
Andra turun dari mobil sendiri menuju bar, begitu dia masuk andra tidak menemukan Andini, sampai akhirnya dia menanyakan keberadaan Andini pada salah satu teman nya di sana.
Di situ Andra tahu dimana Andini saat ini, Andra menghampiri sebuah ruangan make up tempat para wanita berias dan bercermin di sana.
Andra hendak masuk ruangan yang terbuka pintunya itu setelah melihat Andini yang ada di sana bersama dengan Khanza teman nya. Namun langkah Andra terhenti didepan pintu setelah mendengar pembicaraan Andini, Andra diam dibalik tembok dekat pintu mendengarkan apa yang dibicarakan Andini dan kanza.
"Gimana kemarin din lo ko bisa bebas..! " Tanya kanza pada Andini yang sedang make-up.
"Gue dimaafin. terus dibebasin .. "
"Lo serius din, kalo gue jadi bapak-bapak itu gak gue maafin deh lo." canda kanza
Andini menatap kanza "Lo mau gue dipenjara. kalo gue dipenjara siapa yang mau traktir lo lagi"
"Canda din" kanza tersenyum dan kembali bertanya dengan penasaran "Eh ngomong-ngomong lo ko bisa ketahuan padahal kejadian nya kan udah lama, terus lo bilang juga dia dari kampung kan.! "
Andini menyimpan make up nya dan kembali menghadap ke kanza "iya itu yang pengen gue omongin, lo tau siapa yang gue tabrak itu. "
"bapak-bapak kan"
"Bukan kanz, Dia itu mertua Andra. "
"Hah ko bisa.. " teriak kaget kanza
"Iya jadi yang cari tahu pelaku kecelakaan nya itu bokap nya Andra dan dia itu mungkin sahabat dekatnya. Untung orangnya gak kaya bokap Andra jadi gue bisa bebas. "
__ADS_1
"Oh gitu terus apa Andra tau din"
"Kayanya gak sih, Lagian kalo Andra tau juga pasti dia lebih bela gue dari pada bokap nya itu. " Membanggakan dirinya sendiri
"iya percaya percaya gue, diakan cinta mati sama lo. " tersenyum sambil mengambil lipstik "Oh ya din apa Andra masih belum tau hubungan lo sama joan? "
"Belum dong. Lo kaya gak tau gue aja, "
"Hebat lo..! lo sering selingkuhin Andra tapi Andra gak pernah tau sama sekali. eh din apa lo gak pernah mau niat serius gitu sama Andra soalnya lo selingkuh mulu"
"kanz dulu gue suka sama Andra selain tampan dia juga kaya, makanya gue berani deketin dia sampai akhirnya benar-benar dapatin dia, Tapi lo tau sendiri kan dia itu cowok super dingin bahkan sama gue dan dia juga gak pernah mau ngapa-ngapain gue cium aja belum pernah.! ya lama lama gue bosen kan sama sikap bekunya itu. " Penjelasan Andini pada kanza membuat Andra yang mendengarnya begitu kesal. Andra mengepalkan tangan nya urat-urat nya mulai terlihat menahan amarah.
"Selain itu gue gak mau putusin Andra karena gue butuh dia, kalo bukan dia mana mungkin gue bisa traktir-traktir lo, punya apartemen, dan mobil juga"
Andra langsung pergi setelah mendengar semuanya, Andini hanya memanfaatkan nya selama ini. Dan Andra mengurungkan niatnya menemui Andini setelah dia tau semuanya.
Maira yang ketiduran di mobil langsung terbangun dan kaget karena Andra masuk mobil dengan tiba-tiba dan menutup pintu dengan cukup keras. "Apa yang terjadi dengan mas Andra bukan nya dia ingin menemui Andini, kenapa wajahnya seperti sangat marah. " Ucap Maira dalam hati
Andra langsung menancapkan gas mobil dengan laju cepat, membuat Maira ketakutan. "Mas kenapa kamu harus menyetir sambil mabuk-mabukan. " ucap Maira yang ingin mengingatkan agar Andra tidak mabuk apalagi membawa mobil dengan sangat cepat.
Andra tidak merespon Maira sampai Maira berkata kembali "Mas hentikan jangan mabuk dan mengendarai mobil secepat ini, itu akan membahayakan keselamatan kita mas" mobil pun langsung berhenti seketika "Mas jika kamu memiliki masalah jangan lampiaskan pada minuman itu,...kam. .. " Maira tegang dan berusaha menasehati Andra, "Cukup.cepat turun dari sini" menghentikan pembicaraan Maira dan menyuruh Maira turun dari mobil.
