
Andra yang berniat menemui Andini akhirnya pergi bersama kevin saudara yang sudah lama ingin berjumpa dengan nya.
Mereka pun mengobrol hingga larut malam. Kevin yang menceritakan bahwa ia sudah lama bekerja di perusahaan ayah Andra (pak wijaya) sekitar 2 tahun. kevin juga bercerita selama awal awal dia berada di jakarta dia sering mengunjungi rumah Andra karena ingin bertemu dengan andra, tapi Andra yang selalu pergi entah kemana membuat kevin jarang mengunjungi rumah Andra lagi.
Kevin juga menanyakan hubungan Andra dengan Andini. Kevin yang selalu dengar kejelekan-kejelekan Andini dari om Wijaya tidak mengatakan apa-apa, dia hanya mendukung keputusan Andra.
Tidak terasa waktu pun berlalu. sudah tengah malam mereka pun pulang dan berpisah di jalan.
Keesokan harinya...
Andra masuk kerja lagi dan seperti biasa dia dikejutkan dari belakang oleh kevin.
"Hey Dra. Gue denger-denger lo jadi idola karyawan - karyawan sini ya. Lo hebat, gue disini udah bertahun-tahun gak ada yang kepincut sama gue. Kurangnya gue apa ya." Candaan kevin yang datang mendadak.
Andra yang hanya terdiam.Terus berjalan hingga sampai di pintu ruangan nya. kevin pun bicara lagi. "Ya sudah gih masuk. Semangat kerjanya." sambil mengangkat tangan memberi semangat. Tapi Lagi-lagi Andra tidak merespon dan masuk ruangan begitu saja. Kevin yang datang tak diundang pulang pun tak diantar pergi sambil menggelengkan kepala dan tersenyum.
Setelah adanya Kevin Andra pun sering digoda nya agar Andra tidak bersikap terlalu dingin. Dia sering bercanda pada Andra walaupun tidak ada respon dari Andra.
Beberapa hari pun berlalu, kini Andra sedikit menanggapi candaan kevin. Mereka pun akrab kembali menjadi teman seperti dulu lagi.
3 Bulan kemudian....
Maira yang sudah lama menunggu panggilan interview akhirnya dipanggil juga di salah satu perusahaan jakarta. Hari ini dia sudah bersiap-siap untuk berangkat bersama ayahnya. Mereka pun sarapan sebelum berangkat.
"Ayah serius mau mengantar maira ke jakarta." Tanya maira pada ayahnya yang kukuh untuk mengantar.
"Iya mai, ayah serius, Lagian ayah juga sekalian mau nemuin temen kuliah ayah dulu. Udah lama banget ayah gak ketemu." sambil mengambil nasi.
"Ya sudah kalo gitu terserah ayah." Maira yang mulai ikut sarapan.
Mereka pun berangkat dan pamitan kepada ibunya (bu Fatimah). Sesampainya di kantor tempat Maira akan interview ayah pun memberi semangat pada Maira.
"Huh Bismillahirrahmanirrahim". Ucap Maira sambil menunduk.
" Semoga diterima ya mai, ayah pamit dulu mau cari kantor temen ayah. Soal diterima atau tidak nanti kamu kabari ayah lagi." Sambil menyalakan motornya.
__ADS_1
"Iya ayah, ayah hati-hati dijalan." Perhatian Maira pada ayahnya.
"Ya sudah ayah berangkat, assalamu'alaikum"
"waalaikum salam warohmatulohi wabarakatuh. Maira pun masuk kedalam kantor."
Kembali ke Andra..
Andra yang ingin meluangkan waktunya pada kekasihnya. Mengajak Andini untuk makan siang bersama di restoran lewat sebuah pesan.
**isi pesan..
...Andra** : Hari ini aku gak terlalu sibuk. bisa kita bertemu untuk makan siang bersama....
...Andini : ah maaf sayang hari ini aku gak bisa. Lain kali aja ya. :-)...
Andra : kenapa? Bisa saja cuma hari ini aku ada waktu.
Andini : Ya udah, kita mau makan dimana.?
Andini : ya nanti aku ke sana dah sayang.
Andra : Ok.
Beralih ke Andini..
