Almaira - Cinta Dalam Perjodohan

Almaira - Cinta Dalam Perjodohan
Bab 24: Antara Maira dan Andini


__ADS_3

"Beruntung. Hah apa kamu bilang.! Jika menurutmu begitu kenapa dulu tidak kau saja yang menerima perjodohan ini " Dengan nada dingin dan merendahkan Maira


"Hey janganlah bicara seperti itu. "Kevin berdiri


"Apa, lo tidak mau menerima nya.! " Andra menatap kevin


"Bukan gitu, diakan dijodohkan sama lo dra. "


"Jika dia dijodohkan sama lo apa lo mau menerima nya? "


"Gak." jawab tegas kevin


"Kenapa? "


"karena dia jodoh loh" Andra tertawa dengan puas


Andra masih menatap kevin, Kevin kembali bicara "Hey dra apa lo gak kasian sama Maira dengan sikap lo seperti itu. Apa gak bisa biasa aja. " kevin mendekati Andra


"Gue gak ngerasa kasian karena gue gak pernah lihat wajahnya. " jawab santai Andra


"Apa.. lo gak pernah lihat wajahnya, udah satu minggu pernikahan gak pernah sama sekali. "

__ADS_1


"Ya."


"Apa dia gak pernah coba memperlihatkan wajah nya?. "


"Pernah tapi aku tidak ingin melihatnya. "


"Kenapa dra.. Oh ya kalo lo belum pernah lihat wajahnya sama sekali berarti lo belum pernah. . .. ... "


Andra menatap tajam kevin kembali.. " Hey dengar aku tidak ingin melihat wajahnya dan memperlakukan nya dengan buruk agar aku bisa lepas darinya. " Andra berdiri dan berjalan kearah jendela dan melihat pemandangan di sana.


Kevin menuturkan langkah kaki Andra "Apa dra lepas maksudnya? " Kevin mulai serius


"Ya bercerai, agar aku bisa bercerai dengan nya. Kamu tau sendiri kalo aku memiliki Andini. Dan tidak mungkin melanjutkan hubungan ini. Hanya dengan cara ini aku bisa pisah dengan nya, membuat dia tidak bisa mempertahankan pernikahan ini. "


"Ya gue serius. Andini adalah orang yang selalu ada, dia wanita satu-satunya dalam hidup gue. Dan gue telah berjanji akan terus bersama nya. Kita sudah menjalin hubungan lebih dari 5 tahun dan hubungan ini tidak mungkin berakhir begitu saja. "


Kevin berjalan ke depan Andra "Dra lo salah yang seharusnya tidak mungkin berakhir begitu saja itu pernikahan lo. Mau seberapa lama pun hubungan lo sama Andini dia itu hanya sekedar kekasih lo, Tapi Maira dia sudah menjadi istri lo, seharusnya dia menerima perlakuan baik dari lo Dan lo mulai menerima posisinya. "


"Hey ini hidup gue. gue yang menentukan bukan lo. Sekarang lo keluar. Gue butuh ketenangan. " menggeser bahu kevin dengan tangan nya


Kevin yang keluar dengan rasa kecewa. "Dra semoga lo mau dengar perkataan gue, dan bisa berpikir jernih dalam menentukan kehidupan terbaik loh. "gumam dalam hati

__ADS_1


Kevin meninggalkan Andra di ruangan nya.


....


Malam harinya Andra mabuk lagi, Kali ini Andra tidak sadarkan diri. Andra diantar taksi. Ketika maira mendengar suara mobil didepan rumah, Maira melihat keluar dari jendela kamar.


" Ya Allah seperti nya itu mas Andra" Maira yang melihat langsung turun untuk membukakan pintu rumah.


Andra yang turun dari mobil dibantu supir taksi dan diserahkan pada sekuriti -nya rumah andra. Supir taksi pun pergi setelah dia mendapat bayaran. Sedangkan Andra yang benar-benar sudah tidak sadar dibawa masuk oleh sekuritinya.


Pintu dibuka Maira Andra pun dibawa keatas. Ketika sudah sampai di pintu kamar Maira menyuruh sekuriti untuk kembali ke tempatnya dan membawa Andra sendirian.


Sekarang Andra dibantu Maira untuk masuk kamar, Andra mungkin sangatlah berat, Maira berusaha membuat Andra terus berjalan hingga sampai di kasur, mereka terjatuh bersamaan Andra tidak sengaja jatuh di pelukan maira.


Maira yang berusaha bangun mendorong Andra hingga berguling, Lalu Maira merapikan posisinya dan melepas sepatu nya. Maira pun menyelimuti Andra.


Maira mulai memberanikan diri kini tangannya menyentuh kening Andra. "Mas kenapa seperti ini lagi sih." Mengusap kening Andra lalu hendak pergi.


"Andini" Andra yang mengigau di dengar maira


"Andini, siapa dia.?" Maira kembali melihat Andra "Apa dia dulu kekasih mas Andra. " Maira tidak tau kalo sebenarnya sekarang pun mereka masih seorang kekasih.

__ADS_1


"Ah sudahlah aku tak usah pikirkan itu semuanya hanya masa lalu. Dan mas Andra juga mengigau bisa saja nama itu keluar karena mimpi. Selalu berpikir positif mai. " Maira pergi ke sofa dan tidur.


__ADS_2