
Andini terus berjalan matanya nya memandang kesatu arah, Andini melihat Andra bersama istrinya.
"Oh jadi itu istri Andra, Apa cantiknya wajahnya saja ditutupi seperti itu. " Hatinya penuh kekesalan.
Pada saat itu Andra meninggalkan maira untuk mengurusi administrasi, maira yang menunggu Andra hendak duduk.
"Oh jadi kamu maira... " Andini tanpa ragu menghampiri maira setelah Andra pergi meninggalkan maira.
"Iya, Maaf mba siapa ya? " Maira yang hendak duduk kembali berdiri setelah seseorang yang tiba tiba menyapanya.
Andini mengulurkan tangan nya dan maira menyalami tangan Andini "Kenalin aku Andini" Ucap Andini dengan lantang.
Deg Hati maira tiba-tiba sedikit sesak mengingat nama Andini, seseorang yang telah membuatnya patah hati selama ini "Jadi dia yang namanya Andini, Pantas saja mas Andra suka dengan nya. dia sangat cantik" Ucap dalam hati maira sembari memandangi wajah Andini.
Jabatan tangan itu dilepas Andini.
"Kamu tau kan siapa aku,.! Aku yakin kamu tau. Aku kekasih suamimu" Ucapnya tanpa ragu, Niat Andini menyakiti hati maira agar maira kecewa pada Andra dan melepaskan Andra untuk kembali padanya.
Maira hanya terdiam sampai Andini melanjutkan bicara nya.
"Kenapa diam, kaget. Apa kamu belum tau..!" Kepala Andini menggeleng "Mm kasian, kamu itu jadi cewe polos banget sih, Kamu tau suami mu itu cinta mati sama aku, Kita itu sudah berpacaran 5 tahun. Tapi tiba-tiba kamu datang dalam kehidupan kami, menerima perjodohan karena Andra kaya kan..! Sayangnya Andra tidak pernah mencintaimu dan masih ingin bersama ku. Kamu harusnya malu Maira, kehadiranmu itu tidak diinginkan Andra mengapa kamu masih mempertahankan nya. "
Maira menatap Andini mengapa wanita cantik sepertinya bisa bicara seperti itu, akhlaknya tak serupa dengan wajahnya.
"Maaf ba yang seharusnya malu itu mba bukan saya, Anda sadar saya sudah menjadi istri mas Andra wajar jika saya mempertahankan suami saya, tapi mba statusnya hanya pacar untuk apa mempertahan kan suami orang, seperti wanita yang tidak memiliki harga diri. "
"Kurang aj*r berani-beraninya kamu bicara seperti itu" Andini mengangkat tangan nya bersiap siaga untuk menampar maira, namun tangan itu dihentikan oleh Andra.
Tangan Andini digenggam erat membuatnya merengek kesakitan. "Andra.....!! aw sakit, lepas.."
Tangannya di lepas Andini dengan paksa. "Ngapain kamu bela dia".
" Cukup...! aku sudah dengar semuanya" Bentak Andra pada Andini
Andra sebenarnya memperhatikan mereka dari tadi, bahkan saat Andini menjelekan Maira dia ingin langsung menghampiri namun langkahnya terhenti ketika mendengar kata-kata tegas Maira pada Andini.
"Oh kamu dengarkan, dia bilang aku tidak punya harga diri, Ngapain kamu bella dia..! "
"Karena yang diucapkan dia itu benar apa adanya" jawab singkat Andra
"Apa..! " seakan-akan tidak percaya apa yang diucapkan Andra.
"Dan satu hal lagi dia istri ku, wajar jika aku membelanya. Ayo... " Meriah tangan Maira dan menggenggam nya lalu pergi meninggalkan Andini.
"Sayang...!! " Andini memegang pergelangan Andra
__ADS_1
Andra menepis tangan Andini "Lepas... jangan pernah memanggilku sayang. kita ini sudah tidak lagi punya hubungan. ingat itu baik-baik. " Memutar tubuhnya lalu pergi.
"Ahh" jerit kesal Andini.
Sambil berjalan Maira melihat kearah andini, lalu melihat punggung Andra yang berjalan menariknya kemudian melihat ke arah tangan yang digenggam erat Andra.
