
Gania duduk di sofa ruang tamu berhadapan dengan nyonya Nuri.
" Katakan ada apa Gania! Sepertinya kau ragu untuk membicarakan satu hal dengan Oma." Ujar nyonya Nuri.
" Begini Oma, sebelumnya aku ingin meminta maaf jika nanti ucapanku ataupun tindakanku tidak berkenan di hati Oma. Aku ingin memberitahu Oma jika sebenarnya mas Ditya memanfaatkan aku untuk menutupi hubungannya dengan Alma." Ucap Gania hati hati sambil menatap nyonya Nuri.
Gania memberikan ponselnya pada nyonya Nuri, lalu ia menunjukkan video saat ia menguntit Aditya dan Alma.
" Oma sudah tahu." Sahut nyonya Nuri membuat Gania terkejut. Nyonya Nuri mengembalikan ponsel pada Gania.
" Maafkan Ditya karena dia telah membodohimu." Ucap nyonya Nuri.
" Kalau Oma tahu kenapa Oma diam saja? Kenapa Oma tidak memberitahuku sebelumnya? Kenapa Oma diam saja saat Mas Ditya memperkenalkan aku sebagai kekasih satu satunya kepada Oma? Jika saja aku tahu Mas Ditya memanfaatkan aku, aku tidak akan mau menerimanya Oma." Ujar Gania.
" Oma sengaja menyembunyikannya darimu." Sahut nyonya Nuri enteng.
" Apa maksud Oma menyembunyikan semua ini dariku?" Tanya Gania.
" Karena Oma yakin kau mampu membuat Ditya berpaling dari wanita ular itu." Sahut nyonya Nuri.
Gania mengerutkan keningnya menatap nyonya Nuri.
" Sekarang kamu sudah tahu tujuan Ditya memacarimu. Oma ingin tahu apa rencanamu selanjutnya? Apa kamu ingin memutuskan hubungan ini begitu saja?" Tanya nyonya Nuri menatap Gania.
" Tidak Oma, seperti kata Oma. Aku akan membuat mas Ditya mencintaiku sebelum pernikahan kami di laksanakan, setelah itu baru aku akan pergi meninggalkannya. Aku akan membalas rasa sakit ini dengan rasa sakit juga Oma." Sahut Gania mengepalkan erat tangannya.
" Bagus Gania, kau akan semakin memiliki banyak kesempatan untuk membalas rasa sakitmu kepada Ditya dengan menikahinya."
Deg...
" Menikahinya?"
__ADS_1
" Tidak Oma. Aku tidak akan menikahi pria sebrengsek mas Ditya." Sahut Gania tegas.
" Oma mohon jangan pernah kau meninggalkan Ditya sayang. Kalau kamu meninggalkannya, siapa yang akan melindungi Ditya dari wanita seperti Alma? Kau boleh melakukan apapun, tapi Oma mohon jangan tinggalkan Ditya. Walaupun perasaanmu berubah menjadi benci sekalipun." Ujar nyonya Nuri.
" Apa maksud Oma?" Tanya Gania sambil mengernyitkan dahinya.
" Kau boleh membenci Ditya seumur hidupmu, tapi tetaplah menikah dengan Ditya. Oma tidak mau sampai Ditya menikah dengan Alma. Alma hanya mengincar harta Ditya saja, dia tidak benar benar mencintai Ditya, Gania." Ujar nyonya Nuri.
" Bagaimana aku Oma tahu semua itu? Mereka berdua terlihat saling mencintai Oma. Tadi pagi aku melihatnya sendiri." Ujar Gania.
Nyonya Nuri membuka ponselnya.
" Lihatlah ini!" Nyonya Nuri menunjukkan sebuah video pada Gania.
Gania mengambil ponsel nyonya Nuri lalu memutar video tersebut. Video dimana Alma bersama seorang pria sedang duduk di sebuah taman rumah sakit. Sepertinya pria tersebut salah satu pasien di rumah sakit itu.
" Bagaimana rencanamu menguasai harta nyonya Nuri, Alma? Apa sudah ada kemajuan dengan hubunganku dan Aditya?"
" Tenang saja, aku sudah menjalankan rencanaku dan tinggal satu langkah lagi. Aku akan menekan Aditya untuk segera menikahiku. Dia bilang mau memperkenalkan aku dengan Omanya malam ini. Aku akan mengambil hati Omanya agar dia bisa menerimaku dengan mudah. Dengan begitu aku bisa menjalankan rencanaku dengan mulus tanpa hambatan sedikitpun. Aku akan menyingkirkan wanita tua itu dari hadapanku." Sahut Alma menggenggam tangan pria itu.
Gania menatap nyonya Nuri.
" Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian Oma? Kenapa pria tadi menyebutkan balas dendam di sini? Apa kalian punya masalah sebelumnya?" Tanya Gania penasaran.
