
Pada saat waktunya pulang kantor Andra dihentikan kevin dan diajaknya untuk pergi ke cafe dengan paksaan kevin. Ternyata itu semua adalah ide mamah bella dan di beritahukan nya pada pak wijaya agar Andra pulang terlambat.
Andra yang sedari tadi hatinya tidak tenang ingin segera meminta maaf pada istrinya, harus mengalah dengan ajakan kevin saudara nya.
Maira di rumah yang sudah mempersiapkan semuanya termasuk kado kue dan sepucuk surat yang dia tulis sendiri untuk suami tercintanya.
Tepat jam 00.07 Andra pulang. Mamah bella memberikan semangat pada Maira setelah melihat mobil Andra yang sudah pulang terparkir diluar lalu meninggalkan Maira di kamar.
Maira yang duduk di kasur merasa gugup tangan nya begitu dingin jantungnya berdegup kencang dia takut melakukan kesalahan, "mmmm huh" Maira menarik napas perlahan lalu membuangnya berharap agar perasaanya lebih tenang.
"tek" Suara handle pintu yang dibuka
Andra masuk kedalam masih dengan keadaan tampan meski dia dalam keadaan pulang kerja wangi nya pun masih tercium oleh Maira yang berjarak sedikit jauh. Andra menghampiri Maira yang menyambutnya berdiri di depan kasur, (Maira membayangkan sesuatu romantis terjadi)
Andra yang sudah mulai sangat dekat dengan Maira hendak bicara dan meminta maaf, namun Maira malah yang terlebih dulu berbicara karena kondisinya yang semakin gugup.
"Ini mas" Menyodorkan surat pada Andra lalu Maira pergi meninggalkan nya keluar kamar.
Maira begitu gugup hingga dia tidak bisa berkata-kata entah gugup karena takut entah gugup karena pikiran nya yang mulai melenceng.
Andra yang masih berdiri memegang surat itu, Dalam hati Andra dia sangat berharap bahwa surat itu adalah surat pengajuan perceraian. Andra membuka perlahan surat tersebut.
...***Barakallahu fii umrik mas......
...Dengan bertambahnya usiamu hari ini semoga mas selalu diberikan kesehatan panjang umur dan rizki yang barokah....
......Dan semua doa yang mas panjatkan selama ini dikabulkan oleh Allah SWT.... Aamiin.. ......
Mas aku menyiapkan sesuatu untuk mas didepan teras kamar ini. Aku berharap mas suka. Sekali lagi selamat ulang tahun ya mas doaku menyertaimu***.
__ADS_1
Andra yang masih memegang surat tersebut berjalan kearah teras kamar, Begitu membuka pintu teras kamar jreng lampu-lampu kecil menyala di setiap pagar teras, terlihat pula kursi meja yang disusun rapi menggunakan kain untuk dua orang di tengah-tengah teras itu, serta ada kue ulang tahun yang indah yang disertakan lilin dan di samping kue ada sekotak kado diletakan.
mamah bella kira Andra akan tersentuh oleh itu walau Maira ragu, Ternyata setelah melihat semuanya emosi Andra memuncak dia menggenggam erat surat yang diberikan Maira lalu menjatuhkan nya. Niatnya untuk meminta maaf berubah menjadi amarah.
Andra menghampiri meja dan dilihatnya "Sudah cukup, aku muak. sepertinya aku tidak usah berbicara baik padanya, Dia masih bertahan setelah aku memperlakukan nya seperti itu. Aku harus segera membuatnya pergi dariku. " Mengambil kado berbentuk kotak kecil dan melemparnya dengan sangat keras hingga berhamburan tanpa melihat isinya sebelum akhirnya dia memutar badan untuk kembali ke luar kamar.
"Semoga rencana mamah menyatukan Maira dan Andra berhasil yah mas, semoga Andra bisa tersentuh. " Ucap mamah bella yang berada di kamarnya bersama pak wijaya. "Aamin mah" jawab pak wijaya.
Andra turun dari tangga berjalan cepat. Maira yang sedang duduk minum air langsung berdiri setelah melihat suaminya keluar dengan buru-buru, "Kenapa mas Andra pergi" Maira pun langsung melihat kearah luar namun Andra telah pergi mengendarai mobilnya.
