
Pagi itu langit masih gelap, suasana rumah penuh keheningan, Maira bangun berniat untuk melaksanakan shalat sunat, Tiba-tiba tangan nya di raih pria disampingnya yang masih tertidur.
"Jangan pergi. tetaplah bersama ku" Ucap Andra yang masih tertidur, seperti nya Andra mengigau karena matanya masih merem.
Maira yang hendak bangun dan dengan tangan yang di genggam suaminya merasa bingung "Bagaimana ini, aku ingin bangun melaksanakan shalat sunnah tapi mas Andra menggenggam erat tanganku" Maira merasa tidak enak membangunkan suaminya karena ini masih terlalu pagi (02.00 wib) "Ya sudahlah aku akan menunggu sampai mas Andra melepaskan nya" gumam Maira dalam hatinya. Akhirnya Maira mengalah, dia berbaring di samping suaminya menunggu suaminya melepas genggaman tangan nya itu.
Maira tiba-tiba tersenyum melihat wajah suaminya yang begitu tampan. "lihat wajah suami mu mai, semakin tampan padahal dia sedang tidur" ucap Maira dalam hati.
mata Maira melotot kaget, karena tiba-tiba suaminya itu memeluk Maira,"Tetaplah bersamaku" Ucap Andra yang masih tidur.
awalnya Maira merasa lega karena Andra mulai melepaskan pegangan nya namun Andra malah memeluknya dengan erat bahkan lebih erat dari genggaman tangan tadi.
Dalam mimpi Andra ada dua wanita dihadapan nya yaitu Maira istrinya dan andini mantan kekasihnya, kedua wanita itu ada di hatinya. Andini yang selalu bersikap manja tiba-tiba memeluknya, membuat maira yang melihatnya langsung pergi meninggalkan mereka, Andra mencegah maira dengan menggapai tangan maira "jangan pergi", Andra melepaskan pelukan andini dengan perlahan lalu menghampiri maira, Maira memutar tubuhnya menatap penuh cinta pada suaminya, mereka saling berhadapan " tetaplah bersamaku" Ucap Andra sambil memegang kedua tangan Maira lalu menciumnya. Maira mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum andra pun memeluk maira.
Jantung Maira semakin berdebar karena pelukan itu membuat tubuh Maira melekat dengan Andra.
"Aduh gimana ini kenapa semakin seperti ini" gumam hati Maira
Lagi-lagi Maira masih merasa tidak enak untuk membangunkan suaminya, dan sebenarnya juga pelukan itu mungkin pelukan yang diinginkan setiap istri di saat tidur bersama suaminya. itu yang dirasakan Maira hingga Maira membiarkan Andra terus memeluknya , sampai tak sadar karena terlalu lama Maira menunggu Andra melepas pelukan itu, Maira pun tertidur kembali.
Allahu akbar... allahu akbar.....
Suara kumandang adzan subuh ter dengar.
"Astagfirullahalazim" Ucap Maira yang tiba-tiba bangun, hingga Andra pun ikut bangun karena kaget.
?"Ada apa?" Tanya Andra, Andra melihat tangan yang masih memeluk bagian perut Maira. Dengan rasa tidak enak Andra meminta maaf "Oh maaf". Melepaskan pelukannya.
Andra pikir Maira terbangun dan mengucap istighfar karena dirinya telah memeluk Maira, sampai Andra melepaskan pelukan itu, padahal Maira kesiangan untuk bangun.
" Mas aku shalat dulu ya,. " Maira langsung beranjak dari kasur berjalan ke kamar mandi dengan terburu-buru "Ya Allah bisa-bisanya aku sampai kesiangan" Gumam Maira yang ada didalam kamar mandi.
__ADS_1
Maira yang selesai wudhu hendak mengambil mukena untuk dikenakan nya. Andra yang sedang duduk sedari tadi menunggu Maira keluar dari kamar mandi.
"Tunggu. Maukah kamu shalat berjamaah dengan ku."
