
Gania, Arthur, Mara dan kedua orang tua Arthur sedang makan malam bersama.
" Gania, aku lihat akhir akhir ini kamu dan Aditya nampak sangat dekat. Apa kalian punya hubungan spesial?" Tanya Arthur membuat yang lainnya menatap Gania.
" Iya Mas, aku dan pak Aditya pacaran." Sahut Gania malu malu. Arthur sangat terkejut dengan pengakuan Gania.
" Bagaimana bisa kalian berpacaran? Aditya punya kekasih yang sangat dia cintai Gania."
Jeduaarrrr....
Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Gania mendadak menjadi kaku. Ia menatap Arthur begitu pun sebaliknya.
" A.. Apa Mas Arthur bilang? Pak Aditya punya kekasih?" Tanya Gania memastikan.
" Iya Gania, bahkan sampai saat ini mereka masih berhubungan baik." Ucap Arthur membuat Gania tercengang.
" Benarkah?" Gania menampakkan raut sedihnya.
" Jika pak Aditya sudah punya kekasih, lalu kenapa dia mengatakan cinta padaku dan memintaku untuk menjadi kekasihnya? Bahkan dia mengenalkan aku dengan omanya." Arthur kembali terkejut dengan ucapan Gania. Ternyata sejauh ini Gania dan Aditya melangkah tanpa sepengetahuannya.
" Kau bertemu dengan oma Nuri?" Tanya Arthur memastikan.
" Iya, pak Aditya yang membawaku ke sana." Sahut Gania.
" Aku mengerti sekarang kenapa Aditya memintamu menjadi kekasihnya, itu karena oma Nuri tidak setuju dengan hubungan Aditya dan Alma. Oma Nuri tidak suka dengan sikap Alma yang sombong dan terkesan ingin menang sendiri." Ujar Arthur.
" Berarti saat ini Aditya sedang memanfaatkanmu Gania. Lebih baik kau putuskan saja hubunganmu dengan Aditya." Sambung Arthur.
" Tidak Mas." Sahut Gania tegas.
" Lalu kamu mau apa? Apa kamu mau jadi orang ketiga di antara hubungan mereka? Kau akan kalah Gania, kau akan merasakan sakit hati setiap waktu, karena cinta Aditya untuk kekasihnya bukan untukmu. Sekuat apapun perasaanmu padanya kau tidak akan menjadi pemenangnya." Ujar Arthur.
" Pak Aditya mempermainkan aku, maka aku akan membalikkan permainannya. Aku akan membuatnya benar benar jatuh cinta padaku, setelah itu aku akan meninggalkannya." Ucap Gania menggenggam sendok dengan erat menahan kesal.
" Jangan bermain main Gania! Kau akan merasakan akibatnya." Ujar Arthur.
" Kali ini aku mohon Mas, jangan mencampuri urusanku! Aku akan menanggung segala konsekuensinya. Kau akan melihat bagaimana Gania membuat sahabatmu itu menyesal karena telah mempermainkan aku." Ucap Gania.
" Tapi Gania.... "
Mara menyentuh tangan Arthur. Ia menganggukkan kepala memberikan kode kepada Arthur untuk tidak terlibat terlalu jauh dengan urusan Gania.
__ADS_1
" Baiklah terserah kau saja." Ucap Arthur.
" Aku akan menunggu pak Aditya mengungkap kebenarannya. Aku ingin lihat sampai dimana dia bisa membodohiku. Terima kasih Mas kau telah memberitahu aku tentang masalah ini. Tetap rahasiakan hubungan kekerabatan kita. Aku juga ingin tahu, apakah Aditya bisa menahan godaan dariku atau tidak." Ucap Gania.
" Aku percayakan semuanya padamu, tapi jangan pernah melewati batas dalam hubungan ini atau kau akan menyesal." Ucap Arthur.
" Kau tenang saja Mas, aku bisa menjaga diriku. Apa kalian semua mau mendukung keputusanku?" Tanya Gania menatap mereka semua.
" Kami mendukungmu Nak, lelaki seperti itu memang pantas mendapat semua itu darimu." Ujar bi Ningsih.
" Aku mendukungmu Gania, caramu membalas Aditya benar benar hebat. Lakukan dengan cantik agar semua berjalan dengan baik. Satu pesanku, jangan libatkan hatimu dalam hal ini atau kau sendiri yang akan kalah." Ucap Mara.
" Siap Mbak, terima kasih atas dukungan kalian semua. Aku merasa tidak sendiri menghadapi masalah ini. Akan aku pastikan akulah pemenangnya. Mulai hati ini aku harus membentengi perasaanku agar tidak terlalu jauh mencintainya. Aku akan mulai menghapus perasaan ini dengan perlahan. Sekarang rasa cinta itu berubah menjadi kebencian." Ucap Gania.
" Besok Aditya ada janji dengan Alma di cafe xx jam sembilan. Kau bisa ke sana untuk melihat sendiri bagaimana hubungan mereka. Pastikan Aditya tidak menyadari kehadiranmu." Ucap Arthur.