" Pria itu kakak dari Alma.Ternyata mereka adalah anak dari mantan pekerja Oma yang telah menggelapkan dana perusahaan di perusahaan Oma sepuluh tahun silam. Oma baru mengetahuinya kemarin. Ayahnya di penjara dua puluh tahun karena melenyapkan orang kepercayaan Oma yang mengetahui kejahatannya. Saat menjalani hukuman di penjara, orang itu bunuh diri karena stress setelah apa yang menimpanya dan keluarganya. Istrinya meninggalkannya dengan pria lain dan meninggalkan kedua anaknya begitu saja hingga mereka terlunta lunta di jalanan. Dan mereka berdua menyalahkan Oma akan hal ini. Itu sebabnya mereka menyusun rencana untuk balas dendam dengan menguasai harta Oma yang akan Oma wariskan kepada Ditya. Itu sebabnya Alma ingin menikahi Ditya. Mereka menggunakan Ditya sebagai pion untuk rencana mereka." Terang nyonya Nuri.
Gania nampak mengangguk anggukkan kepala.
" Kenapa Oma tidak memberitahu hal ini kepada mas Ditya? Kenapa Oma malah diam saja?" Tanya Gania.
" Oma memang belum memberitahu Ditya tentang masalah Alma dan ayahnya, tapi Oma selalu mencoba memberitahu Ditya jika Alma bukan wanita yang baik, tapi Ditya selalu bersikeras menolak pendapat Oma. Dia merasa Alma adalah wanita terbaik di dunia ini untuk menjadi pendamping hidupnya. Jika sudah seperti itu, Oma bisa apa Gania?" Ujar nyonya Nuri.
__ADS_1
" Oma tunjukkan saja video ini dan jelaskan semuanya kepada mas Ditya, aku yakin mas Ditya pasti bisa mengerti kenapa Oma menentang hubungan mereka." Ujar Gania.
" Oma tidak mau melihat Ditya terluka sayang, jika ada wanita yang bisa mengambil hatinya, Oma yakin Ditya akan meninggalkan Alma dengan sendirinya. Dan hal itu tidak akan membuat hati Ditya terluka. Oma sangat menyayangi Ditya sejak kecil sayang, Oma tidak bisa melihat kesedihannya." Ujar nyonya Nuri.
" Memang sulit juga jika berada di posisi Oma. Di satu sisi Oma ingin melindungi mas Ditya, tapi di sisi lain Oma tidak mau membuatnya terluka. Aku juga bingung harus berbuat apa kalau jadi Oma." Ucap Gania membuat nyonya Nuri tersenyum mendengarnya.
" Gania ada satu hal yang Oma sembunyikan dari Ditya selama ini." Ucap nyonya Nuri.
" Kalau aku boleh tahu, apa itu Oma?" Tanya Gania.
" Oma mengidap penyakit kanker darah stadium akhir."
Jeduaarrr....
Gania benar benar terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh nyonya Nuri.
" Umur Oma tidak lama lagi, tapi Oma tidak akan bisa pergi dengan tenang sebelum pernikahanmu dengan Ditya terlaksana. Oma mohon padamu! Oma tidak akan memaksamu untuk memperlakukan Ditya dengan baik, tapi Oma akan memaksamu untuk menerima Ditya sebagai suamimu. Jangan biarkan Ditya berhasil menikahi Alma, Oma mohon Gania! Atau hidup Ditya akan menderita setelah Oma tiada nanti. Oma sayang menyayangi Ditya, Oma tidak mau melihat Ditya menderita setelah ini Gania. Oma mohon!" Ucap nyonya Nuri mengatupkan kedua tangan di depan dadanya.
" Ditya tadi menelepon Oma dan meminta Oma untuk melamarmu malam nanti. Oma akan datang ke sana memintamu dari kedua orang tuamu. Oma harap kamu menerima lamaran ini dan jangan beritahu Ditya kalau kita mengetahui rencananya. Akan Oma pastikan saat pernikahan kalian, Ditya hanya mencintaimu bukan Alma lagi." Ujar nyonya Nuri.
Gania nampak bingung dalam mengambil keputusan. Bagaimana bisa ia hidup bersama pria yang sudah ia benci selamanya?
" Anggap saja kau sedang balas dendam atas perbuatan Ditya kepadamu. Buat dia menyadari kesalahannya setelah menikah denganmu nanti." Sambung nyonya Nuri.
Gania menghela nafasnya pelan.
" Baiklah Oma aku akan menerima pernikahan ini. Aku akan menerima nas Ditya sebagai suamiku walaupun aku membencinya. Semoga Oma bahagia." Ujar Gania.
" Oma bahagia sayang, terima kasih." Sahut nyonya Nuri.
" Kau akan tahu apa yang bisa aku lakukan padamu mas Ditya, jangan kau pikir aku menikahimu karena cinta. Karena cintaku itu telah mati setelah tahu pengkhianatan padamu. Benar kata Oma waktuku untuk membalaskan dendam padamu akan semakin panjang. Dan itu akan terlihat sangat mengasyikkan.Tunggu kejutan dariku Tuan Aditya Prayoga." Batin Nuri tersenyum smirk.
__ADS_1
" Aku yakin Gania gadis yang baik, dia tidak akan tega membuat Ditya menderita karena dia terlihat begitu mencintainya. Semoga kalian hidup bahagia bersama selamanya. Oma bisa pergi dengan tenang setelah ini Ditya." Batin nyonya Nuri.
TBC....