
Hai readers, Masalah malam pertama Andra dan Maira di episode sebelumnya author gak bisa ceritain/tulis ya kalian bayangin aja sendiri romantisnya mereka😅 versi kalian, bebas mau bayangin kaya gimana juga😁tapi khusus yang sudah menikah ya, kalo belum jangan 🤭.
Soalnya Author gak bisa ceritain-ceritain detail nya yang begitu. Maaf ya...
..............
Pagi itu Andra menggulingkan tubuhnya, tangan nya bergerak kesamping niatnya untuk memeluk Maira, Akan tetapi Maira sudah tidak ada di kasur, Tangan Andra meraba-raba kasur dan ketika Andra sadar Maira tidak ada Andra barulah membuka kan matanya dan bangun dari tidurnya.
Andra yang masih dalam keadaan telanjang hanya menggunakan ****** ***** saja duduk di kasur dengan satu tangan yang menahan tubuhnya di kasur, Andra tersenyum membayangkan yang telah terjadi semalam bersama Maira.
Andra merasa dirinya tak memiliki rasa malu dengan mengajak Maira melakukan nya padahal Maira baru saja sembuh dan hubungan nya dengan Maira juga belum begitu dekat.
Malam itu malam pertama Maira melakukan nya begitupun Andra, walau Andra sempat memiliki kekasih Andini tapi Andra tidak pernah menyentuh Andini, paling hanya memeluk dan berpegangan tangan saja itu pun Andini yang selalu menempel padanya.
Bagi setiap pasangan, momen pernikahan bakal menjadi suatu hal yang tak terlupakan. Salah satunya yakni momen saat malam pertama. Dan malam itu menjadi momen tak terlupakan bagi pasangan ini diusia pernikahan yang ke 9 bulan.
Andra yang baru bangun tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan Maira yang baru saja selesai mandi.
Kala itu Maira hanya menggunakan handuk kimono, dari lutut hingga bawah kaki Maira yang putih bersih terlihat dengan jelas.
Andra melihat ke arah maira yang berdiri di depan lemari sambil mengambil pakaian., dari bawah hingga atas dilihatnya "Betapa cantiknya istriku" Ucap dalam hati Andra.
"Mas.mas.. " Maira memanggil Andra yang menatapnya itu,
"Ah iya... " Andra sadar dari lamunan nya, Ternyata Maira sudah ada dihadapkan nya dan dengan pakaian yang sudah rapi + cadar.
Terbayang selama itu Andra memandangi istrinya. mungkin karena terlalu kagum ya.
"Maaf mas, Maira sudah siapkan air hangat untuk mas mandi. " Ucap Maira dengan agak malu dan pipi memerah mengingat suaminya yang begitu romantis dimalam pertama mereka jauh dari sikapnya yang begitu dingin.
"Baiklah.aku akan mandi" Andra Hendak turun dari kasur setengah badan nya masih ditutupi dengan selimut, baru saja sebelah kakinya turun Andra lupa bahwa dirinya hanya memakai ****** *****, Maira menundukkan wajahnya, dan Andra kembali mengangkat kakinya sampai Maira menyodorkan handuk pada Andra.
Andra memakai handuk tersebut turun dari kasur, Andra yang sedikit salting malah berjalan kearah Maira berdiri membuat mereka saling berhadapan, Andra mundur kembali dia berjalan kearah kiri begitupun dengan Maira yang mengira Andra akan lewat arah kanan. Mereka terus berpapasan sampai yang ke tiga kalinya mereka saling menatap dan Andra berjalan ke kanan melewati Maira yang diam berdiri.
Andra pergi ke kamar mandi dengan perasaan aneh dalam hatinya. Sedangkan Maira tersenyum sambil melihat kearah suaminya yang berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Andra selesai mandi dia hendak mengambil pakaian nya sendiri, pintu lemari yang sudah dibuka nya ditutup kembali, dia melihat kearah pakaian yang diletakan di kasur. baju yang telah disediakan Maira.
Tanpa ragu Andra mengambil dan memakai pakaian itu. Sepertinya Andra benar-benar sudah mulai menerima kehadiran Maira sebagai istri nya.
Tak lama setelah itu Maira datang membawakan sarapan pada Andra seperti biasa.
Andra yang masih merapikan pakaian nya melihat kearah Maira, dia ingin menghentikan maira yang hendak kembali kebawah tapi Maira sudah pergi terlalu jauh dan menutup pintu kamar.
