AKU YANG SETIA DIA YANG KAU CINTA

AKU YANG SETIA DIA YANG KAU CINTA
KEBENARAN YANG SEBENARNYA 2


__ADS_3

Jeduarrr....


Bagaikan tersambar petir di siang bolong. Tubuh Aldo terasa kaku tidak bisa di gerakkan. Bagaimana mungkin gadis yang sangat ia percaya telah mengkhianatinya. Bagaimana bisa ia melabuhkan cintanya pada orang yang salah? Aldo menatap Melin dengan tajam.


" Tidak Aldo, dia bohong. Bagaimana aku menabrak adik kamu sedangkan aku belum bisa mengendarai mobil waktu itu." Ucap Melin berusaha mengelak.


" Kau benar Melin, saat itu memang kau belum bisa membawa mobil. Itu sebabnya kau menabrak gadis kecil itu. Bukankah waktu itu aku sudah bilang, jangan membawa mobilku sendiri. Tunggu aku, tapi kau malah nekat membawa mobilku begitu saja dan akhirnya kau mengalami kecelakaan itu." Ujar Mara kembali membuat Aldo terkejut.


Ya.. Melin dan Mara sedang jalan jalan ke sebuah tempat wisata. Namun tiba tiba tuan Adi mengalami kecelakaan kecil membuat Mara pergi lebih dulu meninggalkan Melin di sana. Mara berpesan pada Melin untuk menunggu sampai ia kembali namun Melin nekat membawa mobil Mara hingga terjadi kecelakaan itu.


" Aldo percayalah padaku, bukan aku yang melakukannya. Tapi Mara, dia yang mengendarai mobilnya dan menabrak adikmu, buka aku Aldo. Aku tidak berbohong Aldo, percayalah kepadaku!" Ucap Melin menggenggam tangan Aldo.


Aldo menatap Mara dengan tajam.


" Jangan mengada ada Mara! Apa kau pikir aku akan percaya padamu? Aku pasti lebih mempercayai Melin daripada kamu." Ucap Aldo.


" Terserah kau mau percaya apa tidak, aku masih punya catatan berupa surat tilang tentang kecelakaan itu. Kalau kau khawatir catatan yang aku miliki palsu, kau bisa memastikan kebenarannya ke kantor polisi sekarang juga." Ucap Mara.


Mara membuka ponselnya, lalu mencari foto yang ia simpan di salah satu sosmednya beberapa tahun lalu. Ia menyakini jika ia akan membutuhkan foto itu suatu saat nanti.


" Perhatikan baik baik, nama siapa yang tertulis dalam surat itu." Ucap Mara memberikan ponselnya pada Aldo.


Aldo melihat foto itu dengan seksama, ia memperbesar layarnya agar tulisan kecil yang ada di sana terlihat jelas.


" Melin Yusnita." Gumam Aldo.


Aldo menatap tajam ke arah Melin.


" A... Aku.. Aku.. " Ucap Melin gugup.


" Aku apa Melin!!" Bentak Aldo membuat Melin berjingkrak kaget.


Mara merebut ponselnya dari tangan Aldo.


" Apa kau pikir kau lebih pintar dariku Melin? Aku sudah curiga denganmu sejak lama. Aku merasa kau tidak tulus berteman denganku, aku merasa jika kau berniat buruk kepadaku. Itu sebabnya aku menyimpan foto ini sebagai bukti jika kau mengadu domba aku dengan orang lain. Dan sekarang terbukti jika semua dugaanku benar." Ucap Mara.

__ADS_1


" Tapi yang tidak aku pahami di sini, kenapa kau melakukan semua ini? Kita bersahabat sejak lama, sejak kita duduk di sekolah dasar, lalu kita terpisah saat sekolah menengah pertama, dan kita bersama lagi saat masa abu abu. Lalu kenapa kau membawa Aldo kepadaku lalu memanfaatkan Aldo untuk menyakitiku? Aku merasa sebenarnya kau sangat membenciku hingga kau merencanakan semua ini kepadaku. Katakan! Apa kesalahanku padamu Melin sehingga kau melakukan semua ini padaku?" Tanya Mara.


" Itu karena kau merebut papaku."


Jeduarrr...


" Pa.. Papamu? Siapa papamu? Kapan aku merebutnya?" Mara mengerutkan keningnya menatap Melin dengan penuh pertanyaan.


" Ya... Tuan Adi adalah papa kandungku."


Deg....


Jantung Mara berdetak sangat kencang. Ia tidak percaya dengan apa yang Melin katakan.


" Jangan gila kamu Melin! Bagaimana mungkin papaku menjadi papamu. Apa kau pikir papaku mengkhianati mamaku begitu?" Ujar Mara tidak terima.


" Memang begitu kenyataannya. Tidak... Bukan mamamu yang di khianati tapi mamaku." Ucap Melin.


