
Perjodohan pun telah terjadi. Kini pak Wijaya telah menyiapkan pernikahan putranya.
Tanggal yang sudah ditentukan. Juga seserahan dan keperluan pernikahan lainnya telah di siapkan olehnya.
Tapi dibalik kebahagiaan pak Wijaya, Andra dan mamah bella masih dengan perasaan kecewa atas keputusan pak Wijaya itu.
Waktu pun berlalu.
Tiga hari menjelang pernikahan Maira dan keluarganya berangkat ke Jakarta. Mereka diam dihotel yang telah disediakan pak Wijaya. Maira dan keluarganya sangat bahagia, walaupun pada saat dia dan ayah ibunya datang Andra tidak ada karena sibuk dengan pekerjaan, itulah yang dikatakan pak Wijaya. Sebenarnya Maira tau alasannya, Cuma Maira tidak ingin suudzon dia lebih ke berpikir positif.
Tempat pernikahan yang telah disiapkan pak Wijaya di sebuah gedung dengan riasan mewah telah Maira lihat. Betapa dia kagum dengan semuanya. Gedung besar yang dihiasi kain dan banyak bunga-bunga yang indah dijejerkan di sana, serta banyaknya kursi tamu yang tertata rapi.
"subhanallah, alhamdulillah" ucap Maira yang bersyukur, karena tidak semua orang bisa menikah ditempat seperti itu dan mungkin pernikahan impian setiap wanita.
Sudah dua hari Maira berada di jakarta tapi Andra masih belum menemui keluarga Maira, setidaknya untuk menyambut kedatangan ayah ibunya. Pak Wijaya selalu membuat alasan jika Andra sedang sibuk.Selain itu pak Wijaya juga berkata jika dekat hari pernikahan sebaiknya calon mempelai tidaklah harus bertemu. Padahal kenyataannya pak Wijaya selalu memaksa Andra agar menemui Harun tapi semua perkataan nya itu tidak Andra tanggapi.
Hingga satu hari menjelang pernikahan, Andra pergi dari rumah untuk bertemu kekasihnya andini di tempat biasa dia bertemu. Pak Wijaya yang mengetahui semua itu sangat marah, menyuruh Andra untuk segera memutuskan hubungan. Tapi entah apa yang ada dipikiran Andra dia tidak mau melakukan itu semua.
Andra yang pergi begitu saja. Membuat pak Wijaya mengkhawatirkan pernikahan yang akan dilaksanakan esok hari. Dia bersedih namun tidak bisa berbuat apa-apa. Dan mamah bella pun hanya bisa menenangkan nya, walau sebenarnya dia juga tidak merestui pernikahan ini. mamah bella hanya menjalankan tugasnya sebagai istri menuruti keinginan suaminya.
...........
Andra yang berada di bar bersama andini mabuk-mabukan lagi. dia minum untuk menenangkan hatinya. Andini yang terus menyodorkan minuman pada Andra membuat Andra menghabiskan banyak botol.
__ADS_1
Andini yang terus memaksa Andra untuk minum. "Hentikan apa yang kamu lakukan.!!! sudah ku bilang cukup.! " Andra yang marah dengan nada membentak pada Andini.
Andini yang langsung terdiam dan kaget. Karena ini pertama kalinya Andra membentaknya. "Apa.. " Sembari berlinang air mata "Kamu mulai membentak ku". ucap andini
"Maafkan aku, bukan maksudku seperti itu. aku kan sudah bilang sudah cukup. Mengapa kamu terus menyodorkan minuman padaku. " ujar Andra yang mulai tersadar
"Aku hanya ingin kamu merasa pusing hingga kamu tertidur lelap dan tidak akan pulang untuk melaksanakan pernikahan bersamanya. " Sembari menangis dan menyimpan gelas minuman yang dipegangnya
Andra yang mulai kasihan pada Andini sambil menghapus air mata Andini "Andini dengar, aku sudah janji padamu bahwa aku akan berusaha membatalkan perjodohan ini. " belum selesai Andra bicara. "Membatalkan perjodohan.!!! Kamu sudah ingin menikah bagaimana kamu bisa berkata membatalkan perjodohan. " Sambil menepis tangan Andra yang ada di pipinya
"Hey, dengarkan dulu aku belum selesai bicara. Ya memang saat ini aku akan menikah dengannya tapi ketahuilah aku sudah berjanji padamu bahwa aku akan selalu bersama mu. Aku akan berusaha membuat wanita itu tidak nyaman denganku hingga membuatnya melepaskan pernikahan ini. " Meyakinkan Andini sambil memegang kedua tangan nya.