" Iya Mas, terima kasih." Ucap Gania.
Mereka melanjutkan makan malam dengan khidmat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak lama Aditya masuk ke dalam menghampiri seorang wanita yang duduk tepat di depan meja Gania. Gania tersenyum senang bagaikan mendapatkan jackpot ratusan juta. Ia mengeluarkan ponselnya siap merekam semuanya sebagai bukti nanti.
" Halo sayang." Sapa Aditya sambil mencium kedua pipi Alma bergantian.
" Hai sayang, lama banget sih. Aku sudah nunggu dari tadi tahu." Ucap Alma manja membuat Gania merasa mual.
" Iya maaf, aku kan harus ijin sama bos dulu." Sahut Aditya duduk di depan Alma tepat menghadap ke arah Gania.
" Bagaimana dengan oma? Apa oma percaya kalau kamu benar benar punya hubungan dengan gadis itu?"
Mendengar pertanyaan Alma, Gania mengepalka erat tangannya. Ingin sekali ia membogem kedua pengkhianat di depannya.
" Iya, aku berhasil menyakinkan keduanya. Jadi semua berjalan real sesuai keinginanku. Oma juga suka dengannya." Sahut Aditya.
Tiba tiba Aditya mengingat Gania, senyumannya, sikap sopan dan nurutnya membuat Aditya merasa senang berada di dekatnya.
" Terus kapan kamu mau nikahin aku? Aku sudah lama menunggumu Adit." Ujar Alma.
" Aku sedang memikirkan waktu yang tepat sayang, bersabarlah agar semua berjalan aman. Kalau kita terburu buru yang ada nanti kacau semua. Bisa bisa oma tahu kalau kita masih berhubungan." Ujar Aditya menggenggam tangan Alma lalu menciumnya.
__ADS_1
" Tapi aku nggak mau kelamaan Adit, aku mau bulan depan." Ucap Alma.
" Bulan depan." Gumam Aditya.
" Kalau kamu tidak mau, mending kita nggak usah menikah saja. Sepertinya kamu hanya main main saja sama aku. Kamu nggak benar benar ingin menikah denganku. Atau kamu sudah mulai suka dengan gadis itu?" Tebak Alma cemberut.
" Kamu itu ngomong apa sih sayang, mana mungkin aku suka sama gadis kampung sepertinya. Dia bukan seleraku sayang. Aku hanya mencintaimu selamanya." Ujar Aditya mengelus pipi Alma.
Gania kembali mengepalkan erat tangannya.
" Aku gadis kampung yang akan membuat kamu tergila gila padaku. Kau akan lihat seberapa cantiknya aku setelah ini. Dan aku pastikan kau tidak akan berkedip melihatku nanti Aditya sombong. Menyesal aku pernah mencintaimu." Batin Gania.
" Ya sudah pokoknya bulan depan kita harus menikah." Ucap Alma.
" Aku akan membujuk Gania supaya dia mau menikah denganku. Hari itu juga kita menikah." Ujar Aditya.
" Kenapa kamu harus menikahi gadis itu? Itu berarti kau menjadikan aku yang kedua Adit." Ujar Alma tidak terima.
" Alma aku memang harus menikahinya, pernikahanku dengannya untuk menutupi pernikahan kita sayang. Oma bilang kalau aku dan Gania menikah, oma mau kembali ke luar negeri. Itu berarti aku bisa bebas melakukan apapun. Aku akan membawamu tinggal bersama kami. Dan kamulah pemilik hati dan jiwa ini, aku akan menjadikan Gania sebagai pembantu kita." Ucap Aditya.
" Bagaimana kalau Gania mengadu kepada oma kalau kamu juga menikahiku? Bisa bisa kau tidak dapat apa apa dari oma Adit. Kau akan jatuh miskin, semiskin miskinnya. Dan aku tidak mau punya suami kere." Ucap Alma.
" Gania gadis penurut Alma, apapun yang aku perintahkan pasti dia lakukan. Jadi jangan khawatir! Semua akan berjalan sesuai keinginan kita. Jangan marah atau kesal lagi! Aku akan membelikan apapun keinginanmu." Ucap Aditya.
" Benarkah?" Tanya Alma memastikan.
" Iya." Ucap Aditya.
" Aaaa terima kasih sayang." Ucap Alma.
" Kita jalan nanti malam, sekarang aku harus kembali ke kantor. Ada rapat setelah ini, kalau aku terlambat bisa bisa bos memecatku." Ucap Aditya.
" Setelah kau mendapatkan perusahaan oma, kau tidak perlu bekerja di perusahaan orang lagi." Ucap Alma.
" Tentu sayang, aku pergi." Ucap Aditya beranjak.
Tiba tiba tatapannya bertemu dengan tatapan Gania. Aditya menatapnya dengan intens. Gania segera beranjak lalu berlalu dari sana. Saat melewati Aditya tiba tiba...
Tiba tiba apa ya?
TBC....
__ADS_1