" Maksudmu papaku mengkhianati mamaku begitu?" Tanya Mara menatap Melin.


" Kebohongan apa yang sedang kau lakukan padaku Melin? Aku semakin tidak mengerti dengan semua ini." Ujar Mara merasa bingung.


" Tuan Adi adalah kekasih mamaku saat mereka masih muda dulu. Setelah merenggut kesucian mamaku, tuan Adi meninggalkan mamaku begitu saja. Saat mamaku tahu jika tuan Adi menikahi mamamu, mamaku nampak sangat terpukul. Apalagi setelah mamaku tahu jika dia mengandung aku, mamaku merasa hidupnya hancur. Hancur sehancur hancurnya, namun dia terus bertahan demi aku."


" Mamaku membesarkan aku sendiri dengan penuh pengorbanan, sampai saat aku sekolah di taman kanak-kanak, aku mendesak mamaku untuk memberi tahu siapa papa kandungku. Awalnya mamaku menolaknya tapi aku terus mengancam. Lalu mamaku menceritakan semua penderitaannya kepadaku. Mamaku membawaku ke rumah lamamu lalu memberitahu aku jika tuan Adi lah papa kandungku. Saat itu kau,mamamu dan tuan Adi hendak pergi ke sekolah, aku ingin berlari memeluk papaku, tapi mamaku mengancam jika aku berani mendekati papamu, maka mamaku akan melenyapkan dirinya sendiri. Aku pun mengurungkan niatku."


" Aku iri melihat kebahagiaan kalian bertiga, aku merasa papa telah berbuat tidak adil dengan mamaku. Sejak saat itu aku menyimpan dendam kepada seorang gadis kecil yang saat itu di gendong oleh tuan Adi. Dan gadis itu adalah kamu. Itu sebabnya aku mulai mendekatimu saat kita masih Sekolah Dasar dulu. Sampai kau memberitahhkh jika kau kembali dari luar negeri dan mendaftar di sekolah xx, aku juga mendaftar di sana untuk memuluskan rencanaku." Ucap Melin membuat Mara sangat terkejut.


" Tidak... Ini tidak mungkin, anak papaku hanya aku. Tidak ada yang lainnya." Ucap Mara terhuyung ke belakang.


" Mara." Arthur merangkul pundak Mara.


" Bang, apa kau tentang ini?" Tanya Mara.


" Tidak Nona." Sahut Arthur.

__ADS_1


" Apa kau ingat saat kita mendonorkan darah ke kantor PMI saat itu?" Tanya Melin menatap Mara. Mara menganggukkan kepalanya.


" Bukankah suster di sana terkejut karena darah kita sama?" Ujar Melin.


Ya.. Memang suster nampak terkejut karena golongan darah mereka sama persis. Yaitu O negatif termasuk golongan darah yang langka.


" Sekarang aku bahagia karena aku bisa melihatmu menderita Mara, pertama kau kehilangan kekasihmu. Apa kau tahu?" Melin kembali menatap Mara sambil tersenyum smirk.


" Akulah yang sengaja mengundang tuan Adi ke resto waktu itu, aku sengaja memancing Aldo untuk mengatakan tujuannya mendekatimu dan membuat tuan Adi membatalkan pernikahanmu. Dengan begitu aku sangat yakin jika saat Aldo kembali Aldo pasti sangat membenci papamu."


Deg...


Jantung Mara dan Aldo terasa berhenti berdetak. Mereka tidak menyangka Melin sepicik itu.


" Kurang ajar!" Aldo mengepalkan erat tangannya.


" Yang lebih menyakitkan lagi, kau kehilangan papamu karena kekasihmu sendiri." Ucap Melin membuat hati Mara mencelos.


" Aku tidak menyangka ternyata kau seorang wanita yang licik Melin. Kau sengaja memanfaatkan aku untuk menyakiti Mara. Aku benar benar tidak percaya akan hal ini Melin. Kau membuatku menyakiti wanita yang tidak bersalah sama sekali. Aku akan membunuhmu!!" Bentak Aldo menarik kasar rambut Melin.


" Arghhh." Teriak Melin.


" Lepaskan Aldo! Kau menyakiti aku dan calon anakmu."


Jeduarrr...


Aldo langsung melepaskan tangannya dari rambut Melin.


" A.. Apa kau bilang? Calon anak?" Aldo mengerutkan keningnya.


" Ya, aku sedang mengandung anakmu. Kau harus menikahiku secepatnya atau aku akan melenyapkan anak ini!" Ancam Melin.


Aldo menarik kasar rambutnya, tidak tahu harus berbuat apa Aldo pergi meninggalkan mereka semua.


" Ayo Nona kita pergi! Aku akan membereskan masalah ini, akan aku pastikan mereka berdua mendekam di penjara." Ucap Arthur memapah tubuh Mara.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2