Almaira - Cinta Dalam Perjodohan

Almaira - Cinta Dalam Perjodohan
Bab 13 : Ketika perjodohan diketahui kedua nya (part Maira)


__ADS_3

Esok harinya..


Pak Harun pun mulai berbicara pada Maira mengenai rencana perjodohan itu. Di siang hari, pak Harun yang saat itu sedang duduk di teras rumah dihampiri Maira yang membawakan secangkir kopi dan pisang goreng yang dibuatnya. Maira pun duduk di samping menemani ayah nya yang sedang duduk sedari tadi.


"Ayah apa kaki ayah masih terasa sakit?" Tanya Maira pada ayah sambil melihat kearah kaki ayah


"alhamdulillah tidak ko mai, Cuma masih belum benar-benar bisa berdiri makan nya ayah masih perlu tongkat. " sambil melihat tongkatnya.


"sabar ya ayah, insyaallah nanti Maira bantu biar ayah benar-benar bisa sembuh. amin " Menyemangati ayah nya sambil tersenyum.


"Ya mai terimakasih. Oh ya ayah mau bicara hal penting." ayah yang bingung harus memulai dari mana ia bicara.


"oh silahkan ayah mau bicara apa?"Sambil tersenyum melihat kearah ayahnya. Dalam hatinya Maira berkata "dari raut muka ayah kaya nya ko serius. "


"e hmm gimana ya." diam sejenak "Begini apa kamu punya kekasih? Tanya ayah dengan gugup.


" Kekasih maksud ayah..! " Maira dengan mengerutkan dahinya yang tak terlihat. "Ayah,ayah kan tau sendiri Maira gak pernah kepikiran soal lelaki apa lagi punya seorang kekasih. Maira ingin menikah dengan cara ta'aruf saja gak ada kekasih." penjelasan Maira dengan tersenyum pada ayah nya.


"iya maksud ayah kan cuma bertanya kali aja kan.!! " sambil menyeringai. Ayah pun kepikiran sepertinya ini waktu yang tepat untuk dia bilang bahwa dia akan menjodohkan Maira dengan Andra.


"Lagian tumben ayah tanya begitu. " tanya dengan heran


"Sebenarnya gini mai, gimana ya ayah bicaranya..!!" dengan terbata-bata.


"Ayah sebenarnya mau bicara apa sih sama mai, ko seperti nya gugup banget.. " Sambil tersenyum manis

__ADS_1


"Baiklah begini mai, Ayah dan pak Wijaya berencana menjodohkan kamu dengan putranya."


spontan Maira pun langsung terdiam. "Kenapa mai, apa kamu tidak setuju?" berhenti sejenak dan mulai pembicaraan lagi. "ayah dan pak Wijaya juga tidak memaksa kalian jika kamu menolak juga tidak apa-apa. Pak Wijaya lihat kamu adalah sosok wanita yang baik makannya dia mau menjodohkan putranya dengan mu. Putra pak Wijaya juga seorang laki-laki yang tampan, cerdas, juga seorang yang bertanggung jawab dan dia tidak ingkar janji." bicara sembari menatap Maira


"Begini yah Maira bukan tidak setuju. Maira hanya terkejut. ayah serius?. Kalo ayah serius. Semua keputusan ada di ayah karena Maira tau apa pun yang ayah lakukan untuk Maira pasti itu yang terbaik untuk mai. " berbicara dengan senyum manis nya. Maira adalah seorang anak yang penurut dan tak pernah mau membantah kedua orang tua nya.


"Ya ayah tau tapi ayah tidak bisa ambil keputusan sendiri mai, ayah butuh jawaban dari kamu. Jika ayah ambil keputusan nya sendiri bagaimana jika keputusan ayah salah itu pasti akan membuat mu sedih mai. Jadi ya atau tidak nya jawaban dari kamu itu penting, karena disini ayah tidak memaksa semua keputusan untuk kebahagiaan mu. "


"ya sudah jika ayah butuh keputusan mai, YA Maira mau." Maira sambil memegang tangan ayah dan tersenyum tanpa terlihat karena tertutup.


sontak pak Harun pun langsung senang dengan jawaban Maira. Dia menceritakan semua tentang Andra yang dia ketahui pada Maira. Maira mendengarkan, awal nya Maira sedikit ragu tapi begitu tau sikap putra pak Wijaya berubah karena satu hal Maira berpikir mungkin dia bisa berubah lagi. Maira pun masih menerima .Dia tidak ingin mengecewakan ayahnya karena menurutnya perjodohan ini menyangkut persahabatan ayahnya.


Pak Harun langsung menghubungi pak Wijaya untuk memberikan kabar gembira ini.


tut. tut. tut.. Bunyi ponsel yang sedang menelpon.