Maira terdiam menatap suaminya.
melihat respon Maira Andra melanjutkan bicaranya "Aku hanya ingin berusaha menjadi imam yang baik" Kata-kata Andra yang kedua kali itu membuat Maira menganggukkan kepala dengan senyuman menandakan mau tapi tidak dengan ucapan.
"Tunggu sebentar ya, kalo begitu aku bersiap dulu" Andra bersiap lalu mereka berdua shalat berjamaah untuk pertama kalinya.
Selesai shalat Maira dan Andra sama-sama berdoa, mendoakan kebahagian rumah tangganya.
"Ya allah terimakasih atas segalanya, terima kasih engkau kabulkan doa hamba agar kehadiran ku diterima mas Andra sebagai seorang istri dan engkau rubah perilaku buruknya dengan caramu. sungguh hamba menjalani pernikahan ini lillahi taala ya rabb. Semoga keluarga kecilku ini menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah, Amiin ya robbalalamin" Doa maira.
" Ya Allah terimakasih engkau telah kirimkan ku seorang bidadari, yang mampu menyadarkan ku membuatku kembali padamu. Semoga Aku bisa terus berubah menjadi lebih baik agar lebih layak untuknya dan bisa membahagiakan nya sebagai seorang suami dan seorang imam "
Amin ya robbal alamin... ucap keduanya.
"Seandainya aku bisa mengatakan tolong lepas cadarmu ketika bersamaku, kerena aku ingin sekali melihat wajah cantikmu. tapi tak bisa rasanya bibir ini serasa bisu dan sulit untuk mengatakan nya" Kata-kata Andra dalam hati sambil menatap Maira.
"Mas ada apa? " tanya Maira
"tidak apa-apa" Andra langsung berdiri dan bersiap untuk mandi.
"Mas maaf aku belum siapkan air hangatnya, biar aku siapkan dulu" ucap Maira lalu bergegas akan pergi.
"Tunggu tidak usah, mas bisa mandi air dingin ko. " sambil tersenyum Andra menatap Maira.
lalu langkah demi langkah Maira perhatikan suaminya sambil mengingat senyuman nya itu sampai Maira ikut tersenyum..
Tepat jam 05;45 Maira membawakan sarapan untuk Andra. Andra yang sedang memakai dasi melihat kearah Maira.
__ADS_1
Maira berbalik badan ingin kembali kebawah. tiba tiba...
"Tunggu, bisakah kau temani aku disini"
Maira terdiam, lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Andra tiba-tiba sengaja tidak memakai dasi dengan benar lalu menghampiri Maira untuk sarapan.
"Kenapa berdiri ayo duduk" Andra menarik satu bangku didekatnya dan menyuruh Maira untuk duduk.
Maira langsung duduk ketika suaminya telah menyuruhnya dan melihat suaminya sampai selesai makan.
"Sarapan nya sudah habis, terimakasih"
"iya mas sama-sama" Maira tersenyum
"Oh ya aku harus segera berangkat aku pamit" Sebenarnya Andra agak kesal karena Maira tidak memperhatikan dasinya yang miring itu.
Setelah Andra berjalan keluar melewati pintu kamar Maira memanggilnya.
"Mas tunggu...! " Dengan ragu Maira memanggil suaminya "Dasi mu mas"
"Kenapa dasi ku" Andra masih pura-pura tidak tahu, hanya agar dapat perhatian Maira. Andra menunduk pura-pura melihat dasinya.
"Miring mas, jika mas mengijinkan biar aku yang merapikan nya"
Andra hanya mengangguk dalam hatinya dia sangat senang apa lagi melihat maira yang begitu dekat dengannya.
Maira pelan pelan memegang dan membenarkan dasi Andra, Andra menatap Maira dengan menunduk karena Maira lebih pendek darinya .. dia menatap istrinya didepan nya itu sambil tersenyum.. tapi ketika Maira melihat kearahnya pandangan Andra langsung mengarah ke hal lain.
sampai selesai Andra pamit dan berangkat dalam keadaan senang begitupun dengan Maira yang tersenyum bahagia.
__ADS_1