Andra Pun kembali merapikan diri bersiap untuk pergi kantor, Lagi-lagi Andra melihat apa yang telah disediakan maira, dan mulai mencicipi sarapan yang dibawa sekaligus dimasak Maira.
"Ternyata masakan nya juga enak" andra tau betul bahwa itu bukanlah masakan bi narsih.
Andra berjalan di tangga menatap Maira dari kejauhan.
Maira yang melihat suaminya hendak turun ,berdiri dan berjalan pelan menghampiri suaminya. Tiba-tiba Maira menyodori tangan nya untuk mencium tangan suaminya yang hendak pergi bekerja. Andra melihat tangan maira dan memberikan tangan nya.
"Hati-hati dijalan mas" Ucap Maira setelah mencium tangan Andra.
"Ya." Entah perasaan apa lagi yang dirasakan Andra saat itu, hatinya seperti sangat senang tapi Andra berusaha menutupinya. Andra berjalan menuju mobil tanpa mengucap salam.
Andra yang sudah setengah jalan menengok kebelakang "assalamu'alaikum" lalu disusul nya dengan senyuman.
"Manisnya senyum mu itu mas.. " Ucap hati Maira melihat suaminya yang sudah pergi mengendarai mobil.
Andra mengendarai mobilnya sembari tersenyum senyum, tiba tiba dari kejauhan Andra melihat Andini yang sedang bertengkar dengan seorang pria (joan) . Andini ditinggalkan di sana sendirian.
Ternyata Andini dan joan sering bertengkar, joan juga seorang pria yang ringan tangan, membuat andini menyesali telah berselingkuh dengan nya.
Andini duduk dan menangis, Andra yang merasa kasihan padanya menghampiri Andini. karena mau bagaimana pun Andini pernah ada di hatinya. Dan Andra sudah memaafkan kesalahan Andini.
"Ini hapus air mata mu " Andra menyodorkan sapu tangan miliknya pada Andini.
Andini yang menangis langsung melihat kearah tangan itu, lalu pandangan nya mengarah keatas dan melihat wajah Andra.
"Andra."
__ADS_1
"Cepat ambil"
Andini mengambil sapu tangan itu dan menghapus air matanya "Terima kasih"
"Kamu mau kemana? menunggu taksi disini apa mau aku antar pulang" Ucap Andra pada Andini yang masih mengelap-elap air matanya.
"Memangnya tidak apa-apa jika aku ikut dengan mu? "
"Ayo" Andra berjalan duluan tanpa menjawab pertanyaan Andini.
Andini mengikuti langkah Andra dan duduk didepan bersama Andra.
Sebenarnya andra mau mengantar andini pulang karena rumah andini searah dengan kantor andra.
Andini terus menatap wajah andra yang fokus menyetir, "ternyata dia masih perduli dengan ku" ucap hatinya.
Andini memberanikan diri untuk bicara pada andra mengenai hubungan mereka, Andini masih berpikir bahwa andra belum melupakan nya karena sikap andra yang masih perduli padanya.
"Dra aku meminta maaf, apa kamu mau memaafkan ku, Apa hubungan ini masih bisa kita jalani lagi"
Andra menghentikan mobilnya "Silahkan turun". Ucapnya tanpa melihat kearah Andini.
"Tapi.. "
"Ini sudah dekat dengan rumah mu bukan..! aku sudah terlambat . "
"Apa kamu benar-benar tidak ingin memaafkan ku.."... Tanya Andini dengan wajah memelas.
Andra melihat ke arah Andini "Dengar Andini, aku sudah memaafkan mu, tapi maaf aku ingin memperbaiki semuanya, aku sudah memiliki seorang istri, jadi berhentilah memohon. karena aku tidak akan kembali lagi padamu." Mata dan alis Andra bergerak memberi kode Andini agar segera turun.
Andini yang sudah mendengar semuanya hendak turun, tiba tiba Andra berkata kembali "Sebenarnya menjalin hubungan dengan mu yang kedua kalinya itu adalah sebuah kesalahan. "
Andini seketika melihat Andra, dia segera turun dan menutup pintu mobil dengan kesal. Sedangkan Andra tersenyum sinis merasa puas mengatakan itu padanya.
............ ...
__ADS_1
Hai reader, author cuma mau kasih tau nih author mau up novel baru berjudul "AYAH UNTUK KU PENDAMPING UNTUK IBUKU" jangan lupa baca ya, itu pun kalo suka dengan karya author. Terima kasih.