"Janji" Andini mulai tersenyum kembali.
Andra yang pulang ke rumah dengan sempoyongan dihampiri ayahnya. "Sudah kamu putuskan hubunganmu dengan Andini? " tanyanya dengan amarah. "Bagaimana bisa aku putuskan hubunganku dengan Andini sedang aku sangat mencintainya." Ucap Andra dengan keadaan mabuk.
"Plak..." Sontak pak Wijaya pun menampar Andra ketika dia dengar perkataan Andra itu. "Keterlaluan..!! Besok kamu akan menikah dan kamu masih bisa berhubungan dengan wanita itu.!! apa kamu tidak memikirkan perasaan Maira nanti. " Menatap tajam Andra.
Berbalik menatap kembali ayahnya "Cukup.!! anda bilang keterlaluan. andalah yang keterlaluan anda yang inginkan pernikahan ini terjadi. Jadi jangan salahkan aku jika Maira tidak akan bahagia. " lalu pergi.
"Andra...!! " Meneriaki Andra yang ke kamar.
"Entah apa yang harus aku lakukan pada anak itu. Mendengar perkataanya itu membuatku sangat mengkhawatirkan Maira jika benar Maira tidak akan pernah bahagia, itu semua akan menjadi salahku. " Sembari duduk dan menaruh kedua jari tangannya di kening.
__ADS_1
Tak lama setelah pertengkaran terjadi ibu bella datang. "Ada apa lagi mas? apa kamu bertengkar lagi dengan Andra.!! "
"Ya dia memang anak yang keras kepala."
"Mas jangan terlalu keras padanya, Kasian dia. Mungkin saat ini dia merasa semakin tertekan dengan keadaan ini... jangan paksakan Andra dengan semua ini mas. " Ucap mamah bella sambil memegang pundak pak Wijaya.
"Maksud mamah ayah harus batalkan pernikahan ini..!! Tidak akan pernah, aku tidak akan pernah mempermalukan Harun kalo sampai Maira gagal menikah. Dengar mah jangan pernah bicarakan kesedihan Andra. Andra itu sudah dewasa seharusnya dia sudah mengerti dan dia tidak terus salah paham seperti ini." Pak Wijaya yang marah kembali sambil meninggalkan mamah bella.
"Maksud mamah bukan seperti itu. Kenapa keadaanya jadi seperti ini. " bicara mamah bella dengan pelan sambil menangis.
Mamah bella yang mulai merasa bersalah menghampiri pak Wijaya yang berada di kamar. "Mas maafin mamah, jika mamah salah bicara. Mamah hanya tidak ingin Andra dikecewakan kedua kalinya dengan keputusan kita. " Sambil bersujud dipangkuan pak Wijaya.
"Mah berdiri. duduk sini. " menunjuk disampingnya. " Dengarkan mas, Mamah jangan pernah terus merasa bersalah atas perubahan Andra. hingga membuat mamah terus berpikiran seperti itu, Ini semua bukan salah mamah ini sudah jadi takdir kita. Sudah jangan menangis maafkan mas juga yah karena sudah memarahi mamah. " Mereka pun berpelukan dan saling memaafkan.
Disisi lain Andra yang masuk kamar memecahkan benda yang ada disekitarnya. Karena dia terlalu banyak minum akhirnya dia tidak sadarkan diri menjatuhkan setengah badannya di kasur.
Pak Wijaya yang mengetahui keadaan Andra menyuruh bi narsih untuk membersihkan semuanya termasuk menyiapkan Andra minuman hangat untuk menyegarkan tubuh Andra ketika Andra sadar.
...........
...BERSAMBUNG...
HAI PARA PEMBACA GIMANA EPISODE KALI INI SERU TIDAK? OH YA MENGENAI MASALAH AUTHOR UP. SEKALI LAGI AUTHOR TEGASKAN YA, MOHON MAAF AUTHOR TIDAK BISA UP SETIAP HARI DAN UP BANYAK-BANYAK/ CRAZY UP KARENA PELUANG WAKTU MENULISNYA SEDIKIT. JADI UP NYA SEBISANYA SAJA...!!
__ADS_1
JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN YA UNTUK TERUS BERI SEMANGAT MENULIS CERITA INI SAMPAI SELESAI. TERIMAKASIH.