranjangnya.


" Tidak perlu Bang, aku tidak nafsu makan." Sahut Mara.


" Kalau kau tidak makan, kau akan sakit Nona. Dan aku tidak mau sampai itu terjadi." Ujar Arthur meninggalkan kamarnya.


Mara menatap kosong ke depan. Ia benar benar terpukul atas kepergian sang papa tercinta secara tiba tiba.


Arthur masuk ke dalam dengan membawa nampan di tangannya. Ia berjalan mendekati Mara lalu duduk serong di samping ranjang menghadap Mara.


" Makan dulu Nona Mara." Ucap Arthur menyodorkan nampan kepada Mara.


" Aku tidak mau Bang, kamu saja yang makan." Ujar Mara.


" Aku tahu kesedihan yang kamu rasakan saat ini, tapi kau jangan menyiksa dirimu sendiri. Sekarang makanlah." Arthur menyodorkan sesendok makanan ke mulut Mara.


Mara menatap Arthur di balas anggukkan kepala olehnya.


" Buka mulutmu!" Ucap Arthur.


Mara membuka mulutnya menerima suapan dari Arthur. Entah kenapa ada perasaan aneh yang muncul di dalam hatinya. Suapan demi suapan Mara terima dari tangan Arthur. Ia terus menatap Arthur membuat jantung Arthur berdebar dengan kencang.


"Jangan memandangku seperti itu Mara, aku tidak kuasa menahan debaran jantungku saat ini. Aku mohon, berhentilah menatapku seperti itu." Batin Arthur.


Selesai makan Arthur menyuruh Mara untuk istirahat. Ia keluar dari kamar Mara menuju ruang kerja tuan Adi. Ia membuka amplop yang di berikan oleh suster rumah sakit.


" Flashdisk." Gumam Arthur sambil mengerutkan keningnya. Arthur mengeluarkan benda lainnya dari amplop itu yang ternyata sebuah surat. Ia segera membacanya.


Aldo kembali lebih cepat dari waktu yang papa berikan. Dia mengetahui pernikahan kalian hingga membuatnya murka. Kami bertemu di sebuah cafe, setelah meminum kopi pesanan Aldo, jantungku terasa sangat sakit. Papa yakin jika Aldo di balik semua ini. Tugasmu mencari bukti bukti itu dan melindungi Mara darinya. Papa mohon jangan beri tahu Mara tentang kematian papa ini. Papa meminta dokter untuk mengatakan pada mara jika papa terkena penyakit jantung. Ini adalah rekaman CCTV audio di cafe itu.


Arthur meremas surat itu hingga tak berbentuk lagi. Ia teringat dengan cerita tuan Adi. Tuan Adi sengaja mengirim Aldo ke sebuah desa di pelosok negeri untuk mengerjakan sebuah proyek pembangunan rumah sakit di sana. Ia memperkirakan waktu beberapa bulan untuk Aldo menyelesaikan pembangunan itu, namun tidak di sangka Aldo bisa menyelesaikannya dengan cepat.


Arthur segera menyalakan laptopnya lalu menancapkkan flashdisknya.


Setelah terbuka nampak rekaman CCTV di meja yang ada di dalam cafe xx.


Flashback On


Aldo berjalan menghampiri tuan Adi yang sedang duduk di meja nomer tujuh.

__ADS_1


" Pagi Om." Sapa Aldo duduk di depan tuan Adi.


" Pagi, bagaimana pekerjaanmu di sana? Kenapa kau pulang secepat ini? Bukankah aku sudah bilang kau boleh pulang setelah menyelesaikan semuanya." Ujar tuan Adi.


" Sebelum kita mengobrol, mending kita ngopi dulu Om. Aku akan memerankan kopi kesukaan Om." Ujar Aldo.


Memesan dua cangkir kopi untuk keduanya.


" Pekerjaanku berjalan dengan baik Om. Aku berhasil menyelesaikannya dalam waktu singkat." Sahut Aldo.


" Silahkan Tuan kopinya." Ucap pelayan meletakkan dua cangkir kopi di depan tuan Adi dan Aldo.


" Terima kasih." Ucap Aldo.


" Silahkan di minum Om!" Ucap Aldo.


" Terima kasih." Sahut tuan Adi.


Aldo dan tuan Adi menyesap kopinya. Aldo tersenyum smirk menatap tuan Adi.


