Almaira - Cinta Dalam Perjodohan

Almaira - Cinta Dalam Perjodohan
Bab 18 : Pernikahan dan malam pertama


__ADS_3

Hari Jum'at, tepat dimana pernikahan akan segera dilangsungkan. Maira yang sudah sangat cantik dengan riasan bagaikan bidadari. Sayangnya di pernikahan semua orang tidak bisa melihat wajahnya. Maira memakai gaun putih yang indah serta kerudung panjang yang syar'i serta tidak lupa dengan cadar nya yang serasi dengan gaun.


Hari itu menjadi hari bahagia sekaligus menakutkan bagi Maira. Karena Maira sering membayangkan sikap Andra pada dirinya setelah pernikahan. Akankah Maira bisa bahagia atau sebaliknya.


Maira yang selalu meyakinkan dirinya bahwa pernikahan ini haruslah lillahita'ala, Bukan karena balas budi. Dan Apa pun yang akan terjadi dalam pernikahan nya kelak Maira harus menerima dengan ikhlas serta sabar.


Maira yang sudah siap dikamar ditemani ibu dan juga teman nya risma. Keduanya memuji kecantikan Maira.


Risma yang sengaja datang jauh-jauh hanya untuk menyaksikan pernikahan Maira, dia senang dan bahagia, sahabat yang selama ini bersamanya akan segera dipinang orang dan menjadi seorang istri. Sedangkan ayah Maira sedang menunggu kedatangan rombongan besan yaitu keluarga pak Wijaya.


Sudah jam 08:00 keluarga pak Wijaya belum juga sampai di gedung tempat dilaksanakan nya pernikahan. Semua orang di sana sudah menunggu, hingga membuat pak Harun sangat khawatir dan cemas.


"Tidiiid." suara mobil terdengar.


Pak Harun pun merasa lega setelah tadi dia sangat khawatir. Rombongan pak Wijaya tiba membawa seserahan yang telah disiapkan. Andra pak Wijaya dan mamah bella berdiri berdampingan, Andra yang terlihat sangat gagah memakai kemeja, jas, dan celana yang serba putih, Dia sangat tampan hingga membuat semua tamu undangan terpana padanya.


Pak Wijaya yang menghampiri pak Harun meminta maaf atas keterlambatan nya. Karena mobil yang dia gunakan tiba-tiba mogok tengah jalan hingga membuat pak Wijaya terlambat.


Tepat jam 09:30 Andra sudah duduk ditempat dimana dia akan melaksanakan ijab kabul mengikrarkan janji suci pernikahannya bersama Maira. Andra yang terpaksa berjabat tangan dengan pak Harun hanya satu kali mengucapkan "Saya Terima nikahnya.... " dengan sangat lancar.. dan semua orang mengucapkan "SAH"...


Pak Wijaya dan pak Harun berpelukan dan menangis karena bahagia. Tak lama setelah itu Maira pun datang bersama ibu dan Risma. Semua orang menatap Maira, walau Maira menggunakan cadar dan hanya memperlihatkan matanya, tapi kecantikannya begitu terpancar.


"Itu pengantin wanitanya? " "Walau wajahnya tertutup terlihat sekali pasti dia sangat cantik. " "Aura kecantikan nya terlihat dari matanya ". Begitulah yang dikatakan para tamu undangan di sana.


Andra melihat Maira datang menghampirinya mungkin sedikit kagum tapi dia memalingkan wajahnya agar tidak melihat Maira istrinya itu. Maira yang duduk di persilahkan pak penghulu untuk mencium tangan Andra yang saat ini telah menjadi suaminya.


Tangan Maira bergetar karena malu, grogi dan perasaannya yang campur aduk. Dan Andra tidak melihat kearah Maira sama sekali. Hingga penghulu menyuruh Andra mencium keningnya. Dengan terpaksa Andra melihat ke arah Maira tanpa melihat wajah Maira dan mencium nya.


Pesta pernikahan pun sangat meriah meski Andra dalam keadaan kesal, jengkel, semua perasaan marah ada dalam hatinya. Hingga pernikahan selesai dilaksanakan.


...........

__ADS_1


Setelah semua tamu undangan pulang, tinggallah keluarga pak Wijaya dan pak harun. Saat itu Maira akan dibawa Andra untuk pulang dan berpisah dari kedua orang tua nya. Itupun menjadi momen haru untuk kedua kalinya setelah pernikahan tadi.


Andra yang berpamitan pada pak Harun dan ibu fatimah dengan wajah yang datar.


"Dra ayah titip Maira padamu jaga dia ya." pak Harun sambil memeluk Andra.


"Tentu saja run, Andra pasti akan menjaga maira dengan sangat baik. Dan kamu tenang saja disini juga ada saya" ujar pak Wijaya sebelum Andra menjawab.


"Ya aku percayakan padamu Bi".jawab pak harun


Maira yang berpamitan dipeluk dan diciumi ibu fatimah " Selamat ya sayang, semoga kamu bahagia, besok ibu dan ayah akan pulang. Kamu bahagia lah di sana bersama suami dan kedua mertua mu.Ingat pesan ibu kamu harus hormati mereka. " memegang pipi Maira sembari menangis.