Maira langsung melihat keatas masuk ke kamarnya, begitu masuk dan berjalan terlihat surat yang dia tulis tergeletak di lantai depan pintu teras kamar dengan kondisi sudah diremas. Maira mengambilnya sampai akhirnya dia melihat pecahan jam tangan yang dia belikan sebagai kado untuk suaminya. Maira jongkok mengambil pecahan itu lalu dikejutkan oleh mamah bella yang menyentuh pundaknya, Maira pun langsung berdiri. Ternyata mamah bella ke kamar Maira setelah mendengar suara mobil Andra yang pergi.
"Mai, Kamu tidak apa apa" Dengan rasa iba
"Tidak apa-apa mah" Maira yang berusaha tersenyum walau terlihat dari wajahnya Maira sangat sedih.
mamah bella pun membantu Maira memunguti pecahan jam tangan itu serta kotak untuk menyimpan nya. Mamah bella sangat sedih dan merasa bersalah karena semua ini rencana nya, Namun mamah bella berusaha menahan tangisnya agar Maira juga tidak merasa sedih.
"Sudah mah cukup, Maira sudah pernah bilang jangan salahkan diri mamah atas apa yang sudah terjadi. Maira tidak apa apa ko" Memperlihatkan senyum nya pada mamah bella.
Andra yang membawa mobil dengan sangat melaju pergi menemui Andini di apartemen nya.
Andini membukakan pintu dan bertanya tujuannya Andra datang ke apartemen nya.
"Aku mohon izinkan aku masuk" Ucap Andra setelah Andini berusaha menolak kedatangan Andra.
"Untuk apa lagi, aku sudah pernah bilang jangan temui aku sampai kamu menceraikan nya. " Berusaha menutup pintu sampai Andra menahan nya dan berkata " Aku akan menceraikan nya. " Andini perlahan membuka pintu "Benar kamu serius sayang" Tatapan nya sangat senang dan memeluk Andra.
"Tapi tidak sekarang..!!" ucap Andra lagi
__ADS_1
"Kenapa" melepas pelukan
"Apa aku tidak diizinkan masuk" Setelah mendengar Andini bertanya dan masih dalam posisi berdiri diluar.
"Baiklah silahkan masuk. " Andini menggandeng Andra masuk kedalam dia tidak perduli alasan Andra yang terpenting Andra akan menjadi miliknya seutuhnya lagi.
Andra yang duduk menjawab pertanyaan Andini tadi, Alasan nya adalah jika esok adalah waktu yang tidak tepat karena dia semalam telah mengacau di rumah. Andra menceritakan semua yang terjadi pada malam itu Andini sangat bangga bahwa dirinya lebih berarti dari pada istri Andra sendiri.
Andini melihat tangan Andra berusaha mengelusnya dan dia memeluk Andra dalam posisi duduknya tangan nya dia simpan di dada Andra Setelah itu Andini mengingat sesuatu.
"Oh ya tunggu di sini" Andini mengambil sesuatu di kamarnya dan diberikan nya pada Andra.
"taraaa.. selamat ulang tahun sayang" membuka kotak berisi jam tangan mewah.
"Apa yang kamu lakukan itu tidak perlu"
Andini memakaikan jam tangan itu pada tangan Andra "ini hadiah ulang tahun dariku. selesai. bagus kan"
"Tapi itu tidak perlu Andini"
"Sangat perlu" menyimpan jari telunjuknya di bibir Andra agar Andra tidak bicara lagi. "Oh ya kapan kamu akan menceraikan nya? "
"Tunggu 2 bulan lagi ya"
"kenapa? "
"Tidak apa-apa. dua bulan saja kamu percayakan padaku.! "
"Tapi kamu janji ya dua bulan tidak lebih"
__ADS_1
"ya"
Andini kembali memeluk Andra dan hendak mencium bibir Andra namun Andra menolaknya, Walau Andra sudah berpacaran lama dan seorang pemabuk tapi dia masih bisa mengontrol dirinya sebagai lelaki baik baik yang tidak menyentuh wanita apalagi merusaknya sampai pernikahan terjadi.