" Bagaimana bisa kau menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya selesai beberapa bulan hanya dalam waktu singkat saja? Apa kau melakukan kecurangan?" Tanya tuan Adi.


" Memangnya kenapa Om? Kalau hanya sebuah rumah sakit kecil saja, aku pasti bisa menyelesaikannya dengan cepat. Apa Om takut kalau kebohongan Om terbongkar di depanku? Aku salut dengan caramu memisahkan kami Om. Kamu mengirimku ke pelosok negeri dengan alasan pekerjaan, di sana tidak ada signal internet sama sekali membuatku tidak bisa menghubungi Mara. Om bilang Mara setuju Om menunda pernikahan kami sampai aku kembali dari sana."


" Aku melakukannya demi melindungi putriku dari pria jahat sepertimu." Ucap tuan Adi.


" Pria jahat? Memangnya apa yang aku lakukan pada Mara Om?" Tanya Aldo.


" Aku tahu semua rencana busukmu mendekati putriku Aldo. Kamu sengaja mendekati Mara karena hartanya saja." Ujar tuan Adi.


" Sudah aku duga jika Om sudah mengetahui semuanya. Tidak masalah, memang itu kenyataannya." Ucap Aldo.


" Beraninya kau melakukan semua itu pada putriku Aldo. Padahal kau tahu bagaimana Mara sangat mencintaimu. Jika sampai Mara atau maka dia akan membencimu seumur hidupnya." Ucap tuan Adi.


" Itu kalau dia tahu, kalau tidak dia akan tetap mencintaiku selamanya." Ucap Aldo.


" Aku sendiri yang akan memberitahunya. Aku akan memberitahunya sekarang juga." Ujar tuan Adi.


" Silahkan kalau kau ada waktu Om." Ucap Aldo.


Tiba tiba tuan Adi mengalami kejang kejang. Aldo pergi begitu saja meninggalkannya.

__ADS_1


Flashback off.


" Sialan!!! Aldo benar benar brengsek. Aku harus secepatnya mengumpulkan bukti bukti kejahatannya, dengan begitu Mara tidak akan mau kembali bersamanya." Ujar Arthur.


" Aku juga harus melindungi Nona Mara dari Aldo. Aku tidak mau sampai mereka bertemu." Sambung Arthur.


Arthur segera menyimpan flashdisk itu dengan mencampurkan flashdisk lama. Ia segera keluar dari ruangan kerja tuan Adi.


Dan betapa terkejutnya Arthur saat melihat Mara dan Aldo saling berpelukan di ruang tamu.


" Lepaskan istriku!" Ucap Arthur mendekati keduanya. Arthur menarik Mara dari tubuh Aldo.


" Apaan sih Bang." Ketus Mara sambil mengusap air matanya.


" Bagaimana bisa kau berpelukan dengan pria lain di depanku Mara." Ujar Arthur.


" Siapa yang orang lain? Dia kekasihku Bang, calon suamiku. Aku sangat bahagia akhirnya dia kembali. Dia kembali di saat yang tepat, di saat aku sedang berduka atas kepergian papa, dia kembali untuk menghibur dan menemani aku." Ucap Mara membuat Arthur terkejut.


" Nona Mara, dia....


" Aku tidak peduli, ayo Al kita ke kamar." Mara menggandeng Aldo menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Arthur melongo melihatnya.


" Ini tidak boleh terjadi." Ucap Arthur.


Arthur mengejar mereka berdua hingga di depan pintu kamar Mara.


" Nona Mara tunggu!" Ucap Arthur menahan pintunya.


" Apaan sih Bang? Minggir nggak!" Ucap Mara menatap tajam ke arah Arthur.


" Sekarang kekasihku sudah kembali jadi tugasmu untuk menjagaku sudah selesai sampai di sini. Jangan urusi urusanku lagi! Aku bahagia terbebas dari pria sepertimu." Ucap Mara.


" Minggir!!" Mara mendorong Arthur hingga tubuhnya terhuyung ke belakang. Ia masuk ke kamar sambil menggandeng Aldo.


Brak...


Arthur berjingkrak kaget saat Mara menutup pintunya dengan keras.


" Ya Tuhan kenapa semua terjadi di luar kendali. Aku harus bagaimana ini? Semoga Tuhan memberikan petunjuk kepadaku." Arthur menarik kasar rambutnya.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2