Maira ingin mengatakan sesuatu lagi namun keputusan Andra sudah bulat. Andra menurunkan Maira detik itu juga ditempat yang sepi tidak ada rumah dan juga tidak ada orang-orang yang melintasnya di sana. Andra pergi dengan mobilnya meninggalkan Maira sendirian.
Andra berhenti setelah cukup jauh meninggalkan Maira. Dia mengingat pembicaraan Andini tadi dan juga mengingat masa-masa bersama Andini.
__ADS_1
Waktu itu Andra yang merasa kecewa pada pak Wijaya dan mamah bella menjadi kan nya seseorang yang tidak ingin mengenal siapa pun, Andra selalu menyendiri termasuk disekolah, dia menjadi sosok yang dingin.
Pada saat Andra masuk SMA dia dikenal banyak orang dengan ketampanan, kecerdasan, dan sifat yang begitu dingin tetapi dia juga banyak dipuja-puja wanita. Hingga datanglah Andini dia seorang murid baru, Ketika Andini melihat ketampanan Andra Andini sangat berusaha mendekati andra. Sampai akhir nya Andra mulai luluh dan menjadi teman dekat Andini.
Setelah lama berteman akhirnya Andini dan Andra berpacaran. Andini termasuk anak yang nakal saat itu dia suka berpesta dengan teman-teman nakal lain nya, sampai akhirnya Andra pun terbawa-bawa hingga dia menjadi seorang pemabuk dikala Andra merasa perlu ketenangan. Hingga bertahun-tahun Andini dan Andra menjalin hubungan hingga sekarang.
Andra hendak meneguk minuman yang dia bawa tadi namun dia mengingat kata-kata Maira, sampai akhirnya dia membawa minuman tersebut keluar mobil berjalan ke jembatan dan melemparkan botol itu ke sungai. Andra berteriak sekeras mungkin untuk sedikit menghilangkan bebannya itu.
Tak lama setelah itu ada telpon masuk, ternyata itu adalah kevin. Kevin menanyakan keberadaan Andra karena Andra tidak ada di pesta saat ini, Andra beralasan bahwa dirinya tidak enak badan dan dia pergi pulang, kevin pun mengucapkan agar Andra cepat sehat kembali.
Setelah selesai telponan Andra hendak pulang, namun Andra mengingat Maira yang dia tinggalkan di jalanan sepi, Andra juga berpikir bahwa dia tidak mungkin pulang tanpa Maira sedangkan di rumahnya ada kedua orang tua maira.
Andra melangkah menuju mobilnya, dia memutar balik mobil itu untuk menjemput Maira kembali.
"Jangan mendekat. Tolong....!! Teriak Maira yang ingin dilecehkan dua pria mabuk.
Andra yang baru tiba melihat Maira yang hendak dipegang-pegang dua pria tersebut tanpa pikir panjang dia langsung menghampiri Maira dan menghajar kedua pria tersebut.
Ternyata pukulan tersebut menjadikan suasana memanas, kedua orang tersebut memukul balik Andra, mamun Andra tidak kalah walau dua lawan satu karena dia juga sering berlatih tinju dikala moodnya kurang baik.
Maira yang khawatir pada suaminya menelpon polisi agar segera datang kesini dan menangkap kedua orang tersebut.
"Brugh... " Satu orang yang berusaha menghajar Andra terjatuh karena pukulan andra. Tiba-tiba orang tersebut bangkit lagi setelah dia melihat dan mengambil batu berukuran cukup besar dikedua tangan nya. Dia berdiri dan ingin memukulkan batu tersebut ke arah belakang Andra.
"Mas... " Teriakan Maira yang melihat nya sambil berlari. "ahh" suara Maira yang kesakitan, pria tersebut menjatuhkan batu itu setelah pukulan itu mengenai Maira. Andra langsung memutar badan nya dan menangkap tubuh Maira yang akan terjatuh "Maira". " Brug.. brug" punggung Andra dipukul hingga ditendang oleh pria yang satu lagi, Andra menahan sakit itu dan terus memeluk tubuh Maira yang sudah tak sadarkan diri. Hingga datanglah polisi dan mereka melarikan diri.
__ADS_1
"Maira bangun.. bangun" Ucap lirih Andra sambil menepuk-nepuk pipi Maira. Satu tangan Andra yang memegang kepala Maira penuh dengan darah ketika dilihatnya, Andra kaget "Darah" tangan nya gemetar "Maira ku mohon bertahan" Andra langsung menggendong Maira ke mobil dan dibawanya ke rumah sakit.
"KU MOHON PADAMU BERTAHANLAH".