
Pak Wijaya yang sudah merasa lega ingin membicarakan ini dengan Andra. Tapi dia bingung bagaimana caranya dia bisa bicara dengan Andra.
Pak wijaya pun memanggil sekretaris nya dan menyuruh agar Andra masuk ruangan nya.
Andra yang dipanggil sekretaris pun datang ke ruangan pak Wijaya.
"Ada apa memanggilku..!! " Dengan nada yang jutek
"Ayah mau bicara sesuatu dengan mu. Ayah mau menjodohkan mu dengan putri teman ayah." tanpa basa basi.
"heuh jadi anda panggil saya kesini hanya ingin membicarakan perjodohan. Anda tau sendiri kalo saya memiliki seorang kekasih dan sudah jelas saya tidak akan menerima perjodohan ini. " setelah selesai bicara dia langsung berbalik badan untuk keluar. Tiba-tiba langkah kakinya terhenti karena mendengar ayahnya bicara lagi.
"Inilah sebabnya ayah mengajakmu bicara di kantor karena kamu tidak pernah mau bicara dengan ayah. Dengar Kamu menerima atau tidak perjodohan ini, tetap kamu harus mau. Jika tidak ayah akan mencabut keputusan ayah menjadikan mu sebagai pewaris perusahaan. Dan janjimu pada ibumu tidak akan pernah terpenuhi." Sambil menatap Andra yang masih membelakangi nya.
Andra pun berbalik badan. " Jadi anda mulai mengancam. Baik jika itu keinginan anda, jodohkan saja saya dengan putri teman anda itu, tapi jangan salahkan saya jika dia tidak bahagia. " Andra yang mulai merasa terancam dengan terpaksa harus menuruti kemauan ayah nya. Karena janjinya pada ibu harus terpenuhi. Andra pun langsung pergi keluar ruangan dan berusaha menahan amarahnya pada sang ayah agar tidak terlihat karyawan.
Pak Wijaya yang mendengar perkataan Andra hanya bisa menarik nafas dan mengeluarkan nya perlahan. Dia duduk dan berkata. "Maafkan ayah.Ayah terpaksa mengancam dan memaksamu .Semua untuk kebaikanmu nak, agar kamu bisa berpisah dengan andini. Dan berubah. " Pak Wijaya merasa sedih dan tak tega pada Andra tapi kembali lagi pada Maira dia adalah sosok gadis yang baik dan periang. Pak Wijaya percaya bahwa Maira bisa buat perubahan untuk Andra.
Malam nya Andra tak pulang ke rumah. mamah bella sangat khawatir karena semenjak Andra bekerja di kantor biasanya Andra sering pulang dan ini pertama kalinya Andra tidak pulang lagi.
Ayah Andra pun yang baru tiba di rumah disambut mamah bella, dan dia menanyakan keberadaan Andra.
"Mas sudah pulang? Apa Andra masih di kantor, ko belum pulang.!! " Tanya mamah bella yang khawatir pada Andra sambil mengambil tas dan membukakan jas suaminya.
__ADS_1
"Andra belum pulang,!! Biarkan saja mah mungkin dia perlu waktu. " sembari membuka dasi dileher nya.
"Perlu waktu. maksud mas..? " menatap suaminya dari belakang
"Nanti mas ceritakan. Sekarang mas mau mandi dulu tolong sediakan air hangat. " Sambil berjalan ke arah kamar.
"Baiklah mas". mamah bella pun menyiapkan semua yang diperlukan. Lalu dia duduk di kasur menunggu suaminya selesai membersihkan diri.
Pak Wijaya yang sudah selesai mandi, duduk di kasur di samping mamah bella sambil minum teh yang disediakannya. Lalu mulailah mamah bella bertanya karena penasaran.
" Mas sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Andra belum pulang?." sambil memegang tangan dan menatap pak Wijaya.