Andini yang sedang bersama Joan dengan terpaksa harus pergi menemui Andra. Joan ingin mengantarnya pulang tapi Andini menolak dengan alasan dia bawa mobil sendiri.
Andini pun pergi dengan mengendarai mobilnya. Ditengah jalanan yang sepi Andini mendapat video call dari Kanza sahabatnya. Andini pun mengangkat telpon tersebut, mereka membicarakan bahwa saat ini Andini seperti diberi 2 pilihan Andra atau Joan. Mereka pun tertawa seakan akan Andini itu putri yang direbutkan 2 pangeran.
Andini yang sedang video call merasa penampilan nya ada yang kurang. Andini pun mengambil lipstik di tas di kursi samping nya, Karena terlalu jauh tak sengaja mobilnya oleng ke kiri Dan refleks Andini banting stir ke kanan. "Brug" Suara motor tertabrak Andini ( motor itu arah berlawanan dari mobil Andini.
"Apa itu, sepertinya aku menabrak seseorang.! " Andini yang syok dan kaget pergi begitu saja tanpa keluar mobil dan melihat seseorang yang ia tabrak.
Setelah berjalan jauh Andini berhenti. dia menundukkan kepalanya di setir mobil. "Apa yang terjadi tadi." Andini pun turun mengecek mobilnya dan ternyata ada bercak darah di depan mobil. Andini yang panik langsung mengambil tisu dan mengelap nya. Lalu dia pergi kembali.
__ADS_1
Sesampainya andini di restoran, tubuh nya gemetaran "bagaimana ini. bagaimana ini (dalam hati)". Kanza pun menelpon kembali. " Apa yang terjadi tadi din? kamu tidak apa-apa? " Tanya Kanza yang melihat kejadian di mobil Andini. "Aku gak bisa cerita sekarang. Nanti ku telpon lagi" Langsung mematikan panggilan. Andini menunggu Andra dengan perasaan gelisah.
Almaira yang akan interview di perusahaan dekat restoran Andra dan Andini akan bertemu, tiba - tiba dapat panggilan tak dikenal, dan ternyata itu dari rumah sakit yang mengabarkan bahwa ayahnya kecelakaan. Maira pun langsung kaget dan dia pergi begitu saja menuju rumah sakit tanpa menghiraukan giliran nya untuk interview.
Maira berlari, dia harus segera ke rumah sakit. Dia khawatir dengan kondisi ayah nya. Maira pun melihat ada taksi didepan, dia lengah dan bertabrakan dengan seorang pria. "Maaf,maafkan saya. Saya tidak sengaja. Permisi saya buru-buru." tanpa melihat wajah si pria.
Maira pun langsung menaiki taksi bekas pria tersebut. Dan pria itu adalah Andra.
Andra pun mengambil ponsel nya yang terjatuh dan berjalan menuju Andini. Dia melihat Andini dan menghampiri nya. Andra melihat ada yang aneh dengan Andini.
Andini yang terus menunduk mengingat kejadian tadi tidak sadar Andra sudah di depannya. Andra pun memanggil Andini, dia kaget .
"Eh sayang kapan kamu nyampe sini". Andini dengan wajah gelisah .
Andra pun kembali bertanya " Ada apa? Sepertinya ada yang salah dengan mu.! " sembari menggeser kan kursi untuk ia duduk.
"Ah tidak itu hanya perasaan mu saja sayang aku gak apa-apa." Andini yang berusaha membuat Andra percaya dan menyembunyikan masalah nya. Andini syok dan takut tapi dia tidak bisa bilang semua itu ke Andra.
Andini pun hanya meyakinkan dirinya bahwa ini akan baik-baik saja.
"Oh.Kamu belum pesan makanan? " Tanya kembali Andra dengan menyodorkan buku menu ke Andini.
"Ah aku baru sampai juga sayang jadi aku belum pesan apa-apa". Andini yang berusaha bersikap seperti biasanya.
Mereka pun memesan makanan dan makan siang bersama.
............
...BERSAMBUNG...
*Hai para pembaca bagaimana episode kali ini seru tidak?
Bikin kalian greget gak sih. Kalo iya beri dukungan untuk saya ya. Terima kasih.
...Jangan lupa next episode*..........
__ADS_1