AKU YANG SETIA DIA YANG KAU CINTA

AKU YANG SETIA DIA YANG KAU CINTA
HAPPY BIRTHDAY


__ADS_3

Hari ini Mara pulang ke rumah dengan perasaan bahagia. Arthur menggendongnya menuju kamarnya di ikuti bi Ningsih yang yang menggendong babby Axel di belakangnya.


Sampai di dalam kamar, mereka semua di sambut oleh art baru yang bernama bi Tini.


" Selamat datang kembali ke rumah Nyonya, saya ucapkan selamat atas kelahiran den Axel. Perkenalkan saya Tini, art yang akan membantu Nyonya mengurus rumah ini." Ucapnya.


" Dan saya sudah membersihkan kamar anda Nyonya." Sambung bi Tini.


" Baiklah terima kasih Bi, semoga betah bekerja di sini." Ucap Mara.


" Tentu Nyonya. Kalau begitu saya permisi." Sahutnya undur diri.


Arthur merebahkan tubuh Mara di ranjangnya.


" Istirahatlah sayang!" Ucap Arthur mencium kening Mara.


" Ini masih pagi Mas, kamu temenin aku aja di sini." Ujar Mara.


" Baiklah." Sahut Atthur duduk di samping Mara.


" Bu, tidurkan Axel di boxnya. Ibu pasti capek menggendong Axel sedari tadi." Ujar Mara.


" Tidak apa sayang, Ibu senang bisa menggendong cucu Ibu. Lagian sekarang Ibu tidak punya pekerjaan lagi setelah kamu mengganti Ibu dengan Tini." Ujar bi Ningsih.


" Maafkan aku Bu! Aku hanya ingin menjadi menantu yang sebenarnya. Seharusnya sudah sejak lama aku melakukan semua ini. Aku minta maaf karena selama ini aku banyak salah pada Ibu dan ayah. Aku tidak bisa menghormati kalian dengan benar. Aku harap Ibu tidak berpikir buruk tentang masalah ini." Ujar Mara.


" Kamu itu ngomong apa Nak, mana mungkin Ibu berpikir buruk tentangmu. Sebelum jadi Ibu mertuamu, Ibu lebih dulu menjadi pengasuhmu. Jadi Ibu tahu bagaimana kamu dan pikiranmu. Ibu justru berterima kasih padamu, dengan kamu mengganti Ibu, Ibu bisa dekat dengan cucu Ibu. Ibu akan menghabiskan masa tua Ibu untuk bermain dengan cucu Ibu." Ucap bi Ningsih mencium pipi Axel.


Arthur dan Mara tersenyum bahagia melihat semua itu.


Di tempat lain, tepatnya di kediaman Aditya. Saat ini Gania sedang muntah muntah karena mencium aroma minyak wangi yang biasa di pakai oleh Aditya.


Huek.. Huek...


" Sayang kamu kenapa sih?" Tanya Aditya mendekati Gania yang berada di wastafel kamar mandi.


" Stop Mas! Jangan ke sini!" Ucap Gania menutup hidungnya.


" Iya tapi kamu kenapa sayang? Apa kamu sakit?" Aditya bertanya lagi, kali ini tanpa mendekat.


" Aku mual mencium bau parfum kamu Mas. Kamu pakai parfum apaan sih sampai baunya nggak enak begini." Ujar Gania.


" Aku pakai parfum yang biasa aku pakai sayang, memangnya kenapa bisa membuatmu mual seperti ini? Biasanya juga tidak kan." Ujar Aditya.


" Buang bajumu Mas! Dan buang parfum itu! Aku tidak kuat menahan baunya." Ujar Gania.


" Baiklah sayang akan aku buang." Ucap Aditya kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Ia membuka bajunya lalu mengambil beberapa botol parfumnya. Ia kelaur dari kamarnya meminta bi Ida untuk membuangnya.


Setelah itu Aditya kembali ke kamarnya, ia tersenyum menatap Gania yang sedang duduk bersandar di ranjang. Ia mengambil baju baru di almari lalu segera memakainya. Setelah memakai bajunya, Aditya mendekati Gania di ranjangnya.


" Apa sudah mendingan?" Tanya Aditya.


Bukannya menjawab, Gania malah mengendus endus tubuh Aditya.


" Masih tercium aroma parfum itu Mas, kamu mandi lagi gih. Kamu bisa membuatku muntah lagi nanti." Ujar Gania menutup hidungnya lagi.


" Baiklah, setelah itu beri tahu aku kenapa kamu bisa seperti ini." Ucap Aditya beranjak, ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari parfum itu. Ia memakai sabun lebih banyak dari biasanya.