"Mas telah menjodohkan Andra dan membuatnya marah." Jawab santai pak Wijaya
"Begini, kamu ingat minggu lalu aku ke rumah sakit bertemu temanku. Dia memiliki seorang putri yang baik, dan aku menjodohkan Andra dengan nya. "
"Lalu Andra tidak mau." ucap mamah bella
"Ya, Tapi dia harus mau. aku memaksanya dengan mengancam bahwa jika dia tidak setuju dia tidak akan jadi pewaris perusahaan."
"Mas kenapa kamu setega itu, apa kamu tidak kasian pada andra. Dia sudah menderita dengan pernikahan kita dan sekarang kamu memaksa dia untuk menikah dengan seseorang yang tidak dia inginkan.!! " Sambil bangun dari duduk dan berdiri
pak Wijaya pun memegang tangan mamah bella dan menariknya agar mamah bella duduk kembali. "Bukan aku tak kasian pada Andra. ini adalah untuk kebaikan nya. Maira adalah wanita yang baik mah, dia juga sosok yang periang. Siapa tau ketika Andra bersama nya , Andra akan menjadi orang yang bahagia dan mampu merubah semuanya." dengan tutur kata lembut
__ADS_1
"Jadi namanya maira, Mas biarlah Andra memilih pasangannya sendiri. Baik saja tidak cukup, bila Andra tidak memiliki perasaan pada perempuan tersebut bagaimana Andra bisa bahagia. "
"Memilih pasangannya sendiri.!! maksud mamah dengan Andini. tidak, mas tidak pernah setuju dengan perempuan itu. mah perasaan atau cinta itu bisa datang belakangan setelah adanya rasa nyaman. Dan mas yakin pada Maira putri harun. "
"Tapi kenapa mas tidak bilang sebelumnya pada mamah. apa karena mamah bukan ibu kandung Andra sehingga mamah tidak perlu tau semua rencana itu." mamah bella yang kecewa dan sedih dengan berita perjodohan itu.
"Bukan, bukan seperti itu. mas menunggu keputusan dari Maira, Dan mas mendapatkan kabar tersebut siang tadi dari Harun bahwa Maira sudah setuju dengan perjodohan ini. Mas tidak bermaksud memberitahu mamah belakangan. maafkan mas. Mas hanya merasa senang dan ingin segera memberi tahu Andra. Agar perjodohan ini cepat dilaksanakan" sambil memegang kedua tangan mamah bella.
"Tapi... " belum selesai mamah bella bicara pak Wijaya menghentikan nya.
"Sudah jangan bicara lagi. malam ini mas capek. ingin istirahat." mengulurkan jari tangan ke depan mulut istrinya lalu memegang kedua pipinya dan mengecup kening mamah bella dan mengangkat kan kaki ke kasur serta menyelimuti dirinya untuk tidur. "Sebenarnya mas juga tidak mau memaksa Andra mah. Tapi bagaimana lagi. Semoga keputusanku ini benar. " berbicara dalam hati sambil berbaring kesamping.
Mamah bella yang masih duduk terdiam dan termenung.
"Mas kenapa mas tak meminta pendapatku terlebih dulu. bagaimana perasaan Andra sekarang. Dia sudah cukup menderita bagaimana mungkin dia bisa bahagia.(dalam hati) " Sambil meneteskan air mata . Disini mamah bella merasa kecewa pada pak Wijaya karena keputusannya.
mamah bella masih merasa dia yang membuat Andra berubah karena pernikahannya dan ayahnya yang membuat mamah bella terus merasa bersalah. Dan sekarang dia harus melihat Andra kecewa untuk kedua kalinya.
...........
Disisi lain Andra yang berada di bar sedang mabuk-mabukan sambil mengingat perkataan ayahnya yang membuat dia sangat kecewa. Andra juga bingung bagaimana dia harus mengatakan perjodohan ini pada Andini. Lalu bagaimana dengan hubungannya dengan Andini. Dia tidak ingin hubungan nya berakhir begitu saja.
Andra yang diam termenung sendiri sudah menghabiskan beberapa botol hingga membuat teman-teman barnya heran karena seberapa sering dia ke bar dia tidak pernah menghabiskan minuman sebanyak itu. mereka pun menghampiri Andra hingga akhirnya Andra tak sadarkan diri/pingsan.
__ADS_1