Maira melihatnya dengan senyuman bahagia, bukan bahagia karena Andini dipermalukan, tapi bahagia karena Andra lebih memilihnya ketimbang Andini.
Akhirnya mereka sampai di depan mobil. Andra masih menggenggam erat tangan Maira.
"h maaf.. " Melepas genggaman itu setelah Andra melihatnya dan sadar .
"Kenapa..! " Ucap Andra sambil melihat Maira yang menatapnya
Maira menunduk kan pandangan nya karena malu "Tidak apa-apa" padahal dibalik cadar itu dia tersenyum dengan pipi merah merona.
"Cepat masuk.. "
Maira masuk kedalam mobil, Sebelum mobil dinyalakan Maira berterimakasih pada Andra.
"Terimakasih mas" Tanpa melirik Andra
"Terima kasih untuk apa? " jawab Andra
"oh, jangan geer, aku melakukan nya karena aku sudah muak dengan kehadiran nya" Andra mengelak agar Maira tidak kegeeran
Meski begitu Maira tetap tersenyum bahagia dengan yang dirasakan nya hari ini. Walaupun Andra beralasan tidak sesuai dengan ekspetasi nya.
Andra menyalakan mobil, melihat kearah Maira yang melihat kearah jendela kaca mobil.. Andra pun tersenyum.
......
Dor.... Pintu yang dibuka keras Andini
"Heh din lo bikin kaget aja." Kanza yang berbaring langsung memposisikan dirinya untuk duduk "Kenapa lo..! "
" Kanz lo tau tadi gue ketemu Andra.. " Berjalan menuju Andra dengan kesal
"Serius,..!! terus. terus. "
"Nih pesanan lo..! " Menyimpan dimeja lalu duduk "Dia sama istrinya. "
"Sama istrinya.! ko bisa? "
"Iya, dan lo tau niat gue mau permalukan Maira itu, tapi Andra malah membelanya. nyebelin banget"
__ADS_1
"Maksud lo gimana din. gue gak ngerti. Mending lo tenang dulu. "
Andini menceritakan apa yang terjadi saat itu..
"Sabar din sabar"
"Emang apa lebihnya sih cewe itu,dibanding Lo. Lo kan cantik, sampai Andra lebih membela dia dari pada lo"
"Gue juga gak tau, wajahnya ditutupi dengan cadar, tubuhnya juga ditutup gamis dari"
bla.. bla. bla.
.....
Malam harinya Andra kembali mengobati Maira setelah beberapa saat Maira selesai mandi.
Cadar dan hijabnya kembali di buka, Membuat jantung Andra berdebar didekatnya.
Andra melihat luka itu dan benar saja lukanya sudah kering "Apa masih sakit" Tanya Andra.
"Sudah tidak terasa apa apa ko mas" jawab Maira.
Maira hendak memakai cadar nya kembali, Tiba-tiba tangan itu dihentikan Andra.
Andra menarik tangan Maira membuat Maira memutar tubuhnya menghadap Andra.
Disitu Andra melihat dengan jelas wajah cantik maira, Mereka duduk berhadapan di kasur.
Wangi Maira yang baru selesai mandi tercium karena jarak mereka duduk begitu dekat.
Andra memegang kedua tangan Maira menatapnya dengan lembut "Aku mau meminta maaf atas apa yang kulakukan selama ini. "
Maira membalas tatapan suaminya itu "Mas aku selalu memaafkan mu, jauh sebelum ini. " Maira tersenyum pada Andra.
menurutku itu adalah momen-momen romantis mereka berdua, berpegangan tangan, saling tatapan, Mereka pasangan yang sangat serasi.
Andra menarik ikat rambut yang dikenakan Maira, hingga rambut Maira terurai, kecantikan Maira membuat Andra terasa terhipnotis.
"Apa boleh. " Tanya Andra dengan pelan
Maira yang merasa malu, hanya menganggukkan pelan kepalanya. seperti kode dari jawaban yang berarti "Ya".
Mereka pun akhirnya tidur bersama, menjalani malam pertama setelah pernikahan nya menginjak 9 bulan lama nya.
"Mas semoga kamu seperti ini selamanya ya.. " dalam hati Maira.
__ADS_1