"Ya bu amiin. ibu sama ayah Hati-hati dijalan ya.! Maira janji akan selalu menjadi istri dan menantu yang baik. " Maira dengan suara terisak-isak.


Risma yang tersenyum melihat dan menghampiri maira dan berkata "Selamat ya mai, semoga pernikahan mu sakinah mawadah dan warohmah. Aku turut bahagia dengan pernikahan mu. " Risma memeluk Maira dan menangis.


"Iya terimakasih ris atas do'a dan semuanya. ".. saling berpelukan


Pak Harun tak kuasa menahan air matanya. Air matanya berlinang hingga jatuh dan menangis. Tapi pak harun berusaha tidak memperlihatkan nya pada maira, lalu dia memeluk Maira dan berkata " Pergilah nak bersama suami dan mertua mu. ayah doakan semoga pernikahan ini menjadi kebahagiaan untuk kalian berdua. amiin. Dengarkan ayah baik-baik jangan temui ayah dan ibu tanpa seizin suamimu ya. " Sambil mengusap air matanya


"amiin. Ya ayah,terimakasih untuk semuanya. Maira akan selalu penuhi kewajiban Maira sebagai istri selalu meminta izin kemana pun Maira pergi. " jawab Maira


Lalu mereka pun berpisah,Maira pergi meninggalkan kedua orang tuanya.


...Didalam mobil Maira menangis sembari melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan. Sampai dia lupa disampingnya ada Andra suaminya saat ini....


Andra yang berpisah mobil dengan pak Wijaya. duduk di kursi belakang bersama Maira dan tentu seorang supir didepan.


Andra yang sedari tadi diam saat resepsi dimulai hingga selesai, bahkan saat ini Andra duduk sambil melihat ponselnya tanpa menghiraukan adanya maira. Maira yang mulai memberanikan diri menatap Andra. wajahnya begitu datar itulah yang Maira lihat Hingga Maira menundukkan kembali pandangannya.


..........

__ADS_1


Diperjalanan menuju pulang Andra melihat seorang nenek tua yang ingin menyebrang. Andra mengingat nenek yang dia tabrak beberapa bulan lalu yang diperlakukan tidak baik oleh andini, Spontan Andra pun menyuruh supir memberhentikan mobilnya.


Maira yang kaget terdiam dan melihat kearah Andra yang tiba-tiba memberhentikan mobil dan turun dari mobil. Ternyata Andra membantu nenek tersebut menyebrangi jalan. Maira terus melihat ke arah Andra hingga Andra masuk kedalam mobil. "Mas ternyata kamu itu benar-benar pria yang sangat baik. aku beruntung memilikimu. " Maira yang kagum sambil tersenyum dan menundukkan wajahnya kembali.


..........


Sesampainya di rumah pak Wijaya mengucapkan selamat datang pada Maira dan mempersilahkan Maira untuk istirahat dikamar bersama Andra.


"Andra....!" Andra yang hendak pergi ke kamar sendiri dikagetkan ayahnya. Andra mengerti apa yang dimaksud ayahnya. Lalu Andra mengajak Maira untuk mengikuti nya ke kamar "ayo".


Tibalah sepasang pengantin baru itu dikamar.


Hari ini seharusnya menjadi malam pertama Maira dan Andra, pasangan yang baru saja menikah. Dimana seharusnya menjadi malam yang dinanti-nantikan bagi pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan, juga menjadi malam yang mendebarkan bagi banyak pasangan. Serta bisa jadi, malam pertama terpatri menjadi salah satu kenangan terindah bagi pasangan sehidup semati.


Tapi kenyataanya tidak bagi Andra dan Maira. Yang seharusnya mereka tidur di ranjang yang sama,Andra malah menyuruh Maira tidur di kasur sedang dia tidur di kursi. Walaupun Andra begitu jutek pada Maira tapi Andra tidaklah tega jika harus menyuruh seorang wanita tidur di kursi, jadi dia lebih mengalah.


Andra yang sudah lelah lalu menaruh jasnya dan mengambil bantal serta selimut lain untuknya tidur di kursi. Maira yang merasa tidak enak memberanikan diri bicara pada Andra.


"Mas mau tidur di kursi, tapi seharusnya mas ti... " belum sempat Maira membereskan pembicaraan nya Andra langsung menjawab dengan emosi.


"Hey sudah ku katakan aku terpaksa menikahi mu, Jadi jangan heran jika kita harus berpisah ranjang,karena aku tidak bisa tidur dengan mu,wanita yang tidak aku inginkan. Dan sudah ku peringatkan itu padamu kalo kamu tidak akan bahagia denganku." Lalu dia berjalan menuju kursi dan tertidur.


Deg...


Hati Maira sangat sakit mendengar perkataan Andra itu, ini baru hari pertama, bagaimana dengan hari-hari yang akan datang. Maira pun menenangkan dirinya bahwa dia harus terbiasa oleh itu. Karena ini sudah menjadi keputusan nya menikah dengan Andra.


Maira yang mulai tidur di kasur menyamping kan tubuhnya membelakangi arah kursi dimana Andra tidur. "Mas sebenarnya aku mau menawari mu untuk tidur di kasur dan aku akan tidur di kursi. Tapi kamu malah menyakiti perasaan ku. " parlahan Maira menangis sampai tertidur.


..........


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2