Almaira - Cinta Dalam Perjodohan

Almaira - Cinta Dalam Perjodohan
Bab 30 : Maira yang jatuh sakit


__ADS_3

Sudah dua hari Andra bekerja kondisinya kini sudah benar benar sehat.


Seperti biasa Maira menyiapkan air hangat untuk mandi Andra dan pakaian juga sudah disiapkan nya. Maira pergi ke dapur untuk mengambil sarapan Andra, kali ini Maira tidak membantu bi narsih dia hanya duduk menemani.


"Bi" Ucap Maira yang langsung duduk di kursi makan


"Eh non" jawab bibi sambil memasak


"Hari ini Maira gak bisa bantuin ya bi"


"Iya tidak apa apa ko non. Lagian bibi gak pernah minta non untuk selalu bantuin bibi " Bi narsih sambil tersenyum


Bi narsih pun melihat mata Maira, matanya terlihat sayu.


"Non kenapa?"


"Tidak apa apa bi, sepertinya Maira masuk angin. "


"Oh mau bibi ambilkan obat non? " Menghampiri Maira


"Tidak usah bi, Nanti saja kalo bibi sudah selesai. "


"Tidak pa pa bibi ambilkan sekarang Non" Bibi hendak pergi


Maira memegang tangan bi narsih "Bi sudah Maira tidak apa apa nanti juga sembuh sendiri, lagian Maira tidak biasa minum obat" Melepaskan pegangan nya


"Kalo gitu mau bibi kerokin Non"


"iya nanti saja kalo semua pekerjaan bibi sudah selesai. Sekarang bibi bereskan dulu masaknya" Ucap Maira


Maira menunggu bi narsih hingga semua sarapan siap. Lalu maira menyiapkan sarapan untuk Andra dan membawanya ke kamar.


"Non Non kuat" Melihat ke arah Maira


"iya bi kuat ko, bibi ini apaan sih jangan terlalu khawatir" Dengan senyuman


Bi narsih memperhatikan Maira hingga masuk kamar.


Seperti biasa ketika Maira membawakan sarapan untuk suaminya, Andra hendak berangkat dan menolak memakan nya.


"Mas ini sarapan nya"


Andra hanya melihat kearah piring lalu pergi.


Maira menyimpan nampan di meja perlahan, Tiba-tiba Maira merasa lemas kaki dan seluruh tubuhnya gemetar, Maira merasa semuanya berputar sangat pusing hingga dia menjatuhkan dirinya dilantai.


Bi narsih melihat Andra keluar kamar dan pergi. Pak Wijaya yang selesai sarapan juga berpamitan berangkat ke kantor sementara mamah bella pergi ke kamar setelah suaminya berangkat kerja.


Tak lama setelah itu Andra kembali, Bi narsih baru selesai di dapur hendak mengerjakan pekerjaan lain.


"Den kok pulang lagi? " Tanya bi narsih


Andra yang berjalan terburu-buru "Iya bi ada yang ketinggalan" Andra pun berlari menaiki tangga dan masuk kamar.


Set begitu Andra membuka pintu dan berjalan Andra melihat Maira yang sudah tergeletak dilantai.


"Maira.. " menghampiri Maira "Apa yang terjadi" Andra Memegang tangan Maira "Badan nya panas" menggendong Maira ke kasur

__ADS_1


Setelah membaringkan Maira di kasur Andra pun menelpon dokter dan memanggil bi narsih.


"Bi bibi.... " Ucapnya dengan sangat keras


"Iya den" bi narsih datang menghampiri andra


"Tolong rawat Maira"


"Non Maira " Bibi menengok ke kasur dilihatnya Maira sedang berbaring, Bibi pun langsung berlari ke arah Maira


"Non Maira kenapa den? "


"Saya tidak tau, tadi dia sudah tergeletak dilantai. Saya juga sudah telepon dokter untuk segera kesini. Bibi rawat dia dengan baik saya harus pergi kekantor. " Andra pergi dengan mengambil barang yang tertinggal meski istrinya dalam keadaan pingsan.


***


Dokter tiba dan memeriksa Maira yang sudah sadar.


"Bagaimana keadaan Non Maira dok? " Tanya bi narsih pada dokter


"ibu Maira tidak apa apa, dia hanya perlu istirahat. " Jawab dokter


"Tapi tubuhnya panas sekali"


"Iya itu hanya demam biasa. Nanti saya tuliskan resep obatnya. ini bi, kalo gitu saya permisi dulu. "


"Terimakasih dok"


Dokter pun pergi meninggalkan bi narsih dan Maira.


