
Hari ini adalah hari libur kerja, Andra yang baru pulang di rumah Andini memarkirkan mobilnya lalu dia masuk ke rumah, tak sengaja Andra berpapasan dengan mamah bella.
Mamah bella menanyakan keberadaan Andra yang pergi semalam, namun Andra tidak menjawabnya sama sekali dia hanya pergi melewati mamah bella yang sedang bertanya padanya.
Dikamar ada Maira yang kaget karena kedatangan Andra yang tiba-tiba masuk kamar, Maira masih bersikap seperti biasa walau sering kali dia dikecewakan oleh perilaku Andra terhadapnya.
Sebenarnya Andra sangatlah tidak suka sikap Maira yang sabar itu, Maira terus memperjuangkan rumah tangga nya dengan Andra walau Andra selalu bersikap dingin dan bahkan sikap itu sering menyakiti hati Maira. Andra sangatlah berusaha membuat Maira tidak nyaman agar segera memutus pernikahan ini namun maira malah bersikap sebaliknya itu tidak sesuai dengan harapan Andra yang membuat Andra semakin kesal pada Maira.
Seseorang yang terlalu lama menyimpan luka dalam hati akan membuatnya menjadi sering marah, Pandangan pada orang baik pun menjadi salah baginya. Begitulah yang di rasakan Andra, Andra sudah terlalu lama menyimpan rasa kecewa yang membuat penilaian Andra terhadap Maira selalu salah baginya padahal Maira sering berperilaku baik padanya.
Hari itu Andra masuk ke kamar dengan tatapan yang begitu dingin dan culas Andra pergi mandi dan berpakaian rapi lalu pergi kembali meninggalkan Maira yang sedari tadi dikamar.
Andra yang turun dari tangga dihampiri mamah bella, sebenarnya mamah bella sudah memperhatikan jam tangan baru Andra sedari tadi, mamah bella ingat betul bahwa jam tangan itu bukan jam yang sering dipakai Andra, lalu mamah bella pun teringat Andini yang membeli jam walau tak ingat bentuknya seperti apa, yang jelas mamah bella ingat bahwa semalam adalah hari ulang tahun Andra dan Andra pergi entah kemana bisa saja jam tangan itu pemberian Andini.
Mamah bella pun memberanikan diri bicara pada Andra mengenai Andini yang dilihatnya bersama pria lain, Walau sebenarnya mamah bella yakin pasti Andra tidak akan mendengarnya.
Andra turun dari tangga sampailah lantai bawah mamah bella menghampiri andra, "dra kamu mau kemana lagi? mamah mau bicara mengenai Andini" Andra terdiam menatap mamah bella dengan penuh kebencian "Dengar saya tegaskan sekali lagi, anda bukan ibu saya, jadi jangan bicara seakan akan anda ibu saya. " Andra pun hendak pergi setelah dia selesai bicara pada mamah bella. Namun mamah bella berhentikan Andra dengan kata-kata nya "Ya benar saya bukan ibumu, dan tidak akan pernah dianggap menjadi ibumu tapi dengarkan sekali saja. Andini itu bukan wanita baik-baik dia bersama pria lain dibelakang mu kemarin. " Teriak mamah bella pada Andra yang agak jauh.
Andra tidak menghiraukan perkataan mamah bella dan pergi begitu saja.
Andra yang berada dalam mobil mengendarai mobil itu dengan cepat. "Apa apaan berani beraninya dia berkata seperti itu mengenai Andini. " Gerutunya penuh dengan kemarahan.
*******
__ADS_1
Dua bulan berlalu....
Pak wijaya yang sedang berada di kantor mendapatkan panggilan dari seseorang.
"Ya kirimkan buktinya pada saya secepatnya, " Ucapnya dengan serius pada orang ditelpon.
Pak wijaya melihat poto yang dikirim padanya. Ternyata itu adalah poto perempuan yang sedang mengelap-elap mobil dengan noda darah, Dan poto belakang mobil yang melaju memperlihatkan plat nomernya.
