
Hingga beberapa hari Maira merawat mama bella dengan penuh kesabaran, entah sabar karena sikap mamah bella ataupun sabar untuk merawat dan membantu mamah bella berjalan.
Tepat hari ini sudah hampir seminggu mamah bella dijaga oleh Maira, kini hati mamah bella mulai terbuka mungkin karena ketulusan dan keikhlasan Maira dalam menjaganya,
Pagi ini mamah bella sedang berjalan pelan dia hendak membukakan gorden mewah kamarnya agar cahaya bisa masuk, Maira yang masuk kamar melihat mamah bella yang masih agak sedikit kesakitan, dan mendekatinya.
"Sini biar maira bantu mah" Maira membukakan gorden tersebut hingga cahaya masuk kedalam kamar yang menjadikan nya terang.
Mamah bella hanya terdiam memandangi Maira lalu mamah bella berpaling dari curi pandang nya setelah Maira melihat kearah nya dan hendak berjalan ke kasur kembali. Maira yang selesai membukakan gorden menggandeng mamah bella tanpa ragu seperti pada ibunya sendiri.
"Biar Maira bantu lagi ya mah"
"Tidak usah mamah udah sembuh"
"Gak apa apa Maira senang ko bisa membantu mamah dan bergandengan seperti ini" dengan senyum
Mamah bella memandang lagi wajah yang tertutup cadar itu, sangat terlihat jelas bahwa wajah itu sedang tersenyum dengan penuh keikhlasan.
Mamah bella memandangi nya terus hingga dia duduk di kasur dan Maira mengangkat kan kakinya perlahan keatas kasur.
Belum selesai sampai disitu Maira juga mengambilkan minyak pijat hingga Maira sendiri lah yang memijat kan nya.
__ADS_1
"Ya Allah maafkan aku selalu menyia-nyiakan gadis ini, Maira gadis yang sangat baik, tulus , beruntungnya aku mendapatkan menantu seperti dia. tapi aku memperlakukan nya dengan tidak baik. " Ucap dalam hati dengan penuh penyesalan hingga mamah bella tidak sadar bahwa air matanya mulai mengalir.
Mamah bella memundurkan kepalanya ketika dia kaget tiba-tiba orang yang dia pandangi mengusap air matanya dan berkata "Ada apa kenapa mamah menangis, apa pijatan Maira terasa sakit. " Ucap Maira dengan sangat lembut dan penuh perhatian
"Tidak tidak apa apa" Mamah bella hanya mengucapkan dua kata seakan akan dia masih belum sadar dari lamunan nya sambil memandangi Maira.
Maira yang melihat mamah bella yang terus memandangi nya merasa apakah ada yang salah pada dirinya hingga mamah bella terus memandanginya. Maira pun beranjak dari duduknya mengangkat perlahan kedua kaki mamah bella yang dia tumpang kan pada pahanya untuk dikembalikan ke kasur.
"Biar Maira ambilkan minum ya, sepertinya keadaan mamah kurang baik" Setelah melihat wajah mamah bella yang menangis dan tak merespon dingin seperti biasanya
Maira melangkahkan kakinya, baru saja satu langkah tangan Maira tiba-tiba dihentikan oleh mamah bella yang sedang duduk bangun dari sandaran nya.
"Mai tunggu tidak usah mamah tidak haus, duduklah disini bersama mamah" Ucap mamah bella sambil menarik pelan tangan Maira
Maira langsung duduk di samping mamah bella dengan rasa tidak percaya.
Maira hanya terdiam sampai mamah bella berkata
Mamah bella dengan air mata yang masih berlinang "Bisakah kamu duduk disini agar lebih dekat" Menepuk kasur di samping dirinya
Karena Maira duduk agak sedikit jauh darinya, Maira pun bergeser hingga duduknya menjadi sangat dekat dengan mamah bella.
__ADS_1
Deg. Jantung Maira terasa berhenti seketika tubuhnya membeku seperti patung ketika mamah bella tiba-tiba memeluknya dan menangis di pelukan maira.
"Maafkan mamah mai, mamah selalu memperlakukan kamu dengan dingin tidak pernah menganggap kamu ada. Padahal mamah tau ada di posisi itu sangatlah menyakitkan. " dengan penuh tangis.
Maira membalas pelukan mamah bella ketika Maira mendengar kata maaf itu.
"Maira Selalu memaafkan mamah, mamah adalah ibu nya mas Andra dan sudah menjadi ibu Maira juga. Maira tidak bisa marah pada mamah." Maira yang merasa terharu sama sama meneteskan air mata, dia sangat bersyukur Allah telah mengabulkan doa nya.
Mamah bella melepaskan pelukan nya memegang kedua pipi maira dan menatapnya "Kamu memang gadis baik sholehah, mamah mas Wijaya dan Andra beruntung memilikimu."Ujar mamah bella Maira hanya menatap dengan pipi mulai merona serta mata yang berkaca kaca. Mamah bella Menciumi pipi maira sebagai perasaan sayang yang mulai tumbuh dan memeluk maira kembali dengan sangat erat.
waktu itu menjadi momen paling mengharukan bagi keduanya.
Mamah bella yang mulai berbicara baik pada maira menjelaskan alasan mengapa dia tidak pernah mau menerima maira sebagai menantunya baik di rumah atau dimana pun.
Mamah bella memegang tangan maira "Mai sekali lagi maafkan mamah ya, Selain karena mamah tidak setuju dengan perjodohan ini karena mas Wijaya tidak pernah bilang dari awal juga karena mamah tidak ingin melihat Andra merasa kecewa lagi karena perjodohan yang tidak dia ingin kan. Mamah selalu merasa bersalah atas sikap Andra yang sudah berubah ini. Karena kehadiran mamah Andra jadi seperti ini dan mamah gak mau rasa kecewa nya itu bertambah dengan kehadiran orang yang tidak dia inginkan seperti mamah. Mamah minta maaf, Seharusnya mamah dari dulu perlakukan mu dengan baik karena kamu tidak ada kaitan nya dengan masalah keluarga ini "
"Iya mah Maira selalu memaafkan mamah, Maira ngerti apa yang mamah rasakan. Jangan minta maaf lagi dan jangan sedih" Maira tersenyum sambil menumpukan tangan kanan nya pada pegangan mamah bella.
"iya mamah akan tersenyum. Terima kasih" mamah bella membalas senyum Maira
"Sepertinya mamah tidak akan kesepian lagi di rumah ini, ada yang menemani mamah sekarang"
__ADS_1
Mereka terus menghabiskan waktu bersama di rumah, hingga malam Pak Wijaya pulang mamah bella dan Maira sedang menonton TV bersama diruang keluarga, mereka sangatlah akrab tertawa bahagia.
Pak Wijaya yang datang melihatnya tidak percaya apa dirinya salah lihat apa memeng kenyataan. Pak Wijaya pun sangat bersyukur akhirnya bella mau menerima Maira sebagai menantunya.