Begitu tau bahwa Maira menerima perjodohan itu, pak Wijaya kegirangan tapi dia merasa sedikit bersalah pada pak Harun dan Maira . pak Wijaya pun meminta waktu untuk bicara pada maira, Dan pak Harun menyerahkan ponselnya pada Maira.


"Assalamu'alaikum mai," ucap pak Wijaya


"waalaikum salam warohmatulohi wabarakatuh".jawab Maira dengan lemah lembut


" Sebelumnya paman ucapkan Terima kasih kamu mau menerima perjodohan ini. Tapi paman merasa bersalah. " Kata-kata bersalah itu membuat Maira bertanya-tanya, dan dia mendengarkan kembali pak Wijaya yang masih bicara "Sebelum lanjut perjodohan ini kamu harus tau tentang putra paman, dia itu seorang pria yang dingin. dan begini begitu. .... .. " semua yang diceritakan pak Harun diceritakan kembali oleh pak wijaya.


"Iya Maira sudah mendengar semua dari ayah, Insya Allah Maira bisa menerimanya. "

__ADS_1


"Tidak mai, ada satu hal yang ayahmu tidak tau. Paman harus menceritakan ini padamu, Paman tidak bisa menceritakan ini pada ayahmu karena paman merasa malu. Andra adalah seorang pria pemabuk." ucap paman dengan pelan ketika mengucapkan Andra pemabuk.


Deg... Maira yang awalnya ragu tapi dia masih bisa menerima, seketika semakin tidak yakin dengan Andra."Dingin,aku bisa menerima itu tapi Apa aku bisa berdampingan dengan pria yang pemabuk." dalam hati Maira .


"Paman tidak bisa berbohong padamu. Karena ini menyangkut kebahagiaan mu, akan lebih baik jika kamu mengetahui semuanya sebelum pernikahan terjadi. Paman tau pasti kamu merasa kecewa mengapa paman harus jodohkan kamu dengan putra paman yang mungkin menurutmu buruk, tapi seperti kamu ketahui Andra begitu karena masalah kesalahpahaman yang belum terselesaikan dan paman belum bisa ceritakan semuanya padamu. Mai semua keputusan ada ditangan mu, paman tidak memaksa jika kamu menolak paman akan menerimanya jangan takut akan persahabatan paman dengan ayah mu. Kami akan masih tetap sama. Berpikir lah dulu, besok atau kapanpun sebelum pernikahan kamu bisa menolaknya. Jika masih belum ada jawaban minggu depan paman akan bawa Andra ke rumah mu untuk memastikan keputusan nya. Sekarang paman mau lanjut kerja. Maafkan paman. assalamu'alaikum ". pak Wijaya mematikan ponsel karena Maira tidak merespon dia paham karena mungkin saja Maira kecewa padanya tapi dia juga tidak memaksa Maira dan dia sedikit lega karena Maira sudah tau tentang itu sebelum sampai di pernikahan.


Maira yang sedari tadi mendengarkan paman Wijaya bicara hanya terdiam. " paman menceritakan ini padaku agar aku tidak merasa tertipu, dia bisa saja berbohong padaku, tapi dia tidak ingin aku kecewa dan sedih dalam pernikahan. Lalu aku harus bagai mana!! apa aku masih bisa menerimanya. Ya aku harus bisa. Selain aku tidak mau kecewakan ayah, aku juga tidak mau kecewakan paman dia sudah membantu ayah. Aku akan bisa bertahan dengan nya (Andra) sampai dia berubah. Bismillah." ucap dalam hati Maira.


Tiba-tiba Maira dikagetkan ayah nya. "mai apa sudah selesai menelpon nya? pak Wijaya bicara apa?.." Tanya sang ayah.


"ah iya yah, sudah selesai. Dia membicarakan hal yang sama seperti ayah mengenai putranya, dan Maira bilang Maira sudah tau semuanya dari ayah. " jawab Maira yang tidak menceritakan masalah Andra pemabuk kepada ayahnya.


"Lah terus keputusan mu apa.? Apa masih sama?"


"Ya insyaallah masih dengan jawaban yang sama." sembari tersenyum


Ayah pun tersenyum bahagia lalu menyuruh maira masuk kedalam rumah untuk memberi tau ibunya.


............


...BERSAMBUNG...


***Jawaban Maira "MAU" nih para pembaca, lalu bagaimana dengan jawaban Andra ya...!!!!


Tunggu episode berikutnya ya, part jawaban dari Andra.

__ADS_1


jangan lupa beri dukungan untuk saya biar tambah semangat. vote juga ya pliss***


__ADS_2