"Ya sudah ku bilang dia bukan wanita baik-baik, kamu pasti akan menyesal setelah melihat poto ini dra"
Kring.. Suara pesan dari ponsel Andra.
Andra membuka pesan tersebut "apa maksudnya mengirim ini semua" menghapus poto tersebut bahkan pesan yang belum sempat dibacanya lalu menyimpan ponselnya ke meja dengan kasar.
Maira masuk kamar ternyata Andra sudah tidur padahal baru saja Maira keluar pada saat Andra masih dikamar mandi. Maira pun menyimpan air itu dimeja lalu menyimpan kembali pakaian yang dia sediakan. "Sepertinya mas Andra kecapean."
tok. tok. tok. "Permisi non.. " Ucap bi narsih yang mengetuk pintu
Maira menghampiri pintu dan membukanya. Bi narsih memberi tahu bahwa kedua orang tua Maira ada di bawah, Maira kaget dan bingung mengapa ayah dan ibunya ada disini, tapi dibalik kebingungan nya Maira dia juga merasa senang akan kehadiran nya pak Harun dan ibu Fatimah. Maira pun menghampiri mereka.
Tak lupa Maira mencium tangan kedua orang tuanya, menyambut kedatangan ayah ibunya. Disisi lain mereka menanyakan keberadaan Andra. Maira dengan rasa tidak enak mengatakan bahwa suaminya sudah tidur karena kecapean. Kedua orang tuanya pun memaklumi semua itu.
"Ayah ibu mu hari ini mau menginap disini Mai, ayah sengaja mengundang mereka kesini. " Ucap pak wijaya pada Maira
__ADS_1
Sebenarnya pada waktu pak wijaya mengetahui pak Harun ditabrak lari dia langsung menyuruh orang untuk menyelidikinya dan hari ini semua bukti ada padanya dan kehadiran pak Harun ke rumah pak wijaya adalah untuk menyelesaikan masalah tabrak lari yang dialami pak Harun pada waktu itu. Pak wijaya sudah menyerahkan semua bukti pada kepolisian, besok adalah pertemuan pak Harun dengan pelaku.
Maira sangat senang "Alhamdulillah akhirnya kalian bisa menginap juga disini. Maira seneng banget. makasih yah"
Maira memeluk ibunya lalu datang mamah bella menyambut kedatangan keduanya dengan ramah.
"Mai ajak ibu dan ayahmu ke kamar biar mereka bisa istirahat" Ucap mamah bella dengan lembut dibarengi dengan senyuman
Maira pun mengantarkan ayah ibunya ke kamar tamu, Maira berjalan bergandengan dengan ibunya. "Pantas saja kamu betah Mai ternyata kedua mertuamu sangatlah baik" ucap Ibu Fatimah yang tidak tau kenyataan bahwa maira masih belum cukup bahagia karena suaminya belum menerima dirinya sebagai istri.
"alhamdulillah bu, mereka sangatlah baik. "
"apa kamu bahagia Mai"
"tentu saja bu, menantu mana yang tidak bahagia memiliki mertua seperti mereka"
"Lalu suami mu" Kata itu membuat senyuman Maira sedikit memudar "Maksud ibu apa suamimu baik padamu? " ibu Fatimah bertanya kembali.
"alhamdulillah bu semua orang disini sangat lah baik pada Maira termasuk mas Andra"
"Syukurlah kalo begitu Mai, ibu jadi senang dan lega. Kamu kan nikah karena perjodohan ibu takut suamimu itu tidak terlalu baik padamu, tapi setelah mendengar bahwa dia sangatlah baik ibu jadi tenang. "
Maira hanya memperhatikan nya dan tersenyum.
__ADS_1
"Nah sudah sampai ini kamar ibu dan ayah, oh ya soal pakaian nanti Maira panggilkan bi narsih untuk membantu" ucap maira ketika masuk ke kamar.