Bi narsih duduk di kasur di samping maira "Non non kenapa bisa sampai pingsan begini sih, coba tadi non dengerin bibi untuk minum obat pasti gak akan sampai pingsan begini" Gerutu bi narsih yang khawatir pada kondisi Maira


"Non ini dari tadi bilangnya gak apa apa terus. Gak apa apa gimana badan Non itu panas banget gini. Bibi ambilkan air ya untuk Non minum obat. "


"iya bi, oh ya itu aja bi air minum buat mas Andra sayang gak diminum. " Menunjuk pada nampan yang berisi sarapan dan air minum untuk Andra.


"Oh ya Non Maira juga belum makan, bibi ambilkan lagi ya Non"


"Gak usah bi, itukan juga ada"


"Tapi ini udah dingin Non"


"Gak apa apa Maira tetap akan memakan nya ko"


Bibi membawa nya pada Maira dan membantu Maira untuk duduk menyangga pada bantal.


"Mau saya suapi non? "


Maira tersenyum "Boleh bi kalo bibi tidak keberatan"


Maira makan dengan di suapi bi narsih hingga selesai.


"Non sepertinya den Andra mulai perduli sama Non" Ujar bi narsih


"Maksud bibi" Tanya Maira


"iya maksudnya den Andra mulai ter love love sama non" Sambil menggerak-gerakkan alisnya

__ADS_1


"Ter love love apa lagi itu bi "


"iya jatuh cinta sama non masa gak ngerti"


"Bibi tau dari mana? mana mungkin mas Andra mau membukakan hatinya buat Maira" dengan suara yang lemas


"Gak tau dari mana mana sih. Cuma tadi bibi lihat den Andra kayanya khawatir sama Non, dia menggendong Non ke kasur dan menelpon dokter. Selain itu den Andra juga bilang sesuatu sama bibi" membuat Maira penasaran


"Bilang apa bi? "


"Bilang sama bibi untuk jagain Non Maira dengan baik" bibi tersenyum dan memegang tangan Maira


Maira hanya terdiam


"Cie dapat perhatian dari den Andra" BI narsih menggoda Maira, Dan Maira tersenyum dibalik cadarnya dengan pipi memerah entah karena senang atau malu.


"Semoga saja den Andra bisa mencintai Non dengan tulus ya. Bibi permisi dulu Non mau simpan piring ini, Non harus istirahat biar cepat sembuh" Bi narsih pun keluar kamar meninggalkan Maira.


Maira membaringkan kembali tubuhnya dan tidur untuk istirahat masih dengan senyuman nya.


***


Bibi yang mencuci piring dihampiri mamah bella yang hendak mengambil air minum.


"Bi tadi saya lihat ada dokter, bukan nya Andra sudah baikan ya.! " tanya mamah bella yang mengejutkan bibi


"eh nyah" bibi membereskan dulu cucian nya dan menyimpan piring tersebut. Tubuhnya menghadap pada mamah bella


"Itu dokter kesini mau periksa Non Maira nyonya," Jawab bi narsih


"Memangnya Maira kenapa? "


"Non Maira sakit, tadi dia sempat pingsan nyonya"


"Oh terus bagaimana keadaan nya sekarang bi? " Sambil mengambil air dan meminumnya


"alhamdulillah tadi sudah minum obat, dan sekarang lagi istirahat nyah"


"Syukur Lah kalo begitu bi, Bibi jagain dia dengan baik jangan biarkan Maira kenapa kenapa, Saya permisi dulu mau ke kamar" mamah bella pun pergi kembali ke kamarnya.


bibi menggelengkan kepala "Saya kira nyonya mau menengok Non, ternyata tidak. Sudah jelas nyah saya akan jaga Non Maira dengan sangat baik. "


****


"Maaf saya sedikit terlambat" Ucap Andra yang baru tiba di ruangan meeting "Bisa kita mulai" Andra pun memulai meeting nya dengan membahas apa yang akan dia bahas hingga selesai.


prok. prok. prok. Semua orang bertepuk tangan pada Andra


" terimakasih" Meeting pun selesai semua orang keluar ruangan terkecuali kevin.


Kini tinggallah Andra dan kevin di ruangan itu


"Kenapa? tumben tumbenan lu terlambat dra.! " Ucap kevin melihat Andra


"Maira sakit" jawab singkat


"Sakit kenapa dra? Ko lo bisa istri lagi sakit lo masih tetap pergi kerja, kan meeting ini masih bisa lo batalin"

__ADS_1


"Profesional vin, dan lagi pula aku tidak terlalu peduli dengan Maira" Andra pergi keluar


Kevin menggelengkan kepalanya "dra dra" berdiri berjalan untuk keluar.


__ADS_2