Selesai mandi dan berpakaian ia kembali mendekati Gania.


Huek.....


Gania membekap mulutnya, ia segera berlari menuju wastafel. Aditya nampak kebingungan, ia segera menyusul Gania.


Huek... Huek...


Gania kembali memuntahkan isi perutnya.


" Sayang kamu kenapa sih?" Tanya Aditya memijat tengkuk Gania.


" Aku tidak kuat dengan aroma sabun yang kau pakai Mas, tolong menjauhlah!" Ucap Gania membersihkan mulutnya dengan air bersih.


" Kamu itu kenapa sih? Tadi parfum sekarang sabun." Ucap Aditya kesal. Ia merasa sikap Gania mulai berubah kepadanya.


Dengan kesal Aditya meninggalkan Gania sendirian. Ia duduk di sofa kamarnya sambil menunggu Gania.


" Ada apa dengan Gania? Kenapa sikapnya tidak seperti biasanya? Dia sedikit berubah kepadaku, apa dia masih sakit hati padaku setelah sekian lama? Atau jangan jangan dia punya pria idaman baru?" Monolog Aditya menduga duga.


" Tidak tidak... Ini tidak mungkin dan ini tidak boleh terjadi. Biasanya kalau wanita muntah muntah itu karena dia hamil." Aditya nampak berpikir dan belum menyadari ucapannya sendiri.


" Hamil?"


" Apa mungkin Gania hamil? Tapi masa iya Gania hamil, kemarin dia bilang lagi dapat tamu bulanan. Terus kenapa dia muntah muntah seperti itu? Apa iya dia terkena alergi secara tiba tiba? Aku jadi bingung sendiri." Ucap Aditya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Gania keluar dari kamar mandi, ia berjalan dengan lemah menuju ranjangnya.


" Mas aku mau tidur, kepalaku pusing banget. Jangan ganggu aku sampai aku bangun sendiri." Ujar Gania.


" Apa perlu kita ke dokter sayang?" Tanya Aditya.


" Tidak perlu Mas, tidur saja sudah cukup." Sahut Gania.


" Baiklah." Sahut Aditya.

__ADS_1


Gania memejamkan matanya menuju alam mimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari setelah makan malam, Aditya dan Gania masuk ke kamarnya. Betapa terkejutnya Aditya saat kamarnya nampak gelap.


" Lhoh sayang kenapa gelap sekali?" Tanya Aditya masuk ke dalam bersama Gania.


" Lihatlah ke sana Mas!" Gania menunjuk sofa.


Aditya mengerutkan keningnya saat melihat kue tar dengan lilin yang menyala di atasnya. Ada sebuah kotak berukuran sedang di sampingnya.


" Apa itu sayang?" Tanya Aditya.


" Ayo kita lihat!" Gania menggandeng tangan Aditya mendekati meja.


Gania mengangkat kue lalu menyodorkannya kepada Aditya.


" Selamat ulang tahun Mas." Ucap Gania membuat Aditya terkejut.


" Kau ingat hari ulang tahunku sayang." Ucap Aditya.


" Aku akan selalu mengingat hari istimewa ini Mas. Selamat ulang tahun, semoga panjang umur, sehat dan sukses selalu dalam membuatku bahagia." Ucap Gania.


" Tentu sayang, terima kasih untuk semuanya." Ucap Aditya mencium kening Gania.


" Sekarang buat permintaan lalu tiup lilinnya." Ucap Gania.


Aditya memejamkan matanya sambil meminta sesuatu kepada Tuhan. Ia meminta agar Tuhan segera memberikan kabar bahagia untuk mereka berdua.


Setelah itu, Aditya pun meniup lilinnya.


" Sekarang buka kado dariku Mas! Maaf aku tidak bisa memberikan apa apa padamu, hanya ini yang bisa aku berikan padamu." Ujar Gania menyodorkan kotak kado kepada Aditya.


" Tidak masalah sayang, apapun hadiah darimu aku akan menerimanya dengan senang hati." Sahut Aditya.


Aditya segera membuka kotak itu, ia membulatkan matanya saat melihat isi dari kotak itu.


" Sayang kenapa ini.......


Kira kira apa ya isinya? Penasaran? Jangan lupa tekan like koment vote dan mawar yang banyak buat author.


Author ucapkan


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA bagi yang merayakannya. Mohon maaf yang sebesar besarnya.


Terima kasih...

__ADS_1


Miss U All...


TBC...


__ADS_2